Read More >>"> Woozi's Hoshi (Empat Belas) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Woozi's Hoshi
MENU
About Us  

Amerika, hari ke tujuh belas

 

Kondisi Soonyoung kembali memburuk. Lebih buruk dari yang terakhir… 

Dokter kembali meminta keluarga Soonyoung untuk bersiap-siap, dan Ji Hoon tidak percaya bagaimana mereka terlihat begitu kuat dan… merelakan Soonyoung? Karena bagi Ji Hoon, itu adalah yang mustahil.

“Ji Hoon, istirahatlah dulu.” kakak Soonyoung memegang pelan pundaknya, membuat Ji Hoon tersadar dari lamunannya. 

Kakak perempuan Soonyoung yang tersenyum padanya justru membuat dada Ji Hoon semakin ngilu. Kemiripan Soonyoung dan kakaknya membuat Ji Hoon memiliki perasaan campur aduk, tetapi Ji Hoon tidak menunjukkannya. Ia hanya menggeleng pelan, “Aku baik-baik saja. Masih ingin menemani Soonyoung, kalau dia ba-”

“Ji Hoon…” suara ceria kakak Soonyoung berubah dalam, setidaknya itu yang Ji Hoon rasakan. “Kami sudah menahan Soonyoung selama ini. Kita sama, aku tau kau tidak lelah menunggu Soonyoung, kami juga… tapi bagaimana dengan Soonyoung?” 

Dan dengan itu, Ji Hoon merasa seperti mendapat pukulan keras di dadanya. Wajah kakak Soonyoung yang tadinya tenang kini sudah dipenuhi oleh air mata. 

Tanpa mengatakan apa-apa lagi, kakak Soonyoung hanya menepuk pelan pundak Ji Hoon dan meninggalkannya kembali berdua dengan Soonyoung.

Dalam keheningan yang mencekik Ji Hoon, ia menatap Soonyoung. Bahkan dalam tidurnya, Ji Hoon dapat melihat wajah sakit Soonyoung. Apakah bertahan begitu berat…? Ji Hoon meneteskan air mata tanpa bisa ia cegah. Ia tidak pernah berpikir tentang itu sebelumnya... 

Wajah kesakitan Soonyoung kembali terbayang; bagaimana ia kesakitan saat harus muntah, bagaimana ia terus menggeser posisi tidurnya karena semua tulangnya terasa linu, bagaimana Soonyoung mengeluh punggungnya sakit, dan bagaimana Soonyoung selalu berkeringat dingin bahkan dalam tidurnya…

Lagi, di hadapan Soonyoung, Ji Hoon membiarkan dirinya menangis keras. Karena ia tau… ia harus mengatakan sesuatu pada sahabatnya…

 

“Soon, Soon-young…” Ji Hoon berusaha menghentikan tangisnya, meski ia tidak bisa menghentikan sesenggukannya, “Soonyoung….” Ji Hoon memejamkan matanya erat-erat, menggigit bibirnya, “apa kau kesakitan?”

Tidak ada jawaban yang diterima Ji Hoon. Yang ia dengar hanyalah suara nafasnya yang sesak menahan tangis. 

“Soonyoung… apa kau lelah?” Ji Hoon menggenggam erat tangan Soonyoung; begitu erat seakan hidupnya bergantung di sana. 

“Soonyoung,” Ji Hoon menghirup nafas dalam-dalam, “kalau ini terlalu berat, kau boleh berhenti.” Ji Hoon menatap Soonyoung dengan wajah merah dan air mata yang tidak bisa berhenti mengalir, dan Soonyoung tidak bisa menghapus air matanya kali ini. “Keluargamu akan baik-baik saja… dan aku,-” Ji Hoon kembali menangis keras seperti anak kecil, tetapi ia tidak peduli; Ji Hoon tidak peduli lagi, karena dadanya terlalu sakit untuk menahan tangisnya kali ini. “aku, tidak apa-apa…” Ji Hoon tidak yakin dengan kalimatnya, mungkin ia berbohong; karena Ji Hoon tidak yakin bagaimana ia bisa tidak apa-apa tanpa Soonyoung. “Istirahatlah, Soonyoung… Jangan pikirkan banyak hal.” Ji Hoon mengelus pelan wajah Soonyoung, “Selamat tidur...”

Dan Ji Hoon membiarkan dirinya untuk menangis sepanjang malam...

 

***

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Premium
Smitten With You
5299      1520     10     
Romance
He loved her in discreet… But she’s tired of deceit… They have been best friends since grade school, and never parted ways ever since. Everything appears A-OK from the outside, the two are contended and secure with each other. But it is not as apparent in truth; all is not okay-At least for the boy. He’s been obscuring a hefty secret. But, she’s all but secrets with him.
Jane and His Zombie
12      12     0     
Short Story
This story is about a girl who meet a zombie and she fell in love with the zombie
Orang Ladang
631      423     5     
Short Story
Aku khawatir bukan main, Mak Nah tak kunjung terlihat juga. Segera kudatangi pintu belakang rumahnya. Semua nampak normal, hingga akhirnya kutemukan Mak Nah dengan sesuatu yang mengerikan.
Zea Anastasya (Karena Cinta Tak Harus Memiliki)
9      9     0     
Romance
Tak mungkin menyalahkan waktu Tak mungkin menyalahkan keadaan Pertemuan dan perpisahan bukan kita yang mau tapi Tuhan yang telah mengatur segalanya Adakah kebahagiaan berpihak pada kita? Entahlah....
Teori Membenci
14      14     0     
Inspirational
Terkadang sebuah pemikiran bijak suka datang tiba-tiba. Bahkan saat aku berdiri menunggu taksi di pinggir jalan.
Penantian Tak Terjawab
10      10     0     
Short Story
Waktu mungkin terus berjalan, namun kenangan tak bisa hilang begitu saja.
The life of a monkey
10      10     0     
Short Story
This is a story about a monkey named Koko.
Sebuah Surat Dari Ayah
10      10     0     
Short Story
Sebuah penjelasan yang datang untuk menghapus kebencian. Sebab, ayah adalah sosok yang tak mungkin kita lupakan.
Everest
85      55     0     
Romance
Yang kutahu tentangmu; keceriaan penyembuh luka. Yang kaupikirkan tentangku; kepedihan tanpa jeda. Aku pernah memintamu untuk tetap disisiku, dan kamu mengabulkannya. Kamu pernah mengatakan bahwa aku harus menjaga hatiku untukmu, namun aku mengingkarinya. Kamu selalu mengatakan "iya" saat aku memohon padamu. Lalu, apa kamu akan mengatakannya juga saat aku memintamu untuk ...
Boy
9      9     0     
Short Story
A 9 year old boy faces bankruptcy with his family and runs into misery. How is he gonna find his happiness again? My name’s Jah. I’m 9 years old. I’m really good in math. I really love basketball although I’m not tall enough, which is pretty sad. My dad owns a company. New year celebration has always been my favorite celebration, because, well, that’s the only time I can stay up late...