Read More >>"> Perceraian kontrak (Ryan datang ke sekolah Calesthane) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Perceraian kontrak
MENU
About Us  

"Adek bang*at kamu. Gara-gara kamu harta saya terbakar semua! tanggung jawab atas perbuatan mu anji*g," ucap Yuan mengucapkan kata-kata yang kasar.

"Husss... jaga kata-kata mu! percuma tampan dan kaya jika bahasa nya tidak dapat dijaga," jawab Ryan.

"Tidak usah menasehati gw. Pokoknya lu harus tanggung jawab atas perbuatan lu. Lu yang harus ngaca, ganteng, kaya tapi licik," jawab Yuan menghina Ryan.

Sepontan, Ryan langsung menendang wajah Yuan dengan sangat keras. Tidak cuma itu, ia juga memukul kakaknya sendiri dengan pistol yang dibawanya.

"Sorry, saya masih ada keperluan. Mainnya nanti lagi ya, permisi kakak," Ryan keluar dari kamarnya lalu mengunci pintu nya.

Didalam kamar, Yuan terus berteriak-teriak mengucapakan Tanggung jawab lo Anij*g. Mira mendekati Ryan yang baru saja keluar dari dalam kamar.

"Maaf tuan Ryan jika saya lancang, ada apa ya didalam? kok ada orang teriak-teriak?" tanya Mira.

"Didalam itu ada hewan peliharaan saya. Kamu dan karyawan-karyawan lainnya dilarang membuka kunci pintu kamar saya! saya akan menyimpannya dibalik kotak ini," Ryan menyembunyikan kunci pintu kamarnya dibalik sebuah kotak yang berada dimeja, dekat dengan kamar Ryan.

"Si...siap tuan," jawab Mira.

Ryan pergi keluar dari dalam rumah menuju garasi mobilnya. Setelah itu ia berangkat pergi ke kantor.

***
"Calesthane," panggil Ciara (teman kuliah Calesthane).

"Hey Ciara, how are you?" tanya Calesthane.

"Fine. Gimana selama cuti sekolah? ada sesuatu yang terjadi?" tanya Ciara.

"Banyak kejadian yang aku alami. Nanti aku ceritakan ya," jawab Calesthane.

"Oke. Ya sudah ayo kita masuk kedalam," jawab Ciara.

Calesthane hanya menganggukkan kepalanya mendengar kata Ciara. Mereka berdua memasuki area sekolah nya yaitu LaSalle College International Jakarta. Terlihat beberapa wanita sedang berdiri memandangi Calesthane dan Ciara dengan sinis. Salah seorang wanita itu mendekati Calesthane dan mencegat langkah Calesthane.

"Tunggu tunggu, si wanita pemimpi sudah datang saja nih. Tumben pagi datang nya?" tanya Lori (siswi LaSalle College International Jakarta yang berperilaku jahat kepada Calesthane).

"Aku memang selalu datang pagi bodoh. Kenapa kamu memanggilku si pemimpi? aku tidak pernah menjadi pemimpi! keinginanku selalu terpenuhi," jawab Calesthane sedikit judes kepada Lori.

"Ya kamu seorang pemimpi. Ngaku-ngaku kalau papamu itu adalah tuan Rick terus ngaku-ngaku bahwa pernah sekolah di Amerika, mimpi anda," ucap Lori.

"Ya emang aku pemimpi. Nih pemimpi," Calesthane menampar wajah Lori dengan kencang.

Ciara langsung membawa Calesthane masuk kedalam suatu ruangan sebelum perkelahian semakin membahayakan.

***
Sore hari...
Brumm...
Mobil Ryan melaju kencang di jalanan. Tak lama kemudian, sampailah dia disekolah Calesthane. Semua kaum hawa melirik mobil Ryan dan penasaran dengan orang yang menyetirnya. Sedangkan Calesthane dan Ciara tampak biasa saja melihat adanya mobil Ryan.

Ryan turun dari mobil dengan gayanya yang cool serta penuh kewibawaan. Semua kaum hawa yang melihat langsung jatuh cinta padanya.

Calesthane belum menyadari adanya Ryan yang datang ke sekolahnya. Lori dan dua temannya langsung menghampiri Ryan yang mencari Calesthane.

"Hi handsome man from Arab (Hai pria tampan dari Arab ya)," goda Lori sambil memandangi wajah Ryan.

"Sorry miss, but I'm from America not Arab (Maaf nona, tapi saya dari Amerika bukan Arab)," jawab Ryan dingin.

"But your face is handsome like an Arab (Tapi wajahmu tampan seperti orang Arab)," ucap Lori semakin ngeyel.

"Maaf saya bukan orang Arab. Saya sedang mencari seseorang, tolong jangan ganggu saya," jawab Ryan.

"Tapi, emang siapa yang kamu cari?" tanya Lori.

Saat Lori sedang bertanya, Ryan melihat Calesthane sedang mengobrol dengan Ciara. Iapun langsung berlari menuju Calesthane.

Seketika Ryan langsung menarik tangan Calesthane dan menangkap tubuhnya yang hampir terjatuh.  Calesthane benar-benar terkejut melihat Ryan.

"Ryan?" Calesthane berdiri dan menatap Ryan.

"Iya, ayo ku antar kan pulang," Ryan memegangi tangan Calesthane.

"Ta... tapi kenapa kamu bisa mengetahui sekolahku disini?" tanya Calesthane heran.

"Papa mu yang memberitahuku," jawab Ryan.

"Papa? benarkah?" Calesthane benar-benar tidak percaya apa yang diucapkan oleh Ryan.

"Iya tadi aku ke kantor mu terus pak Rick ada disana dan memberitahu kamu sedang sekolah serta memberitahukan alamat sekolah mu," jawab Ryan.

Lori merasa panas melihat Ryan yang asik mengobrol dengan Calesthane. Iapun langsung menghampiri mereka dan memisahkan Ryan dan Calesthane.

"Husss... jauh-jauh dari cowok Arab tampan ini," ucap Lori.

"Sudah saya bilang saya berasal dari Amerika bukan Arab! dan kamu siapa? kenapa kamu memisahkan saya dengan Calesthane?" tanya Ryan heran dengan tingkah laku Lori yang aneh.

"Hehehehe dia belum tahu Ryan," jawab Calesthane.

"Hmmm... aku pacar si cowok Arab yang bilang Amerika ini. Udahlah kamu cewek murahan pergi sana! jangan dekat-dekat sama cowok gw," Lori merangkul tangan Ryan.

Ryan, Ciara, dan Calesthane terkejut mendengar ucapan Lori yang benar-benar kurang ajar. Calesthane sempat ingin menampar wajah Lori namun ia ditahan oleh Ciara. Ryan terpaksa mengeluarkan pistolnya dan mengacungkan nya tepat didekat otak Lori.

"Jangan pernah menghina nona Calesthane Delon," ucap Ryan mengacungkan pistolnya.

"Tuan Arab tampan, jangan mengacungkan ku dengan pistol mainan ini. Aku tahu ini hanya korek api," jawab Lori.

Ryan mengeluarkan borgolnya lalu membogrol kedua tangan Lori dibelakang tubuh si Lori. Sehingga ia tidak bisa berbuat apa-apa dengan tangannya.

"Siapa bilang ini bohongan? kamu gak percaya?" tanya Ryan.

"Aku juga masih gak percaya meskipun kamu memborgol tangan ku," jawab Lori.

Ryan mengarahkan senjatanya ke suatu kaca mobil yang telah kotor. Sepertinya kaca mobil itu sudah tidak dipakai. Iapun menembak kaca itu tepat sasaran.

Ciara, Lori, dan dua teman Lori itu tercengang melihat peluru yang keluar dari pistol Ryan dan memecahkan kaca mobil.

"Apakah otak mu mau aku tembak?" tanya Ryan.

"Hmm...hmm.. hehehehe tadi aku cuma bercanda. Jangan marah," Lori sedikit takut dengan ancaman Ryan.

"Ya sudah Calesthane, ayo kita pulang," Ryan menarik tangan Calesthane masuk kedalam mobilnya.

Setelah itu mereka berdua pun pergi meninggalkan sekolah Calesthane.

Disekolah itu masih terdapat Ciara, Lori, dan teman-teman Lori. Tampak Lori dan teman-temannya berusaha membuka borgol Ryan.

"Eh Ciara, bantuin dong. Besok gw jajanin lu sepuluh bulan," ucap Loli.

"Jajanin sepuluh bulan? bisa aja sih gw buka borgolnya. Tapi maaf ya, gw gak mau nolong orang kaya lu. Udahlah bye Lori," ucap Ciara.

Ciara pun pergi meninggalkan Lori yang masih terjebak.

"Yah gw gak bisa buka. Aduh mana gw juga ada pertemuan nanti, gw gak bisa nolong lu. Maaf ya Lori, good bye," Mita (teman dekat Lori) iapun pergi meninggalkan Lori.

"Gw juga mau pulang, bye Lori," ucap Sarah (teman dekat Lori juga) ikut pergi.

"Loh kok gw ditinggal? gimana nih," Lori kebingungan mencari cara supaya bisa terlepas dari borgol.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Memories The Series - Pandora Box
29      16     0     
Action
Kanaya, ahli forensik yang mengelilingi dunia hanya untuk mencari penjelasan dari setiap mimpi buruk yang hadir disetiap tidurnya. Hari-hari dilaluinya tanpa penjelasan yang pasti, langkahnya kini terhenti di kota SEOUL, tempat yang menorehkan setitik petunjuk. Dalam perjalanannya Kanaya terjebak dalam cinta yang membuatnya rapuh dan ingin menyerah. Park Minwo seolah menjadi magnet bagi Naya un...
Dolphins
15      7     0     
Romance
Tentang empat manusia yang bersembunyi di balik kata persahabatan. Mereka, seperti aku yang suka kamu. Kamu yang suka dia. Dia suka sama itu. Itu suka sama aku. Mereka ... Rega Nicholando yang teramat mencintai sahabatnya, Ida Berliana. Namun, Ida justru menanti cinta Kaisal Lucero. Padahal, sudah sangat jelas bahwa Kaisal mengharapkan Nadyla Fionica untuk berbalik dan membalas cintanya. Sayan...
Thieves Sister
115      34     0     
Action
Remaja kembar yang bisa mencuri benda-benda bersejarah milik dunia dan membalas dendamkan kematian kakaknya. Apa yang terjadi selanjutnya?
Belum Tuntas
59      23     0     
Romance
Tidak selamanya seorang Penyair nyaman dengan profesinya. Ada saatnya Ia beranikan diri untuk keluar dari sesuatu yang telah melekat dalam dirinya sendiri demi seorang wanita yang dicintai. Tidak selamanya seorang Penyair pintar bersembunyi di balik kata-kata bijaknya, manisnya bahkan kata-kata yang membuat oranglain terpesona. Ada saatnya kata-kata tersebut menjadi kata kosong yang hilang arti. ...
FAKE NERD AND BLIND ALPHA
37      6     0     
Fantasy
Seorang Alpha buta berjuang menjaga matenya dari garis taqdir yang berkali-kali menggores kebahagian mereka. Jika jarum runcing taqdir mengkhianati mereka, antara cinta ataukah kekuatan yang akan menang?
Little Spoiler
26      16     0     
Romance
hanya dengan tatapannya saja, dia tahu apa yang kupikirkan. tanpa kubicarakan dia tahu apa yang kuinginkan. yah, bukankah itu yang namanya "sahabat", katanya. dia tidak pernah menyembunyikan apapun dariku, rahasianya, cinta pertamanya, masalah pribadinya bahkan ukuran kaos kakinya sekalipun. dia tidak pernah menyembunyikan sesuatu dariku, tapi aku yang menyembunyikan sesuatu dariny...
The One
8      8     0     
Romance
Kata Dani, Kiandra Ariani itu alergi lihat orang pacaran. Kata Theo, gadis kurus berkulit putih itu alergi cinta. Namun, faktanya, Kiandra hanya orang waras. Orang waras, ialah mereka yang menganggap cinta sebagai alergen yang sudah semestinya dijauhi. Itu prinsip hidup Kiandra Ariani.
Ternyata...
5      5     0     
Short Story
Kehidupan itu memang penuh misteri. Takdir yang mengantar kita kemanapun kita menuju. Kau harus percaya itu dan aku akan percaya itu. - Rey
HEARTBURN
6      6     0     
Romance
Mencintai seseorang dengan rentang usia tiga belas tahun, tidak menyurutkan Rania untuk tetap pada pilihannya. Di tengah keramaian, dia berdiri di paling belakang, menundukkan kepala dari wajah-wajah penuh penghakiman. Dada bergemuruh dan tangan bergetar. Rawa menggenang di pelupuk mata. Tapi, tidak, cinta tetap aman di sudut paling dalam. Dia meyakini itu. Cinta tidak mungkin salah. Ini hanya...
Switched A Live
24      13     0     
Fantasy
Kehidupanku ini tidak di inginkan oleh dunia. Lalu kenapa aku harus lahir dan hidup di dunia ini? apa alasannya hingga aku yang hidup ini menjalani kehidupan yang tidak ada satu orang pun membenarkan jika aku hidup. Malam itu, dimana aku mendapatkan kekerasan fisik dari ayah kandungku dan juga mendapatkan hinaan yang begitu menyakitkan dari ibu tiriku. Belum lagi seluruh makhluk di dunia ini m...