Read More >>"> Army of Angels: The Dark Side (Duel Part 3) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Army of Angels: The Dark Side
MENU
About Us  

Mereka berdua kembali beradu pedang lagi. Tetapi kali ini ada yang berbeda. Kali ini Glen terlihat sedikit bisa menyeimbangi pola serangan wanita itu. Bahkan dia bisa mengores armor logam yang dikenakan oleh wanita itu.


“ Ternyata kau boleh juga. Tiba-tiba kau bisa memberikan sedikit perlawanan terhadapku. Tapi percuma, yang bisa kau lakukan hanya mengores saja. Mana kesombonganmu tadi? Sebaiknya kau menyerah dan akan ku eksekusi kau tanpa rasa sakit!” Ujar wanita itu.


“Hah? Menyerah katamu? Jika hasilnya sama-sama mati, kenapa aku harus menyerah? Apa kau bodoh? Entah apa kau memang sedikit memiliki  jiwa ksatria atau otakmu memang sudah konslet! ” Glen membalas perkataan wanita itu dengan ejekan.


“Baiklah, jika itu adalah keinginanmu. Bersiaplah untuk mati!” Wanita itu berkata kepada Glen dengan dingin, tapi seberkas urat keluar dari pelipisnya yang menandakan dia sangat marah saat ini.


Wanita itupun kembali menerjang dan menyerang Glen. Pertarunganpun berlanjut.
Luka sayatan pedang memenuhi tubuh Glen. Tak ayal darah bercucuran dari luka itu dan membasahi pakaian Glen. 


Walaupun sudah menerima informasi dari Sistem mengenai pola pergerakan dan prediksi mentahnya. Tapi, wanita itu benar-benar sulit dikalahkan. Pola serangannya berubah-ubah dan prediksi Glen seolah-olah tidak berguna. Glen benar-benar terpojokan dengan keadaan saat ini. Pengalaman bertarung mereka berbeda jauh. Hingga akhirnya..


Jlebb..

Sebuah pedang menusuk menembus perut Glen. Rasa Panas dan perih mengitari perut dan  punggung Glen saat ini.


“Kuhh” Darah keluar dari mulut Glen.


“Cukup. kurasa aku sudah cukup bermain-main denganmu. Sekarang, pergilah ke neraka!” Ujar wanita itu  sembari menarik pedangnya dengan menendang tubuh Glen.


Glen jatuh  menghadap keatas. Pedang telah lepas dari genggaman dan darah mulai merembes mengalir keluar dari lukanya. Tapi anehnya, dia  malah  bergumam sendiri  kemudian tersenyum kecil.


Melihat hal inipun, wanita itu bertanya-tanya,


“Kenapa kau tersenyum? Bukankah kau akan mati? Apakah kau berniat mengejekku lagi?” 
Tiba-tiba sebuah lingkaran sihir muncul dari tempat wanita itu berpijak. Melihat dibawahnya ada sebuah lingkaran sihir, wanita itupun menghindar dengan melompat ke belakang. Namun, lingkaran sihir itu muncul lagi dipijak nya seolah mengikuti atau menjadi bayangannya.


“Sial...K-kau!” Mengetahui bahwa menghindar adalah percuma, wanita itu kemudian berlari ke arah Glen hendak menyerangnya.


Tanpa menjawab pertanyaan wanita itu Glen tiba-tiba berteriak.


“Penjara es!!”


Sebuah es keluar dari tempat berpijak wanita itu. Tanpa sempat bereaksi, wanita itu terkurung didalam es.


“A Apa ini? Kau masih punya kekuatan untuk menggunakan sihir"Ujar Wanita itu yang kini sudah berada didalam penjara es.


“Baiklah.. sekarang berarti aku adalah pemenangnya.” Perlahan Glen berusaha bangkit sembari memegang perutnya yang bersimbah darah.


“Aku terkejut kau bisa menggunakan sihir ku. Tapi, kau pikir penjara lemah seperti ini dapat menghentikanku?” wanita itu berkata dengan dingin seolah mengejek apa yang dilakukan Glen. Tapi apa yang dikatakannya memang benar. Es itu terlihat lebih tipis dari sihir es yang gunakan wanita itu.


«Air yang memberikan kehidupan. Yang terdiri atas berbagai wujud. Aku perintahkan hancurkan es ini hingga berkeping-keping!» 
Mengikuti mantra yang dipanjatkan wanita itu, es itu pun hancur dan leleh.


Glen  tak percaya dengan apa yang  dilihatnya itu. Kini dia hanya bisa pasrah. Pandangannya kabur karna kehilangan banyak darah. Dengan terhuyung, dia terjatuh ke depan dengan posisi bersimpuh.


“Kau pikir es akan berpengaruh terhadapku yang menguasai elemen air?.. Baguslah, sepertinya sekarang kau sudah menerima takdirmu. Akan  ku akhiri penderitaanmu!”


Wanita itu pun berdiri di depan Glen yang tengah bersimpuh kemudian menghunuskan pedangnya ke atas. Glen yang melihat ini hanya bisa pasrah dan memejamkan matanya. Sebuah ayunan pedang mengarah ke leher Glen.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (10)
  • Lana_Eka

    Gimana dengan chap terbaru ini(31)? Terlalu menyeramkan? Terlalu intens atau malah kurang intens😅? Untuk scene pertempuran memang saya buat se-nyata mungkin sehingga banyak unsur pembunuhan. Kan ngk lucu kalo pertempuran cuma babak belur dan pingsan😅 . Jangan lupa kasih 👍 dan komennya ya😉. Terima kasih🙏

    Comment on chapter Amukan Orxsia
  • Lana_Eka

    @fitfitfit Oke & thanks dah baca 👍

    Comment on chapter Prolog
  • fitfitfit

    Jangan lupa mampir ke ceritaku ya

    Comment on chapter Prolog
  • fitfitfit

    Bagus ceritanya. Lucu

    Comment on chapter Prolog
  • Lana_Eka

    @Sarwendah makasih sarannya. Kedepannya akan saya perbaiki.

    Comment on chapter Prolog
  • Sarwendah

    Ceritanya udah bagus. Tapi lebih diperhatikan lagi PUBI nya ya. Biar makin keren.

    Comment on chapter Prolog
  • yurriansan

    Udah serius bca prolog, eeeh cma mimpi. :D. Kocak. Diksinya bgus. Seru.
    Bru bca prlog. Next aku lnjutin

    Kmu jga boleh krtik & saran ke ceritaku.

    Comment on chapter Prolog
  • AdRoffie

    Nice

    Comment on chapter Prolog
  • Lana_Eka

    @shanntr Thanks review-nya🙏. Dengan senang hati akan saya kunjungi..😊

    Comment on chapter Chapter 2 part 3
  • shanntr

    ceritanya seru,lanjutakann
    semangat ya?:))
    kunjungi story ku juga kalo sempet.. hehe;)

    Comment on chapter Prolog
Similar Tags
About Us
18      7     0     
Romance
Cinta segitiga diantara mereka...
Wake Me Up With Amnesia
2      2     0     
Short Story
who would have thought that forgetting a past is a very difficult thing
Benang Merah, Cangkir Kopi, dan Setangan Leher
4      4     0     
Romance
Pernahkah kamu membaca sebuah kisah di mana seorang dosen merangkap menjadi dokter? Atau kisah dua orang sahabat yang saling cinta namun ternyata mereka berdua ialah adik kakak? Bosankah kalian dengan kisah seperti itu? Mungkin di awal, kalian akan merasa bahwa kisah ini sama seprti yang telah disebutkan di atas. Tapi maaf, banyak perbedaan yang terdapat di dalamnya. Hanin dan Salwa, dua ma...
Renjana: Part of the Love Series
3      3     0     
Romance
Walau kamu tak seindah senja yang selalu kutunggu, dan tidak juga seindah matahari terbit yang selalu ku damba. Namun hangatnya percakapan singkat yang kamu buat begitu menyenangkan bila kuingat. Kini, tak perlu kamu mengetuk pintu untuk masuk dan menjadi bagian dari hidupku. Karena menit demi menit yang aku lewati ada kamu dalam kedua retinaku.
Foxelia
17      14     0     
Action
Red Foxelia, salah satu stuntman wanita yang terkenal. Selain cantik, rambut merahnya yang bergelombang selalu menjadi bahan bicara. Hidupnya sebagai aktor pengganti sangatlah damai sampai akhirnya Red sendiri tidak pernah menyangka bahwa ia harus melakukan aksi berbahayanya secara nyata saat melawan sekelompok perampok.
Zo'r : The Teenagers
25      12     0     
Science Fiction
Book One of Zo'r The Series Book Two = Zo'r : The Scientist 7 orang remaja di belahan dunia yang berbeda-beda. Bagaimana jadinya jika mereka ternyata adalah satu? Satu sebagai kelinci percobaan dan ... mesin penghancur dunia. Zo'r : The Teenagers FelitaS3 | 5 Juni - 2 September 2018
She Is Mine
2      2     0     
Romance
"Dengerin ya, lo bukan pacar gue tapi lo milik gue Shalsa Senja Arunika." Tatapan Feren makin membuat Shalsa takut. "Feren please...," pinta Shalsa. "Apa sayang?" suara Feren menurun, tapi malah membuat Shalsa bergidik ketakutan. "Jauhin wajah kamu," ucapnya. Shalsa menutup kedua matanya, takut harus menatap mata tajam milik Feren. "Lo pe...
Waiting
4      4     0     
Short Story
Maukah kamu menungguku? -Tobi
Sweet Pea
25      11     0     
Romance
"Saya mengirim Kalian berdua ke alam itu bukan untuk merubah 'segala'nya. Saya hanya memberi jalan kearah 'happy ending'. Hanya itu." [Aku akan membenarkan yang typo secepatnya]
Mawar Putih
1203      623     3     
Short Story
Dia seseorang yang ku kenal. Yang membuatku mengerti arti cinta. Dia yang membuat detak jantung ini terus berdebar ketika bersama dia. Dia adalah pangeran masa kecil ku.