Read More >>"> Aku Mau (Gadis berjerawat dan hantu kecil) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Aku Mau
MENU
About Us  

Aku menatap ke sampingku. Nampak ada seorang gadis yang sedang tertidur dengan lelapnya. Entah apa yang membuatnya hingga tertidur di sekolah. Tak tega aku membangunkannya, tapi aku jauh tidak tega jika dia harus di jemur di tengah lapangan dengan cuaca yang terik juga di saksikan setiap siswa di sini.

“Ayu,” Bisikku sambil memegang pundaknya. Tak mungkin jika aku memanggilnya saat pelajaran sedang berlangsung. Apalagi yang mengajar adalah guru yang paling ditakuti.

“Ayu bangun,” Masih dengan berbisik, aku menggoyangkan pelan pundaknya. “Heh!”

Inilah sulitnya membangunkan Ayu. Ia terlalu asik dengan dunia mimpi dan sering kali lupa untuk kembali ke dunia nyatanya. Aku menghembuskan napasku. Memilih menyerah dari pada membuat keributan yang membuat guru itu sadar jika Ayu sedang terlelap.

Aku kembali menatap ke depan dimana salah satu temanku sedang mengerjakan soal yang di tulis oleh pak Bambang. Bukan soal yang sulit, hanya memerlukan logika dan pengetahuan umum untuk menjawabnya.

“Coba lihat pada buku paket halaman lima puluh enam, di sana ada tugas kelompok, dan tolong kerjakan dengan teman sebangku kalian. Nanti bapak akan pilih secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusi kalian di depan. Silahkan kerjakan!”

Aku melirik Ayu. Dia masih tidur. Lagipula jika dia dalam kondisi terjaga juga tetap aku yang akan mengerjakannya hingga tuntas. Aku menghela napas pelan. Meraih buku catatanku dan catatannya untuk menulis jawaban.

“Pada kondisi perekonomian yang terus memburuk, bahkan terjadi krisis ekonomi, kebijakan apa yang paling cocok diambil pemerintah?”

Aku mengerutkan keningku sejenak. Membuka lembar sebelumnya, membaca-baca sekilas materi yang ada di sana. Aku melirik Ayu, dia masih setia memejamkan mata. Rambut sebahunya menutupi sebagian wajahnya. Perlahan aku tersenyum memandang wajahnya sudah menumbuhkan sebuah jerawat di pipi tembamnya. Tak terasa kami sudah besar. Namun, wajah polos Ayu selalu menipuku. Orang-orang bilang jika Ayu memiliki wajah seperti bayi.

~

Aku mengambil robot-robotanku. Memainkannya seolah ia sedang terbang. Sambil bermain, aku berjalan menuju balkon. Memainkannya ke sana kemari. Sesekali kutekan tombol yang berada di belakang tubuhnya yang menghasilkan laser berwarna merah. Kuarahkan pada kupu-kupu yang sedang hinggap di pagar balkon.

“Mati kau monster kupu-kupu!”

“Dor-dor!” Teriakku sambil mengganti laser tadi dengan senjata pistol. Kupu-kupu itu terbang menjauh dariku yang masih terus mencoba menembakinya.

“Jangan lari kau monster!” Teriakku lagi sambil melempar mainanku ke lantai balkon dan berlari ke dalam untuk mengambil ketapel tak lupa dengan batu kerikil yang tadi sempat aku kumpulkan. Aku keluar dan langsung mencari keberadaan sang monster. Kupu-kupu itu ada di dekat pohon yang berada di depan rumahku. Kubidik kupu-kupu itu, dan mulai menarik karet ketapel dan juga pelurunya.

“Satu,” Hitungku.

“Dua…”

“Tiga!!”

Aku melepas tarikanku pada karet katapel dan peluru itu melesat. Tapi kupu-kupu itu sudah terbang lebih dulu. Dan sialnya peluru yang aku lempar malah mengenai kaca rumah yang berada di depan rumahku. Tapi masih dikatakan beruntung karena kacanya tidak pecah.

Aku menghela napasku dan mengusap dadaku. Kalau kaca itu sampai pecah mungkin aku akan dimarahi. Aku menatap kembali pada kaca rumah itu. Bulu kudukku berdiri saat menatap  sosok menyeramkan menatapku dari kaca tadi.

“Aaa!!.. BUNDA ADA HANTU!!!!” Aku lansung berlari  dari balkon.

~

Aku menghela napasku lega. Tugas kelompok dari pak Bambang sudah selesai dan menghabiskan hampir satu halaman. Aku meregangkan tanganku.

Aku menghadapkan tubuhku sepenuhnya pada Ayu yang masih tertidur.

“Ayu,” Panggilku lagi. Mumpung pak Bambang belum kembali. “Ayu, bangun.”

Aku mengguncangkan pundaknya lebih kencang. “Hem?”

Aku berdecak melihatnya malah membalikkan wajahnya. Kuambil botol minumnya. Membuka tutupnya dan mendekatkannya pada wajah Ayu.

“Bangun Tuan Putri,” Aku meneteskan air yang berada di dalam botol itu. Tak mungkin aku langsung menyiramkan semua air itu pada wajah Ayu.

“Yu, bangun nanti kalo pak Bambang tahu lo tidur di kelas lo bisa di jemur,” Aku masih meneteskan air minum itu pada wajahnya.

“Its!” Ia menepis botol itu dan segera mengelap wajahnya.

Aku menarik kembali tanganku. Menutup kembali botol itu dan meletakkannya kembali. Ayu berbalik menghadap padaku. Namun, gerakan tangannya terhenti. Aku mengerutkan kening dan mengikuti arah matanya.

“Bapak,” Ucapku tanpa suara.

~

Aku berusaha menahan tawa setiap kali melihat wajahnya masam. Aku hanya memandanginya dari bibir pintu kelas yang langsung menghadap padanya yang sedang hormat pada bendera. Entah sudah berapa kali ia dihukum seperti ini, yang jelas dia tidak pernah kapok.

Hukumannya akan berakhir saat jam istirahat telah berakhir. Aku dapat melihat dengan jelas bibir mungilnya itu sedang menggerutu tidak jelas. Rasanya aku kasihan melihatnya yang menjadi bahan tontonan murid-murid di sini. Menghormat pada bendera di jam istirahat tentu saja mengundang mata banyak orang.

Sebuah ide terlintas di kepalaku. Aku menegapkan tubuhku menghadap padanya. Ia memandang bingung pada diriku. Dengan tegas aku hormat padanya. Ia mengatupkan mulutnya rapat dan melotot ke arahku. Aku tersenyum sembari menurunkan tanganku dan membalik badanku masuk ke dalam kelas. Kujamin setelah ini ia akan marah-marah tidak jelas kepadaku.

~

Setelah kejadian beberapa hari yang lalu, saat aku melihat seorang gadis di jendela rumah itu, aku tahu jika di sana ada seorang anak perempuan yang tinggal. Aku pikir itu hantu. Walaupun begitu aku tidak berani keluar rumah sendirian sekalipun itu hanya di balkon atau halaman rumah.

Hari ini aku membantu ayah membersihkan mobil, karena nanti sore ayah mengajak aku berjalan-jalan keliling kota. Sebenarnya aku tidak terlalu membantu ayah, aku lebih sering memainkan busa-busa yang ada di ember sedangkan ayah sibuk dengan mobilnya.

Aku meniup busa-busa itu ke udara dan aku menangkapnya kembali. Sampai aku tidak sadar sudah ada di depan gerbang rumah. Aku berhenti meniup busa-busa di tanganku saat mataku menatap sosok gadis kecil dengan pakaian hitam dan boneka beruang yang sudah usang dipelukannya menatap ke arahku dari balik gerbang rumahnya. Tatapannya sungguh membuatku ngeri sampai-sampai bulu kudukku berdiri.

Aku diam untuk beberapa saat, menatap gadis itu yang tidak mengalihkan pandangannya dariku. Aku meneliti penampilannya. Wajahnya pucat, rambut panjang kecoklatannya sedikit berantakan, dan yang paling mengerikan sekitar matanya sedikit menghitam. Benar-benar cocok menjadi hantu.

“Sayang, kenapa kamu berdiri di sini?” Tanya ayah sembari menepuk pundakku pelan. Aku tidak menjawab, masih memperhatikan gadis itu.

"Siapa dia?" Melayani ayah dan melihat ke arah gadis itu. Aku menggelengkan kepala pelan.

“Kenapa kamu tidak mengajaknya bermain?” Aku diam tidak menjawab. "Hai, nak kemarilah!"

Aku melihat gadis itu mengalihkan tatapannya pada ayah. Mereka menggulir gerbang itu dengan pelan. Terdengar suara decitan dari gerbang itu. Aku sudah gemetar di tempat. Apa ayah tidak takut pada gadis kecil itu. Dengan gerakan lepas gadis kecil itu mulai melangkah keluar dari gerbang.

"Aaaa !!!" Aku berlari masuk rumah saat aku melihat isi boneka beruangnya keluar. Dia pasti sudah membunuh boneka itu.

~

TBC

OLEH LUTHFITA

How do you feel about this chapter?

1 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Arion
44      35     0     
Romance
"Sesuai nama gue, gue ini memang memikat hati semua orang, terutama para wanita. Ketampanan dan kecerdasan gue ini murni diberi dari Tuhan. Jadi, istilah nya gue ini perfect" - Arion Delvin Gunadhya. "Gue tau dia itu gila! Tapi, pleasee!! Tolong jangan segila ini!! Jadinya gue nanti juga ikut gila" - Relva Farrel Ananda &&& Arion selalu menganggap dirinya ...
Old day
11      11     0     
Short Story
Ini adalah hari ketika Keenan merindukan seorang Rindu. Dan Rindu tak mampu membalasnya. Rindu hanya terdiam, sementara Keenan tak henti memanggil nama Rindu. Rindu membungkam, sementara Keenan terus memaksa Rindu menjawabnya. Ini bukan kemarin, ini hari baru. Dan ini bukan,Dulu.
MANTRA KACA SENIN PAGI
125      75     0     
Romance
Waktu adalah waktu Lebih berharga dari permata Tak terlihat oleh mata Akan pergi dan tak pernah kembali Waktu adalah waktu Penyembuh luka bagi yang sakit Pengingat usia untuk berbuat baik Juga untuk mengisi kekosongan hati Waktu adalah waktu
Mysterious Call
10      10     0     
Short Story
Ratusan pangilan asing terus masuk ke ponsel Alexa. Kecurigaannya berlabuh pada keisengan Vivian cewek populer yang jadi sahabatnya. Dia tidak sadar yang dihadapinya jauh lebih gelap. Penjahat yang telah membunuh teman dekat di masa lalunya kini kembali mengincar nyawanya.
CAMERA : Captured in A Photo
33      24     0     
Mystery
Aria, anak tak bergender yang berstatus 'wanted' di dalam negara. Dianne, wanita penculik yang dikejar-kejar aparat penegak hukum dari luar negara. Dean, pak tua penjaga toko manisan kuno di desa sebelah. Rei, murid biasa yang bersekolah di sudut Kota Tua. Empat insan yang tidak pernah melihat satu sama lainnya ini mendapati benang takdir mereka dikusutkan sang fotografer misteri. ...
RARANDREW
489      252     0     
Romance
Ayolah Rara ... berjalan kaki tidak akan membunuh dirimu melainkan membunuh kemalasan dan keangkuhanmu di atas mobil. Tapi rupanya suasana berandalan yang membuatku malas seribu alasan dengan canda dan godaannya yang menjengkelkan hati. Satu belokan lagi setelah melewati Stasiun Kereta Api. Diriku memperhatikan orang-orang yang berjalan berdua dengan pasangannya. Sedikit membuatku iri sekali. Me...
Black Lady the Violinist
487      257     0     
Fantasy
Violinist, profesi yang semua orang tahu tidak mungkin bisa digulati seorang bocah kampung umur 13 tahun asal Sleman yang bernama Kenan Grace. Jangankan berpikir bisa bermain di atas panggung sebagai profesional, menyenggol violin saja mustarab bisa terjadi. Impian kecil Kenan baru kesampaian ketika suatu sore seorang violinist blasteran Inggris yang memainkan alunan biola dari dalam toko musi...
TRIANGLE
11      11     0     
Romance
Semua berawal dari rasa dendam yang menyebabkan cella ingin menjadi pacarnya. Rasa muak dengan semua kata-katanya. Rasa penasaran dengan seseorang yang bernama Jordan Alexandria. "Apakah sesuatu yang berawal karena paksaan akan berakhir dengan sebuah kekecewaan? Bisakah sella membuatnya menjadi sebuah kebahagiaan?" - Marcella Lintang Aureliantika T R I A N G L E a s t o r ...
Menghukum Hati
9      9     0     
Romance
Apa jadinya jika cinta dan benci tidak bisa lagi dibedakan? Kau akan tertipu jika salah menanggapi perlakuannya sebagai perhatian padahal itu jebakan. ???? Ezla atau Aster? Pilih di mana tempatmu berpihak.
Ghea
11      11     0     
Action
Ini tentang Ghea, Ghea dengan segala kerapuhannya, Ghea dengan harapan hidupnya, dengan dendam yang masih berkobar di dalam dadanya. Ghea memantapkan niatnya untuk mencari tahu, siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan ibunya. Penyamaran pun di lakukan, sikap dan nama palsu di gunakan, demi keamanan dia dan beserta rekan nya. Saat misi mereka hampir berhasil, siapa sangka musuh lamany...