Read More >>"> Salju yang Memeluk Awan [PUBLISHING IN PROCESS] (Secrets) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Salju yang Memeluk Awan [PUBLISHING IN PROCESS]
MENU
About Us  

Betul saja, sebuat mobil Audi yang identik dengan mobil yang sedang kutumpangi sudah terparkir di halaman rumah.

"Papa, kok Papa nggak bilang sih mau pulang?" tanyaku ketika sampai ruang keluarga.

Papa sedang meminum kopi dan menutupi mukanya sendiri dengan koran. Bingung deh. Baca koran kok jam 3 sore sih? Telat dong beritanya.

"Yuki sweetheart. Kan Papa mau surprise-in kamu!"

"Nggak surprise. Aku kan tahu kalo ada cokelat di mobil berarti Papa di rumah," kataku sambil ikut duduk di sofa ruang keluarga yang melingkari meja bundar yang terbuat dari marble. Aku pun mulai menegak susu hangat yang sudah disiapkan Bik Inah untukku.

"Jadi, gimana sekolah kamu hari ini?"

Aku cemberut sebagai jawaban atas pertanyaannya itu.

"Apa? Nilai matematikamu jelek yah?"

"Nggak kok. Papa negative thinking banget sih."

"Sweetheart, kalo kamu tidak bisa matematika Papa bisa cariin guru les privat terbaik di Bandung buat ngajarin kamu," katanya dengan tatapan pengertian.

Tidak seperti ayah teman-temanku, Papa tidak pernah keras padaku jika masalahnya adalah nilai. Dia hanya berharap nilai 70 atau 80 dariku. Masalahnya nilai matematikaku tuh do re mi. Jangankan 70, dapat nilai 60 saja Papa mungkin bisa tumpengan.

"Nggak kok, Pa. Masalahnya tuh Ryo. Dia aneh banget hari ini. Aku ajak ngomong dia senyum. Aku tanya juga senyum. Aneh kan? Biasanya kan dia merepet gitu ngomongnya kayak radio butut," aku mulai mengeluh.

"Mungkin dia lagi ada masalah. Atau tidak enak badan," Papa menjawab sekenanya. Aku tahu Papa memang tidak terlalu suka Ryo. Katanya keluarganya kurang harmonis. Padahal Om dan Tante Trumanjaya baik banget kok. Papa sok tahu aja nih kayaknya.

"Terus ada anak baru loh, Pa. Aneh banget yah? Brahmana academy kan jarang banget kedapetan murid baru di tengah tahun ajaran. Kecuali tuh anak pinternya nandingin Einstein."

"Oyah? Memang anak baru ini pinter banget? Boleh juga tuh buat bantu ajarin kamu," sindir Papa.

"Ihh. Jadi maksud Papa aku ini bodoh yah," protesku.

"Loh Papa kan nggak pernah ngomong. Kamu cuma.. kurang pintar sedikit," jawab Papa.

"Lah itu kan namanya bodoh," aku cemberut lagi.

"Udah dong, sweetie. Jangan cemberut terus. Nanti cepet tua loh. Siapa yang mau sama kamu ntar. Mending kita makan aja yuk," kata Papa.

"Aku maunya Sushi Tei loh Pa," kataku menantang. Aku tahu Papa benci banget sama yang namanya ikan mentah. Tapi berhubung dia sudah mengatai anak semata wayangnya ini kurang pandai, dia harus mau makan macam-macam ikan mentah denganku.

"Kalau Duck King PVJ aja gimana?" tanyanya setengah memelas.

"Pa, aku maunya Sushi Tei," 

"Oke deh. Udah sana beres-beres. Kalo ketemu temen bisnis Papa kan malu. Masa anak Charles Tanudiredjo kucel begini,"

"Ihhhh Papa!!!" aku mendorongnya dengan bantal sofa tapi segera berjalan ke kamar untuk mandi dan dandan. Betul juga kata Papa. Sushi Tei kan restoran favorit Ryo juga. Siapa tahu Ryo dan ayahnya memang lagi makan di sana. Dia memang bilang mau ke kantor ayahnya kan tadi.

Setelah mandi dan mengeringkan rambut, aku mencatoknya sedikit supaya bergelombang. Biar kekinian gitu loh maksudnya. Lalu tipis-tipis kusapukan bedak ke wajahku dan kuoleskan lipstick berwarna peach di bibirku.

"Aku udah siap nih, Pa,"

Maka aku dan Papa berangkat diantar Pak Enjang ke Sushi Tei di jalan Sumatera. Untung hari ini weekday jadi tidak ada antrian dan kami bisa segera masuk. Setelah pesan berbagai macam sushi mataku mulai melirik-lirik kanan kiri, berharap Ryo ada di sana. Betul saja! Ryo sedang duduk bersama ayahnya di ujung lain restoran. Tapi kenapa muka Ryo dan ayahnya kaku begitu. Apa sih yang mereka bicarakan? Memangnya Ryo sudah lagi dipersiapkan meneruskan usaha Om Trumanjaya?

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (3)
  • Kang_Isa

    Keren. Lanjut, ya. Sukses selalu. :)

    Comment on chapter Prolog
  • TamagoTan

    @ikasitirahayu1 Salam kenal juga! :) Thank you dah mampir yah.

    Comment on chapter Prolog
  • ikasitirahayu1

    Salam kenal, kak

    Comment on chapter Sang Salju dan Sang Awan
Similar Tags
Without Guileless
16      9     0     
Mystery
Malam itu ada sebuah kasus yang menghebohkan warga setempat, polisi cepat-cepat mengevakuasi namun, pelaku tidak ditemukan. Note : Kita tidak akan tahu, jati diri seseorang hingga kita menjalin hubungan dengan orang itu. Baik sebuah hubungan yang tidak penting hingga hubungan yang serius
Menghukum Hati
3      3     0     
Romance
Apa jadinya jika cinta dan benci tidak bisa lagi dibedakan? Kau akan tertipu jika salah menanggapi perlakuannya sebagai perhatian padahal itu jebakan. ???? Ezla atau Aster? Pilih di mana tempatmu berpihak.
My Story
5      5     0     
Short Story
there’s always a first for everything, but will it always end up good or
TEA ADDICT
3      3     0     
Romance
"Kamu akan menarik selimut lagi? Tidak jadi bangun?" "Ya." "Kenapa? Kan sudah siang." "Dingin." "Dasar pemalas!" - Ellisa Rumi Swarandina "Hmm. Anggap saja saya nggak dengar." -Bumi Altarez Wiratmaja Ketika dua manusia keras kepala disatukan dengan sengaja oleh Semesta dalam birai rumah tangga. Ketika takdir berusaha mempermaink...
The Black Hummingbird [PUBLISHING IN PROCESS]
363      127     0     
Mystery
Rhea tidal tahu siapa orang yang menerornya. Tapi semakin lama orang itu semakin berani. Satu persatu teman Rhea berjatuhan. Siapa dia sebenarnya? Apa yang mereka inginkan darinya?
Pahitnya Beda Faith
4      4     0     
Short Story
Aku belum pernah jatuh cinta. Lalu, aku berdo\'a. Kemudian do\'aku dijawab. Namun, kami beda keyakinan. Apa yang harus aku lakukan?
LUCID DREAM
3      3     0     
Short Story
aku mengalami lucid dream, pada saat aku tidur dengan keadaan tidak sadar tapi aku sadar ketika aku sudah berada di dunia alam sadar atau di dunia mimpi. aku bertemu orang yang tidak dikenal, aku menyebutnya dia itu orang misterius karena dia sering hadir di tempat aku berada (di dalam mimpi bukan di luar nyata nya)
Dimensi Kupu-kupu
184      38     0     
Romance
Katakanlah Raras adalah remaja yang tidak punya cita-cita, memangnya hal apa yang akan dia lakukan ke depan selain mengikuti alur kehidupan? Usaha? Sudah. Tapi hanya gagal yang dia dapat. Hingga Raras bertemu Arja, laki-laki perfeksionis yang selalu mengaitkan tujuan hidup Raras dengan kematian.
Terpatri Dalam Sukma
4      4     0     
Short Story
Bukan mantan, namun dia yang tersimpan pada doa
PROMISE
405      317     2     
Short Story
ketika sebuh janji tercipta ditengah hubungan yang terancam kandas