Read More >>"> Abay Dirgantara (06 : Rumah Putih) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Abay Dirgantara
MENU
About Us  

Abay termasuk kedalam kategori laki-laki yang rajin bangun pagi di hari Minggu. Walaupun sebenarnya ia tukang tidur, tapi entah kenapa setiap hari Minggu ia selalu bangun pagi. Mungkin karena kebiasaannya untuk berkunjung ke rumah putih.

Abay juga sudah menyiapkan satu kardus yang isinya adalah bermacam buku-buku yang akan ia berikan ke rumah putih.

“Waduh, perjaka pagi-pagi udah ganteng. Mau ke mana?” suara Erta yang baru saja turun tangga dan Abay yakini baru bangun tidur itu membuat Abay menoleh.

“Rumah putih. Mamih mau nitip apa?” tanya Abay.

Erta kelihatan berpikir. “Calon mantu, boleh nggak?” katanya asal nyeletuk.

Astaghfirullah,” Abay refleks beristighfar sambil mengelus dada. Kadang mamihnya ini selalu saja meledek tentang masalah yang sangat sensitif bagi Abay. “Udah ah, Abay pamit,” ia menghampiri mamihnya lalu salim.

Saat ia sedang membawa kardus itu, ia tidak sadar kalau dari arah pintu ada seseorang yang ingin masuk. Alhasil keduanya saling bertabrakan.

“Maaf,” ucap Abay lebih dulu meminta maaf.

“Kamu mau ke mana? Rumah putih lagi?” tanya orang itu dengan suara yang dingin dan berat.

Abay menghela napas panjang. “Emangnya kenapa kalau saya ke rumah putih? Anda mau nitip sesuatu?” balas Abay sengit. Entah kenapa setiap ia berbicara dengan papihnya, pasti rasanya ingin marah-marah.

“Enggak. Ya sudah, hati-hati,” kata papihnya lalu pergi masuk ke dalam rumah.

Abay masih mematung. Ia mengembuskan napasnya lalu mulai berjalan menuju mobil. Pikirannya kembali melayang saat tahu kejadian itu. Orang yang dulunya ia agung-agungkan menjadi idolanya, sekarang sangat ia benci. Ya, itu Tristan Dirgantara, papihnya sendiri.

***

Menuju rumah putih itu sedikit lama. Memakan waktu sekitar 3 jam. Sebelum itu juga Abay pergi ke suatu tempat makan dan memesannya untuk ia bawa ke rumah putih. Senyuman Abay terus mengembang ketika melihat seorang gadis kecil sedang menyapu halaman. Abay berlari kecil lalu menghampirinya.

“Halo peri kecil, boleh kenalan?” ucap Abay lembut.

Gadis kecil yang sedang menyapu itu mendongak lalu langsung memeluk Abay erat. Abay pun balik memeluknya. Betapa rindunya ia pada peri kecil kesayangannya ini.

“Bunda ada?” tanya Abay.

Dan gadis itu mengangguk. Lalu ia menarik tangan Abay dan membawanya masuk ke dalam rumah putih itu. Rumah di mana anak-anak dari mana pun berkumpul di sana. Lagi-lagi Abay tidak bisa menahan senyumnya ketika tangannya digenggam oleh tangan kecil nan hangat dari seorang peri kecil favoritnya.

“Bunda! Ada Mas Bay nih!” seru gadis kecil itu menghampiri seorang perempuan yang sudah berkepala empat.

“Ya ampun Bea, hati-hati,” Bunda kelihatan panik ketika melihat gadis kecil yang bernama Bea itu berlari semangat.

“Itu Bun, itu!” Serunya. Lagi-lagi disambut senyuman hangat oleh Bunda.

“Assalamualaikum Bun, apa kabar?” sapa Abay salim pada Bunda.

Bunda langsung memeluk Abay erat. “Waalaikumsalam, ya ampun, kami kangen Nak,” ucap Bunda sendu.

Abay melepas pelukannya. “Duh, jadi malu nih dikangenin Bunda,”

Bunda dan Bea hanya terkekeh. Berikutnya bunda memanggil anak-anak untuk berkumpul dan makan makanan yang sudah Abay bawakan. Selama menunggu anak-anak makan, bunda mengajak Abay untuk ke taman belakang

“Gimana sekolahmu Mas?” tanya bunda perhatian. Bunda ini sudah Abay anggap sebagai ibunya sendiri. Dia adalah perempuan yang Abay sayangi setelah mamihnya.

“Ya gitu deh Bun, biasa-biasa aja,” jawab Abay diselingi kekehan.

“Gimana sama kecengan kamu yang pernah diajak ke sini? Udah ke tahap lanjut kah?” tanya bunda iseng.

Abay menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Boro-boro lanjut Bun, udah diambil temen sendiri. Lagian dari awal emang nggak ada celah di hatinya buat Abay,”

Bunda menepuk pundak Abay beberapa kali sebagai tanda menyemangati. “Semalam Bea mimpi lagi,” Bunda tiba-tiba bicara serius. “Mukanya merah, napasnya terengah-engah. Harusnya dia masih sakit. Entah kenapa saat tahu ini hari Minggu dan dia yakin kalau kamu bakal datang, lemasnya ilang gitu aja,” jelas bunda.

Abay manggut-manggut. Ia tersenyum ketika melihat Bea—peri kecilnya datang menghampiri Abay dan Bunda.

“Mas Bay! Bunda! Kok malah ngegosip di sini sih? Anak-anak udah selesai nih makannya,” serunya dengan wajah kesal dan memerah. Bea ini lucu. Mau tertawa, sedih, malu, ataupun ngambek, pasti wajahnya akan merah.

Bunda dan Abay kompak terkekeh. Bunda berpamitan untuk membereskan bekas makan anak-anak. Sedangkan Bea menghampiri Abay.

“Hai peri kecil!” Seru Abay saat Bea sudah duduk di sampingnya. 
Bea tersenyum manis. Dan Abay sangat suka senyum itu.

“Mas, semalem Bea mimpiin Mas Bay,”

“Wah? Mimpi apa tuh?” Abay terlihat antusias.

“Bea ada di rumah yang gede banget, di sana makanannya banyak, terus aku juga punya ruangan game. Terus tiba-tiba di taman ada Mas Bay lagi nyiram tanaman. Dan aku lihat ada orangtua di sana. Tapi anehnya mereka nggak nyamperin aku, malah nyamperin Mas Bay,”

Abay mengangkat satu alisnya. Kenapa ciri-ciri rumah yang disebutkan sangat mirip dengan rumahnya?

“Be, di rumah itu ada ruang game?” tanyanya dan Bea mengangguk antusias.

“Di taman juga ada air mancur dan kolam ikan. Terus di belakang rumah ada kolam renang dan ayunan besar,” jelasnya lagi dan kali ini membuat Abay merasa aneh.

“Be, mungkin suatu saat Mas Bay akan ajak kamu,”

“Ke mana?”

“Rumah yang kamu sebutin tadi,”

“Emangnya ada Mas?”

“Hmmm, ada gak ya?” ucap Abay jahil.

Bea manyun dan itu membuat Abay semakin gemas dengannya. Sebenarnya dulu Abay menemukan Bea di jalanan saat ia ingin pergi menenangkan diri dari kejadian itu. Tidak sengaja Abay melihat Bea yang saat itu kelihatan bingung di jalanan. Sepertinya memang kesasar. Lalu Abay menghampirinya.

“Hai,”

“Hai. Aku Abea Diananta. Mas orang baik atau orang jahat? Kalau orang baik aku mau minta tolong, tapi kalo Mas orang jahat aku nggak punya apa-apa.”

Abay melongo. Kenapa anak ini lucu sekali. Dan akhirnya Bea menceritakan kenapa ia ada di sini. Abay pun mengantarkannya ke rumah putih. Rumah yang sampai sekarang selalu Abay kunjungi di waktu selangnya.

“Mas Bay!” tepukan Bea di tangan Abay langsung membuat Abay tersadar. “Kok bengong sih?”

“Eh... maaf Be,”

“Andai aja aku ini adik Mas Bay, pasti aku bahagia punya Mas kaya Mas Bay,” ucap Bea tiba-tiba berandai-andai.

Abay memeluk Bea. “Kamu kan udah jadi adik Mas semenjak pertama kali Mas lihat kamu,”

Bea pun tersenyum manis dipelukan Abay. 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Our Tears
14      3     0     
Romance
Tidak semua yang kita harapkan akan berjalan seperti yang kita inginkan
Forbidden Love
69      26     0     
Romance
Ezra yang sudah menikah dengan Anita bertemu lagi dengan Okta, temannya semasa kuliah. Keadaan Okta saat mereka kembali bertemu membuat Ezra harus membawa Okta kerumahnya dan menyusun siasat agar Okta tinggal dirumahnya. Anita menerima Okta dengan senang hati, tak ada prangsaka buruk. Tapi Anita bisa apa? Cinta bukanlah hal yang bisa diprediksi atau dihalangi. Senyuman Okta yang lugu mampu men...
Love vs Ego
86      26     0     
Fan Fiction
WATTPAD PUBLISHED STORY(MsJung0414) Choi Minho merupakan seorang pangeran vampire yang membuat keresahan didalam keluarganya dan klan vampire karena keganasannya. Untuk mengatasi keganasannya ini, keluarganya pun menyuruh Minho untuk mendekati seorang gadis pemilik kekuatan supranatural yang bisa mengembalikan Minho menjadi normal dan membawa keuntungan besar untuk bangsa vampire. Berha...
Teater
158      44     0     
Romance
"Disembunyikan atau tidak cinta itu akan tetap ada." Aku mengenalnya sebagai seseorang yang PERNAH aku cintai dan ada juga yang perlahan aku kenal sebagai seseorang yang mencintaiku. Mencintai dan dicintai. ~ L U T H F I T A ? Plagiat adalah sebuah kejahatan.
TRIANGLE
141      36     0     
Romance
"Apa pun alasannya, yang namanya perselingkuhan itu tidak bisa dibenarkan!" TRIANGLE berkisah tentang seorang gadis SMA bernama Dentara dengan cerita kesehariannya yang jungkir balik seperti roller coaster. Berasa campur aduk seperti bertie botts bean. Berawal tentang perselingkuhan pacar tersayangnya. Muncul cowok baru yang berpotensi sebagai obat patah hati. Juga seorang dari ...
Cinta Tak Terduga
20      14     0     
Romance
Setelah pertemuan pertama mereka yang berawal dari tugas ujian praktek mata pelajaran Bahasa Indonesia di bulan Maret, Ayudia dapat mendengar suara pertama Tiyo, dan menatap mata indah miliknya. Dia adalah lelaki yang berhasil membuat Ayudia terkagum-kagum hanya dengan waktu yang singkat, dan setelah itupun pertemanan mereka berjalan dengan baik. Lama kelamaan setelah banyak menghabiskan waktu...
Bukan kepribadian ganda
88      38     0     
Romance
Saat seseorang berada di titik terendah dalam hidupnya, mengasingkan bukan cara yang tepat untuk bertindak. Maka, duduklah disampingnya, tepuklah pelan bahunya, usaplah dengan lembut pugunggungnya saat dalam pelukan, meski hanya sekejap saja. Kau akan terkenang dalam hidupnya. (70 % TRUE STORY, 30 % FIKSI)
SIBLINGS
0      0     0     
Humor
Grisel dan Zeera adalah dua kakak beradik yang mempunyai kepribadian yang berbeda. Hingga saat Grisel menginjak SMA yang sama dengan Kakaknya. Mereka sepakat untuk berpura-pura tidak kenal satu sama lain. Apa alasan dari keputusan mereka tersebut?
Perfect Candy From Valdan
20      12     0     
Romance
Masa putih abu-abu adalah masa yang paling tidak bisa terlupakan, benarkah? Ya! Kini El merasakannya sendiri. Bayangan masa SMA yang tenang dan damaiseperti yang ia harapkan tampaknya tak akan terwujud. Ia bertanya-tanya, kesalahan apa yang ia buat hingga ada seorang senior yang terus mengganggunya. Dengan seenaknya menyalahgunakan jabatannya di OSIS, senior itu slalu sukses membuatnya mengucapka...
My Soulmate Is My Idol
21      7     0     
Romance
Adeeva Afshen Myesha gadis cantik yang tak pernah mengenal cinta sampai dia menyukai salah satu penyanyi bernama Gafa Aileen, sebenarnya sebelum Gafa menjadi penyanyi terkenal Adeeva sudah menyukainya. "Gafa itu punya suara yang lembut, dia pembawa warna baru di hidup gue. Meskipun sekarang gue tau Gafa ga suka Gue tapi Gue yakin bakal bisa bikin Gafa jatuh cinta sama gue" ~Adeeva Af...