Read More >>"> Cinta Si Kembar (Empat Belas) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Cinta Si Kembar
MENU
About Us  

Betapa bahagianya aku mendapat lukisan dari Aunty Sarah,dari awal melihat lukisan ini,aku sudah langsung jatuh hati dan ingin rasanya cepat-cepat bertemu dengan pelukisnya untuk berkenalan dan mengetahui makna dari lukisannya ini.

“Hoi,senang amat loe mandangin lukisan itu La,dari dikasih sama aunty loe tidak pernah lepas dari mandang lukisan itu”,ujar Lulu tiba-tiba yang sudah duduk di sampingku ikut memandang lukisan

“Iya,entah mengapa dari awal liat lukisan ini,gua langsung jatuh hati,lukisan ini seperti menggambarkan perasaan gua saat ini”

“Udah deh,jangan mulai lagi,gua bosan liat loe kayak gini terus,kita khan ke Yogya buat senang-senang,taunya loe tetep kayak gini aja,ayo ah kita keluar dan jalan-jalan”,ujar Lulu sambil menarik tanganku

“Mau kemana sih?!”,sahutku nada nada sedikit tinggi agak kesal

“Kemana kek,ke mal kek,yang penting loe punya nyawa dan bahagia lagi,percuma kita sudah jauh-jauh ke Yogya,loe nya masih kayak gini aja”

“Iya,iya,gua ganti baju dulu”,ujarku dengan malas-malasan. Jujur aku capek kalau berdebat dengan Lulu,tidak akan pernah menang yang ada dia akan merengek terus sampai aku menyetujuinya.

Kemudian kami pergi dengan menggunakan taksi online ke salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Yogyakarta.

“Lu,ingat ya,gua paling ogah diajak beli kain untuk butik loe”,ujarku di dalam taksi online

“Ihh,kok gitu sih,tapi hebat deh loe bisa baca pikiran gua,kalau emang gua ada rencana untuk beli beberapa bahan kain”

“Taulah,khan emang itu kebiasaan loe dan pasti nanti gua yang disuruh bawa-bawa plus kerepotan,ogah”,sahutku ngambek

“Nggak deh,gua janji,lagipula gua nggak akan beli banyak kain kok,hanya beberapa aja”

No

Ketika aku dan Lulu lagi berdebat soal masalah pembelian kain tiba-tiba handphone Lulu berbunyi tetapi dia tidak mengangkatnya

“Siapa?Kenapa nggak loe angkat?”,tanyaku curiga

“Woojin”,jawabnya dengan ketus

“Park Woojin?Adiknya Wonshik?”,tanyaku kaget

“Iya,emang ada nama Park Woojin lain yang loe kenal. Sumpah ya kenapa orang tua kita harus ada hutang sama orang tua mereka”,sahutnya dengan ketus

“Mau gimana lagi,perusahaan papa lagi bangkrut dan yang bersedia membantu adalah orang tua mereka”,sahutku sambil menarik napas

“Lagian loe sih La,dulu disuruh melanjutkan perusahaan papa nggak mau”,ujarnya sambil mendorongku

“Ya kali gua yang lanjutin perusahaan papa,harusnya Mas Farel bukan gua”,ujarku tanpa sadar menyebut kakak laki-laki kami yang entah kemana. Sebenarnya kami mempunyai kakak laki-laki tapi dia pergi dari rumah setelah berkelahi hebat dengan papa,karena papa tidak mengijinkan Mas Farel untuk melanjutkan kuliah ke jurusan seni tetapi malah menyuruhnya kuliah di jurusan manajemen

“Loe kangen nggak sama Mas Farel La?”

“Kangen banget,kemana ya kira-kira Mas Farel pergi? Apakah dia masih ingat sama kita?”,ujarku sambil meneteskan air mata

“Entahlah,tapi kalau dia ingat sama kita ketika kita sedang kesulitan begini Mas Farel harusnya datang”,sahut Lulu dengan nada agak kecewa

“Jangan begitu,gua rasa Mas Farel masih ingat sama kita cuma dia takut pulang karena papa”,sahutku

“Bisa jadi sih,apalagi saat itu papa marah besar dan mengancam akan mengeluarkan nama Mas Farel dari kartu keluarga,loe ingat itu khan La?Nah saat itu juga Mas Farel langsung angkat kaki dari rumah dengan hanya membawa baju-bajunya saja”,ujarku sedih kalau mengingat kembali kejadian tersebut. Mas Farel sama sekali tidak membawa mobil,semua kartu kredit dan atm pemberian papa pun dia tinggalkan. Aku masih ingat dengan jelas kalau uang Mas Farel saat itu di dompet tinggal beberapa lembar,bahkan Mas Farel menolak uang pemberianku. Kemanakah Mas Farel,aku berharap kakakku baik-baik saja.

Akhirnya kami sampai juga di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Yogyakarta. Perasaanku sih biasa saja,tetapi aku dapat melihat kalau Lulu sangat bahagia.

“Inget ya jangan ke toko kain”,ujarku

“Ihhhh,Lala,justru gua mau ke toko kain dulu”

“Nanti ah,gua lapar,kita makan dulu,nggak mau tau!”

“Iya,iya,loe mau makan apa?”,tanyanya

“Bebas,tapi gua mau ditraktir”

“Owkay,tapi habis makan loe anterin gua beli kain”,ujarnya dengan nada memohon

“Iya”

Lalu kami masuk ke salah satu rumah makan yang ada di pusat perbelanjaan ini yang tidak terlalu rame.

“Silahkan tuan putri mau makan apa?”,tanya Lulu padaku sambil menyodorkan buku menu

“Gua mah baik hati,gua pesan menu paket A”

“Serius?Cuma ini aja?”,tanyanya seakan tidak percaya

“Hahahahaha,kata siapa? Gua mau dessertnya juga,untuk dessert gua pilih ini”,ujarku sambil menunjuk dessert paling mahal di buku menu

“Aishh,gua kira itu aja,ternyata ada buntutnya juga”

“Hahahahaha,tentu saja harus ada buntutnya”,ujarku sambil tertawa keras

Kami tidak perlu menunggu lama,pesanan kami pun sudah datang.

“Hai,kalian berdua”,ujar seseorang menyapa kami dan betapa terkejutnya kalau orang yang dihadapan adalah Wonshik. Dia tidak sendiri melainkan bersama dengan Woojin.

“Wonshik!”

Catatan Penulis:Maaf ya,chapter ini sedikit soalnya author lagi banyak kerjaan di kator. Jangan lupa likesnya ya,terima kasih ^^

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Sosok Ayah
4      4     0     
Short Story
Luisa sayang Ayah. Tapi kenapa Ayah seakan-akan tidak mengindahkan keberadaanku? Ayah, cobalah bicara dan menatap Luisa. (Cerpen)
My Big Bos : Mr. Han Joe
2      2     0     
Romance
Siapa sih yang tidak mau memiliki seorang Bos tampan? Apalagi jika wajahnya mirip artis Korea. Itu pula yang dirasakan Fraya ketika diterima di sebuah perusahaan franchise masakan Korea. Dia begitu antusias ingin segera bekerja di perusahaan itu. Membayangkannya saja sudah membuat pipi Fraya memerah. Namun, apa yang terjadi berbeda jauh dengan bayangannya selama ini. Bekerja dengan Mr. Ha...
Galang dan Refana
4      4     1     
Short Story
“Untuk apa kita diciptakan di dunia? “ seorang gadis yang sudah cukup lama ku kenal mengajukan sebuah pertanyaan. Ia melemparkan pandangan kosongnya ke sebuah dimensi ruang. Tangannya yang dipenuhi perban memeluk lutut seolah tangah melindungi tubuh dan jiwa rapuhnya
Letter From Who?
4      4     0     
Short Story
Semua ini berawal dari gadis bernama Aria yang mendapat surat dari orang yang tidak ia ketahui. Semua ini juga menjawab pertanyaan yang selama ini Aria tanyakan.
When Home Become You
3      3     0     
Romance
"When home become a person not place." Her. "Pada akhirnya, tempatmu berpulang hanyalah aku." Him.
Annyeong Jimin
307      76     0     
Fan Fiction
Aku menyukaimu Jimin, bukan Jungkook... Bisakah kita bersama... Bisakah kau tinggal lebih lama... Bagaimana nanti jika kau pergi? Jimin...Pikirkan aku. cerita tentang rahasia cinta dan rahasia kehidupan seorang Jimin Annyeong Jimin and Good Bye Jimin
Bulan di Musim Kemarau
4      4     0     
Short Story
Luna, gadis yang dua minggu lalu aku temui, tiba-tiba tidak terlihat lagi. Gadis yang sudah dua minggu menjadi teman berbagi cerita di malam hari itu lenyap.
Gray Paper
3      3     0     
Short Story
Cinta pertama, cinta manis yang tak terlupakan. Tapi apa yang akan kamu lakukan jika cinta itu berlabuh pada orang yang tidak seharusnya? Akankah cinta itu kau simpan hingga ke liang lahat?
Cincin dan Cinta
1100      677     22     
Short Story
Ada yang meyakini, jika sama-sama memiliki cincin tersebut, kisah cinta mereka akan seperti Vesya dan Zami. Lalu, bagaimanakah kisah cinta mereka?
Varian Lara Gretha
42      15     0     
Romance
Gretha harus mempertahankan persahabatannya dengan Noel. Gretha harus berusaha tidak mengacuUhkan ayahnya yang berselingkuh di belakang ibunya. Gretha harus membantu ibunya di bakery untuk menambah biaya hidup. Semua harus dilakukan oleh Gretha, cewek SMA yang jarang sekali berekspresi, tidak memiliki banyak teman, dan selalu mengubah moodnya tanpa disangka-sangka. Yang memberinya semangat setiap...