Sakit Hati
Sakit hati adalah sebuah perasaan tidak menyenangkan yang sesungguhnya tidak bisa dideskripsikan hanya dengan satu kata ‘sakit’ itu sendiri. Bagaimana mungkin rasa sakit hati bisa tergambar dengan gamblang hanya oleh satu kata sedangkan begitu banyak kata yang memancingnya. Kecewa, kesal, marah, sedih, sesal, lelah, tak berdaya: adalah kata-kata yang membangun sebuah kata sakit. Oleh karena itu, sesungguhnya kata sakit tidak cukup untuk menggambarkan sebuah perasaan yang hancur lebur dan sebuah hati yang babak belur.
Sakit hati tak selalu terlihat dan tak selalu dapat pulih biarpun ada yang terlihat dan ada yang pulih dengan cepat. Hanya saja ada beberapa cerita dalam hidup yang seakan-akan hendak mengambil nyawa ini oleh karena sebuah rasa sakit hati. Sebuah sakit hati yang dimana sebuah kata sederhana ‘sakit’ tidak mampu menggambarkan betapa tidak sederhananya sebuah peristiwa yang mengakibatkan sakit itu sendiri.
Biarpun orang lain berkata, “gitu aja sakit hati,” tetap saja tidak mampu membuat hati ini berubah menjadi besi yang ketika tergores tak terlalu meninggalkan bekas yang berarti. Hati dalam diri ini yang ketika tergores selalu saja bagai plastik yang mudah sobek atau bahkan bagai tanah yang mudah berjejak dan berantakan. Hati dalam diri ini bagai tanah yang mudah basah atau yang terkadang terlalu gersang. Biarpun sering kali berusaha menghindari untuk tidak sakit hati, tetap saja tidak berdaya ketika melawannya dan tidak mampu menerimanya. Walaupun semua manusia pernah sakit hati, tetapi saja sulit mengikhlaskan sebuah rasa sakit yang katanya menumbuhkan.
Mungkin saja diri ini memang perlu tumbuh dikala tak mampu melalui sebuah sakit hati, sehingga diri ini cukup besar untuk menghancurkan rasa sakit itu. Rasa sakit hati memang disebabkan oleh orang lain, tetapi tetap saja diri sendiri yang bertugas untuk menyembuhkannya biarpun harus pergi ke orang lain lagi. Waktu bisa menyembuhkan sebuah sakit hati jika diri ini melupakannya, hanya saja diri ini tak selalu mampu melupakannya sehingga waktu pun dapat dikatakan gagal menyembuhkan sebuah luka dikala ia bukanlah yang bertugas untuk menyembuhkan sebuah luka. Pada akhirnya, sakit hati yang sesungguhnya tidak cukup jika digambarkan hanya dengan sebuah kata ‘sakit’, hanya akan sembuh jika diri ini terbuka untuk penyembuhan itu.
16:38, Medan, 26 November 2019