Read More >>"> Sahabat Sejati
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Sahabat Sejati
MENU
About Us  

Ada pepatah yang mengatakan bahwa sahabat itu layaknya tangan dan mata. Saat tangan terluka mata menangis, saat mata menangis tangan mengusap. Saling melengkapi tanpa merasa tersaingi. Kenalin gue Alyd, gue punya sahabat yang T-O-P banget. Namanya Kekentut Widya Kusuma Jaya Putra Sastra Negara Hardiningrat. Keren bukan? Nama kalian pasti kalah jauh. Kekentut Widya Kusuma Jaya Putra Sastra Negara Hardiningrat adalah sebuah nama yang gue dedikasikan untuk sahabat gue yang tak lain adalah K-E-N-T-U-T gue. Kenapa kalian gak terima nama kentut gue jauh lebih bermartabat daripada nama kalian? Please, kalian harus terima kenyataan ini. 

Gue biasa manggil dia Keken. Kehadiran Keken bikin hidup gue berwarna. Dimana ada gue pasti ada dia, kita romatis walau kadang juga sadis. Pernah waktu itu pas jaman putih abu-abu, saat gue harus berurusan dengan kepala sekolah terkait kegiatan OSIS.

"Ada sponsor dari luar gak?" tanya Kepala Sekolah gue

"Masih direncanakan Pak" jawab gue santai

Seperti itulah kira-kira percakapan kami waktu itu. Tiba-tiba saat kami asik membahas masalah anggaran tak disengaja Keken keluar dengan suara yang sangat halus. Cesss. Gue yang tahu kehadiran Keken pasang muka stay cool. Pura-pura tidak terjadi apa-apa. Kepala Sekolah gue mulai merasa terganggu dengan kehadiran Keken. Batuk-batuk, sesekali menutup hidungnya dengan tangan. 

"Bapak sakit?" tanya gue polos, lebih tepatnya pura-pura polos

"Ambil dana dibagian keuangan" kata beliau buru-buru

"Siap Bapak, terimakasih" 

Wajah gue sumringah luar biasa. Ibarat minum es ditengah Gurun Sahara. Gue keluar ruangan sambil tak henti-henti ngucapin terimakasih. Pas gue buka pintu, langkah gue terhenti. Deg.

"Lyd, buanglah kentut pada tempatnya. Sumpah dada saya sesak. Kentut mu silent but deadly"

Gue nyengir menahan malu.

Kabar tentang kepala sekolah yang gue kentutin menyebar hingga sudut-sudut kelas. Setelah kejadian itu, gue dan Keken kembali berulah. Waktu itu pas jam terakhir, kelas gue ulangan PKN. Suasan panas terik, konsentrasi gue benar-benar pecah. Kali ini ulangan dengan 25 soal isian. Materi tentang undang-undang, pasal, dan apalah gue sama sekali gak paham karena saking lapar dan panasnya. Gue pasrah. Gue lemah dalam menghafal, tapi tidak untuk menghafal namamu #aseek.

Suasana hening. Teman-teman mengerjakan dengan serius. Sementara Gue? mainin bolpoin penuh kepasrahan.

"Lyd sudah selesai?" tanya Bu Titik

"Hehe belum Bu" jawab gue santai

"Kok senyam-senyum lagi bahagia to?"

"Gak kok Bu, anu Bu saya..itu Bu..anu.."

Tiba-tiba mulut gue terkunci, mata gue melotot. Reflek. Keken keluar dengan kerasnya. Duutt.. Udara seketika berubah, semula segar menjadi busuk tak tertahankan. Suasanapun ikut berubah, dari yang hening menjadi gemuruh tak beraturan. Kertas yang semula tertindih bolpoin kini melayang mengusir bau tak sedap. Mantap.

Gue lega, akhirnya Keken keluar dengan dasyatnya setelah dua hari dia menghilang entah kemana. Keken gue rindu. Kitapun berpelukan layaknya sahabat yang lama tak bertemu. Keken sesenggukan menahan haru, sementara gue dan teman-teman sesenggukan menahan bau.

Berkat kehadiran sahabat sejati gue ulangan dibatalkan. Otomatis gue riang gembira. Bu Titik yang gak tahan aroma Keken buru-buru keluar kelas setelah menceramahi gue panjang kali lebar. kini gue percaya, selalu ada jalan bagi hamba yang belum belajar saat ulangan. Thanks Keken, berkat elo ulangan ditunda hatipun bahagia. Haha.

How do you feel about this chapter?

0 2 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Batagor (Menu tawa hari ini)
9      9     0     
Short Story
Dodong mengajarkan pada kita semua untuk berterus terang dengan cara yang lucu.
Penumpang Di Sebelahku
15      15     0     
Short Story
Sore itu, aku keluar kantor agak malam. Karenanya, beberapa angkot yang lewat selalu penuh. Saat satu angkot berhenti dan pask sopir menawarkan duduk bertiga di depan, bersamanya dan satu penumpang lain, aku langsung mengangguk. Namun penumpang di depan menghalangi aku masuk dan duduk. Walau aku sudah memberitahunya, lebih dari satu kali, dia tetap saja menghalangi, bersikeras angkot ini tidak ...
Lusi dan Kot Ajaib
295      174     0     
Fantasy
Mantel itu telah hilang! Ramalan yang telah di buat berabad-abad tahun lamanya akan segera terlaksana. Kerajaan Qirollik akan segera di hancurkan! Oleh siapa?! Delapan orang asing yang kuat akan segera menghancurkan kerajaan itu. Seorang remaja perempuan yang sedang berlari karena siraman air hujan yang mengguyur suatu daerah yang di lewatinya, melihat ada seorang nenek yang sedang menjual jas h...
2 Akar 3 Faktorial!
13      13     0     
Short Story
Buat yang hobi matematika, jangan serius serius amat!. ngakak bareng yukk. karena angka kadang sering ngajak bercanda
Diskon Tilang
19      19     0     
Short Story
Siapa pernah kena tilang dan dendanya dapat diskon?
100 Juta
11      11     0     
Short Story
Teka-teki
12      12     0     
Short Story
Konferensi Pintu Toilet
14      14     0     
Short Story
kisah seorang tunas kelapa di bumi perkemahan negeri orang, dan tentang penantian yang berujung...(silahkan baca storynya ya...)
Upacara
14      14     0     
Short Story
Upacara 17 Agustus
PENCURI
14      14     0     
Short Story
Cerita saat pencuri datang ke rumahmu..