Read More >>"> Enigma (Enigma | 13) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Enigma
MENU
About Us  

Athena menegakkan tubuhnya saat pipi kanannya terasa dingin. Menoleh ke samping kanan, Athena mendapati Elang yang sedang memegang sebungkus es krim. Elang sengaja menempelkan es krim pada pipi Athena, iseng karena tadi Athena menelungkupkan kepalanya di atas meja dengan mata terpejam, entah beneran tidur atau tidak.

Athena menatap Elang datar, detik berikutnya Athena sudah kembali menelungkupkan kepalanya di atas meja, kali ini membelakangi Elang.

“Es krim buat lo. Bercanda gue keterlaluan kemaren, sori,” ucap Elang, untuk yang kedua kalinya Elang menempelkan bungkus es krim, kali ini pada pipi kiri Athena.

Athena menegakkan tubuhnya lagi, lalu melayangkan tatapan tajamnya. “Murah banget ya gue? Bisa disogok pake es krim.”

“Gue gak lagi nyogok lo,” sangkal Elang.

Athena merampas es krim dari tangan Elang dan membuka bungkusnya. “Apology accepted.”

“Cih.” Elang berdecih sambil terkekeh.

“Meja lo, kenapa di luar?” tanya Athena sambil menjilat es krimnya.

“Hukuman khusus,” jawab Elang acuh tak acuh.

“Sampe kapan?” tanya Athena.

“Jumat,” jawab Elang singkat.

“Orang yang lo sama Karel pukul gak mati kan?” tanya Athena dengan wajah yang sulit diartikan.

Elang tertawa kencang. “Lo lagi ngelawak?”

“Mungkin aja. Mungkin pas lo pukul kena bagian paru-parunya, abis itu paru-parunya berdarah dan gak dibawa ke rumah sakit. Dia bisa mati!” ujar Athena panik.

“Orangnya lagi buka mulut ke kepsek. Lo itu harusnya khawatir sama gue dan Karel yang terancam dikeluarin dari sekolah.”

Ekspresi Athena berubah kesal. “Jangan ngebegoin gue! Lo sama Karel aja gak mungkin di skors, apalagi dikeluarin dari sekolah!”

Elang tertawa geli. “Lagian lo ngomong ngawur banget.”

“Lagian lo ngapain pake acara mukul anak orang?” tanya Athena heran.

“Mau tau banget?” tanya Elang.

“Penasaran doang. Apa?”

“Harus tau banget?” tanya Elang lagi.

“Elang!” ucap Athena ketus.

“Ada anak kelas sepuluh nyari ribut sama gue dan Karel hari sabtu. Sialnya si Ari-Ari itu jadi saksi mata. Mentang-mentang jabatannya ketos jadi belagu, nyari muka depan guru. Padahal mah emang cepu aja.”

“Lo sering nonjok anak orang?” tanya Athena ragu.

“Lumayan.”

“Sama temen-temen lo?”

“Cuman sama Karel. Alaric sibuk sama Alara, Archer sibuk gonta-ganti pacar, Ares sibuk sama voli, Ciko jelas gak mungkin,” jawab Elang santai sambil mengedikkan bahunya.

“Lo gak takut gak sengaja mukul orang sampe meninggal?” tanya Athena dengan mimik wajah yang sulit diartikan.

“Dari tadi lo mikir meninggal terus. Emang siapa sih yang mukul orang sampe meninggal?” tanya Elang curiga.

Athena terdiam. “Gue cuman ngasih skenario terburuknya.”

“Bahasa lo berat amat.”

“Elang, gue serius!”

“Emang gue lagi bercanda?”

“Gue cuman ngasih tau. Jangan sampe lo gak sengaja jadi pembunuh gara-gara hal sepele.”

“Siapa sih? Lo lagi ngomongin seseorang kan?” tanya Elang penasaran.

Athena menghela napasnya. “Temen gue di sekolah lama.”

 

***

 

“Ngapain lo keluar?” tanya Elang saat melihat Athena keluar dari dalam kelas. “Kangen sama gue?” lanjut Elang.

“Bosen tau di dalem kelas.” Athena berjalan ke arah Elang.

“Lo disuruh ngapain sih di luar? Meratapi nasib? Bengong?” tanya Athena.

“Gak liat nih?” tanya Elang menunjuk kertas tebal di atas mejanya dengan dagu.

“Soal?” tanya Athena.

“Rasanya otak gue mau meledak,” kata Elang dengan tampang memelas.

“Gak usah lebay,” balas Athena malas.

“Gak lebay kok. Otak gue emang mau meledak.”

“Coba mana sini,” ucap Athena sambil meraih tumpukan kertas di meja Elang.

“Matematika, fisika, kimia?! Wah, nih guru yang ngasih soal butuh dikasih piring cantik.”

“Boleh.”

“Lo... pinter?” tanya Athena sambil membolak-balik kertas di tangannya.

Elang terdiam, detik selanjutnya dia sudah merebut kertas dari tangan Athena.

“Nggak kok. Ini gue ngasal semua.”

“Tapi lo tulis caranya rapih banget, itu bukan cara orang ngasal.”

“Ya mau gimana? Gue ngeliat lo bangga banget ngerjain soal yang bahkan salah.”

“Gue gak perlu lo kasihani, Elang!”

“Itu yang sama Elang siapa ya?! Ngapain kamu di sana?” teriak guru piket yang sedang duduk di meja piket di ujung koridor sambil membetulkan kacamatanya.

Athena menoleh ke arah guru piketnya. “Saya mau ke toilet, bu! Ini Elang yang nahan saya!” balas Athena dengan berteriak juga.

Athena kembali menatap Elang dengan sinis. “Gue marah ya!”

“Mana ada orang marah ngasih tau?”

“Ada, gue!”

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (1)
  • Citranicha

    Ceritanya ngegemesin.. bakal baca sama ending kok pasti haha...
    Karakter Athena yang unik.. keren lah hahaha

    Baca cerita aku juga ya, kalo mau hehe
    Semangat terus!

    Comment on chapter Enigma | 01
Similar Tags
Story Of Me
36      13     0     
Humor
Sebut saja saya mawar .... Tidaak! yang terpenting dalam hidup adalah hidup itu sendiri, dan yang terpenting dari "Story Of me" adalah saya tentunya. akankah saya mampu menemukan sebuah hal yang saya sukai? atau mendapat pekerjaan baru? atau malah tidak? saksikan secara langsung di channel saya and jangan lupa subscribe, Loh!!! kenapa jadi berbau Youtube-an. yang terpenting satu "t...
Snow
35      11     0     
Romance
Kenangan itu tidak akan pernah terlupakan
Premium
Smitten With You
5267      1493     10     
Romance
He loved her in discreet… But she’s tired of deceit… They have been best friends since grade school, and never parted ways ever since. Everything appears A-OK from the outside, the two are contended and secure with each other. But it is not as apparent in truth; all is not okay-At least for the boy. He’s been obscuring a hefty secret. But, she’s all but secrets with him.
Stay With Me
6      6     0     
Romance
Namanya Vania, Vania Durstell tepatnya. Ia hidup bersama keluarga yang berkecukupan, sangat berkecukupan. Vania, dia sorang siswi sekolah akhir di SMA Cakra, namun sangat disayangkan, Vania sangat suka dengan yang berbau Bk dan hukumuman, jika siswa lain menjauhinya maka, ia akan mendekat. Vania, dia memiliki seribu misteri dalam hidupnya, memiliki lika-liku hidup yang tak akan tertebak. Awal...
Furimukeba: Saat Kulihat Kembali
3      3     0     
Short Story
Ketika kenangan pahit membelenggu jiwa dan kebahagianmu. Apa yang akan kamu lakukan? Pergi jauh dan lupakan atau hadapi dan sembuhkan? Lalu, apakah kisah itu akan berakhir dengan cara yang berbeda jika kita mengulangnya?
Survival Instinct
3      3     0     
Romance
Berbekal mobil sewaan dan sebuah peta, Wendy nekat melakukan road trip menyusuri dataran Amerika. Sekonyong-konyong ia mendapatkan ide untuk menawarkan tumpangan gratis bagi siapapun yang ingin ikut bersamanya. Dan tanpa Wendy sangka ide dadakannya bersambut. Adalah Lisa, Jeremy dan Orion yang tertarik ketika menemui penawaran Wendy dibuat pada salah satu forum di Tripadvisor. Dimulailah perja...
You Are The Reason
16      9     0     
Fan Fiction
Bagiku, dia tak lebih dari seorang gadis dengan penampilan mencolok dan haus akan reputasi. Dia akan melakukan apapun demi membuat namanya melambung tinggi. Dan aku, aku adalah orang paling menderita yang ditugaskan untuk membuat dokumenter tentang dirinya. Dia selalu ingin terlihat cantik dan tampil sempurna dihadapan orang-orang. Dan aku harus membuat semua itu menjadi kenyataan. Belum lagi...
Kamu, Histeria, & Logika
417      57     0     
Romance
Isabel adalah gadis paling sinis, unik, misterius sekaligus memesona yang pernah ditemui Abriel, remaja idealis yang bercita-cita jadi seorang komikus. Kadang, Isabel bisa berpenampilan layaknya seorang balerina, model nan modis hingga pelayat yang paling berduka. Adakalanya, ia tampak begitu sensitif, tapi di lain waktu ia bisa begitu kejam. Berkat perkenalannya dengan gadis itu, hidup Abriel...
Move On
5      5     0     
Romance
"Buat aku jatuh cinta padamu, dan lupain dia" Ucap Reina menantang yang di balas oleh seringai senang oleh Eza. "Oke, kalau kamu udah terperangkap. Kamu harus jadi milikku" Sebuah awal cerita tentang Reina yang ingin melupakan kisah masa lalu nya serta Eza yang dari dulu berjuang mendapat hati dari pujaannya itu.
Inspektur Cokelat: Perkara Remaja
6      6     0     
Short Story
Elliora Renata, seorang putri dari salah satu keluarga ternama di Indonesia, hal itu tak menjamin kebahagiaannya. Terlahir dengan kondisi albinis dan iris mata merah tajam, banyak orang menjauhinya karena kehadirannya disinyalir membawa petaka. Kehidupan monoton tanpa ada rasa kasih sayang menjadikannya kehilangan gairah bersosialisasinya sampai akhirnya...serangkaian kejadian tak menyenangkan...