Read More >>"> Army of Angels: The Dark Side (Duel) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Army of Angels: The Dark Side
MENU
About Us  

Gedebuk... Gedebuk... Gedebuk..

Suara langkah kuda menghentak tanah mulai terdengar mendekat ke arah desa.

Orxsia dan beberapa pemuda desa termasuk Elf pria itu berdiri di depan pintu masuk desa menyambut rombongan berkuda itu. Mereka memegang senjata hasil rampasan dari penjahat yang menyerang mereka kemarin.

Ketika rombongan itu melihat ada seorang Orc tengah berdiri didepan pintu masuk desa mereka pun memutuskan untuk menjaga jarak dari Orc itu.

"Orc? Apakah dia adalah komplotan penjahat yang dibicarakan itu?"

"Sepertinya benar. Lihatlah penampilannya! Dia terlihat kuat. Lagipula, bukankah para penduduk disini adalah para petani? Sedangkan mereka adalah bersenjata lengkap. Tidak salah lagi... Kepung mereka!!" Salah seorang yang memiliki baju besi  yang menutupi seluruh tubuh tubuh dan memakai penutup kepala yang tidak memperlihatkan wajahnya meneruskan perintah.

Menyaut perintah yang diberikan, pasukan yang mengendarai kuda berjumlah 10 orang itu mulai mengelilingi dan mengepung Orxsia beserta para pemuda dan pria dewasa yang berada di pintu masuk desa itu. Mereka mulai menghunuskan pedangnya ke arah Orxsia.

Orxsia yang melihat dia dikepung pasukan berkuda mulai berusaha mencari jalan keluar terbaik. Sudah jelas mereka tidaklah bersahabat. Orxsia mulai mengangkat tombaknya.

"Kalian semua tenanglah dan hunuskan senjata kalian!" Orxsia memberi perintah kepada orang-orang disekitar nya.

Mereka memang sudah berlatih bertarung, tetapi mereka baru berlatih bertarung 1 lawan 1 dan tidak pernah mengira akan menghadapi pasukan berkuda. Karena alasan itu pula, kini mereka mulai berkeringat dingin dan gugup.

"Kalian menyerahlah!! Kalian tidak mungkin memang dari kami!! Cepat buang senjata kalian!!" Salah seorang penunggang kuda memberikan peringatan kepada Orxsia dan orang-orangnya.

"Hei-hei.. kalian yang harus menyerah tahu! Apa kalian ingin kehilangan kepala komandan kalian?" Sebuah suara pria memecah ketegangan yang terjadi diantara kedua pasukan.

Terlihat Seorang pria yang mengenakan Chain Mail( Pelindung tubuh rantai) sedang menunggang kuda bersama seseorang yang memakai armor full body. Pria tadi adalah Glen yang tengah menodongkan pedangnya dileher komandan dari orang-orang itu.

"Oh.. rupanya kau adalah wanita? Aku tidak menyangka komandan kalian adalah wanita. Baiklah.. Cepat buang senjata kalian!! Dan turun dari kuda kalian!! Atau aku akan segera memutuskan leher wanita ini!!" Glen memberi kan perintah kepada orang-orang yang memakai kuda tadi.

Menuruti perintah Glen, orang-orang tadi mulai menyerah dan turun dari kuda mereka. Orxsia dan teman-teman nya sekarang sibuk  mengambil senjata dan berniat mengikat mereka. Rencana mereka berhasil. Sebenarnya Orxsia itu cuma sebagai umpan untuk Glen bisa  mencari pemimpin dari para prajurit itu dan mengalahkannya apabila memungkinkan.

"Sial... Siapa kau..." 

Srrkk... 'Aku akan menunggumu'.. 
Hah! Suara ini? 
Sepertinya aku pernah mendengar suara ini sebelumnya. Tapi dimana?
Glen mulai memikirkan semua itu.

"Tuan, kami telah selesai mengikat mereka."

"Eh... Baiklah aku akan segera turun."

 Glen yang tersadar dari pemikiran singkatnya segera membuang senjata milik Wanita ber-armor didepannya dan menyuruhnya turun sembari mengunci kedua tangannya dibelakang. Sesampainya ditempat teman-teman nya yang lain, dia kemudian juga diikat.

"Baiklah-baiklah... Sekarang. Siapa kalian sebenarnya?"

"Kau pikir kami akan mengatakan kepadamu! Dasar penjahat licik. Hanya berani mengendap-endap seperti tikus. Hadapi aku secara ksatria!" seru wanita ber-armor membentak Glen.

"Tapi, bukankah kau wanita? Bukankah ksatria itu adalah pria? Apa dia sedang bergurau? Lagian, siapa yang suruh tidak waspada hahaha. Kalaupun aku serius, sudah pasti kepalamu lepas dari tubuhmu tadi!"

"Cih, omong kosong apa yang kau katakan? Cepat kau lepaskan aku dan kita buktikan siapa yang bergurau sekarang!!"

"Hm. Menarik... Baiklah, mungkin ini akan menjadi hiburanku sebelum aku berangkat. Orxsia! Cepat lepaskan dia! Sepertinya dia ingin bertarung 1 lawan 1 "

"Baik Tuan."

Karena merasa tertantang Glen akhirnya menyetujui duel yang disuarakan wanita ber-armor itu.

kini, mereka berdua berhadapan di jarak sekitar 10m. Duel yang dilakukan ini disaksikan langsung oleh Orxsia dan pemuda-pemuda desa beserta orang-orang yang terikat yang berada ditempat lumayan jauh agar aman.

"Kalahkan dia Putri!"

" Jadikan omong kosong itu kembali ke penjahat itu, putri!" 

"Tunjukan kekuatan dari orang berperingkat satu di Akademi kesatria!"

Satu persatu  para penunggang kuda itu memberikan dukungan kepada wanita ber-armor ini.

"Putri? Dia? Sepertinya ada yang tidak beres disini?" Glen memikirkan itu saat melihat wanita ber-armor itu mulai menarik senjatanya dan diteriaki oleh para penunggang kuda yang tengah terikat itu.

« Wahai Dewi Air yang penuh kasih. Sumber dari kehidupan. Berikanlah kekuatan kepadaku untuk menghukum dan memurnikan orang yang berdosa ini. »

Wanita ber-armor itu mengatakan itu sembari  menarik pedangnya. Saat pedang itu keluar dari sarungnya, pedang itu diselimuti oleh air berwarna biru cerah, kemudian air itu terserap masuk kedalam pedang itu.

[ Peringatan : Jumlah energi magic besar terdeteksi! Solusi : pengaktifan auto battle dipersiapkan? Ya atau Tidak? ] 

[Pemberitahuan: Skill Learn Diaktifkan]

[Pemberitahuan; Skill Learn: Diaktifkan.Mempelajari pola serangan musuh.Proses : berjalan]

"Hah??... Sial sepertinya aku meremehkannya... Ya.." Glen segera menjawab pertanyaan sistem mengenai pengaktifan auto-battle. Disaat itu pula wanita itu menghilang.

"Apa!!"

CLANGG...
Suara benturan antara   pedang milik Glen dengan pedang wanita itu terdengar. 

"Sial... Kenapa tiba-tiba dia muncul dikiriku? Sedetik saja telat mati aku!"

Berkat reflek dari auto battle, Glen berhasil menahan serangan tiba-tiba yang dilancarkan Wanita ber-armor itu.
"Reflek yang lumayan bagus. Tapi,"

« Dewi air yang pengasih. Kurunglah dia, jadikan airmu penjara yang akan memurnikan dia. Water prison »

Melihat Wanita itu memanjatkan mantra aneh lagi dan mulai muncul nya embun disekitar Glen membuat Glen curiga dan segera menghindar dengan cara melompat dan berlari menjauh.

Benar saja! Dari tanah pijakan Glen sebelumnya muncul sebuah bongkahan Es besar yang mungkin berfungsi sebagai penjara. Sebuah keputusan yang tepat dari Glen. 

"Cih" wanita itu mendecakkan lidahnya.

Melihat mantra-mantra tidak efektif, wanita itu segera menerjang menyerang Glen.

Clang...Clang..clang...

Pedang mereka mulai beradu dengan sangat keras... Percikan petir keluar dari pedang Glen sementara percikan air keluar dari pedang wanita ber-armor itu. Disaat Glen hendak menebas tubuh wanita itu,  Tubuhnya menghilang lagi!!

"Sial dimana dia" Glen menengok ke berbagai arah berusaha mencari keberadaan wanita itu.

Disela pepohonan..
«Dewi air yang pengasih. Potonglah dia dan belahlah tubuhnya dengan airmu.Great Water Blade.»

Sebuah kilatan  membelah udara mengikuti pola horizontal panjang, dan berusaha menerjang melewati Glen dari arah kanan ke arah kiri.

Glen yang masih menggunakan reflek segera tiarap guna menghindari lintasan kilatan cahaya biru itu. Cahaya itu melewati dan memotong apapun yang ada didepannya. Kondisi Depan desa yang penuh pepohonan, sekarang pohon itu tumbang mengikuti pola juring lingkaran.

"Sial... Apa-apan itu? Hah! Ini air! Jadi dia menggunakan sihir yang dapat mengeluarkan dan mengompresikan air bertekanan tinggi huh? Sialan... Ini tidak bagus. Bagaimana caraku mengalahkannya?.. Ah sepertinya aku ada ide!"

*

"Hei kau wanita menyebalkan yang mengaku ksatria! Apa cuma segini kemampuanmu? Bukankah ksatria adalah orang yang bertarung secara adil dan tidak menggunakan cara licik seperti ini? Sebenarnya kau itu ksatria atau penyihir licik? Apa yang ingin kau buktikan? Bahwa omonganmu benar-benar omong kosong?"

Glen yang masih tiarap meneruskan kalimat itu berusaha memancing dan memanas-manasi wanita ber-armor itu. Dia tahu bahwa pertarungan jarak jauh menggunakan sihir akan sangat tidak menguntungkan Glen yang tidak dapat menggunakan sihir sehingga dia memancingnya untuk pertarungan jarak dekat.

"Wah.. orang itu beneran akan mati!!"

"Sudah lama Putri tidak dibuat Semarah itu!"

"Yah.. sekarang aku kasihan kepada pria itu."

Satu persatu orang yang terikat itu mengomentari apa yang sedang terjadi di duel itu.

Muncul diatas pohon yang tumbang didepan Glen, seorang wanita ber-armor yang telah melepas helm yang menutupi kepalanya. Dia memiliki rambut panjang berwarna putih keperakan tergerai melambai-lambai tertiup angin. Wajahnya bisa dibilang sangat cantik dengan kulit putih   bersih. Namun, berlainan dengan kecantikan itu, kini wajahnya menampakan raut muka jengkel dengan urat keluar dikeningnya yang menandakan bahwa dia tengah benar-benar marah sekarang.

 

"Bersiaplah untuk mati!!" wanita itu mengatakan dengan dingin.


"Sepertinya aku sudah keterlaluan! Sial, sepertinya beneran habis aku kali ini!!" Glen memandang wanita  yang tengah memancarkan  kemarahan di depannya hanya bisa memikirkan hal itu.

How do you feel about this chapter?

0 1 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (10)
  • Lana_Eka

    Gimana dengan chap terbaru ini(31)? Terlalu menyeramkan? Terlalu intens atau malah kurang intens😅? Untuk scene pertempuran memang saya buat se-nyata mungkin sehingga banyak unsur pembunuhan. Kan ngk lucu kalo pertempuran cuma babak belur dan pingsan😅 . Jangan lupa kasih 👍 dan komennya ya😉. Terima kasih🙏

    Comment on chapter Amukan Orxsia
  • Lana_Eka

    @fitfitfit Oke & thanks dah baca 👍

    Comment on chapter Prolog
  • fitfitfit

    Jangan lupa mampir ke ceritaku ya

    Comment on chapter Prolog
  • fitfitfit

    Bagus ceritanya. Lucu

    Comment on chapter Prolog
  • Lana_Eka

    @Sarwendah makasih sarannya. Kedepannya akan saya perbaiki.

    Comment on chapter Prolog
  • Sarwendah

    Ceritanya udah bagus. Tapi lebih diperhatikan lagi PUBI nya ya. Biar makin keren.

    Comment on chapter Prolog
  • yurriansan

    Udah serius bca prolog, eeeh cma mimpi. :D. Kocak. Diksinya bgus. Seru.
    Bru bca prlog. Next aku lnjutin

    Kmu jga boleh krtik & saran ke ceritaku.

    Comment on chapter Prolog
  • AdRoffie

    Nice

    Comment on chapter Prolog
  • Lana_Eka

    @shanntr Thanks review-nya🙏. Dengan senang hati akan saya kunjungi..😊

    Comment on chapter Chapter 2 part 3
  • shanntr

    ceritanya seru,lanjutakann
    semangat ya?:))
    kunjungi story ku juga kalo sempet.. hehe;)

    Comment on chapter Prolog
Similar Tags
Sadness of the Harmony:Gloomy memories of Lolip
5      5     0     
Science Fiction
mengisahkan tentang kehidupan bangsa lolip yang berubah drastis.. setelah kedatangan bangsa lain yang mencampuri kehidupan mereka..
Nina and The Rivanos
94      27     0     
Romance
"Apa yang lebih indah dari cinta? Jawabannya cuma satu: persaudaraan." Di tahun kedua SMA-nya, Nina harus mencari kerja untuk membayar biaya sekolah. Ia sempat kesulitan. Tapi kemudian Raka -cowok yang menyukainya sejak masuk SMA- menyarankannya bekerja di Starlit, start-up yang bergerak di bidang penulisan. Mengikuti saran Raka, Nina pun melamar posisi sebagai penulis part-time. ...
Aldi: Suara Hati untuk Aldi
2      2     0     
Short Story
Suara hati Raina untuk pembaca yang lebih ditujukan untuk Aldi, cowok yang telah lama pergi dari kehidupannya
Until The Last Second Before Your Death
279      219     4     
Short Story
“Nia, meskipun kau tidak mengatakannya, aku tetap tidak akan meninggalkanmu. Karena bagiku, meninggalkanmu hanya akan membuatku menyesal nantinya, dan aku tidak ingin membawa penyesalan itu hingga sepuluh tahun mendatang, bahkan hingga detik terakhir sebelum kematianku tiba.”
Cheossarang (Complete)
94      30     0     
Romance
Cinta pertama... Saat kau merasakannya kau tak kan mampu mempercayai degupan jantungmu yang berdegup keras di atas suara peluit kereta api yang memekikkan telinga Kau tak akan mempercayai desiran aliran darahmu yang tiba-tiba berpacu melebihi kecepatan cahaya Kau tak akan mempercayai duniamu yang penuh dengan sesak orang, karena yang terlihat dalam pandanganmu di sana hanyalah dirinya ...
Melody Impian
389      277     3     
Short Story
Aku tak pernah menginginkan perpisahan diantara kami. Aku masih perlu waktu untuk memberanikan diri mengungkapkan perasaanku padanya tanpa takut penolakan. Namun sepertinya waktu tak peduli itu, dunia pun sama, seakan sengaja membuat kami berjauhan. Impian terbesarku adalah ia datang dan menyaksikan pertunjukan piano perdanaku. Sekali saja, aku ingin membuatnya bangga terhadapku. Namun, apakah it...
Teacher's Love Story
35      16     0     
Romance
"Dia terlihat bahagia ketika sedang bersamaku, tapi ternyata ia memikirkan hal lainnya." "Dia memberi tahu apa yang tidak kuketahui, namun sesungguhnya ia hanya menjalankan kewajibannya." Jika semua orang berkata bahwa Mr. James guru idaman, yeah... Byanca pun berpikir seperti itu. Mr. James, guru yang baru saja menjadi wali kelas Byanca sekaligus guru fisikanya, adalah gu...
Horses For Courses
130      32     0     
Romance
Temen-temen gue bilang gue songong, abang gue bahkan semakin ngatur-ngatur gue. Salahkah kalo gue nyari pelarian? Lalu kenapa gue yang dihukum? Nggak ada salahnya kan kalo gue teriak, "Horses For Courses"?.
Begitulah Cinta?
178      62     0     
Romance
Majid Syahputra adalah seorang pelajar SMA yang baru berkenalan dengan sebuah kata, yakni CINTA. Dia baru akan menjabat betapa hangatnya, betapa merdu suaranya dan betapa panasnya api cemburu. Namun, waktu yang singkat itu mengenalkan pula betapa rapuhnya CINTA ketika PATAH HATI menderu. Seakan-akan dunia hanya tanah gersang tanpa ada pohon yang meneduhkan. Bagaimana dia menempuh hari-harinya dar...
Vandersil : Pembalasan Yang Tertunda
4      4     0     
Short Story
Ketika cinta telah membutakan seseorang hingga hatinya telah tertutup oleh kegelapan dan kebencian. Hanya karena ia tidak bisa mengikhlaskan seseorang yang amat ia sayangi, tetapi orang itu tidak membalas seperti yang diharapkannya, dan menganggapnya sebatas sahabat. Kehadiran orang baru di pertemanan mereka membuat dirinya berubah. Hingga mautlah yang memutuskan, akan seperti apa akhirnya. Ap...