Read More >>"> CELOTEH KUTU KATA (KUTU KUPRET) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - CELOTEH KUTU KATA
MENU
About Us  

KUTU KUPRET

 

 

 

            Mendekati pilpres ini ada banyak ketegangan tercipta di tengah masyarakat. Ada sekelompok orang yang menyebut dirinya pasukan cebong, adapula yang menamai diri pasukan kampret. Padahal kampret ataupun cebong yang sesungguhnya jelas-jelas tak punya hak pilih. Lha wong mereka itu binatang. Cebong adalah masa mudanya katak, sedang kampret adalah masa mudanya kelelawar. Tapi bukan badman loh yaw!

            Jika kau ingin tahu, kubu mana yang paling benar dari pasukan cebong dan kampret, coba deh tanyakan saja pada kutu kupret. Sebab meskipun termasuk jenis kutu tapi dia memiliki sifat seperti bunglon yang pandai malih rupa menjadi apa saja sesuai tempat ia berada. Maka tak heran jika kadang-kadang ia berada di tengah kawanan cebong dan kadang pula ngopi bersama kawanan kampret. Nah jika sudah tahu mana yang paling benar, tinggalkanlah kubu yang di dalamnya paling banyak kutunya.

            Cuma masalahnya, di setiap kubu pasti ada kutunya. Jangankan sebuah komunitas, dalam diri setiap manusia pun pasti ada kutunya. Bahkan konon kabarnya dalam diri seorang nabi pun ada kutu. Hanya saja kutu dalam diri seorang nabi sudah dijinakkan dengan ilmu agama.

            Kembali pada kutu kupret, dia memang ada dalam diri setiap manusia. Tidak terkecuali diri ulama, pejabat, petani, apalagi orang pinggiran seperti saya. Kutunya ulama ya ulama juga. Kutunya preman ya preman juga. Sedang kutunya seorang penulis disebut kutu kata.

            Nah jelaskan kalau di setiap kubu ada kutunya. Jadi jangan pernah mengklaim bahwa kubumu paling benar apalagi paling suci. Toh masih ada kutunya juga. Jangan-jangan rasa paling itu datangnya karena bisikan dari kutu kupret juga?

            Jadi pilih kubu mana dong jika ternyata kedua kubu ada kutunya?

            Menurut pawang kutu ini (tentu saja anda boleh beda)  pilihlah kubu yang kutunya tidak begitu terlihat, itu berarti kutunya masih cukup mudah untuk di atasi. Kok bisa? Ya emang bisa. Kutu yang tidak terlihat, itu tandanya kutu itu masih orisinil. Belum terkontaminasi oleh nafsu manusia yang besarnya naudzubillah. Jika kutu kupret sudah berwujud manusia maka dia akan sangat sulit diberantas.

            Kutu tak nampak masih ada kemungkinan takut sama ritual ruqiah dan bacaan ayat suci, tapi coba deh kutu yang nampak diruqiyah, jangankan kabur atau mati, yang ada dia malah mengikuti bacaan ruqiyah sambil bernyanyi lagu-lagu Metallica yang bernada tinggi. 

            Nah, sekarang kita bisa menentukan siapa yang lebih hebat dalam kebaikan dan kejahatan, antara manusia dan kutu kupret? Manusia tentu bisa lebih baik dari kutu, tapi juga bisa lebih jahat dari kutu kupret. Jadi mari kita lupakan sejenak persoalan kutu kupret. Mari kita fokus saja menjadi manusia, agar bisa memilih pemimpin yang bisa memanusiakan manusia.

            Jangan biarkan kutu kupret beranak pinak dalam isi kepala karena bila hal itu sampai terjadi maka kita akan kehilangan sisi kemanusiaan yang seharusnya kita jaga. Kita sudah terlalu lama hidup dalam lingkaran kutu kupret yang semakin merajalela, tapi tak seharusnya kita ikut larut menjadi bagian dari mereka.

            Hidup itu penuh pilihan. Siapa yang pilih menjadi kutu, selamanya ia akan diburu. Jadi jangan pernah bersekutu dengan para kutu jika tak ingin hidupmu berbau apek layaknya walang sangit.

            Kalaulah terpaksa kita harus hidup di kalangan kutu, maka jadilah kutu yang paling bermutu. Kutu yang bisa membangun sebuah koloni baru, agar masyarakat kutu kupret membuka mata bahwa kita bukanlah kutu biasa saja.

            Kutu kupret tak akan selamanya menjadi kutu. Ada kalanya ia akan menjadi sosok lain yang mampu memberi warna baru dalam kemelut hidup yang mengharu biru. Sebab siapapun yang menang dalam pilpres nanti, setelah hari Sabtu tetaplah Minggu.

            Siapa yang nggak bekerja maka siap-siaplah untuk berpuasa. Jangan pernah menjadi kutu bagi kehidupan kutu lain yang menumpang hidup pada kutu kupret.

 

 

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (11)
  • HeruP

    @[dear.vira] trims sudah mampir, tunggu kunjunganku ya

    Comment on chapter PRAKATAKUTU
  • HeruP

    @dear Vira, makasih sudah mampir, lain waktu pasti aku mampir ke ceritamu

    Comment on chapter PRAKATAKUTU
  • dear.vira

    Bagus ceritanya sangat menginspirasi, kalau berkenan like ceritaku juga ya https://tinlit.com/read-story/1436/2575
    Salam semangat! :)

    Comment on chapter PRAKATAKUTU
  • AstardiSkai

    @HeruP sama2, semangat berkarya terus ya

    Comment on chapter CINTA KUTU KALBU
  • HeruP

    @kairadish trims sudah baca celotehanku tentang kutu

    Comment on chapter CINTA KUTU KALBU
  • HeruP

    @AstardiSky. Trims udah mampir dan baca celotehanku ini,

    Comment on chapter CINTA KUTU KALBU
  • AstardiSkai

    Wow, pilihan dan permainan katanya keren. Membaca karya ini, serasa membaca satu paket 2 in 1, puisi sekaligus novel

    Comment on chapter CINTA KUTU KALBU
  • kairadish

    Permainan katanya bikin wah sendiri, sukses terus kak!!

    Comment on chapter KUTU KATA
  • ShiYiCha

    Baru nyadar kalo jika disambung dengan kata khusus yang mengikutunya, kata "Kutu" artinya bisa unpredictable banget. Kerenn banget. Kasih krisar buat punyaku, dongg Kak. Masih acakadut, nih

    Comment on chapter PRAKATAKUTU
  • yurriansan

    hanya dengan satu kata "KUTU" bisa jadi berjuta makna. Permainan katamu keren, kayaknya udah expert ya...
    Boleh nih kasih saran buat veritaku yang masih pemula. sukses ya...

    Comment on chapter KUTU BERDAMAI DENGAN LUKA
Similar Tags
JURANG
722      335     5     
Short Story
Adikku memang orang yang aneh. Adikku selalu beri pertanda aneh untuk kehidupanku. Hidupku untuk siapa? Untuk adikku atau calon suamiku tercinta?
Test Submit Setelah Closed
10      8     0     
True Story
-
Bulan dan Bintang
4      4     0     
Short Story
Bulan dan bintang selalu bersisian, tanpa pernah benar-benar memiliki. Sebagaimana aku dan kamu, wahai Ananda.
In the End
3      3     0     
Short Story
In the End, the water was always clear. The whole world reflects to me and it doesn’t care, it reflects what is already there and doesn’t nit-pick on any apparent imperfections. Everything is in a state of tranquility, just like all Ends should be. Peaceful, unbothered, impeccable.
Mbak Sum (The Queen of Ngeyelan)
3      3     0     
Short Story
Di dunia ini ada orang yang susah amit dikasih tau. Apa aja yang diomongin orang selalu berhasil dia bales sampai majikannya kewalahan. Inilah cerita tentang Queen of Ngeyelan bernama Mbak Sum.
A Place To Remember
753      517     5     
Short Story
Cerpen ini bercerita tentang kisah yang harus berakhir sebelum waktunya, tentang kehilangan, tentang perbedaan dunia, juga tentang perasaan yang sia-sia. Semoga kamu menyukai sepotong kisah ini.
Pillars of Heaven
33      15     0     
Fantasy
There were five Pillars, built upon five sealed demons. The demons enticed the guardians of the Pillars by granting them Otherworldly gifts. One was bestowed ethereal beauty. One incomparable wit. One matchless strength. One infinite wealth. And one the sight to the future. Those gifts were the door that unleashed Evil into the World. And now, Fate is upon the guardians' descendants, whose gifts ...
27th Woman's Syndrome
45      22     0     
Romance
Aku sempat ragu untuk menuliskannya, Aku tidak sadar menjadi orang ketiga dalam rumah tangganya. Orang ketiga? Aku bahkan tidak tahu aku orang ke berapa di hidupnya. Aku 27 tahun, tapi aku terjebak dalam jiwaku yang 17 tahun. Aku 27 tahun, dan aku tidak sadar waktuku telah lama berlalu Aku 27 tahun, dan aku single... Single? Aku 27 tahun dan aku baru tahu kalau single itu menakutkan
Kejutan
4      4     0     
Short Story
Cerita ini didedikasikan untuk lomba tinlit x loka media
Rose The Valiant
58      19     0     
Mystery
Semua tidak baik-baik saja saat aku menemukan sejarah yang tidak ditulis.