Read More >>"> Abay Dirgantara (05 : Dua Perempuan) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Abay Dirgantara
MENU
About Us  

Matematika.

Pagi-pagi Abay sudah sarapan pelajaran yang menurutnya labil. Kadang terlihat mudah, kadang juga membuat napasnya sesak karena kehabisan oksigen. Walaupun Abay tahu, matematika dalam jurusan bahasa ini tidak sesulit yang di jurusan IPA. Itu lah yang harus disyukuri. Apalagi setelah Pak Bambang bilang kalau dirinya ada keperluan mendadak, membuat Abay semakin tersenyum ceria.

Asyik bisa bolos. Batinnya sudah berteriak.

Pak Bambang keluar kelas dengan terburu-buru, sebelum itu beliau menyampaikan agar kelas tidak berisik dan mengerjakan soal di papan. Tapi, anak SMA tetaplah anak SMA. Mereka hanya mengangguk iya, namun beberapa detik kemudian kembali berisik.

Abay menatap bangku kosong di sebelahnya. Sial, kenapa ia tidak punya teman sebangku sih. Abay berniat untuk segera ke kantin atau UKS agar bisa tidur. Namun gerakannya dicegah oleh seorang perempuan yang membawa buku paket bertuliskan Matematika Pintar dan duduk di sebelahnya. Membuat seisi kelas langsung memperhatikan apa yang akan terjadi berikutnya.

“Ngapain?” tanya Abay mengerutkan keningnya.

“Belajar,” jawab Serina santai.

Abay masih mengerutkan keningnya. “Ya udah minggir dulu gue mau keluar,”

“Belajar sama lo. Jadi lo nggak boleh keluar.” Ucapnya sinis. “Dan satu lagi, gue ketua kelasnya. Lo harus ikut perintah gue dong,”

 Abay kembali duduk di bangkunya dengan kasar. Ia mengepalkan kedua tangannya. Ini cewek maunya apa sih.

“Dimulai dari sini,” tunjuk Serina pada satu soal yang lumayan mirip dengan yang di papan.

Abay hanya menghela napas panjang dan mulai menurut apa yang Serina ajarkan. Sepanjang mengerjakan soal, Abay memang banyak mengeluh. Tapi, Serina juga banyak mengomel atau bahkan mengancam Abay. Sampai akhirnya Abay bangkit dari bangkunya.

“Mau ke mana lo? Ini belum selesai!” pekik Serina kesal karena tingkah Abay.

“Mau pipis. Mau ikut?” Abay melotot tajam. Kenapa Serina curigaan sekali sih.

Serina memalingkan wajahnya dan memberi Abay akses untuk keluar dari mejanya.

Abay tidak segera lanjut berjalan. Ia malah berdiri di samping kanan Serina. Serina yang melihat itu pun geram. Bukannya cepat-cepat malah sengaja dilambat-lambatkan.

“Ngapain sih? Udah sana!” usirnya galak.

“Beneran nih nggak mau ikut? Sekedar megangin gitu,”

Mendengar itu Abay langsung dihantam dengan buku paket Matematika Pintar yang tebalnya sudah seperti ensiklopedia. Abay meringis namun berjalan dengan terkekeh sendiri.

Setelah keluar dari kamar mandi, Abay berniat ke kantin untuk membeli air mineral. Ia haus. Padahal yang dari tadi banyak mengoceh Serina, bukan dirinya.

Perjalan ke kantin itu melewati sebuah taman. Sebentar lagi kakinya masuk ke area kantin, Abay mendengar suara aneh dari arah taman. Abay yang memang memiliki sifat kepo maksimal itu langsung mengeceknya.

Dan, boom!

Ada Zoella di sana.

Abay mendekat dan duduk di sampingnya. “Hai cewek,” sapanya centil. Sedangkan Zoella tidak menengok atau menjawab. Dirinya masih menutup wajahnya karena tengah menangis.

Abay sadar kalau perempuan di sampingnya ini sedang menangis dan tidak mau diajak bercanda. Tapi mau bagaimana lagi? Kelebihan yang Abay punya hanya melawak nan receh.

“Lagi nangis ya Mbak-nya?” Iseng Abay lagi. Dan masih tidak ada jawaban.

Karena Abay kesal, ia mengalungkan tangannya di bahu Zoella. Zoella refleks memperlihatkan wajahnya. Baru saja ia ingin bicara, Abay membawanya ke pelukannya.

“Dari tadi ditanya diam aja. Sekarang udah dikasih kehangatan nggak boleh nolak ya?”

Zoella tidak menjawab. Ia malah terus menangis dipelukan Abay. Ini semua pasti karena Bintang.

***

Serina melirik jam di tangan kirinya. Ia berdecak kesal. Ke mana sih anak laknat itu? Katanya ke kamar mandi, tapi sudah setengah jam tidak kembali-kembali. Padahal tanggung, sebentar lagi Abay pasti mengerti.

Akhirnya Serina bangkit dari bangkunya berniat mencari Abay. Ia sudah tahu di mana Abay berada. Pasti kantin.

Serina melangkah dengan tergesa-gesa. Ia sudah berniat memarahi Abay habis-habisan kalau ia memang benar sedang makan enak di kantin.

Matanya menjelajah ke seluruh kantin, ia hanya menemukan seorang perempuan yang sedang menutup wajahnya. Dengan ide yang cemerlang, Serina mendekat ke arah perempuan itu ingin menanyakan Abay. Kali saja perempuan itu tahu.

“Permisi, boleh na—”

“Zoe—eh, elo?”

Belum sempat Serina melanjutkan ucapannya, sudah ada suara yang ia sangat kenal memotong ucapannya.

“Lo ngapain di sini?” tanya Abay terkejut melihat Serina tiba-tiba sudah berada di kantin. Padahal istirahat 15 menit lagi. Tumben.

“Nyariin lo.” Jawab Serina ketus. Ia bergantian memandangi Abay dan perempuan yang sekarang wajahnya bisa ia lihat jelas. Dia Zoella Alexia. Murid baru yang kelihatannya sok polos.

“Ngapa—”

“Dasar cowok. Omongannya nggak bisa dipegang. Katanya mau ke kamar mandi, ujung-ujungnya pacaran. Cih,” potong Serina cepat lalu berdecak dan pergi meninggalkan Zoella dan Abay yang masih mematung.

Zoella mengambil air dari tangan Abay. “Siapa? Cewek lo ya?”

Abay mengerjap beberapa kali. “Ha? Apaan sih, bukan. Cuma temen gue aja,”

“Kok gitu banget?” tanya Zoella bingung karena sikap Serina itu baginya terlalu berlebihan.

“Nggak usah dimasukin hati. Dia dari kecil emang sukanya ngemilin cabe. Jadinya pedes deh omongannya,” balas Abay diiringi candaan.

Zoella hanya terkekeh dan mengangguk paham. Padahal jantung Abay sudah berdetak tidak karuan.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Late Night Stuffs
49      40     0     
Inspirational
Biar aku ceritakan. Tentang tengah malam yang terlalu bengis untuk membuat pudar, namun menghentikan keluhan dunia tentang siang dimana semua masalah seakan menjajah hari. Juga kisah tentang bintang terpecah yang terlalu redup bagi bulan, dan matahari yang membiarkan dirinya mati agar bulan berpendar.
BlueBerry Froze
0      0     0     
Romance
Hari-hari kulalui hanya dengan menemaninya agar ia bisa bersatu dengan cintanya. Satu-satunya manusia yang paling baik dan peka, dan paling senang membolak-balikkan hatiku. Tapi merupakan manusia paling bodoh karena dia gatau siapa kecengan aku? Aku harus apa? . . . . Tapi semua berubah seketika, saat Madam Eleval memberiku sebotol minuman.
Angkara
49      34     0     
Inspirational
Semua orang memanggilnya Angka. Kalkulator berjalan yang benci matematika. Angka. Dibanding berkutat dengan kembaran namanya, dia lebih menyukai frasa. Kahlil Gibran adalah idolanya.
NAZHA
12      12     0     
Fan Fiction
Sebuah pertemuan itu tidak ada yang namanya kebetulan. Semuanya pasti punya jalan cerita. Begitu juga dengan ku. Sang rembulan yang merindukan matahari. Bagai hitam dan putih yang tidak bisa menyatu tetapi saling melengkapi. andai waktu bisa ku putar ulang, sebenarnya aku tidak ingin pertemuan kita ini terjadi --nazha
Thantophobia
69      54     0     
Romance
Semua orang tidak suka kata perpisahan. Semua orang tidak suka kata kehilangan. Apalagi kehilangan orang yang disayangi. Begitu banyak orang-orang berharga yang ditakdirkan untuk berperan dalam kehidupan Seraphine. Semakin berpengaruh orang-orang itu, semakin ia merasa takut kehilangan mereka. Keluarga, kerabat, bahkan musuh telah memberi pelajaran hidup yang berarti bagi Seraphine.
Petrichor
206      109     0     
Romance
Candramawa takdir membuat Rebecca terbangun dari komanya selama dua tahun dan kini ia terlibat skandal dengan seorang artis yang tengah berada pada pupularitasnya. Sebenarnya apa alasan candramawa takdir untuk mempertemukan mereka? Benarkah mereka pernah terlibat dimasa lalu? Dan sebenarnya apa yang terjadi di masa lalu?
Renata Keyla
179      132     0     
Romance
[ON GOING] "Lo gak percaya sama gue?" "Kenapa gue harus percaya sama lo kalo lo cuma bisa omong kosong kaya gini! Gue benci sama lo, Vin!" "Lo benci gue?" "Iya, kenapa? Marah?!" "Lo bakalan nyesel udah ngomong kaya gitu ke gue, Natt." "Haruskah gue nyesel? Setelah lihat kelakuan asli lo yang kaya gini? Yang bisanya cuma ng...
Distaste
143      90     0     
Romance
Menjadi bagian dari BEST di SMA Angkasa nyatanya tak seindah bayangan Stella. Apalagi semenjak hadirnya ketua baru, Ghazi. Cowok yang membuat Stella dikucilkan semua temannya dan selalu serba salah. Cowok humoris yang berubah menjadi badboy hanya kepada Stella. Keduanya menyimpan kebencian masing-masing di hati mereka. Dendam yang diam-diam menjelma menjadi sebuah rasa tatkala ego menutupi ked...
For Cello
109      73     0     
Romance
Adiba jatuh cinta pada seseorang yang hanya mampu ia gapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang ia sanggup menikmati bayangan dan tidak pernah bisa ia miliki. Seseorang yang hadir bagai bintang jatuh, sekelebat kemudian menghilang, sebelum tangannya sanggup untuk menggapainya. "Cello, nggak usah bimbang. Cukup kamu terus bersama dia, dan biarkan aku tetap seperti ini. Di sampingmu!&qu...
May be Later
393      201     0     
Romance
Dalam hidup pasti ada pilihan, apa yang harus aku lakukan bila pilihan hidupku dan pilihan hidupmu berbeda, mungkin kita hanya perlu mundur sedikit mengalahkan ego, merelakan suatu hal demi masa depan yang lebih baik. Mungkin di lain hari kita bisa bersanding dan hidup bersama dengan pilihan hidup yang seharmoni.