Read More >>"> Hamufield (Bab 40) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Hamufield
MENU
About Us  

Seoul

 

Jam makan siang sudah lewat saat Jun Su membuka matanya minggu pagi itu. Ia tersenyum dengan kejadian yang baru saja dilaluinya di Hamufield; ia kembali lupa waktu di pub.  

Jun Su masih enggan untuk bangun saat ponselnya berbunyi. Dengan malas, tangannya segera meraba meja di sampingnya dan meraih ponsel itu tanpa berniat untuk bangun. Namun matanya segera melebar dengan notifikasi yang dibacanya; 12 panggilan tak terjawab dan 37 pesan singkat. Selama hidupnya, Jun Su tidak pernah mendapat pesan sebanyak itu dalam semalam. Alinya segera terangkat saat melihat semua panggilan dan pesan itu berasal dari orang yang sama; Shim Chang Min.

 

Dari: Shim Chang Min

Pagi. Walau pun aku yakin kau belum bangun.

 

Jun Su tertawa kecil membaca pesan pertama Chang Min pagi ini. Ia bisa membayangkan suara dan wajah angkuh Chang Min.

 

Dari: Shim Chang Min

Belum bangun?

 

Dari: Shim Chang Min

Apa jalan-jalan kemarin membuatmu kelelahan?

 

Dari: Shim Chang Min

Hey…

 

Dari: Shim Chang Min

Kau benar-benar tukang tidur.

 

Jun Su tidak bisa menahan tawa kecilnya. Ia baru akan membalas pesan Chang Min saat seseoang mengetuk pintu kamarnya. Sedetik kemudian, Nyonya Kim sudah terlihat di ambang pintu.

“Sudah bangun? Kenapa tidak makan siang?” Nyonya Kim terdengar cemas.

Jun Su hanya tersenyum kecil, tidak berniat untuk bangun.

“Makanlah dulu, kau harus segera siap-siap sebelum Na Ra datang.” Nyonya Kim tersenyum senang. Ia terlihat begitu bersemangat.

Segera setelah pintu kamarnya tertutup, Jun Su menghela nafasnya. Mendadak, ia ingin kembali ke Hamufield saat ini juga.

 

 

Dari: Tukang Tidur

Maaf, aku baru bangun.

 

Chang Min hanya tercengang menatap pesan singkat yang baru diterimanya. Ia benar-benar tidak mengerti bagaimana anak itu bisa tidur selama itu.

 

Untuk: Tukang Tidur

Bagaimana kau tidak bangun oleh panggilan telponku?

 

 

Jun Su hanya menatap layar ponselnya. Kali ini, alasan apa yang harus ia beri?

Jun Su sudah menyadari hal itu sejak lama; selama dirinya berada di Hamufield, ia tidak bisa mendengar atau merasakan apa pun yang terjadi di Seoul, dan begitu juga sebaliknya.

 

Untuk: Shim Chang Min

Aku menggunakan silent mode.

 

Dari: Shim Chang Min

Kau benar-benar tidak bisa pergi denganku malam ini?

 

Jun Su tersenyum kecil melihat pesan Chang Min meskipun matanya terlihat sedih.

 

Untuk: Shim Chang Min

Maaf…

 

Dari: Shim Chang Min

Kososngkan jadwalmu Sabtu besok. Aku sudah membeli tiket pertunjukan musikal untuk kita.

 

Mata Jun Su segera melebar membaca pesan singkat itu.

 

 

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Right Now I Love You
3      3     0     
Short Story
mulai sekarang belajarlah menyukaiku, aku akan membuatmu bahagia percayalah kepadaku.
Bersua di Ayat 30 An-Nur
18      10     0     
Romance
Perjalanan hidup seorang wanita muslimah yang penuh liku-liku tantangan hidup yang tidak tahu kapan berakhir. Beberapa kali keimanannya di uji ketaqwaannya berdiri diantara kedengkian. Angin panas yang memaksa membuka kain cadarnya. Bagaimana jika seorang muslimah seperti Hawna yang sangat menjaga kehormatanya bertemu dengan pria seperti David yang notabenenya nakal, pemabuk, pezina, dan jauh...
BAD
69      20     0     
Fan Fiction
Jeong-Min paling tidak suka jika sudah dibanding-bandingkan dengan Soo-Kyo, saudara tirinya. Baginya, Soo-Kyo adalah Soo-Kyo, dan dirinya adalah dirinya. Mereka berbeda, tentu saja. Bad girl, mungkin sudah sangat melekat dalam dirinya. Rokok, klub malam, bolos sekolah, surat teguran dari guru BK, sepertinya sudah menjadi bagian dari hidupnya. Persahabatannya dengan Jong-In mengajarkannya apa a...
27th Woman's Syndrome
44      21     0     
Romance
Aku sempat ragu untuk menuliskannya, Aku tidak sadar menjadi orang ketiga dalam rumah tangganya. Orang ketiga? Aku bahkan tidak tahu aku orang ke berapa di hidupnya. Aku 27 tahun, tapi aku terjebak dalam jiwaku yang 17 tahun. Aku 27 tahun, dan aku tidak sadar waktuku telah lama berlalu Aku 27 tahun, dan aku single... Single? Aku 27 tahun dan aku baru tahu kalau single itu menakutkan
Kala Senja
188      40     0     
Romance
Tasya menyukai Davi, tapi ia selalu memendam semua rasanya sendirian. Banyak alasan yang membuatnya urung untuk mengungkapkan apa yang selama ini ia rasakan. Sehingga, senja ingin mengatur setiap pertemuan Tasya dengan Davi meski hanya sesaat. "Kamu itu ajaib, selalu muncul ketika senja tiba. Kok bisa ya?" "Kamu itu cuma sesaat, tapi selalu buat aku merindu selamanya. Kok bisa ya...
KETIKA SEMUA DIAM
4      4     0     
Short Story
Muhammad Safizam, panggil saja Izam. Dilahirkan di kota kecil, Trenggalek Jawa Timur, pada bulan November 2000. Sulung dari dua bersaudara, memiliki hobby beladiri \"Persaudaraan Setia Hati Terate\". Saat ini menjadi seorang pelajar di SMK Bintang Nusantara School Sepatan Tangerang, prog. Keahlian Teknik Komputer & Jaringan kelas 11. Hub. Fb_q Muhammad Safizam
Apartemen No 22
5      5     0     
Short Story
Takdir. Tak ada yang tahu kemana takdir akan menuntun kita. Kita sebagai manusia, hanya bisa berjalan mengikuti arus takdir yang sudah ditentukan.
Mengejarmu lewat mimpi
12      6     0     
Fantasy
Saat aku jatuh cinta padamu di mimpiku. Ya,hanya di mimpiku.
Perahu Waktu
3      3     0     
Short Story
Ketika waktu mengajari tentang bagaimana hidup diantara kubangan sebuah rindu. Maka perahu kehidupanku akan mengajari akan sabar untuk menghempas sebuah kata yang bernama rindu
Dissolve
6      6     0     
Romance
Could you tell me what am I to you?