Read More >>"> Melting Point (09) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Melting Point
MENU
About Us  

Upacara baru berjalan sekitar lima belas menit dan Queenie sudah ditegur dua kali oleh guru yang berdiri di belakang karena tidak bisa diam, sementara Sagara berdiri dengan malas di sebelah Queenie.

"Sumpah, panas banget," keluh Queenie sambil mengibas-ngibaskan tangannya.

"Matahari emang gak pernah memihak ke manusia, giliran upacara aja dia terik. Emang kampret," sahut Sagara.

"Lama banget lagi," oceh Queenie tanpa menoleh pada Sagara yang berdiri di sebelah kanannya.

Bu Ina berdiri di antara Sagara dan Queenie sambil menjewer kuping keduanya. "Kalian ya, di kelas, di sini, kerjaannya ngobrol."

"Ih, si ibu. Galak deh," ucap Sagara sambil memegangi telinganya yang masih dijewer.

Queenie mengaduh, lalu setelah itu Bu Ina melepas tangannya dari kuping Sagara dan Queenie.

"Rambut warna-warni, kamu mau konser?" tegur Bu Ina pada Queenie lalu menoleh pada Sagara. "Dasi mana? Rambut kamu mau saya gunting? Sepatu harus warna hitam!"

"Gunting aja, bu. Botakin sekalian," unar Queenie memanas-manasi.

"Kalian berdua ke belakang sana!" perintah Bu Ina membuat Sagara dan Queenie sontak menoleh ke belakang. Ternyata ada sekitar sepuluh orang yang sudah berdiri di belakang karena melanggar peraturan.

"Rambut saya emang warna cokelat dari sananya, bu," protes Queenie.

"Terang kayak gini? Kamu pikir saya akan percaya?" tanya Bu Ina heran.

"Nggak," jawab Queenie sambil cengengesan.

"Sana ke belakang."

Sagara dan Queenie berjalan ke belakang, lalu berdiri sambil bersandar di tembok lapangan semi indoor sekolahnya. Queenie berdiri dalam diam, atau lebih tepatnya melamun.

"Bu, saya baru potong rambut loh," protes Athena yang memecah lamunan Queenie.

Queenie menoleh dan melihat Bu Alra yang sedang menarik lengan seragam Athena. Sementara Athena berjalan mengikuti Bu Alra dengan terpaksa.

"Ini masih cokelat begini," balas Bu Alra berhenti menarik Athena tidak jauh dari tempat Queenie berdiri.

"Ya elah, bu. Ini sisa tiga senti doang," bukuk Athena.

"Kenapa gak sekalian dipotong?" tanya Bu Alra gemas.

"Terlalu pendek, bu," jawab Athena sambil menampilkan cengirannya.

"Udah sini berdiri, jangan coba kabur ya!" ancam Bu Alra lalu berjalan menjauh, sementara Athena menggerutu.

Athena menoleh dan matanya bertemu dengan mata Queenie. "Hai!" sapa Athena berjalan mendekat ke Queenie sambil melambaikan tangan kanannya yang hanya Queenie balas dengan senyum kaku. "Hari ini pengumuman anggota OSIS kan? Tenang aja, Archer udah gue ancem, jadi lo pasti masuk," lanjut Athena.

"Dih, nepotisme. Taruhannya batal," celetuk Sagara yang berdiri di sebelah Queenie dengan mata terarah ke depan, memperhatikan ketua OSIS yang sedang memberikan pidato sebelum mengumumkan siapa saja yang terpilih sebagai anggota OSIS.

Queenie sontak menatap Sagara tajam. "Gak bisa gitu. Kalo gue masuk, lo tetep harus kerjain tugas gue selama satu bukan."

"Lah, si agar-agar!" ujar Athena saat dia melihat Sagara.

Sagara menoleh, orang yang memanggilnya agar-agar hanya satu, tersangkanya hanya satu. "Eh, dewi jadi-jadian!"

"Kemana aja lo, tong!" ujar Athena sambil bergerak memukul punggung Sagara kencang sampai laki-laki itu meringis.

Sagara menoyor kepala Athena, tanpa memperdulikan Queenie yang bingung.

"Tiga tahun tiap kali ngumpul barenga kagak ikut, dasar bocah!" ujar Athena sambil melepas rangkulannya.

"Cih. Gak usah sok kenal," sahut Sagara sinis.

"Kan lo sepupu gue satu-satunya," protes Athena yang membuat Queenie sedikit mengerti dengan apa yang sedang terjadi.

Sagara tersenyum mengejek. "Tapi lo bukan sepupu gue satu-satunya."

Persetan dengan Athena dan Sagara yang sedang reuni, Queenie menajamkan telinganya agar bisa mendengar nama yang sedang disebutkan ketua OSIS. Dari yang Queenie dengar, hanya ada sepuluh yang diterima menjadi anggota OSIS dan dari tadi sudah tujuh nama disebutkan.

"Seki—" Ucapan Ari selaku ketua OSIS yang sudah akan menyudahi pengumumannya terpotong saat Archer yang tadinya berdiri di belakangnya memaksanya untuk bergeser dari depan mikrofon.

"Karena yang berminat daftar buat jadi anggota OSIS lumayan banyak, ada perubahan dari sepuluh jadi sebelas yang diterima. Satu lagi, Melody Queenie," ucap Archer sambil mencari-cari letak perempuan yang tempo hari memarahinya karena buku tugas. "Buat anggota OSIS baru, pelajaran terakhir ke ruang OSIS ya," tambahnya.

Queenie terdiam sebelum akhirnya memukul-mukul lengan Sagara. "Tugas gue selama satu bulan," ujarnya tertawa kencang.

Setelah itu Queenie berjalan ke depan untuk berbaris seperti sepuluh orang lainnya yang diterima tanpa memperdulikan tatapan penasaran siswi yang satu angkatan, maupun yang berbeda angkatan dengannya.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (1)
  • yurriansan

    wow queenie galak dan mau bunuh diri, hmhh apa sebabnya ya?
    seru nih ceritanya.gayamu menceritakan juga asyik. tapi, sebagai pembaca, aku merasa tiap chapternya spti tanggung. padahal udah bagus dri atas. kurang klimaks aja. tapi mungin, kalau aku selesaiin bacanya, bakalan 'ngeh ni critanya.

    mampir2 juga ya ke Three boys and a man punya ku, :D

    Comment on chapter 02
Similar Tags
Can You Love Me? Please!!
29      13     0     
Romance
KIsah seorang Gadis bernama Mysha yang berusaha menaklukkan hati guru prifatnya yang super tampan ditambah masih muda. Namun dengan sifat dingin, cuek dan lagi tak pernah meperdulikan Mysha yang selalu melakukan hal-hal konyol demi mendapatkan cintanya. Membuat Mysha harus berusaha lebih keras.
Sekotor itukah Aku
193      60     0     
Romance
Dia adalah Zahra Affianisha. Mereka biasa memanggilnya Zahra. Seorang gadis dengan wajah cantik dan fisik yang sempurna ini baru saja menginjakkan kakinya di dunia SMA. Dengan fisik sempurna dan terlahir dari keluarga berada tak jarang membuat orang orang disekeliling nya merasa kagum dan iri di saat yang bersamaan. Apalagi ia terlahir dalam keluarga penganut islam yang kaffah membuat orang semak...
Rain
326      277     4     
Short Story
Hujan mengubah segalanya dan Hujan menjadi saksi cinta mereka yang akhirnya mereka sadari.
Kamu, Histeria, & Logika
417      57     0     
Romance
Isabel adalah gadis paling sinis, unik, misterius sekaligus memesona yang pernah ditemui Abriel, remaja idealis yang bercita-cita jadi seorang komikus. Kadang, Isabel bisa berpenampilan layaknya seorang balerina, model nan modis hingga pelayat yang paling berduka. Adakalanya, ia tampak begitu sensitif, tapi di lain waktu ia bisa begitu kejam. Berkat perkenalannya dengan gadis itu, hidup Abriel...
Ignis Fatuus
20      12     0     
Fantasy
Keenan and Lucille are different, at least from every other people within a million hectare. The kind of difference that, even though the opposite of each other, makes them inseparable... Or that's what Keenan thought, until middle school is over and all of the sudden, came Greyson--Lucille's umpteenth prince charming (from the same bloodline, to boot!). All of the sudden, Lucille is no longer t...
Anne\'s Daffodil
367      290     3     
Romance
A glimpse of her heart.
That Devil, I Love
96      45     0     
Romance
Tidak ada yang lebih menyakitkan bagi Airin daripada dibenci oleh seseorang yang sangat dicintainya. Sembilan tahun lebih ia memendam rasa cinta, namun hanya dibalas dengan hinaan setiap harinya. Airin lelah, ia ingin melupakan cinta masalalunya. Seseorang yang tak disangka kemudian hadir dan menawarkan diri untuk membantu Airin melupakan cinta masa lalunya. Lalu apa yang akan dilakukan Airin ? B...
One-room Couples
8      4     0     
Romance
"Aku tidak suka dengan kehadiranmu disini. Enyahlah!" Kata cowok itu dalam tatapan dingin ke arah Eri. Eri mengerjap sebentar. Pasalnya asrama kuliahnya tinggal dekat sama universitas favorit Eri. Pak satpam tadi memberikan kuncinya dan berakhir disini. "Cih, aku biarkan kamu dengan syaratku" Eri membalikkan badan lalu mematung di tempat. Tangan besar menggapai tubuh Eri lay...
Ich Liebe Dich
179      29     0     
Romance
Kevin adalah pengembara yang tersesat di gurun. Sedangkan Sofi adalah bidadari yang menghamburkan percikan air padanya. Tak ada yang membuat Kevin merasa lebih hidup daripada pertemuannya dengan Sofi. Getaran yang dia rasakan ketika menatap iris mata Sofi berbeda dengan getaran yang dulu dia rasakan dengan cinta pertamanya. Namun, segalanya berubah dalam sekejap. Kegersangan melanda Kevin lag...
ONE SIDED LOVE
7      4     0     
Romance
Pernah gak sih ngalamin yang namanya cinta bertepuk sebelah tangan?? Gue, FADESA AIRA SALMA, pernah!. Sering malah! iih pediih!, pedih banget rasanya!. Di saat gue seneng banget ngeliat cowok yang gue suka, tapi di sisi lain dianya biasa aja!. Saat gue baperan sama perlakuannya ke gue, dianya malah begitu juga ke cewek lain. Ya mungkin emang guenya aja yang baper! Tapi, ya ampun!, ini mah b...