Berat Badan
Mengapa seseorang sebegitu mudahnya dihakimi jika angka pada timbangannya terlalu besar atau terlalu kecil. Jika ditanya, siapa pula manusia di dunia ini yang tak ingin memiliki berat badan ideal. Hanya saja, beberapa orang memang sudah terlahir dengan memiliki resiko kelebihan berat badan dan kekurangan berat badan. Seseorang dengan mudahnya dicela karena masalah timbangan yang sesungguhnya hanya berbicara tentang angka. Apalah arti sebuah angka dibandingkan dengan menjaga perasaan orang lain? mengapa orang-orang seakan lebih mementingkan tentang angka yang merupakan benda mati dibandingkan perasaan orang lain yang merupakan mahluk hidup. Seseorang yang memiliki masalah berat badan diperlakukan seakan-akan tidak pantas dihormati dan menerima cinta.
Hanya karena angka-angka yang terpampang di timbangan, orang-orang seringkali sulit untuk tutup mulut. Apakah sebegitu hinanya seseorang ketika seorang wanita lebih berat ketimbang pria atau seorang pria lebih ringan ketimbang wanita. Jikalau memang seseorang dengan kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan sebegitu mengganggu pemandangan, maka tak perlu sampai melihat orang itu dengan padangan jijik atau bahkan sampai mengolok-oloknya. Lagipula tak ada jaminan bahwa orang dengan berat badan ideal akan selalu menjadi orang yang menyenangkan, diterima dimana saja, sukses dalam setiap langkahnya, dan terbebas dari sakit serta kematian. Tetapi beberapa orang berlaku seakan-akan orang yang memiliki masalah berat badan, menandakan hidupnya akan lebih bermasalah daripada orang yang memiliki berat badan ideal. Seakan-akan di dunia ada jaminan besar bahwa orang dengan berat badan ideal akan hidup tanpa masalah.
Seseorang dengan masalah berat badan seringkali direndahkan bagai sampah yang bahkan tak layak berada di dalam tong sampah. Jika ia punya kelebihan, tetap saja masalah berat badannya itu dijadikan alasan untuk menjatuhkannya. Seakan-seakan orang yang memiliki masalah berat badan tidak boleh berada dalam keramaian melainkan harus selalu berada di pusat olahraga guna memperbaiki berat badannya. Seseorang dengan masalah berat badan seakan diatur mulutnya oleh mulut lainnya juga. Disuruh makan lebih banyak atau makan lebih sedikit, melakukan ini lebih banyak dan melakukan itu lebih sedikit. Apa salahnya jika cukup menerima penampilan seseorang tanpa perlu mengkritiknya secara berlebihan serta berhenti menjadikannya bahan bercandaan seakan-akan seseorang dengan masalah berat badan adalah orang yang patut menerima hukuman.
Jika seseorang memang ingin memperbaiki berat badannya, tanpa disuruh ia sudah akan melakukannya sejak lama. Mengapa memaksa seseorang melakukan hal yang tidak diinginkannya dengan mengatasnamakan kepedulian. Orang yang benar-benar peduli tidak akan banyak berbicara melainkan bertindak lebih banyak. Banyak orang mengatasnamakan kepedulian tetapi yang dilakukannya hanyalah meremehkan. Seakan-akan harga diri orang yang memiliki masalah berat badan tidak jauh lebih penting daripada angka-angka yang tertera pada timbangan. Seseorang yang memiliki masalah berat badan sesungguhnya sangat memerlukan dukungan, tetapi lagi-lagi hanyalah penghinaan yang ia dapatkan. Tidakkah menjaga perasaan orang lain jauh lebih penting daripada menjaga berat badan? terkadang, entah mengapa seseorang dengan masalah berat badan diperlakukan bagaikan tidak layak melanjutkan kehidupan.
01:10, Medan, 27 November 2019