Read More >>"> LEAD TO YOU (Lead To You - Part 17) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - LEAD TO YOU
MENU
About Us  

LEAD TO YOU – PART 17

*****

Pertemuan dijadwalkan di tempat yang sama, Aku tinggal di kamar bersama Lidya dan dua orang bodyguard di luar kamar. Aku berdoa semoga Alghaz bisa menahan emosinya. Aku dan Lidya terlalu gelisah berada di dalam kamar berjam-jam. Baru saja kami akan keluar kamar, Alghaz dan Omar masuk ke dalam ruangan.

Ekspresi Alghaz sangatlah kesal, “Kurang ajar! Bangsat! Bajingan!” maki Alghaz terus menerus sambil membuka jasnya dan melemparkannya dengan sekuat tenaga ke arah sofa. Omar duduk sambil menghela napas dan membuka kancing kemejanya, ekspresinya kurang lebih sama dengan Alghaz.

Ada apakah gerangan?

“Max tidak bisa diremehkan, penandatanganan perjanjian terpaksa ditunda karena keinginannya terlibat dalam semua pengambilan keputusan dalam proyek Grand Metier ini!”

Grand Metier adalah nama proyek Alghaz  dan Adam ini. “Tentu saja aku tidak setuju, aku dan Adam sebagai pengambil keputusan utama! Untuk apa dia ikut-ikut?” Alghaz mendengus, “Aku tidak akan menandatangani perjanjian apapun dengannya, kau dengar itu Omar!---Perintahkan detektif Baldi di Indonesia untuk mencari ayah Gadis, SEKARANG!!” perintahnya keras. Aku dan Lidya hampir melonjak karena kaget mendengar suaranya.

Omar dengan sigap langsung menggunakan ponselnya untuk menelepon.

“Gadis, siapa nama ayahmu? Informasikan pada Omar! Aku ingin hasilnya malam ini juga! Jadi besok aku tidak perlu menahan diri untuk tidak menghajar bajingan tua itu!” katanya.

Aku merasa tertusuk oleh kata-kata Alghaz barusan. Semua kekacauan ini baru awalnya, karena keberadaanku di sampingnya. Max menggunakan Alghaz untuk membalasku, dan menggunakan ayahku untuk membuatku dan Alghaz tidak berkutik sekarang. Mungkin seharusnya Alghaz tidak harus sepeduli ini pada ayahku.

“Alghaz, maafkan aku. Aku---“

“Harusnya kau juga tidak usah perduli pada ayahmu yang sudah menjualmu pada manusia bangsat itu!! Dia saja tidak perduli padamu!” bentaknya, membuatku syok. Alghaz sedang marah besar. Lidya meremas bahuku, memintaku bersabar.

Omar juga menghampiri Alghaz dan memegang bahunya. Tapi Alghaz menepisnya dan berjalan kasar menuju kamar mandi. Sepertinya ia memang marah besar karena menunda perjanjian berarti menunda pelaksanaannya. Omar mendekatiku dan memberikan penjelasan bahwa pertemuan tadi memang berjalan sangat menegangkan dan membuat emosi Alghaz pecah di sini. Karena ia tidak bisa melampiaskannya di ruangan tadi, itu semua karena ia memikirkan keselamatan ayahku. Ya Allah Alghaz.

Aku mengangguk ketika Omar dan Lidya pamit, setelah sebelumnya Omar bertanya tentang nama ayahku dan tempat tinggalku, untuk memudahkan pencarian. Omar menanyakan tentang foto ayahku, tapi aku tidak punya.

Aku menelan ludah ketika Alghaz keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan jubah mandinya, ia berjalan keluar balkon. Aku memberanikan diri menghampirinya, dan memeluknya dari belakang. Alghaz memegang tanganku yang melingkar di pinggangnya. Aku menyandarkan kepalaku di punggungnya, mendengarkan ritme jantungnya.

Kami tetap seperti itu selama beberapa saat.

Aku menangis di punggung Alghaz, merasa bingung dengan situasi yang terjadi sekarang. Alghaz membalik tubuhnya dan memelukku, tangannya menangkup pipiku, aku senang Alghaz selalu melakukan ini padaku. Aku merasa aman berada dalam genggamannya. Tangannya yang besar dan kuat seakan bisa mencakupku, melindungiku dari apapun. “Maafkan aku sayang, aku sudah membuatmu takut” katanya.

Aku menggeleng, “Aku yang harusnya minta maaf, ini semua terjadi karena masalahku. Mungkin seharusnya aku tidak perduli lagi pada ayahku. Tapi aku tidak bisa melakukan itu Al, malah sebaliknya, mungkin aku harus berterima kasih padanya, karena perbuatannyalah, sekarang aku berada dalam pelukanmu. Aku bertemu denganmu karena ayah menjualku ke Max dan aku melarikan diri. Allah menuntunku padamu, Allah mengirimmu untuk menjadi pelindungku. Haruskah aku marah padanya kalau aku sekarang bahagia bertemu denganmu dan menjadi milikmu?” Aku menyentuh tangan-tangan Alghaz di pipiku.

Senyum Alghaz mengembang dengan lesung pipinya yang dalam, mata coklatnya menatapku intens dan jarinya bergerak-gerak mengusap pipiku. “Ya sayang, maafkan aku” ia memelukku, “kita akan dapatkan ayahmu, dan aku akan menghajar pria brengsek itu karena berani mendekatimu!” geramnya.

Aku mengangguk di dadanya.

..

Malamnya, Alghaz mendapatkan kabar ayahku berhasil ditemukan dan diselamatkan. Kondisinya sangat membutuhkan perawatan rumah sakit. Aku lega dan sedih sekaligus, kejadian yang menimpanya ini mungkin menjadi penggugur dosa baginya. Alghaz pun lebih lega, dan besok adalah penentuan baginya untuk menentang Max dan mengibarkan bendera perang padanya!

“Tetap saja aku ingin kamu berhati-hati menghadapi Max, Al”

Alghaz mengangguk setuju.

..

Kami kembali ke Indonesia besoknya, setelah kesepakatan dilakukan, tanpa Max. Karena Mr. Jonathan sendiri tidak hadir di pertemuan hari ini dan tanpa kabar apapun. Tentu saja itu membuatku legaPerjalanan berjam-jam membuatku memilih lebih banyak memejamkan mata dalam pelukan suamiku, Alghaz.

Alghaz menautkan jari-jarinya pada jemariku ketika pilot mengumumkan bahwa pesawat akan landing beberapa detik lagi. Pegangan tanganku semakin erat seiring dengan bersentuhannya roda pesawat dengan landasan.  Pada saat pesawat sudah berhenti, ponsel Alghaz berbunyi notifikasi pesan masuk. Alghaz memeriksanya saat sudah berada dalam mobil. Sebuah pesan  yang  sepertinya Alghaz coba sembunyikan dariku. Aku hanya mendengarnya memaki pelan. Namun kuperhatikan raut wajahnya berubah setelah itu. Ia juga lebih banyak diam dan terkesan menghindariku.

Bu Ati dan Bu Ami menyambut kami dengan gembira. Tapi ada yang aneh dengan Alghaz semenjak turun dari mobil tadi. Ia sibuk terus dengan ponselnya, menggeser-geser layarnya, mengirim pesan ke beberapa orang, menelepon dan bicara dalam bahasa yang tidak aku mengerti sama sekali. Dan terakhir tadi ia bicara pada Omar dengan sangat serius. Sejak itu pula dia tidak bicara padaku atau menyentuhku.

*****

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (2)
  • Dreamon31

    @yurriansan terima kasih ya, oke aku mampir

    Comment on chapter Lead To You - Part 2
  • yurriansan

    Aku baru baca chapter 1, seru ceritanya. suka juga dengan gayamu bercrta.

    oh ya mmpir jg ya f crtaku. aku tggu kritik dan sarannya.
    judulnya : When He Gone
    trims

    Comment on chapter Lead To You - Part 1
Similar Tags
Luka Adia
7      3     0     
Romance
Cewek mungil manis yang polos, belum mengetahui apa itu cinta. Apa itu luka. Yang ia rasakan hanyalah rasa sakit yang begitu menyayat hati dan raganya. Bermula dari kenal dengan laki-laki yang terlihat lugu dan manis, ternyata lebih bangsat didalam. Luka yang ia dapat bertahun-tahun hingga ia mencoba menghapusnya. Namun tak bisa. Ia terlalu bodoh dalam percintaan. Hingga akhirnya, ia terperosok ...
NIAGARA
3      3     0     
Short Story
 \"Apa sih yang nggak gue tau tentang Gara? Gue tau semua tentang dia, bahkan gue hafal semua jadwal kegiatan dia. Tapi tetap aja tuh cowok gak pernah peka.\" ~Nia Angelica~
Antara Depok dan Jatinangor
4      4     0     
Romance
"Kan waktu SMP aku pernah cerita kalau aku mau jadi PNS," katanya memulai. "Iya. Terus?" tanya Maria. Kevin menyodorkan iphone-nya ke arah Maria. "Nih baca," katanya. Kementrian Dalam Negeri Institut Pemerintahan Dalam Negeri Maria terperangah beberapa detik. Sejak kapan Kevin mendaftar ke IPDN? PrajaIPDN!Kevin × MahasiswiUI!Maria
Tentang Hati Yang Patah
5      5     0     
Short Story
Aku takut untuk terbangun, karena yang aku lihat bukan lagi kamu. Aku takut untuk memejam, karena saat terpejam aku tak ingin terbangun. Aku takut kepada kamu, karena segala ketakutanku.bersumber dari kamu. Aku takut akan kesepian, karena saat sepi aku merasa kehilangan. Aku takut akan kegelapan, karena saat gelap aku kehilangan harapan. Aku takut akan kehangatan, karena wajahmu yang a...
Kuncup Hati
423      308     4     
Short Story
Darian Tristan telah menyakiti Dalicia Rasty sewaktu di sekolah menengah atas. Perasaan bersalah terus menghantui Darian hingga saat ini. Dibutuhkan keberanian tinggi untuk menemui Dalicia. Darian harus menjelaskan yang sebenarnya terjadi. Ia harus mengungkapkan perasaan sesungguhnya kepada Dalicia.
MASIHKAH AKU DI HATIMU?
3      3     0     
Short Story
Masih dengan Rasa yang Sama
Sepasang Mata di Balik Sakura (Complete)
80      5     0     
Romance
Dosakah Aku... Jika aku menyukai seorang lelaki yang tak seiman denganku? Dosakah Aku... Jika aku mencintai seorang lelaki yang bahkan tak pernah mengenal-Mu? Jika benar ini dosa... Mengapa? Engkau izinkan mata ini bertemu dengannya Mengapa? Engkau izinkan jantung ini menderu dengan kerasnya Mengapa? Engkau izinkan darah ini mengalir dengan kencangnya Mengapa? Kau biarkan cinta ini da...
The Eternal Love
227      58     0     
Romance
Hazel Star, perempuan pilihan yang pergi ke masa depan lewat perantara novel fiksi "The Eternal Love". Dia terkejut setelah tiba-tiba bangun disebuat tempat asing dan juga mendapatkan suprise anniversary dari tokoh novel yang dibacanya didunia nyata, Zaidan Abriana. Hazel juga terkejut setelah tahu bahwa saat itu dia tengah berada ditahun 2022. Tak hanya itu, disana juga Hazel memili...
Cinta Tau Kemana Ia Harus Pulang
84      23     0     
Fan Fiction
sejauh manapun cinta itu berlari, selalu percayalah bahwa cinta selalu tahu kemana ia harus pulang. cinta adalah rumah, kamu adalah cinta bagiku. maka kamu adalah rumah tempatku berpulang.
Say Your Love
282      227     2     
Short Story
Dien tak pernah suka lelaki kutu buku sebelumnya. Mereka aneh, introvert, dan menyebalkan. Akan tetapi ada satu pengecualian untuk Arial, si kutu buku ketua klub membaca yang tampan.