Read More >>"> Enigma (Enigma | 19) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Enigma
MENU
About Us  

Athena duduk di atas motor Ares dengan es krim di tangannya, sementara Ares berdiri di samping motornya. Hari ini genap hari keempat Ares membelikannya es krim. Mata keduanya tertuju pada lapangan voli di depan mereka.

“Sana lo main aja,” usir Athena.

“Nggak,” jawab Ares.

“Daripada lo bengong di sini,” kata Athena sambil menyenggol lengan Ares.

“Gue lagi gak niat main.”

“Sana, gue di sini aja. Nonton lo main voli,” ucap Athena sambil mendorong pelan tubuh Ares.

Athena masih bisa mendengar Ares berdecak sebelum berjalan ke arah lapangan dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku. Baru setengah jalan, Ares membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah Athena.

“Bel,” jelas Ares singkat lalu mulai berjalan ke arah gedung sekolah.

Athena melompat turun dari atas motor Ares, lalu mengejar Ares dan berjalan di sampingnya.

“Gue penasaran deh, lo kenapa tiba-tiba jadi baik?” tanya Athena sambil menatap Ares sehingga dia berjalan mundur.

Ares menoleh malas. “Lo gak tau terima kasih ya?”

“Ih. Gue penasaran kena…” ucapan Athena terpotong saat Ares berhenti berjalan dan menarik lengan seragamnya untuk bergeser sehingga dia tidak ditabrak seseorang yang sedang berlari.

“Jalan liat ke depan. Kalo lo punya mata di belakang kepala lo baru jalan mundur,” tegur Ares.

“Galak,” ucap Athena malas, lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah kelasnya.

Athena langsung duduk di tempatnya saat masuk ke dalam kelas. Seperti biasa, Athena menelungkupkan kepalanya di atas meja dengan topi jaket yang dia naikkan. Samar-samar Athena bisa mendengar guru kelasnya masuk ke dalam kelas dan berbicara mengenai talent show yang diadakan sekolahnya dua minggu sekali.

“Saya mau stand up dong, bu,” ujar salah satu penghuni kelas.

“Candaan lo gak ada yang lucu, jangan malu-maluin satu kelas!” protes Ciko. “Mending gue yang stand up.”

“Kenapa tadi lo gak calonin diri?” jawab orang itu sinis.

“Oh, maaf, gue ini orang sibuk. Mau nyebar proposal,” ucap Ciko bangga.

“Athena aja,” sela Elena lalu menoleh ke belakang dan mengetuk meja Athena sampai Athena bangun dan menegakkan tubuhnya.

“Apa?” tanya Athena malas sambil menurunkan topi jaketnya.

“Suara lo bagus. Besok lo nyanyi ngewakilin kelas ya?”

“Hah? Apaan, gak mau,” jawab Athena cepat.

“Dua minggu lalu kelas kita udah flash mob. Dua miggu lalu-lalunya kelas kita flash mob juga. Masa flash mob terus?”

Athena berdecak lalu mengiyakan permintaan Elena. “Siapa yang main musiknya?”

“Lo ngapain ikut Archer nyebar proposal sih? OSIS aja bukan,” tanya Elena sambil menendang kursi Ciko.

“Berhubung di kelas ini gak ada yang bisa main musik. Ralat, gak ada yang bisa belajar satu lagu dalam satu hari, kecuali Elang, tapi Elang lagi gak ada,” ucap Ciko berpikir.

“Lo minta Ares aja,” sela Elena.

“Heh?! Lo mau Ares sama Elang berantem?” tanya Ciko sewot.

“Elah. Elang gak bilang juga dia suka Athena, Ares juga nggak. Kenapa mereka harus berantem?” tanya Elena kesal.

“Sudah, sudah. Kalian diskusikan saja bersama-sama. Saya kasih waktu dua sesi pelajaran saya untuk kalian berdiskusi dan latihan untuk besok,” potong Bu Rika, lalu berjalan keluar kelas.

“Lo minta tolong Ares aja,” ulang Elena.

“Gak bisa, gak bisa. Ini namanya lo mencetuskan perang,” bantah Ciko.

“Nanti gue ngomong ke Ares. Sekarang lo berdua bisa diem? Gue butuh tidur,” ucap Athena menaikkan topi jaketnya dan kembali menelungkupkan kepalanya di atas meja.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (1)
  • Citranicha

    Ceritanya ngegemesin.. bakal baca sama ending kok pasti haha...
    Karakter Athena yang unik.. keren lah hahaha

    Baca cerita aku juga ya, kalo mau hehe
    Semangat terus!

    Comment on chapter Enigma | 01
Similar Tags
Horses For Courses
290      173     0     
Romance
Temen-temen gue bilang gue songong, abang gue bahkan semakin ngatur-ngatur gue. Salahkah kalo gue nyari pelarian? Lalu kenapa gue yang dihukum? Nggak ada salahnya kan kalo gue teriak, "Horses For Courses"?.
KATUMBIRI
431      353     4     
Short Story
Aku yang buta akan kesungguhan dan keegoisan. Antara mimpi dan kenyataan, akankah aku melepas salah satunya? Ini kisahku, Si Pemimpi dalam tirai hujan. Aku yang berhutang pada hujan. Hujan yang telah melukis pelangi menjadi lebih indah.
Si Mungil I Love You
8      8     0     
Humor
Decha gadis mungil yang terlahir sebagai anak tunggal. Ia selalu bermain dengan kakak beradik, tetangganya-Kak Chaka dan Choki-yang memiliki dua perbedaan, pertama, usia Kak Chaka terpaut tujuh tahun dengan Decha, sementara Choki sebayanya; kedua, dari cara memperlakukan Decha, Kak Chaka sangat baik, sementara Choki, entah kenapa lelaki itu selalu menyebalkan. "Impianku sangat sederhana, ...
Black World
70      50     0     
Horror
Tahukah kalian? Atau ... ingatkah kalian ... bahwa kalian tak pernah sendirian? *** "Jangan deketin anak itu ..., anaknya aneh." -guru sekolah "Idih, jangan temenan sama dia. Bocah gabut!" -temen sekolah "Cilor, Neng?" -tukang jual cilor depan sekolah "Sendirian aja, Neng?" -badboy kuliahan yang ...
Puisi yang Dititipkan
15      15     0     
Romance
Puisi salah satu sarana menyampaikan perasaan seseorang. Puisi itu indah. Meski perasaan seseorang tersebut terluka, puisi masih saja tetap indah.
Kita
39      34     0     
Romance
Tentang aku dan kau yang tak akan pernah menjadi 'kita.' Tentang aku dan kau yang tak ingin aku 'kita-kan.' Dan tentang aku dan kau yang kucoba untuk aku 'kita-kan.'
Black Envelope
7      7     0     
Mystery
Berawal dari kecelakaan sepuluh tahun silam. Menyeret sembilan orang yang saling berkaitan untuk membayarkan apa yang mereka perbuatan. Nyawa, dendam, air mata, pengorbanan dan kekecewaan harus mereka bayar lunas.
Sebuah Kisah Tentang Dirinya
57      39     0     
Romance
Setiap orang pernah jatuh cinta dan mempunya ekspetasi tinggi akan kisah percintaannya. Namun, ini adalah kehidupan, tak selalu berjalan terus seperti yang di mau
Satu Koma Satu
404      225     0     
Romance
Harusnya kamu sudah memudar dalam hatiku Sudah satu dasawarsa aku menunggu Namun setiap namaku disebut Aku membisu,kecewa membelenggu Berharap itu keluar dari mulutmu Terlalu banyak yang kusesali jika itu tentangmu Tentangmu yang membuatku kelu Tentangmu yang membirukan masa lalu Tentangmu yang membuatku rindu
Havana
38      30     0     
Romance
Christine Reine hidup bersama Ayah kandung dan Ibu tirinya di New York. Hari-hari yang dilalui gadis itu sangat sulit. Dia merasa hidupnya tidak berguna. Sampai suatu ketika ia menyelinap kamar kakaknya dan menemukan foto kota Havana. Chris ingin tinggal di sana. New York dan Indonesia mengecewakan dirinya.