Read More >>"> Enigma (Enigma | 15) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Enigma
MENU
About Us  

Athena terdiam lagi, tapi detik berikutnya tangan Athena sudah ditarik untuk mendekat ke arah Elang dan Karel yang masih memukul satu sama lain. Bel istirahat yang baru saja berbunyi membuat kejadian itu menjadi tontonan dan membentuk kerumunan orang. Athena diam saja saat tangannya ditarik karena masih mencerna apa yang terjadi.

“Selesaikan masalah lo sama mereka,” ucap Ares melepas tangan Athena.

Athena masih diam dengan wajah yang kian memucat. Elang dan Karel masih belum berhenti, bahkan mereka tidak sadar Athena berdiri di dekat mereka dan berpotensi terkena pukulan. Keduanya imbang, sama-sama babak belur dan sama-sama mengeluarkan sumpah serapah ketika menonjok.

“Gue udah wanti-wanti lo, jangan sampe mereka berantem gara-gara lo,” ucap Ares lagi.

Athena menoleh, menatap Ares dengan wajah pucatnya. “Lo berdua, kalo emang berantem gara-gara gue, jangan buang-buang waktu,” ucap Athena dengan suara seraknya.

Elang menghentikan tinjunya di udara, keduanya kompak menoleh ke arah Athena. Athena melangkah cepat, menjauh dari sana. Athena masih sempat mendengar jeritan Elang karena kupingnya sudah dijewer oleh guru, mungkin Karel juga, tapi yang Athena dengar hanya suara Elang. Sementara Athena tidak sadar kalau Ares memperhatikannya dengan ekspresi yang sulit diartikan.

 

***

 

Kantin sudah sepi saat Athena masuk ke sana dan duduk di meja yang terletak di tengah kantin. Bel masuk sudah berbunyi sekitar sepuluh menit yang lalu, tapi Athena memutuskan untuk ke kantin setelah menenangkan dirinya di taman belakang sekolah yang sepi.

Athena menaikkan topi jaketnya dan menelungkupkan kepalanya di atas meja. Terlihat seperti orang yang sedang meringkuk dengan kepala yang tertutupi jaket hitamnya. Melihat orang bertengkar menggunakan fisik, apalagi karena dirinya, selalu berhasil membuat wajah Athena pucat. Pikirannya selalu mengarah pada kematian, takut ada yang tidak terselamatkan lagi.

Athena menegakkan tubuhnya saat topi jaketnya ditarik ke belakang. Matanya tertuju pada es krim yang berada di atas meja. Baru setelah itu orang yang menaruh es krim tersebut duduk di hadapan Athena.

“Ngapain?” tanya Athena singkat sambil meraih es krim di atas meja.

Your welcome,” sindir Ares.

“Makasih,” kata Athena sambil membuka bungkus es krimnya.

“Lo judes, tapi kenapa pas liat Elang berantem sama Karel muka lo langsung pucat?” tanya Ares penasaran.

“Mereka beneran berantem gara-gara gue? Tapi kenapa?” tanya Athena.

“Kalo gak suka sama Karel, bilang sama orangnya. Diantara berenam, Elang dan Karel itu gak bisa dipisahin. Elang berantem, Karel ikut, gitu juga sebaliknya…”

“Tapi gue gak ngapa-ngapain,” protes Athena.

“Emang gue ada bilang lo lakuin sesuatu?”

“Ish.”

“Intinya, kalo lo gak suka sama Karel, bilang ke orangnya. Gue tau dia suka sama sepupunya Ciko, tapi takut pertemanannya malah hancur kalo nantinya dia dan Elena ada masalah.”

“Iya, deh. Ares teguh,” ujar Athena sambil cengengesan.

“Lo bipolar atau gimana? Tadi pucat, tapi sekarang cengengesan,” ucap Ares sambil bangkit berdiri dan mulai berjalan melewati Athena.

“Ares,” panggil Athena.

Ares membalikkan tubuhnya, begitu juga dengan Athena yang menoleh dari kursinya. Ares hanya menatap Athena dengan pandangan bertanya, tanpa berniat mengeluarkan suara.

“Kata Elang lo jago main voli?” tanya Athena memastikan. “Ajarin gue ya? Paling nggak, servisnya ngelewatin net aja deh, biar ulangan gue gak merah lagi,” lanjut Athena sambil cengar-cengir.

“Kenapa gak sama Elang?” tanya Ares.

Athena cemberut. “Gue dimaki-maki terus sama Elang.”

“Ya udah.”

“Tumben lo baik,” ucap Athena heran.

“Siang, pulang sekolah. Jangan telat, lo telat lima menit aja, gue tinggal.”

Thank you very gracias!”

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (1)
  • Citranicha

    Ceritanya ngegemesin.. bakal baca sama ending kok pasti haha...
    Karakter Athena yang unik.. keren lah hahaha

    Baca cerita aku juga ya, kalo mau hehe
    Semangat terus!

    Comment on chapter Enigma | 01
Similar Tags
If Is Not You
280      175     0     
Fan Fiction
Kalau saja bukan kamu, mungkin aku bisa jatuh cinta dengan leluasa. *** "Apa mencintaiku sesulit itu, hmm?" tanyanya lagi, semakin pedih, kian memilukan hati. "Aku sudah mencintaimu," bisiknya ragu, "Tapi aku tidak bisa melakukan apapun." Ia menarik nafas panjang, "Kau tidak pernah tahu penderitaan ketika aku tak bisa melangkah maju, sementara perasaank...
Sepotong Hati Untuk Eldara
46      34     0     
Romance
Masalah keluarga membuat Dara seperti memiliki kepribadian yang berbeda antara di rumah dan di sekolah, belum lagi aib besar dan rasa traumanya yang membuatnya takut dengan kata 'jatuh cinta' karena dari kata awalnya saja 'jatuh' menurutnya tidak ada yang indah dari dua kata 'jatuh cinta itu' Eldara Klarisa, mungkin semua orang percaya kalo Eldara Klarisa adalah anak yang paling bahagia dan ...
My Soulmate Is My Idol
89      63     0     
Romance
Adeeva Afshen Myesha gadis cantik yang tak pernah mengenal cinta sampai dia menyukai salah satu penyanyi bernama Gafa Aileen, sebenarnya sebelum Gafa menjadi penyanyi terkenal Adeeva sudah menyukainya. "Gafa itu punya suara yang lembut, dia pembawa warna baru di hidup gue. Meskipun sekarang gue tau Gafa ga suka Gue tapi Gue yakin bakal bisa bikin Gafa jatuh cinta sama gue" ~Adeeva Af...
Find Dreams
11      11     0     
Romance
Tak ada waktu bagi Minhyun untuk memikirkan soal cinta dalam kehidupan sehari-harinya. Ia sudah terlalu sibuk dengan dunianya. Dunia hiburan yang mengharuskannya tersenyum dan tertawa untuk ratusan bahkan ribuan orang yang mengaguminya, yang setia menunggu setiap karyanya. Dan ia sudah melakukan hal itu untuk 5 tahun lamanya. Tetapi, bagaimana jika semua itu berubah hanya karena sebuah mimpi yan...
The First
16      16     0     
Short Story
Aveen, seorang gadis19 tahun yang memiliki penyakit \"The First\". Ia sangatlah minder bertemu dengan orang baru, sangat cuek hingga kadang mati rasa. Banyak orang mengira dirinya aneh karena Aveen tak bisa membangun kesan pertama dengan baik. Aveen memutuskan untuk menceritakan penyakitnya itu kepada Mira, sahabatnya. Mira memberikan saran agar Aveen sering berlatih bertemu orang baru dan mengaj...
Memoria
14      14     0     
Romance
Memoria Memoria. Memori yang cepat berlalu. Memeluk dan menjadi kuat. Aku cinta kamu aku cinta padamu
Sacrifice
170      113     0     
Romance
Natasya, "Kamu kehilangannya karena itu memang sudah waktunya kamu mendapatkan yang lebih darinya." Alesa, "Lalu, apakah kau akan mendapatkan yang lebih dariku saat kau kehilanganku?"
Not Alone
19      19     0     
Short Story
Mereka bilang rumah baruku sangat menyeramkan, seperti ada yang memantau setiap pergerakan. Padahal yang ku tahu aku hanya tinggal seorang diri. Semua terlihat biasa di mataku, namun pandanganku berubah setelah melihat dia. "seseorang yang tinggal bersamaku."
Lentera
38      34     0     
Romance
Renata mengenal Dimas karena ketidaksengajaan. Kesepian yang dirasakan Renata akibat perceraian kedua orang tuanya membuat ia merasa nyaman dengan kehadiran lelaki itu. Dimas memberikan sebuah perasaan hangat dan mengisi tempat kosong dihatinya yang telah hilang akibat permasalahan kedua orang tuanya. Kedekatan yang terjalin diantara mereka lambat laun tanpa disadari telah membawa perasaan me...
seutas benang merah
62      43     0     
Romance
Awalnya,hidupku seperti mobil yang lalu lalang dijalan.'Biasa' seperti yang dialami manusia dimuka bumi.Tetapi,setelah aku bertemu dengan sosoknya kehidupanku yang seperti mobil itu,mengalami perubahan.Kalau ditanya perubahan seperti apa?.Mungkin sekarang mobilnya bisa terbang atau kehabisan bensin tidak melulu berjalan saja.Pernah mendengar kalimat ini?'Jika kau mencarinya malah menjauh' nah ak...