Read More >>"> ADOLESCERE LOVE (19~KEJUJURAN YANG MENYAKITKAN) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - ADOLESCERE LOVE
MENU
About Us  

Aku menyukainya!

“Ehh, kalian tidur di dalam kamar oppa??! Kenapa nggak kalian foto ruangannya?!!” ujar Timmy menggebu-gebu.

“Buat apa?  Kurang kerjaan,” dumel Hami sambil menutup kedua telinganya, mencegah teriakan Timmy berlanjut memasuki area telingannya. ‘isa-isa gendang telinga pun ikut pecah nih,’

Seperti biasa, Afika meletakkan kepalanya di atas meja dengan malas. Dia tidak ikut menanggapi ocehan Tiimmy.

“Kalian berdua nggak ngiler di bantalnya kan?” mau nggaak mau, Afika melirik Timmy dengan wajah heran. “Aku nggak mau ya gara-gara kalian, oppa jadi tertular  dan keracunan oleh zat kimia dari iler kalian!”

Hami menari pipi Timmy dengan gemas.

“Zat kimia opo, heh? Untung ajah nih ya, kamu nggak lulus masuk warga IPA. Kesotoyanmu itu nggak patut ditoleransi!” Afika cuma nyengir melihat kedua temannya yang saling berdebat.

“Selamat morning, my temans!” terdengar suara teriakan seseorang yang membuat Afika kini salah tingkah. Afika menutup wajahnya dengan kedua tangan yang melipat di atas meja. Matanya melirik sebentar. Seorang cowok mengenakan headset di telinganya. Dia menyapa dengan ceria dari satu teman ke teman lainnya. Dari pandangan Afika, cowok itu mengenakan baju putih yang kokoh layaknya seorang pangeran. Tangannya memegang sebuah perisai dan pedang yang amat tajam. Wajah cowok itu tampak berkilau. Hampir saja Afika bengong melihatnya. ‘Kayaknya ada yang salah dengan penglihatanku,’ Afika menggeleng kepala kuat-kuat dan menutupi kembali wajahnya di atas  meja

“Oppa! Coba pilih salah satu,” Timmy menunjukkan kedua tangan yang menggenggam di depan Miwon. Cowok itu melepas headsetnya dan berpikir sejenak.

“Uhmm.. aku pilih ini,” Miwon menunjuk tangan kanan Timmyyang tergenggam kuat. Timmy tertawa kecil mendengar jawaban Miwon.

“Ting Tong! Jawaan yang bagus!” dia mulai membuka tangan kanannya. Terlihat tanaman liar seperti bunga berbulu putih yang biasanya mudah ditemukan di jajaran ilalang. “Ini bunga harapan! Ayo kita sama-sama mengucapkan harapan dan menerbangkannya di luar,” Timmy menyeret Miwon yang masih bengong.

“Aish, Miwon seperti bapak yang selalu menuruti permintaan gadis kecilnya,” celetuk Risa sambil menengok Timmy dan Miwon di luar.

“Hei, tapi menyenangkan juga loh, bisa menghabiskan waktu  dengan Timmy yang imut. Perlakuannya sangat manis,”  kata Damar dengan hati berbunga-bunga. “’Seandainya saja aku yang jadi pacarnya.”

Hami duduk di sebelah Afika yang masih menutup mukanya.

“Fik, kamu tidur?” tanyanya. Afika tidak menjawab. “Kamu ingat insiden kemarin pagi. Aku dan Danu menemukan kalian tertidur bersama di dapur. Kenapa kalian bisa tertidur disana?” Masih tidak ada jawaban. Hami mengguncang-mengguncangkan tubuh Afika. “Fiik!!! Bangun..!!!” Finally, Afika terbangun dengan.. beberapa butir air di matanya.

“Fik, apa yang..,”

“Aku menyukainya, Ham. Aku menyukainya. Aku harus gimana?”

   ☻☺☻

Sepulang sekolah, Hami memberitahu Timmy untuk tidak bermain di rumahnya karena harus pergi ke pasar dengan ibunya. Sementara itu Afika juga tidak bisa datang karena dia merasa lelah dan ingin beristirahat di rumah. Pada akirnya Timmy pulang dengan wajah bersedih, tetapi dia memaklumi kedua temannya yang memiliki urusan masing-masing. Padahal dia tidak mengetahui bahwa Hami bermaksud mendengar curahan hati Afiika di rumah sahabatnya itu. Hami mengelus punggung Afika berkali-kali. Afika masih menangis sesenggukan. Dia merasa malu untuk menceritakannya. Beberapa menit kemudian, dia berhenti menangis.

“Sejak kapan kamu menyukainya?” tanya Hami. Afika menggeleng.

“Aku nggak tahu,” ucapnya pelan. Kemudian bayangan Afika mengembara kembali di saat Miwon bermksud mempertemukannya dengan Edelweis di telaga Ngipik. “Mungkin aku merasakan keanehan ketika Miwon bilang akan berusaha untuk berhenti menyukaiku. Aku merasa aneh dengan hal itu. Seperti perasaan ingin menolak apa yang dikatakannya.”

Hami manggut-manggut mengerti.

“Hmm.. terus bagaimana perasaanmu dengan Edelweis? Masa rasa sukamu selama dua tahun itu menghilang begitu saja?”

Afika mengusap air mata yang meleleh lagi di pipinya.

“Aku nggak tahu. Perasaanku padanya masih sama seperti sebelumnya. Aku masih merasa suka dengan apa yang dilakukannya saat pertama kali kita bertemu. Edelweis benar-benar cowok yang baik.”

Hami langsung menyahut, “Suka? Bukannya hal itu lebih menjurus dari perasaan kagum?”

Afika membelalakkan matanya dengan kaget.

“Aku.. tidak pernah memikirkan itu.”

“Semua ini tergantung dengan perasaanmu, Fik. Seharusnya kalau kamu benar-benar suka dengan Miwon, kamu harus segera mengatakannya. Tetapi semua sudah terlambat, bukan? Miwon sudah menutup hatinya untukmu dan memilih utuk berpacaran dengan sahabatmu sendiri. Sedangkan Edelweis selalu berbuat manis padamu,” kepala Afika semakin menunduk mendengarkan penjelasan Hami. “Bukannya aku tidak ingin mendukungmu, Fik. Tetapi nasi sudah jadi bubur kan? Mungkin kamu merasa tidak terbiasa melihat kedekatan Miwon dan Timmy. Padaha dulu Miwon sering mengekor padamu. Tetapi sekarang Miwon sudah berpacaran dengan Timmy. Sedangkan kamu juga sudah bersama dengan Edelweis. Timmy pernah bercerita akan berusaha membahagiakan Miwon dengan apapun. Lihat? Dia selalu melakukannya kan? Sekarang giliran kamu yang harus mmecoba untuk membahagiakan Ed. Dengan melakukan hal itu, aku jamin perasaanmu yang aneh itu akan segera menghilang.”

Afika tidak menjawab. Dia hanya menggigit jarinya kuat-kuat.

☻☺☻

Timmy dan Miwon duduk santai sambil menikmati air mancur di taman Mundu. Miwon tersenyum melihat Timmy yang asik mencomot hamburger. Melihat saus yang belepotan di mulut Timmy, dia segera mengusap mulut gadis itu dengan tisu.

“Terima kasih, oppa,” katanya sambil mencomot makanannya lagi. “Hami dan Afika memiliki urusan masing-masing. Jadi aku agak kesepian. Untung saja ada oppa. Jadi aku tidak terlalu menyedihkan,” Miwon tertawa mendengarnya. Timmy tidak melanjutkan makannya. Dia meletakkan hamburger diseelahnya. Lalu tangannya mulai memijat pundak Miwon. Cowok itu agak bingung dengan perbuatannya.

“Pasti badan oppa kaku banget  setelah membanntuku keluar dari kerumunan fans-fans Timmy tadi. Belum lagi punggung oppa terinjak-injak sepatu mereka. Pasti rasanya sakit ya?” Miwon menggeleng.

“Nggak sama sekali kok,”

“Kemarin oppa nggak merasa goyah kan?

“Maksudnya?”

“Kerja satu kelompok dengan Afika. Oppa nggak goyah kan?” mata Miwon langsung jelalatan kemana-mana. Dia tidak tahu harus menjawab apa. “Oppa juga tahu kan kalau nggak mungkin lagi untuk menyukainya.”

“Oh,” Timmy merasa gelisah mendengar jawaban Miwon yang tampak samar. Timmy menunjukkan tangannya yang tergenggam di depan wajah cowok itu.

“Aku akan lebih berusaha untuk membahagiakan oppa.”

“Tim,”

“Aku serius!”

Miwon menghela nafas, “Aku menghargai kamu yang sudah berusaha keras. Tetapi bagaimanapun juga sampai sekarang aku masih..,”

Timmy menutup mulut Miwon.

“Jangan katakan! Aku tetap akan berusaha sampai oppa benar-benar bisa melupakannya. Aku akan menunggu.”.

Miwon tidak tahu harus menjawab apa lagi untuk mengatakan kejujuran apa yang dirasakannya. Dia sedikit merasa goyah. Tetapi dia juga tidak bisa mencampakkan Timmy begitu saja. Gadis kecil itu sudah berbuat banyak untuknya. Dia segera memakan hamburger yang tadi digeletakkan oleh Timmy. Cewek itu sangat terkejut. Mata dan mulutnya menganga lebar. “Kenapa?” tanya Miwon samil mengunyah makanan.

“Iih, itu tadi ciuman tidak langsung!!!”

“Hah?” Miwon bingung dengan perkataan Timmy. “Maksudnya apa?”

☻☺☻

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Kesempatan
144      44     0     
Romance
Bagi Emilia, Alvaro adalah segalanya. Kekasih yang sangat memahaminya, yang ingin ia buat bahagia. Bagi Alvaro, Emilia adalah pasangan terbaiknya. Cewek itu hangat dan tak pernah menghakiminya. Lantas, bagaimana jika kehadiran orang baru dan berbagai peristiwa merenggangkan hubungan mereka? Masih adakah kesempatan bagi keduanya untuk tetap bersama?
PUBER
22      11     0     
Romance
Putri, murid pindahan yang masih duduk di kelas 2 SMP. Kisah cinta dan kehidupan remaja yang baru memasuki jiwa gadis polos itu. Pertemanan, Perasaan yang bercampur aduk dalam hal cinta, serba - serbi kehidupan dan pilihan hatinya yang baru dituliskan dalam pengalaman barunya. Pengalaman yang akan membekas dan menjadikan pelajaran berharga untuknya. "Sejak lahir kita semua sudah punya ras...
IMAGINE
3      3     0     
Short Story
Aku benci mama. Aku benci tante nyebelin. Bawa aku bersamamu. Kamu yang terakhir kulihat sedang memelukku. Aku ingin ikut.
Secret World
30      12     0     
Romance
Rain's Town Academy. Sebuah sekolah di kawasan Rain's Town kota yang tak begitu dikenal. Hanya beberapa penduduk lokal, dan sedikit pindahan dari luar kota yang mau bersekolah disana. Membosankan. Tidak menarik. Dan beberapa pembullyan muncul disekolah yang tak begitu digemari. Hanya ada hela nafas, dan kehidupan monoton para siswa kota hujan. Namun bagaimana jika keadaan itu berputar denga...
MAHAR UNTUK FATIMAH
340      269     2     
Short Story
Cerita tentang perjuangan cinta seorang pria dengan menciptakan sebuah buku khusus untuk wanita tersebut demi membuktikan bahwa dia sangat mencintainya.
Senja (Ceritamu, Milikmu)
35      28     0     
Romance
Semuanya telah sirna, begitu mudah untuk terlupakan. Namun, rasa itu tak pernah hilang hingga saat ini. Walaupun dayana berusaha untuk membuka hatinya, semuanya tak sama saat dia bersama dito. Hingga suatu hari dayana dipertemukan kembali dengan dito. Dayana sangat merindukan dito hingga air matanya menetes tak berhenti. Dayana selalu berpikir Semua ini adalah pelajaran, segalanya tak ada yang ta...
Heartbeat
4      4     0     
Romance
Jika kau kembali bertemu dengan seseorang setelah lima tahun berpisah, bukankah itu pertanda? Bagi Jian, perjumpaan dengan Aksa setelah lima tahun adalah sebuah isyarat. Tanda bahwa gadis itu berhak memperjuangkan kembali cintanya. Meyakinkan Aksa sekali lagi, bahwa detakan manis yang selalu ia rasakan adalah benar sebuah rasa yang nyata. Lantas, berhasilkah Jian kali ini? Atau sama seper...
A Boy. A Girl.
911      489     5     
Short Story
She is a nobody. Remains unnoticed by everybody. He is the eye-candy. Tempting, untamed; the life of a party. Here\'s their story...
Forbidden Love
70      26     0     
Romance
Ezra yang sudah menikah dengan Anita bertemu lagi dengan Okta, temannya semasa kuliah. Keadaan Okta saat mereka kembali bertemu membuat Ezra harus membawa Okta kerumahnya dan menyusun siasat agar Okta tinggal dirumahnya. Anita menerima Okta dengan senang hati, tak ada prangsaka buruk. Tapi Anita bisa apa? Cinta bukanlah hal yang bisa diprediksi atau dihalangi. Senyuman Okta yang lugu mampu men...
My Selenophile
3      3     0     
Short Story
*Selenophile (n) : A person who love the moon Bagi Lasmi, menikmati keheningan bersama Mahesa adalah sebuah harapan agar bisa terus seperti itu selamanya. Namun bagi Mahesa, kehadiran Lasmi hanyalah beban untuk ia tak ingin pergi. \"Aku lebih dari kata merindukanmu.\"