Read More >>"> High Quality Jomblo (BAGIAN LIMA BELAS : Ada Apa Dengan Wulan?) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - High Quality Jomblo
MENU
About Us  

No word except I Love You.
--Laudito  Nugroho--

TERLIHAT, Laut yang sedang duduk di sofa ruang tengah rumahnya. Jarinya memegang stick play station dengan mata yang begitu fokus pada layar kaca di hadapannya. 
Di sisi lain, seorang wanita keluar dari kamar. Dia duduk tepat di samping Laut. Memperhatikan pria itu dengan seksama. Bagaimana pria itu sibuk dengan play station di hadapannya, dan bagaimana pria itu mengacuhkannya. 
Berbeda dengan Laut. Pria itu tak nyaman ditatap begitu. Membuat Laut berdecak dengan kesal dan enggan untuk melanjutkan kegiatannya, "Laut masih marah sama Mama?"
Tidak ada jawaban sama sekali yang keluar dari bibir Laut. Dia sibuk pada layar di depan sana. Tidak peduli dengan pertanyaan wanita di sampingnya itu. Laut marah, seharusnya perempuan itu paham.
"Laut masih benci ya sama Mama?" Perempuan itu menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Menghela napas putus asa. Ia tahu, kesalahannya berdampak besar untuk Laut. 
"Mama bikin Laut benci sama perempuan. Mama bikin Laut nggak bisa memberi kepercayaan sama perempuan mana pun." Sarkas Laut, dengan nada yang sangat marah.
Wanita setengah baya itu hanya tersenyum, senyum yang dipaksakan. Dia memang telah mengubah sudut pandang Laut pada wanita sejak usia putranya itu tepat berusia dua puluh empat tahun, "Mama tau, Mama paham. Mama minta maaf, Laut."
"Laut nggak nyangka bisa dilahirkan dari rahim orang seperti Mama. Mama seperti orang yang tidak punya harga diri, mau diobral sana-sini."
Kata-kata Laut berhasil menusuk perempuan itu. Karena Laut adalah putranya sendiri, dan laki-laki itu menyesal karena dia yang melahirkan, "Mama melakukan itu karena kesepian, Laut. Papa kamu sibuk bekerja keluar Kota."
"Sibuk bukan alasan untuk berkhianat, Ma. Apalagi, dengan orang yang seumuran dengan Laut. Laut malu, Ma.”
Sejenak hening, Laut masih sibuk dengan sticknya. Seolah-olah ia sudah ahli dengan benda yang ada dihadapannya, jadi ia tak terganggu bila ada yang mengajak ia bicara. Sementara wanita itu masih sibuk berfikir, mencari jalan keluar dari rasa canggung diantara mereka.
"Laut sudah punya pacar lagi?"
Laut terkekeh sinis, meski terselip senyum miris yang nyata di sana, "Apa Mama nggak lihat apa yang Mama lakukan? Bagaimana bisa Laut punya pacar?"
"Rani baik. Mama suka sama Rani. Kenapa kamu putus dengan Rani?" Wanita itu berbicara begitu karena hanya Rani satu-satunya perempuan yang pernah di ajak Laut datang ke rumah ini dan berkenalan dengan kedua orang tua Laut.
"Sama kayak Mama. Nggak punya harga diri, pengkhianat dan tidak pantas dicintai.”
Wanita itu membeku, “Jadi, kamu belum akan menikah?"
"Mama Laut sendiri saja seperti itu. Bagaimana pandangan para perempuan ke Laut? Laut nggak mau kena karma lagi, Ma. Cukup Rani. Itupun sudah terlalu sakit untuk Laut."
Dan Laut masuk ke dalam kamarnya. Dia keluar dan duduk di balkon kamar itu yang berada di lantai dua untuk menenangkan dirinya. 
Diambilnya sebatang rokok juga pematik. Lamat-lamat Laut menatap dua benda itu. Namun, melihat raut wajah gadis belasan tahun beberapa waktu lalu saat kecewa, membuat Laut merasa berdosa. Maka, saat itu ia memilih untuk membuang dua benda tersebut. Laut harus berhenti. Berhenti membunuh diri sendiri, berhenti mengecewakan orang yang dicintainya.

***


PANGGILAN  telepon di ponsel Ayunda berdering sangat nyaring. Gadis itu segera mengangkatnya. Tanpa menunggu lama, ada suara keras yang menguar dari sana. Zara meneriaki gadis itu dengan suara yang spektakuler.
Tentu saja, Ayunda langsung menjauhkan benda pipih itu dari jangkauan telinganya,  berusaha menyelamatkan pendengaran dari suara Zara.
"Lo dimana?? Gue sama anak-anak udah nunggu sampai pangeran datang dan melamar gue!"
"Ini OTW. Udah, nggak usah lebay. Pesenin dulu mi ayam Bu Yanti."
Setelah sambungan telepon putus, Ayunda segera menuju ke arah kantin. Menghiraukan tatapan siswa lain yang menatapnya dengan dahi berkerut. Memang salah, kalau jalan sendirian di sekolah? Mustahil kalau gue main sama anak di kelas.
Ayunda berjalan biasa, ia hanya mempercepat langkahnya agar segera sampai ke kantin sekolah. Namun di samping itu, seseorang menghalangi langkahnya. Ayunda tentu saja langsung berhenti. Kepalanya mencari akal agar bisa bebas dari orang-orang di depannya sekarang.
“Permisi."
"Tunggu!"
Ayunda menoleh, ia menatap ke arah tiga cewek tadi. Ada tiga orang, yang satu dengan rambut panjang tergerai, yang satunya rambut panjang diikat kuda, satunya lagi rambut pendek sebahu.
"Iya?"
"Ada hubungan apa lo, sama Pak Laut?"
Ayunda tersenyum. Begitu banyak ternyata orang yang menyukai Laut. Meski sifat pria itu terkesan buruk di banyak mata, namun hati tidak pernah bisa berbohong. Karena cinta bisa menutupi kesalahan orang itu di mata kita.
"Murid dan guru?" Jawab Ayunda dengan alis naik. 
Gadis berambut panjang tadi berdecak. Dan Ayunda dapat mengetahui nama melalui name-tag di seragam gadis itu. Loli. 
"Gue nggak suka lo deket sama Pak Laut."
Ayunda mengangguk, "Yaudah. Merem aja, beres kan? Sorry, gue buru-buru."
Sebelum Loli melakukan hal yang sama dengan Dissa beberapa bulan lalu, Ayunda memilih untuk menghindar. Ia berharap bahwa kejadian itu hanya akan terjadi selama satu kali saja. Ayunda juga tidak mau mendengar bahwa mereka meminta agar Ayunda menjauh dari Laut. Karena ia tidak akan bisa melakukannya.
Ayunda duduk di samping Wulan dan langsung makan mi ayam yang sudah tersedia, “Tadi gue ketemu sama fans nya Pak Laut. Gue dihadang. Ih kok segitunya banget sih. Gue aja dulu suka sama Kak Satya tapi gak gitu-gitu banget ke Stella."
Stella adalah pacar Satya, mereka resmi pacaran dua hari yang lalu. Tepat setelah Ujian Nasional kelas 12 dilaksanakan.
Wajah Vela yang baru saja menyesap lemonade pesanannya, kini menatap Ayunda panik. Ia meraih wajah Ayunda, memastikan tidak ada luka seperti dulu, “Tapi lo nggak diapa-apain kan?"
"Enggak," Ayunda mengibaskan tangan dan menjauh dari Vela, "Tapi kesel aja mereka lebay gitu."
Ayunda menoleh ke arah Wulan. Biasanya, gadis itu nggak suka jika ada salah satu dari mereka yang memainkan ponsel saat bersama-sama. Namun, kali ini justru Wulan yang sibuk memainkan ponselnya. Ini tidak biasa.
"Wul, lo nggak pa-pa?"
Wulan mengalihkan pandangan untuk menatap Ayunda. Gadis itu menggeleng dengan gugup, “Nggak. Lanjut aja makan lo."
"Emang gitu dari tadi. Dicuekin pacar, biasa."
Penjelasan Zara terdengar tenang. Namun Ayunda yang tidak biasa melihat Wulan seperti itu tetap saja ragu. Ayunda merasa ada yang tidak beres. 
"Oh ya, Ay. Taufan kayaknya mulai deket sama lo, ya?"
Tanpa melepas pandangan dari Wulan yang masih sibuk dengan ponselnya, Ayunda mengangguk, "Dia ngajakin gue nonton film horor, lusa. Soalnya gue pengen banget nonton tapi gak ada yang diajakin."
"Terus, lo terima?" Tanya Zara antusias, "Sumpah ya, gue kasian sama dia. Pacarnya dia itu nggak mau ngakuin. Kayak kelakuan sahabat lo yang satu ini "
"Gue?" Wulan menatap temannya satu-persatu, wajah Wulan menunjukkan ekspresi yang sangat tidak bersahabat, "Gue dilarang pacaran sama orang tua gue. Tahu sendiri kan? Mereka seperti apa."
“Gue terima. Soalnya udah nggak ada jalan lain. Kalian juga takut, kan?”

How do you feel about this chapter?

0 0 2 1 1 0
Submit A Comment
Comments (17)
  • Watermelon16543

    Greget parah 😘

    Comment on chapter BAGIAN SATU : Kamu, Aku, Kita Berbeda.
  • Ayuni912P

    @PauloCleopatra2339 Karena Author kweren! :D

    Comment on chapter END
  • Ayuni912P

    @Cantikalucu ya tapi kenyataan Pak Laut nggak sebaik Laudito Nugroho

    Comment on chapter END
  • Ayuni912P

    @DolphinLuluk Biarin abis Pak Laut jahat. Katanya Guru tapi gak patut digugu dan ditiru

    Comment on chapter END
  • PauloCleopatra2339

    Karakter Ayunda kenapa bisa unyu? Pak Laut juga emesss

    Comment on chapter BAGIAN SATU : Kamu, Aku, Kita Berbeda.
  • Cantikalucu

    Suka banget pasangan ini. Kalau nyata pasti gemesin ya???

    Comment on chapter SEMBILAN BELAS : Tulip Kuning
  • DolphinLuluk

    Emang ya si Ayunda, sopan santunnya kalau sama Laut suka ngawur. Itu gurumu Ayyyyy :D Gemazz

    Comment on chapter BAGIAN DUA : High Quality Jomblo
  • Ayuni912P

    @FANAMORGANA makasih lho haha

    Comment on chapter TIGA PULUH : Ayunda dan Ayah
  • Ayuni912P

    @Kia_kun katanya cinta itu harus diperjuangkan. Itu cara Rani memperjuangkan cintanya.

    Comment on chapter TIGA PULUH : Ayunda dan Ayah
  • Kia_kun

    Rani s egois....

    Ckckck....

    Ngak sadar sama apa yang udah dilakuin eh malah nambah rugi orang lain

    Comment on chapter TIGA PULUH DUA : Berpisah Itu Mudah
Similar Tags
Black Envelope
2      2     0     
Mystery
Berawal dari kecelakaan sepuluh tahun silam. Menyeret sembilan orang yang saling berkaitan untuk membayarkan apa yang mereka perbuatan. Nyawa, dendam, air mata, pengorbanan dan kekecewaan harus mereka bayar lunas.
WEIRD MATE
25      9     0     
Romance
Syifa dan Rezeqi dipertemukan dalam kejadian konyol yang tak terduga. Sedari awal Rezeqi membenci Syifa, begitupun sebaliknya. Namun suatu waktu, Syifa menarik ikrarnya, karena tingkah konyolnya mulai menunjukkan perasaannya. Ada rahasia yang tersimpan rapat di antara mereka. Mulai dari pengidap Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), pengguna narkoba yang tidak diacuhkan sampai kebencian aneh pa...
UnMate
17      10     0     
Fantasy
Apapun yang terjadi, ia hanya berjalan lurus sesuai dengan kehendak dirinya karena ini adalah hidup nya. Ya, ini adalah hidup nya, ia tak akan peduli apapun meskipun...... ...... ia harus menentang Moon Goddes untuk mencapai hal itu
Kamar Nomor Sepuluh
5      5     0     
Short Story
Riana: Ada yang aneh dengan Dokter Nathan. Bukan, bukan hanya Dokter Nathan, tapi juga kamar itu.. Kamar nomor 10. Gina: Aku tidak suka melihatnya seperti ini. Nathan tidak boleh masuk ke kamar nomor 10 lagi! Apa sebenarnya rahasia di balik kamar nomor 10? Bagaimana kamar itu menghubungkan antara masa lalu dan masa kini, antara Riana, Nathan, dan Gina?
Patah Hati Sesungguhnya adalah Kamu
24      8     0     
Romance
berangkat dari sebuah komitmen dalam persahabatan hingga berujung pada kondisi harus memilih antara mempertahankan suatu hubungan atau menunda perpisahan?
Batagor (Menu tawa hari ini)
5      5     0     
Short Story
Dodong mengajarkan pada kita semua untuk berterus terang dengan cara yang lucu.
Taarufku Berujung sakinah
118      24     0     
Romance
keikhlasan Aida untuk menerima perjodohan dengan laki-laki pilihan kedua orang tuanya membuat hidupnya berubah, kebahagiaan yang ia rasakan terus dan terus bertambah. hingga semua berubah ketika ia kembai dipertemukan dengan sahabat lamanya. bagaimanakah kisah perjuangan cinta Aida menuju sakinah dimata Allah, akankah ia kembali dengan sahabatnya atau bertahan degan laki-laki yang kini menjadi im...
Guru Bahasa
5      5     0     
Short Story
Pertama kali masuk pesantren yang barang tentu identik dengan Bahasa Arab, membuatku sedikit merasa khawatir, mengingat diriku yang tidak punya dasar ilmu Bahasa Arab karena sejak kecil mengenyam pendidikan negeri. Kecemasanku semakin menjadi tatkala aku tahu bahwa aku akan berhadapan dengan Balaghah, ilmu Bahasa Arab tingkat lanjut. Tapi siapa sangka, kelas Balaghah yang begitu aku takuti akan m...
AKU BUKAN ORPHEUS [ DO ]
7      6     0     
Short Story
Seandainya aku adalah Orpheus pria yang mampu meluluhkan hati Hades dengan lantutan musik indahnya agar kekasihnya dihidupkan kembali.
THE HISTORY OF PIPERALES
21      10     0     
Fantasy
Kinan, seorang gadis tujuh belas tahun, terkejut ketika ia melihat gambar aneh pada pergelangan tangan kirinya. Mirip sebuah tato namun lebih menakutkan daripada tato. Ia mencoba menyembunyikan tato itu dari penglihatan kakaknya selama ia mencari tahu asal usul tato itu lewat sahabatnya, Brandon. Penelusurannya itu membuat Kinan bertemu dengan manusia bermuka datar bernama Pradipta. Walaupun begi...