Read More >>"> Hatimu jinak-jinak merpati
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Hatimu jinak-jinak merpati
MENU
About Us  

   

Perlahan tapi pasti, sosok tegap berjalan kearahku langkah demi langkah membawanya lebih dekat kepadaku. Aku yang berdiri diujung jalan seolah sedang melihat siluet di depan mata karena efek backlight yang terjadi. Semakin lama semakin tampak ditangannya 2 gelas es coklat dingin. 

“ lama ya, nunggunya? “ tanyanya sambil melempar senyum.

“Ngga kok, slow aja. Abis ini kemana nih?”

“ udah ikut aja, nih pegang. Sini kuncinya” katanya sambil menyerahkan es cokelat dan meminta kunci dari tanganku .

Aku pasrah aja memberikan kunci motor padanya dan seolah siap mau dibawa kemana aja. 

Pertama bagiku menemukan spesies cowok seperti ini. Sangat sulit ditebak jalan pikirannya.

“ mau kemana sih? “ tanyaku mulai penasaran 

“ udah diem aja,bentar lagi nyampe kok.”

Ah, sudahlah aku diam lagi. 

Ceklek.. Dia mematikan motor dan mengunci stangnya.

"Turun" suruhnya

"Udah sampe?" tanyaku yang baru tersadar dari lamunan

"Iya,"

Akhirnya kita berhenti juga. Tempatnya terasa asing bagiku, sebuah tempat sepi layaknya bangunan yang sedang dibangun tapi tampak sudah berlumut, mungkin akibat pencairan dana yang belum selesai. Ah sudahlah bukan urusanku.

"Sebenarnya apa sih maksud kamu ngajak aku kesini?" tanyaku bingung

" aku mau jawab, sebelumnya kamu tampar aku dulu 5 kali"

"Hah!!.." 

Aku makin bingung dibuatnya, apa coba maksudnya?

"Ayo, tampar aku. Nanti aku jelasin deh maksudnya" katanya seolah mendesakku

"Ngga, kamu pokoknya harus ngomong dulu. Buat apa aku nampar kamu, toh kamu ga ngelakuin kesalahan apa-apa" bantahku

" udah deh, tampar aku dulu nanti aku jelasin"

Aku diam sejenak.

PLAKK..PLAKK..PLAKK..PLAKK.. PLAKK... Tiga cap telapak tangan di pipi kanan, dua di pipi kiri. 

"Tuh udah, sekarang ayo ngomong."

Tampak wajahnya berwarna kemerahan. Sepertinya tanganku mendarat terlalu keras dipipinya. Tapi ya dia sendiri yang minta.

" jadi gini, mmm... Sebelumnya aku minta maaf sama kamu.."

Lah, aneh, kan ga salah apa-apa tapi kok minta maaf. Harusnya mah aku yang minta maaf karena sudah nampar orang tanpa alasan.

"..aku ngajak kamu kesini soalnya aku mau ngomong sesuatu sama kamu".

Deg..deg..deg jantungku mulai berdetak nggak karuan. Aku tarik nafas dan mulai mendengarkan kembali apa yang akan dia sampaikan. Sepertinya akan menjadi adegan yang romantis nih.  Lalu..

" sebenernya ini adalah tempat pertemuan aku sama teman SMA ku. Dia seorang cewek. Dia ngungkapin perasaannya padaku di tempat ini".

Aku tak mengerti apa yang sedang aku rasa, sedih kah? Kecewa? Atau marah?. Aku benar-benar tak mengerti. Aku tak mampu berbicara apapun. Air mata terasa menghalagi pandangan, rasanya akan segera mengalir. Sesegera mungkin aku seka agar ia tak melihatnya terjatuh di pipiku. Ku sedot es coklat perlahan sambil mendengarkan kata yang akan dia ucapkan lagi.

" tapi aku gak menerimanya, aku merasa tidak ada rasa apa-apa sama dia."

"Terus?.." tanyaku penasaran

" setelah kejadian itu kita yang awalnya akrab perlahan mulai saling membatasi komunikasi. Hingga kita lost contact, semua medsosnya gak bisa aku hubungi. Sejak itu aku mencoba berhenti mikirin dia dan kembali memikirkan tujuan-tujuan dan cita-cita yang harus aku wujudkan. Di saat itu kamu datang mengisi hari-hariku yang sedang sepi. Kamu sangat baik dan perhatian sama aku. Kamu udah mau jadi teman baikku..."

Abis ini apalagi yang sedang dia rencanakan. Sungguh ini orang aneh banget sebentar dia buat aku sedih, penasaran, lalu buat aku senang. Pandai banget mengaduk perasaanku.

"Pokoknya kamu baik banget deh. Tapi aku ini cuma cowok brengsek, ga pantes buat kamu. "

" maksud kamu apa sih, aku ga ngerti?"

" yaa.. Aku takut kamu terlalu ngarep sama aku. Aku ga baik buat kamu. Mulai sekarang kamu lupain aku, Rey. Anggap aja aku ga pernah ada “

"Tapi kenapa? Aku udah nyaman jadi temen kamu. Aku gak mau ngelupain kamu" Aku sudah berharap ini akan menjadi moment indah yang akan selalu ku kenang. Namun yang terjadi tidaklah demikian.

" beberapa hari yang lalu aku jadian sama temen SMA yang aku ceritain tadi. Sekitar sebulan yang lalu aku dapet kontaknya dari teman dekatnya. Aku hubungi dia. Kita mulai dekat lagi. Lalu aku tembak dia, dan dia mau nerima aku jadi pacarnya."

" bukannya kamu udah ngelupain dia" tanyaku lirih. Kamu juga punya komitmen bahwa kamu gak akan pacaran sebelum lulus kuliah! Hmm dasar!!..

" iya aku udah nyoba ngelupain dia. Tapi kok rasanya sulit. Aku malah sering kepikiran tentang dia. Makin tergila-gila sama dia.Makanya aku coba cari info tentang dia dari teman-teman dekatnya. Menurut kamu , apa yang aku lakuin ini bener atau ngga?"

" itu mah urusan kamu. Kalo kamu udah nyaman sama dia, sama-sama ngerasa cocok ya jalanin aja. Aku berdoa yang terbaik aja buat kamu. Kalau dia bisa buat kamu bahagia, aku juga bahagia". Sebenarnya ada rasa sesak di dalam dada saat kamu bilang begitu, Yo.

"  Makasih ya, Rey kamu udah mau aku ajak kesini, udah mau dengerin curhatan aku"

"Iya, Yo. Sesama teman mah ya saling berbagi aja. Kalau ada masalah ya saling bantu, kita cari solusi bareng-bareng" jawabku. 

" eh udah mau magrib nih, balik yu" ajak Rio. Matahari memang sudah menghilang dan gelap mulai datang.

Aku mengangguk sebagai tanda setuju dengan ajakannya. Kita pun pulang dan berpisah di tempat tadi bertemu. Rio beranjak pergi menuju kosannya. Perlahan aku kendarai motor sambil diiringi tetes air mata di pipi. Ku seka perlahan agar tak menghalangi pandangan. 

Akhirnya aku sampai ke rumah. Ku ambil air wudhu lalu aku sembahyang magrib. Selepas salam ku panjatkan doa. Lalu kurebahkan tubuhku diatas sajadah. Ku teringat hal yang baru saja kualami tadi sore. Perasaanku tidak karuan. Oh, Tuhan. Apakah ini teguran darimu agar aku tidak terlalu berharap pada seseorang?

Rio, kamu adalah orang yang bisa membuatku merasa special. Teman dekat diawal kuliah. Dulu kita memiliki komitment yang sama. Saling memperbaiki diri dan tidak pacaran sebelum lulus kuliah. Sekarang kamu pergi meninggalkan komitment mu itu.  Aku ingin kamu yang dulu Yo, kamu yang selalu hadir dengan kejutan yang tiba- tiba. Aku ingat, kamu pernah datang berjalan kaki dari kosan mu, menemuiku cuma untuk bilang minggu depan kita ketemu, lalu kamu pulang lagi. Padahal kan kamu bisa bilang lewat sms atau chatt. Kamu juga pernah nunggu depan gerbang buat jemput aku tapi kamu belum tahu aku yang mana. Kata- kata  motivasi penuh gambar yang selalu kamu kirimkan lewat teman kamu. Akankah aku mendapatkannya lagi? Aku akan rindu semua hal itu Yo. Tak terasa mukena yang kupakai mulai lembab karena air mata yang terus mengalir di pipi. 

***

Teruntuk hati,

Wahai hati, jangan terlalu sering memikirkan dia yang belum halal untukmu. Tapi jangan pula mencoba tuk melupakan nya karena sama saja kau mengingatnya tanpa sadar. Biarkan dia tetap ada di dalammu dan menjadi teman seperti yang lainnya. Bukan sosok nya yang harus dihindari melainkan rasa untuknya.

Jika memang tempatnya bukan disini dia akan pergi dengan sendirinya. Sebaliknya jika ini memang tempat untuknya, dia akan kembali lagi kesini walau tlah jauh pergi. Bersabarlah menanti pengisi yang benar-benar bertahan hingga raga berpisah dengan jiwa.

Hmm.. Benar juga ya, aku ga boleh berlarut-larut dalam kesedihan ini. Benar kata artikel tersebut, kalau memang Rio ditakdirkan untukku pasti dia akan kembali padaku. Mungkin saat ini dia sedang menghilang dari duniaku dan menikmati dunianya sendiri. Anggap saja dia sedang pergi untuk berkelana ke lain hati untuk kemudian kembali pada hatiku. Kalau ga balik berarti dia hanya berkelana di hatiku. 

Aku selalu ingin dekat dengannya tanpa jauh dari-Nya. Aku ingin hidup lebih baik.  Kini aku harus bangkit dan wujudkan semua angan dan cita yang aku miliki. Aku yakin Kau selalu bersamaku dan sedang mempersiapkan dia yang layak untukku. Aku yakin sakit yang pernah kualami adalah salah satu cara-Nya memanggilku agar aku lebih mendekatkan diri pada-Nya. Oke sekarang aku akan lebih semangat aja menjalani hari-hariku. Masih banyak planning dan tujuan yang harus kucapai. Nanti pada waktunya aku akan temukan Rio yang lain, yang akan menetap menjadi teman hidupku. 

Tak terasa setahun telah berlalu, aku sudah tak tahu kabar tentang Rio. Apakah perkuliahanmu lancar? Apakah kau masih berpacaran dengan sidia? Entahlah aku sudah tak tahu. Rio seolah telah lenyap dati muka bumi ini.  Kejutan tiba-tibanya sudah tak ku dapat lagi. Pertemuan di sore itu mungkin menjadi pertemuan terakhir antara aku dan Rio. Baiklah mungkin ini saatnya. Aku akan berhenti mengharapkan Rio. Mungkin Rio juga sudah melupakan aku.

Line.. Hp ku berbunyi.Pesan dari siapa ya, aku penasaran. Kubuka aplikasi, biasanya ada info penting ternyata dari Rio..

~selesai~

By: widianti

 

Tags: Romance

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
A Slice of Love
15      15     0     
Romance
Kanaya.Pelayan cafe yang lihai dalam membuat cake,dengan kesederhanaannya berhasil merebut hati seorang pelanggan kue.Banyu Pradipta,seorang yang entah bagaimana bisa memiliki rasa pada gadis itu.
UnMate
35      27     0     
Fantasy
Apapun yang terjadi, ia hanya berjalan lurus sesuai dengan kehendak dirinya karena ini adalah hidup nya. Ya, ini adalah hidup nya, ia tak akan peduli apapun meskipun...... ...... ia harus menentang Moon Goddes untuk mencapai hal itu
Kita
39      34     0     
Romance
Tentang aku dan kau yang tak akan pernah menjadi 'kita.' Tentang aku dan kau yang tak ingin aku 'kita-kan.' Dan tentang aku dan kau yang kucoba untuk aku 'kita-kan.'
RINAI
14      14     0     
Short Story
Tentang Sam dan gadis dengan kilatan mata coklat di halte bus.
One Step Closer
76      56     0     
Romance
Allenia Mesriana, seorang playgirl yang baru saja ditimpa musibah saat masuk kelas XI. Bagaimana tidak? Allen harus sekelas dengan ketiga mantannya, dan yang lebih parahnya lagi, ketiga mantan itu selalu menghalangi setiap langkah Allen untuk lebih dekat dengan Nirgi---target barunya, sekelas juga. Apakah Allen bisa mendapatkan Nirgi? Apakah Allen bisa melewati keusilan para mantannya?
Kulacino
7      7     0     
Romance
[On Going!] Kulacino berasal dari bahasa Italia, yang memiliki arti bekas air di meja akibat gelas dingin atau basah. Aku suka sekali mendengar kata ini. Terasa klasik dan sarat akan sebuah makna. Sebuah makna klasik yang begitu manusiawi. Tentang perasaan yang masih terasa penuh walaupun sebenarnya sudah meluruh. Tentang luka yang mungkin timbul karena bahagia yang berpura-pura, atau bis...
Senja di Sela Wisteria
11      11     0     
Short Story
Saya menulis cerita ini untukmu, yang napasnya abadi di semesta fana. Saya menceritakan tentangmu, tentang cinta saya yang abadi yang tak pernah terdengar oleh semesta. Saya menggambarkan cintamu begitu sangat dan hangat, begitu luar biasa dan berbeda, yang tak pernah memberi jeda seperti Tuhan yang membuat hati kita reda. “Tunggu aku sayang, sebentar lagi aku akan bersamamu dalam napas abadi...
Here We Go Again
7      7     0     
Short Story
Even though it hurt, she would always be my favorite pain.
Memeluk Bul(a)n
777      353     0     
Fantasy
Bintangku meredup lalu terjatuh, aku ingin mengejarnya, tapi apa daya? Tubuhku terlanjur menyatu dengan gelapnya langit malam. Aku mencintai bintangku, dan aku juga mencintai makhluk bumi yang lahir bertepatan dengan hari dimana bintangku terjatuh. Karna aku yakin, di dalam tubuhnya terdapat jiwa sang bintang yang setia menemaniku selama ribuan tahun-sampai akhirnya ia meredup dan terjatuh.
PROMISES [RE-WRITE]
110      79     0     
Fantasy
Aku kehilangan segalanya, bertepatan dengan padamnya lilin ulang tahunku, kehidupan baruku dimulai saat aku membuat perjanjian dengan dirinya,