Read More >>"> Youth (18. Sebelum Bertemu Hana) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Youth
MENU
About Us  

Ada orang-orang terkasih yang masih satu dunia, satu rumah, satu ruangan denganku.

Ada aku yang masih sehat.

Bersyukurlah, aku, kamu.

***

Situasi seperti ini rasanya seperti dejavu bagi Tama. Pasalnya dia pernah mengalami hal yang serupa dalam keluarganya. Sebelum bertemu dan hidup bersama dengan Hana, Tama tinggal bersama kedua orang tua dan adik perempuannya. Di balik keceriaan ibunya dan senyum manis adiknya, Tama tahu ada awan kelabu yang sengaja disimpan dalam lemari kamar ibunya. Awan kelabu itu adalah rahasia ibu tentang ayahnya yang jarang pulang. Pekerjaan perusahaan yang mulai membuka cabang di mana-mana membuat pria satu itu harus bermitra ke mana-mana.

Tama kecil belum mengerti, cuman setiap lebaran dan tahun baru ayahnya pulang itu ada alasannya. Di balik keceriaan dan matahari yang dipancarkan keluarga Adiputra, terdapat awan mendung yang berusaha disimpan agar tak menjadi aib keluarga. Tidak boleh ada yang berhasil menghancurkan keluarganya. Broken home menjadi mimpi buruknya. Semoga itu cuman ilusi.

Tama besar yang sudah cukup banyak melihat, mulai berani menemani ibunya saling bicara.

“Bu, aku mulai ngerti kenapa ayah jarang pulang,” katanya sambil duduk di samping tempat tidur ibunya. Sementara lawan bicaranya sedang asyik membereskan bon-bon belanjaan sambil mengecek pengeluaran bulanan di atas kasur. Kintan—adiknya—sudah terlelap bersama bulan.

“Kamu ngomong apa, Kak?” sahut ibunya melirik sebentar ke arahnya lalu memusatkan perhatiannya lagi pada kertas-kertas yang sebagian pernah dilecek. “Ayah kan nyari uang, buat kita hidup.”

“Iya sih ... tapi ... emang kita hidup cuman butuh uang?”

“Lalu maksudmu bagaimana? Apa yang kamu mengerti?”

“Manusia juga butuh kasih sayang, cinta, keluarga. Ayah ...?”

Kini air muka ibunya berubah, asalnya seperti lampu 10 watt jadi meredup seperti mau kehabisan daya, tetapi jadi lebih fokus terhadapnya, bukan lagi ke bon belanjaan itu. Ibunya menatap lembut sambil mendengarkan, menunggu kata-kata selanjutnya yang keluar dari anak sulungnya yang baru beranjak dewasa, baru lulus SMA.

“Aku merasa kehadiran ayah pulang dua kali setahun cuman formalitas aja. Gimana kalau ... ayah punya keluarga lain?”

“Kamu habis minum apa?”

“Gini loh, Bu. Sekeras apa pun ibu menyembunyikan sesesuatu, asap selalu punya jalan keluarnya untuk dapat dihirup.”

“Tam, kamu kebanyakan ngobrol sama Dika, ya? Jadi kepo sama alur cerita gitu.”

“Bu, aku serius. Aku banyak lihat masalah orang-orang di luar sana. Banyak ketidakadilan yang dialami perempuan. Seseorang yang menemani laki-lakinya dari awal, lalu ditinggalkan ketika merasa sudah banyak memiliki sesuatu untuk mendapatkan kebahagiaan lain. Ada juga kepala keluarga yang memerintah untuk mendidik, bukannya menemani untuk belajar bersama. Polanya tuh sama, ngilang gitu aja.”

“Ayah kamu nggak ngilang, Tama.”

“Emang ayah masih pulang setahun dua kali, masih ngirimin kita uang. Tapi ayah nggak pernah nanya gimana kabar mag yang ibu derita, berapa jumlah SPP Kintan, atau jurusan apa yang mau aku pilih setelah SMA.”

“Tiap orang punya caranya masing-masing untuk mengungkapkan kasih sayang ....”

“Kapan terakhir kali ibu dan ayah ngobrol berdua kayak sebelum datangnya aku dan Kintan ke dunia? Kapan ayah matiin teleponnya saat kita makan bareng sekeluarga?”

“Ayah lakuin itu karena kerjaan, dia sering dapat kerjaan dari sekretarisnya ....”

“Nah, itu! Itu maksudku, Bu. Seseorang pernah bilang, orang yang spesial bakal kalah sama orang yang selalu ada. Kemarin aku lihat sekretaris ayah posting cincin dan caption-nya memuat inisial ‘P’. Kapan terakhir kali ibu dan ayah saling tukar kabar?”

“Tama! Jangan mendramatisir keadaan. Ibu tau ayah baik-baik di sana. Seorang yang berinisial ‘P’ bukan ayah kamu aja. Kamu ibu izinkan di sekolah bisnis biar sukses kayak ayahmu, sesuai juga sama potensimu yang selalu punya ide untuk manajemen dan pemasaran, bukan mengkhayal dan mengira-ngira urusan kehidupan orang lain.”

“Bu ... orang tuaku bukan orang lain. Maaf, Bu. Aku cuman ingin ibu selalu disayangi sama seseorang yang ibu sayangi. Ibu yang dilindungi. Ibu yang juga baik-baik aja, bukan suaminya aja. Aku juga ingin sukses bisnis kayak ayah, tapi aku ingin keluargaku juga nggak menyimpan bebannya sendiri di belakang ayah mereka.”

Ibunya menghela napas.

“Aku sayang ibu.”

Ibu memeluknya erat dan hangat, baju bagian punggung anaknya ditetesi air yang menetes dari pelupuk matanya.

Malam itu Tama berjanji, awan kelabu ibunya harus keluar dan digantikan mentari. Yang sama hangat dan cerahnya, layaknya wajah yang selalu dipasang di khalayak.

Tags: twm18

How do you feel about this chapter?

0 0 1 0 0 0
Submit A Comment
Comments (2)
  • erlinahandayanii26

    Mantap cantikaaa, teruskan ya semoga jalan menjadi penulis lancar sukses dan dapat memberikan inspirasi lewat tulisanmu seperti yang udah kamu lakukan padaku.

    Comment on chapter 1. Gerbang Masa Lalu
  • dede_pratiwi

    sama seperti judulnya, kisahnya pun fresh dan youth sekali sekitaran masa-masa remaja yang penuh pergolakan dan percintaan. keep writing...udah kulike dan komen storymu. mampir dan like storyku juga ya. thankyouu

    Comment on chapter 1. Gerbang Masa Lalu
Similar Tags
Save Me From Myself
21      9     0     
Romance
"Kau tidak akan pernah mengerti bagaimana rasanya menjadi aku."
Lavioster
50      16     0     
Fantasy
Semua kata dalam cerita dongeng pengiring tidurmu menjadi sebuah masa depan
An Hourglass from the Opus Kingdom
5      5     0     
Science Fiction
When a girl, rather accidentaly, met three dwarfs from the Opus Kingdom. What will happen next?
Confusing Letter
14      6     0     
Romance
Confusing Letter
SILENT
55      6     0     
Romance
Tidak semua kata di dunia perlu diucapkan. Pun tidak semua makna di dalamnya perlu tersampaikan. Maka, aku memilih diam dalam semua keramaian ini. Bagiku, diamku, menyelamatkan hatiku, menyelamatkan jiwaku, menyelamatkan persahabatanku dan menyelamatkan aku dari semua hal yang tidak mungkin bisa aku hadapi sendirian, tanpa mereka. Namun satu hal, aku tidak bisa menyelamatkan rasa ini... M...
North Elf
13      6     0     
Fantasy
Elvain, dunia para elf yang dibagi menjadi 4 kerajaan besar sesuai arah mata angin, Utara, Selatan, Barat, dan Timur . Aquilla Heniel adalah Putri Kedua Kerajaan Utara yang diasingkan selama 177 tahun. Setelah ia keluar dari pengasingan, ia menjadi buronan oleh keluarganya, dan membuatnya pergi di dunia manusia. Di sana, ia mengetahui bahwa elf sedang diburu. Apa yang akan terjadi? @avrillyx...
BEST MISTAKE
194      44     0     
Romance
Tentang sebuah kisah cinta yang tak luput dari campur tangan Tuhan yang Maha Kuasa. Di mana Takdir sangat berperan besar dalam kisah mereka. "Bisakah kita terus berpura-pura? Setidaknya sampai aku yakin, kalau takdir memang tidak inginkan kita bersama." -K
A Story
5      5     0     
Romance
Ini hanyalah sebuah kisah klise. Kisah sahabat yang salah satunya cinta. Kisah Fania dan sahabatnya Delka. Fania suka Delka. Delka hanya menganggap Fania sahabat. Entah apa ending dari kisah mereka. Akankah berakhir bahagia? Atau bahkan lebih menyakitkan?
Melawan Tuhan
24      12     0     
Inspirational
Tenang tidak senang Senang tidak tenang Tenang senang Jadi tegang Tegang, jadi perang Namaku Raja, tapi nasibku tak seperti Raja dalam nyata. Hanya bisa bermimpi dalam keramaian kota. Hingga diriku mengerti arti cinta. Cinta yang mengajarkanku untuk tetap bisa bertahan dalam kerasnya hidup. Tanpa sedikit pun menolak cahaya yang mulai redup. Cinta datang tanpa apa apa Bukan datang...
May be Later
148      27     0     
Romance
Dalam hidup pasti ada pilihan, apa yang harus aku lakukan bila pilihan hidupku dan pilihan hidupmu berbeda, mungkin kita hanya perlu mundur sedikit mengalahkan ego, merelakan suatu hal demi masa depan yang lebih baik. Mungkin di lain hari kita bisa bersanding dan hidup bersama dengan pilihan hidup yang seharmoni.