Read More >>"> Army of Angels: The Dark Side (Tetap Pada Rencana!) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Army of Angels: The Dark Side
MENU
About Us  

"Taring satu sudah diposisi!"

"Taring dua sudah diposisi!"

"Siap mengigit target kapanpun!"

Itu tandanya! Sekarang tinggal menunggu tanda dari komandan. 

Tapi, ini aneh? Kenapa lama sekali?

Bukankah seharusnya komandan sudah mendapatkan sinyal dari radionya? 

Mendapat keanehan ini, akhirnya aku memutuskan untuk merangkak kembali ke belakang ke tempat komandan berada.

Namun, situasi di belakangku benar-benar kacau. Terlihat 4 anggotaku yang tersisa berusaha terus menembak musuh di depan, sebagian dipenuhi luka ditubuhnya.

"A-Apa!"

Sial, kenapa disaat seperti ini!

Menghampiri anggota reguku yang tersisa aku menggunakan radioku,

"K-Komandan... Gugur!" 

"Apa!"  Sontak saja mereka berdua terkaget atas berita itu.

Kebimbangan terjadi, terutama kedua pemimpin serangan itu mulai ragu dan kebingungan. Mereka sempat berdebat dan ingin memutuskan untuk mundur.

Apa maksut mereka? Bukankah disaat seperti ini tidak ada pilihan lain?

"Kita tidak bisa mundur! Tetap pada rencana! Aku ambil alih! " Melalui radio aku memberitahu mereka.

"Apa? Apa maksutmu! Apakah kau berniat melanjutkan? Bukankah kita baru saja kehilangan Koman-" Ucap Letda Danish.

"Letda! Peltu Glen benar! Kita tidak bisa mundur setelah sampai sejauh ini!" Lettu Danish memotong ucapan Letda Danish.

Karena Lettu Danish telah setuju, maka tanpa protes lagi Letda Harish pun mengalah.

"Dalam hitungan ketiga kita serang!"

"Baiklah. Kami siap!"  Ucap Lettu Danish melalui radio.

"Kami juga. Menunggu aba-aba!"Ucap Letda Harish.

"Baik! Satu,"

" Dua,"

"Tiga!" " Regu tiga!! Serang!!!"

Bersama regu yang telah berada disayap, kami sisa dari regu 3 ikut menyerbu musuh.

Baku tembak terjadi. Namun, karna mendapatkan serangan dadakan dari ketiga arah mereka kelabakan dan panik, perlawanan terjadi dengan tambah serampangan dari mereka sehingga tak perlu waktu lama bagi kami untuk membereskan mereka.

•••

Pertempuran kali ini telah usai dengan kami sebagai pemenangnya.

Rupanya benar prediksiku, jumlah mereka hanya ada 24 orang. 

Karena terkepung 3 orang dari mereka menyerah sementara 21 orang telah tewas dalam baku tembak tadi. 

Aku sendiri berhasil membunuh 7  orang dalam pertempuran ini.

Melihat tubuh orang orang yang tewas itu membuat tanganku tidak henti hentinya bergetar. Entah kenapa rasa bersalah telah merengut nyawa orang menyelimutiku. 

Aku tahu mereka itu penjahat, tetapi tetap saja. Rasa sesal ini tidak dapat kuhilangkan.

•••

"Laporkan kondisi!" Lettu Harish memberikan perintah.

" Lapor! Kita kehilangan 18 orang termasuk Komandan Vince dan Letda Danish. Saya sendiri telah kehilangan 6 anggota! Jumlah keseluruhan: 
Regu 1 kehilangan 1 anggota, 
Regu 2 : 4 anggota, 
Regu 3 : 6 anggota, 
Regu 4 : 3 anggota dan,
Regu 5 : 2 anggota. " Dengan berat aku menyampaikan itu. 

Kemenangan kami kali ini dibayar mahal dengan banyaknya korban yang juga banyak berjatuhan dipihak kami.

Bagiku Kapten Vince sudah seperti pamanku sendiri namun sepertinya takdir telah berkata lain. 

Lebih menyakitkan, aku kehilangan 6 anggota yang berada dalam kepemimpinanku. Itu adalah jumlah terbanyak korban yang ada dalam masing masing regu. Selain dari regu yang dipimpin oleh Letda Danish. 

Sial! Aku adalah pemimpin yang menyedihkan. 

Tapi ini bukan waktunya bersedih. Ini adalah medan perang. 

Aku harus tegar dan tidak boleh telat lagi dalam mengambil keputusan agar anggota reguku tidak ada yang bernasib sama dengan mereka.

 

•••

"Maaf telah menyalahi rantai komando, dan lancang mengambil alih seenaknya tadi, Lettu." 

"Tidak apa! Keputusanmu menyelamatkan kita tadi! Kerja bagus Peltu Glen! Namun Tetap waspada! Kita tidak tau kapan bala bantuan musuh akan datang! "

''Baik!"

Kamipun terus waspada. Namun, sampai bantuan datang rupanya tidak ada pasukan besar musuh yang menyerang. 

Hanya sebagian kecil saja musuh yang masih menembaki kami dan lari kembali ke hutan. 

Dengan itupun pertempuran hari pertama berakhir.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (10)
  • Lana_Eka

    Gimana dengan chap terbaru ini(31)? Terlalu menyeramkan? Terlalu intens atau malah kurang intens😅? Untuk scene pertempuran memang saya buat se-nyata mungkin sehingga banyak unsur pembunuhan. Kan ngk lucu kalo pertempuran cuma babak belur dan pingsan😅 . Jangan lupa kasih 👍 dan komennya ya😉. Terima kasih🙏

    Comment on chapter Amukan Orxsia
  • Lana_Eka

    @fitfitfit Oke & thanks dah baca 👍

    Comment on chapter Prolog
  • fitfitfit

    Jangan lupa mampir ke ceritaku ya

    Comment on chapter Prolog
  • fitfitfit

    Bagus ceritanya. Lucu

    Comment on chapter Prolog
  • Lana_Eka

    @Sarwendah makasih sarannya. Kedepannya akan saya perbaiki.

    Comment on chapter Prolog
  • Sarwendah

    Ceritanya udah bagus. Tapi lebih diperhatikan lagi PUBI nya ya. Biar makin keren.

    Comment on chapter Prolog
  • yurriansan

    Udah serius bca prolog, eeeh cma mimpi. :D. Kocak. Diksinya bgus. Seru.
    Bru bca prlog. Next aku lnjutin

    Kmu jga boleh krtik & saran ke ceritaku.

    Comment on chapter Prolog
  • AdRoffie

    Nice

    Comment on chapter Prolog
  • Lana_Eka

    @shanntr Thanks review-nya🙏. Dengan senang hati akan saya kunjungi..😊

    Comment on chapter Chapter 2 part 3
  • shanntr

    ceritanya seru,lanjutakann
    semangat ya?:))
    kunjungi story ku juga kalo sempet.. hehe;)

    Comment on chapter Prolog
Similar Tags
Masa Lalu di Balik Bola Kristal
5      5     0     
Short Story
Sekarang aku mengerti. Tidak ada lagi alasanku untuk menolak memenuhi permintaan Livi. Aku mengerti. Andai aku terbidik panah beracun itu, pasti saat ini akulah yang sedang berada dalam kondisi sekarat.
Awal Akhir
4      4     0     
Short Story
Tentang pilihan, antara meninggalkan cinta selamanya, atau meninggalkan untuk kembali pada cinta.
Anne\'s Daffodil
367      290     3     
Romance
A glimpse of her heart.
Kare To Kanojo
71      15     0     
Romance
Moza tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menginjak Negara Matahari ini. Bertemu dengan banyak orang, membuatnya mulai mau berpikir lebih dewasa dan menerima keadaan. Perbedaan budaya dan bahasa menjadi tantangan tersendiri bagi Moza. Apalagi dia harus dihadapkan dengan perselisihan antara teman sebangsa, dan juga cinta yang tiba-tiba bersemayam di hatinya. DI tengah-tengah perjua...
Shut Up, I'm a Princess
11      7     0     
Romance
Sesuai namanya, Putri hidup seperti seorang Putri. Sempurna adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kehidupan Putri. Hidup bergelimang harta, pacar ganteng luar biasa, dan hangout bareng teman sosialita. Sayangnya Putri tidak punya perangai yang baik. Seseorang harus mengajarinya tata krama dan bagaimana cara untuk tidak menyakiti orang lain. Hanya ada satu orang yang bisa melakukannya...
Rumah
5      5     0     
Short Story
Sebuah cerita tentang seorang gadis putus asa yang berhasil menemukan rumah barunya.
Apartemen No 22
5      5     0     
Short Story
Takdir. Tak ada yang tahu kemana takdir akan menuntun kita. Kita sebagai manusia, hanya bisa berjalan mengikuti arus takdir yang sudah ditentukan.
Man in a Green Hoodie
52      12     0     
Romance
Kirana, seorang gadis SMA yang supel dan ceria, telah memiliki jalan hidup yang terencana dengan matang, bahkan dari sejak ia baru dilahirkan ke dunia. Siapa yang menyangka, pertemuan singkat dan tak terduga dirinya dengan Dirga di taman sebuah rumah sakit, membuat dirinya berani untuk melangkah dan memilih jalan yang baru. Sanggupkah Kirana bertahan dengan pilihannya? Atau menyerah dan kem...
Rindumu Terbalas, Aisha
316      241     0     
Short Story
Bulan menggantung pada malam yang tak pernah sama. Dihiasi tempelan gemerlap bintang. Harusnya Aisha terus melukis rindu untuk yang dirindunya. Tapi kenapa Aisha terdiam, menutup gerbang kelopak matanya. Air mata Aisha mengerahkan pasukan untuk mendobrak gerbang kelopak mata.
Blue Rose
5      5     0     
Romance
Selly Anandita mengambil resiko terlalu besar dengan mencintai Rey Atmaja. Faktanya jalinan kasih tidak bisa bertahan di atas pondasi kebohongan. "Mungkin selamanya kamu akan menganggapku buruk. Menjadi orang yang tak pantas kamu kenang. Tapi rasaku tak pernah berbohong." -Selly Anandita "Kamu seperti mawar biru, terlalu banyak menyimpan misteri. Nyatanya mendapatkan membuat ...