Read More >>"> Hamufield (Bab 42) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Hamufield
MENU
About Us  

 

Tokyo, 2005

 

Beru beberapa hari memasuki semester baru, Jun Su sudah kembali bekerja. Ia menatap tumpukan buku di troli dan menghela nafas.

Pekerjaannya terhenti saat menatap ke mana ia harus meletakkan buku yang dipegangnya; itu adalah barisan atas rak yang tidak bisa ia jangkau. Jun Su menatap ke sekeliling, menyadari bahwa Chang Min tidak ada di sana untuk membantunya seperti biasa. Untuk sesaat ia hanya terpaku, ia tidak tahu kenapa ia justru merasa kecewa.

“Biar kulanjutkan. Pulanglah, jam kerjamu sudah hampir berakhir.”

Jun Su tersadar dari lamunannya dan menatap Kenichi tersenyum lebar.

“Terimakasih.” Jun Su berkata tulus. Rekan kerjanya itu memang selalu bisa diandalkan.

“Tidak masalah. Bukankah kau seharusnya ikut merayakan ulang tahun Chang Min?”

Perkataan Kenichi membuat Jun Su segera tenggelam dalam pikirannya; ya, kenapa Chang Min harus membantunya? Anak populer itu pasti sedang bersenang-senang di hari ulang tahunnya ini. Jun Su bahkan baru tahu tanggal ulang tahun Chang Min pagi ini, saat semua orang menghampiri Chang Min untuk mengucapkan selamat. Jun Su mengutuk dirinya sendiri.

“Beri tahu aku pesta seperti apa yang diadakan anak itu. Aku penasaran seberapa besar pestanya.”

Perkataan Kenichi kembali menyadarkan Jun Su.

“Aku tidak mendengar ada pesta apa pun.” Jun Su memalsukan senyumnya, sementara Kenichi menatapnya dengan pandangan kaget. “Sampai jumpa!” Jun Su segera berjalan keluar, meninggalkan Kenichi yang masih tidak percaya dengan ucapannya.

Mungkin Chang Min memang tidak menganggapnya teman. Lagi pula, itu salahnya untuk tidak tahu apa pun tentang Chang Min. Jun Su kembali berjalan tertunduk, sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Jun Su!”

Jun Su mendongak, mencari sumber suara itu, dan matanya terpaku pada Shim Chang Min. Anak populer yang baru saja membebaskan dirinya dari beberapa gadis yang mengerubunginya.

 

 

Chang Min memalsukan senyum dan keramahannya sembari berharap untuk bisa segera terbebas dari orang-orang yang bahkan tidak dikenalnya ini. Ia hanya ingin segera menjemput Jun Su.

Matanya melebar saat ia menangkap sosok Jun Su yang berjalan keluar dari sana.

“Jun Su!” teriakan Chang Min berhasil menghentikan langkah anak itu. Ia segera meminta maaf dan berpamitan pada beberapa gadis di sekelilingnya sebelum setengah berlari ke arah Jun Su. “Maaf, aku terlambat menjemputmu.” Chang Min tersenyum sheepish.

Jun Su menatapnya dengan mata yang membulat, “Kau tidak merayakan ulang tahunmu?”

“Apa?” alis Chang Min terangkat, ia tidak bisa menunjukkan ekspresi kagetnya. ‘Apa anak ini bisa membaca pikiran?’

“Aku kira kau akan berpesta atau semacamnya.” Jun Su masih menatap Chang Min dengan ekspresi yang sama. “Kau tidak akan merayakan ulang tahunmu hari ini?”

Chang Min menyeringai, “Aku akan merayakanya malam ini.”

“Oh,” Jun Su mengangguk pelan, tidak mengerti kenapa dadanya terasa panas, “bersenang-senanglah.”

“Denganmu.”

Ucapan Chang Min membuat Jun Su segera membeku di tempatnya. Tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.

Seringai Chang Min masih terurai jelas di wajahnya. Ia segera berjalan menuju mobilnya, meninggalkan Jun Su yang masih membeku di tempatnya.

Menyadari Chang Min yang sudah beberapa langkah di depannya, Jun Su segera berlari kecil menyusul kaki panjang anak populer itu.

“Apa maksudmu?” Jun Su ingin memastikan pendengarannya. Sejujurnya, ia terlalu senang untuk dapat menangkap arti ucapan Chang Min.

“Temani aku makan malam.” hanya itu yang Chang Min katakan. Ia tetap berjalan lurus tanpa beralih menatap Jun Su.

Langkah mereka kembali terhenti; dikejutkan oleh apa yang mereka lihat di sekitar mobil silver Chang Min. Mobil itu sudah dikelilingi oleh berbagai macam kotak hadiah. Banyak kartu ucapan dan surat juga sudah terselip di wiper.

 

 

Jun Su tidak tahu ke mana Chang Min melajukan mobilnya, tetapi ia hanya menurut seperti biasa. Hal itu kembali mengingatkannya pada liburan kemarin; setiap sabtu dan minggu Chang Min akan membawanya berkeliling Seoul, berpindah dari restaurant satu ke restaurant lainnya.

“Kau benar-benar populer.” Jun Su berkomentar setelah kembali melirik berbagai kado di tempat duduk belakang.

Chang Min menyeringai, “Kau baru sadar?”

Jun Su tertawa geli melihat acting sombong Chang Min. Tetapi itu tidak salah, bahkan tidak sedikit adik angkatan yang sudah mengenal Chang Min. Seketika, Jun Su kembali teringat akan umur Chang Min. “Hey, Chang Min, kau bahkan lebih muda dari adik angkatan kita.”

Chang Min tertawa kecil, “Kalau ini Seoul, aku yakin mereka akan senang kupanggil Nuna’.”

Jun Su bergidik geli membayangkan hal itu.

“Hey, Shim Chang Min, bukankah kau seharusnya memanggilku Hyung?”

“Tidak, bahkan dalam mimpimu.” sekilas, Chang Min melemparkan death glare pada Jun Su.

Jun Su kembali tertawa kecil, tawa yang manis bagi Chang Min.

 

 

Chang Min dan Jun Su mengikuti arahan pelayan yang membawa mereka ke meja pesanan Chang Min. Jun Su segera merasakan pipinya memanas saat ia duduk di hadapan Chang Min.

Restaurant bergaya Eropa yang lengkap dengan iringan piano classic membuat suasana terasa romantis, lengkap dengan bunga mawar segar di tengah-tengah meja mereka. Ini adalah kali pertama Chang Min membawanya untuk makan malam seperti ini. ‘Candlelit dinner?’ Jun Su masih tidak bisa menebak pikiran Chang Min.  

Pelayan yang menghidangkan menu pembuka segera pergi setelah mengisi gelas champagne Jun Su dan Chang Min.

“Kau tidak ingin bersulang untukku?”

Jun Su segera tersadar dari pikirannya, “Tentu.”

Gelas mereka berdenting kecil, dan Jun Su segera menenggak minumannya. Ia menyukai rasa minuman yang baru pertama kali dirasakannya itu.

Chang Min tersenyum memperhatikan wajah tenang Jun Su, “Sepertinya kau suka minum.”

Mata Jun Su melebar dengan komentar Chang Min. Andai saja anak itu tahu seberapa sering Jun Su minum di pub milik Duke.

Jun Su tidak tahu bagaimana harus bersikap. Ia semakin merasa bersalah dengan perlakuan baik Chang Min padanya. Orang-orang yang tidak dikenal Chang Min memberinya kado, atau setidaknya kartu ucapan, tetapi dirinya yang selalu mendapat bantuan Chang Min itu bahkan tidak tahu tanggal ulang tahun anak populer di hadapannya.

“Chang Min, apa ada sesuatu yang kau inginkan?” Jun Su berkata pelan. Ia benar-benar ingin memberi sesuatu untuk Chang Min. “Maksudku, sebagai hadiah ulang tahun.”

Chang Min tersenyum lebar mendengar pertanyaan itu. Wajah Jun Su yang tersenyum tulus padanya kembali berhasil menyalakan kembang api dalam dirinya.

“Tinggalah bersamaku.”

Mata Jun Su melebar dengan jawaban Chang Min, “Apa?”  

“Untuk hadiah ulang tahunku, tinggalah di apartmentku.” Chang Min merasakan wajahnya memanas. Ia mengalihkan pandangannya, terlalu malu untuk menatap wajah Jun Su lebih lama.

 

 

Dari: James

Di mana kita akan merayakan pesta ulang tahunmu besok? Aku akan mencarikan minuman apa pun yang kau mau!

 

Untuk: James

Maafkan aku, aku tidak bisa merayakannya besok…

 

Dari: James

Sabtu? Atau pesta tiga hari tiga malam lagi?

 

Untuk: James

Aku tidak ingin berpesta untuk ulang tahunku kali ini.

 

Dari: James

Apa?! Kau baik-baik saja??

 

 

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
The Black Hummingbird [PUBLISHING IN PROCESS]
361      125     0     
Mystery
Rhea tidal tahu siapa orang yang menerornya. Tapi semakin lama orang itu semakin berani. Satu persatu teman Rhea berjatuhan. Siapa dia sebenarnya? Apa yang mereka inginkan darinya?
pat malone
70      25     0     
Romance
there is many people around me but why i feel pat malone ?
Your Secret Admirer
0      0     0     
Romance
Pertemuan tak sengaja itu membuat hari-hari Sheilin berubah. Berubah menjadi sesosok pengagum rahasia yang hanya bisa mengagumi seseorang tanpa mampu mengungkapkannya. Adyestha, the most wanted Angkasa Raya itulah yang Sheilin kagumi. Sosok dingin yang tidak pernah membuka hatinya untuk gadis manapun, kecuali satu gadis yang dikaguminya sejak empat tahun lalu. Dan, ada juga Fredrick, laki-l...
Trainmate
48      27     0     
Romance
Di dalam sebuah kereta yang sedang melaju kencang, seorang gadis duduk termangu memandangi pemandangan di luar sana. Takut, gelisah, bahagia, bebas, semua perasaan yang membuncah dari dalam dirinya saling bercampur menjadi satu, mendorong seorang Zoella Adisty untuk menemukan tempat hidupnya yang baru, dimana ia tidak akan merasakan lagi apa itu perasaan sedih dan ditinggalkan. Di dalam kereta in...
Janji
4      4     0     
Short Story
Dia sesalu ada, dan akan tetap ada.
Shane's Story
22      6     0     
Romance
Shane memulai kehidupan barunya dengan mengubur masalalunya dalam-dalam dan berusaha menyembunyikannya dari semua orang, termasuk Sea. Dan ketika masalalunya mulai datang menghadangnya ditengah jalan, apa yang akan dilakukannya? apakah dia akan lari lagi?
One Step Closer
18      8     0     
Romance
Allenia Mesriana, seorang playgirl yang baru saja ditimpa musibah saat masuk kelas XI. Bagaimana tidak? Allen harus sekelas dengan ketiga mantannya, dan yang lebih parahnya lagi, ketiga mantan itu selalu menghalangi setiap langkah Allen untuk lebih dekat dengan Nirgi---target barunya, sekelas juga. Apakah Allen bisa mendapatkan Nirgi? Apakah Allen bisa melewati keusilan para mantannya?
Last Hour of Spring
6      5     0     
Romance
Kim Hae-Jin, pemuda introvert yang memiliki trauma masa lalu dengan keluarganya tidak sengaja bertemu dengan Song Yoo-Jung, gadis jenius yang berkepribadian sama sepertinya. Tapi ada yang aneh dengan gadis itu. Gadis itu mengidap penyakit yang tak biasa, ALS. Anehnya lagi, ia bertindak seperti orang sehat lainnya. Bahkan gadis itu tidak seperti orang sakit dan memiliki daya juang yang tinggi.
SERENA (Terbit)
143      40     0     
Inspirational
Lahir dalam sebuah keluarga kaya raya tidak menjamin kebahagiaan. Hidup dalam lika-liku perebutan kekuasaan tidak selalu menyenangkan. Tuntutan untuk menjadi sosok sempurna luar dalam adalah suatu keharusan. Namun, ketika kau tak diinginkan. Segala kemewahan akan menghilang. Yang menunggu hanyalah penderitaan yang datang menghadang. Akankah serena bisa memutar roda kehidupan untuk beranjak keatas...
Sweet Notes
126      29     0     
Romance
Ketika kau membaca ini, jangan berpikiran bahwa semua yang terjadi disini adalah murni dari kisah cintaku. Ini adalah sekumpulan cerita-cerita unik dari teman-teman yang mau berbagi dengan saya. Semua hal yang terjadi adalah langsung dari pengalaman para narasumber. Nama sengaja disamarkan namun setting tempat adalah real. Mohon maaf sesuai perjanjian jalan cerita tidak dijelaskan seperti kisah ...