Tulang Punggung
Sang tulang punggung bekerja keras sampai hampir hilang hanyat demi keluarganya tanpa dibantu. Saban hari bagai bukan manusia, melakukan ini dan itu tanpa jeda sehingga luka mulai tumbuh ditempat-tempat tersembunyi dan menyebabkan rapuh. Sang tulang punggung adalah orang kuat yang mampu jadi bunglon padahal ia hanyalah sebatas manusia biasa. Memuji bukanlah hal tabu, tapi Sang tulang punggung sangat jarang mendapatkan pujian atas kegigihannya bertahan di atas retak hati tetapi ia tak patah, tak pecah, tak belah, dan tak menyerah. Sang tulang punggung sudah bekerja keras dimana ia bangun lebih awal daripada ayam dan tidur lebih larut daripada kelelawar. Sesungguhnya ia sangat pantas mendapatkan dunia yaitu kebahagiaan tetapi saat ini segalanya penuh lara.
Sang tulang punggung adalah yang paling gila-gilaan berjuang untuk keluarganya. Ia tak gila biarpun berada diantara orang waras yang suka pura-pura gila demi menyelamatkan dirinya sendiri dari kegilaan dunia. Tulang punggungnya tak mudah patah biarpun yang bersandar padanya tidak hanya satu. Senyumannya tak layu biarpun banyak hal yang memancingnya untuk mengeluh. Nyawanya masih melekat dalam dada biarpun berkali-kali terasa telah dicabut dari kalbu. Sisi lemahnya tak ada yang tahu, jikapun ada yang tahu tak ada yang bisa membahu. Hanya dirinyalah yang mampu bekerja keras demi mereka yang tak hanya satu menumpang pada tulang punggungnya.
Sang tulang punggung sesekali ingin mengadu atau mungkin berhenti sejenak dari laju sebab rasa letihnya memangku kebutuhan keluarganya. Memangku kehidupan sendiri saja tidak mudah apalagi memangku nyawa yang lebih dari satu melalui satu bahu. Jika menerawang ke dasar sukmanya, sesungguhnya ia adalah yang paling sering ingin menggerutu hanya saja pura-pura kokoh demi nyawa yang bukan hanya satu. Pikirannya sering rancu, tetapi ia berusaha untuk tak menjadi benalu melainkan menjadi perahu bagi keluarganya yang hampir tenggelam dalam keadaan kering. Alasannya menjadi kuat karena ia menyadari bahwa Tuhan lebih gila-gilaan lagi dalam memakai tulang punggungnya untuk umatNya yang bahkan untuk mengingatNya saja sangat lesu.
14:04, Medan, 07 November 2019