Read More >>"> Youth (12. Namanya Aira) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Youth
MENU
About Us  

Kau menjelma partikel bebas.
berkeliaran tanpa permisi,
merasuki relung hingga penuh terisi.

***

Besoknya, mereka bertemu di tempat yang dijanjikan. Jembatan melengkung pengubung bangunan kelas IPS dan IPA. Orang-orang menyebutnya “jembatan cinta”.

Norak banget ih.

Lebay banget namanya.

Banyak persepsi yang dilontarkan anak-anak. Pernah juga ada yang bikin ala-ala video klip India di jembatan itu.

Gara-gara bertemu di sana, teman-teman Daffa jadi tahu kalau dia tengah dekat dengan gadis yang namanya Aira. Sesudah mereka bertemu di sana, banyak temannya yang menyorakinya, menggodanya. Daffa geli sendiri dibuatnya. Makanya setelah itu mereka nggak pernah ketemu lagi di sana. Tapi selalu ada momen-momen baru bersamanya. Dunia Daffa jadi diputar 180 derajat. Tiap hari dia punya semangat baru. Tiap hari dia punya rasa yang baru. Apakah ini orang-orang sebut jatuh cinta? Atau masa-masa klasik di SMA? Oh, gini rasanya.

***

Ada suatu momen setelah beberapa bulan berlalu sejak pertama kali mereka bertemu di halte ....

“Daf, tau nggak artinya mensana in corporesano?” tanya Tama tiba-tiba setelah keheningan panjang di antara mereka.

Di meja kafe itu ada mereka berempat, Daffa, Tama, Dika, dan ... Aira. Lama kelamaan ngegodain Daffa, entah gimana ceritanya Aira jadi gabung sama mereka. Seakan mengikuti alur kehidupan dan senatural mungkin, mereka cocok bertukar pendapat dan saling bantu, terutama tugas. Sehabis pulang sekolah, kalau ada yang mau diomongin atau dibahas, mereka bakal kumpul di kafe dekat sekolah. Kafe yang jadi saksi bisu di mana Daffa dan Aira ketemu pertama kali.

“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” jawab Aira enteng tanpa memalingkan perhatiannya pada buku teks yang sedang ia baca. Sisanya hanya melongo dan saling pandang.

Kemudian Tama mulai tepuk tangan. “Emang nggak salah kita milih mentor.”

Sejak mereka bertiga tahu kalau Aira termasuk orang yang pintar, berbagai negosiasi dilontarkan pada Aira biar dia mau bantu mereka bertiga mengerjakan tugas. Tiga laki-laki yang sering malas dan kesulitan mengerjakan PR, sekarang lebih semangat karena ada mentor pribadi yang siap membantu. Karena mereka beda jurusan, jadi yang bisa dikerjakan bersama hanya mata pelajaran umum yang sama-sama dipelajari kedua jurusan, seperti bahasa asing yang tadi ditanyakan Tama.

“Eh kalian jangan lupa olahraga ya,” celetuk Aira tiba-tiba. Kini ia menaruh buku teksnya, memajukan badannya sedikit, dan berlagak menjadi seorang ibu bagi ketiga anak laki-laki yang sedang diasuhnya. “Aku pernah sampai kena depresi gara-gara itu,” katanya serius.

Daffa yang menyembunyikan senyuman lebarnya merespons, “Oh ya?” Sebenarnya Daffa bukan meremehkan perkataan Aira, dia cuman merasa bangga dan senang melihat perkembangan Aira. Gadis pemalu itu kini mulai nyaman berbicara di antara mereka.

“Mau dengar ceritaku nggak?”

Mereka bertiga hanya mengangguk-angguk sambil menyiapkan telinga dengan mata berbinar.

“Tiga bulan lalu, selama tiga bulan. Aku terperangkap tanpa dopamin—”

“Hah?” potong Daffa.

Aira cuman mendelik sebentar dan menghela napas lalu melanjutkan, “Dopamin adalah hormon penting yang bertanggung jawab atas rasa senang dalam tubuh kita, itu aku baca di LINE Today.”

“Oh ... iya iya, maaf memotong Nona, silakan lanjutkan.”

“Ya ... kukira aku baik-baik saja dan begitu bebas sampai rasanya dibanjiri dopamin, tapi sebaliknya, aku sebenarnya terperangkap dalam ragaku sendiri, sedangkan jiwaku tak mau diam dari situasi alami. Aku melewatkan banyak pesta, banyak pertemuan, banyak udara, banyak permen kapas. Aku pikir, rasanya seperti terbang, padahal nyatanya terkunci dalam sangkar. Aku bebas, tapi terkungkung. Aku bingung, mentok, nggak tahu harus apa.

“Tapi aku masih waras, karena gantung diri adalah jalur tercepat yang mengantar menuju neraka atau kau boleh menyebutnya ‘jalan tol’. Aku tetap hidup meski merangkak, lebih pekak dan rendah daripada tekanan dan beban sebelumnya. Aku diuji, berkali-kali, sampai rasanya tanah yang ada di bawah adalah lapisan terakhir.

“Mulutku ingin berteriak minta tolong, mataku terlalu banyak menyimpan bayangan, tapi yang terlihat hanyalah kekosongan. Waktu itu, aku rasa pilihanku adalah sesuatu yang menyenangkan, tapi aku malah mengunci diriku dan menempatkanku di tempat yang salah.

“Tuhan, maafkan aku kalau ini seperti ditenggelamkan oleh kekhilafan.

“Saat itu, orang yang paling tak pernah kuduga akan mengecewakan, tiba-tiba bagai kilat di siang hari, membuatku menjadi target pelampiasannya. Bukan salah dia, bukan salah aku, lalu siapa yang salah? Aku bingung, Tuhan. Oh, jadi begini rasanya berharap kepada manusia. Meski tanpa ucapan sadar, nyatanya di bawah akal rasional aku berharap banyak padanya. Mungkin Tuhan menegurku. Anggap saja ini ujian karena sayang-Nya.

“Oh, jadi selama ini aku berharap pada manusia.

“Padahal, siapa yang membuat kornea mataku begitu sempurna? Siapa yang mendesain program kelopak mataku untuk terus berkedip? Aku siapa sih? Aku siapa? Kenapa aku yang dipilih? Baiklah, sekarang aku jadi merasa kesepian, karena pada akhirnya aku sendirian. Sebelum aku benar-benar hilang akal, Tuhan masih sayang, aku masih diberi kehidupan lagi, Kawan!

“Satu cahaya perlahan mulai menjulurkan tangannya, satu per satu sampai akhirnya menyilaukan. Aku bangkit lagi. Aku bertemu seseorang lagi. Tunggu, apakah aku boleh menyebutnya ‘seseorang’? Oke, aku hanya ingin ikuti saja caranya. Cara dia untuk membantuku. Masa bodoh dengan hal lainnya, aku ingin sembuh. Kata dia ... aku hanya butuh ... olahraga.”

“‘Hah? Yang benar saja?’ kataku. Siapa yang bodoh sih? Aku juga dulu sempat melontarkan pertanyaan itu. Tapi nyatanya aku lakukan itu juga. Aku berusaha merapalkan banyak mantra positif daripada sebelumnya di depan kaca. Aku nggak mau kalah sama emosi negatif! Aku harus ingat apa yang sudah aku dapatkan, aku harus positif! Aku hidup lagi, Kawan! Setelah coba pemanasan tiap pagi sebelum matahari bertambah panas. Coba mengubah kebiasaan burukku, mager!”

“Hahaha.”

“Yaaa ... olahraga emang capek, tapi tanpa dia, aku sekarat. Dopamin, sudah berapa lama kamu bersekongkol sama si olahraga hah? Kamu buat cairan kimia otakku nggak seimbang waktu itu. Cuman karena kamu kangen sama si olahraga? Oke. Sekarang aku rela kalau kalian sahabatan. Sekian.”

Akhirnya Aira menuntaskan curhatannya yang melebihi gerbong kereta api.

Tepuk tangan memenuhi meja kecil mereka.

“Jadi, di dalam tubuh sehat terdapat jiwa yang kuat. Masalah bakal datang terus menerus, namanya juga hidup, tapi kalau kita sehat, kita bakal kuat menghadapinya,” pungkasnya dengan quotes ala-ala yang suka nongol di laman-laman Instagram.

“Jadi ... besok olahraga yok?” celetuk Dika tiba-tiba.

“Hahaha ....” Empat tawa anak remaja menggema di meja itu.

Di balik tawa kebersamaan mereka, ada senyum lagi yang merekah di sana, di dalam lubuk Daffa. Gadis di depannya yang membuat dirinya merasa dihantam terus menerus oleh rasa kagum. Dia cantik, bukan hanya fisik, dan tanpa perlu jadi orang lain.

Tags: twm18

How do you feel about this chapter?

0 0 2 0 0 0
Submit A Comment
Comments (2)
  • erlinahandayanii26

    Mantap cantikaaa, teruskan ya semoga jalan menjadi penulis lancar sukses dan dapat memberikan inspirasi lewat tulisanmu seperti yang udah kamu lakukan padaku.

    Comment on chapter 1. Gerbang Masa Lalu
  • dede_pratiwi

    sama seperti judulnya, kisahnya pun fresh dan youth sekali sekitaran masa-masa remaja yang penuh pergolakan dan percintaan. keep writing...udah kulike dan komen storymu. mampir dan like storyku juga ya. thankyouu

    Comment on chapter 1. Gerbang Masa Lalu
Similar Tags
Aleya
0      0     0     
Romance
Kau memberiku sepucuk harapan yang tak bisa kuhindari. Kau memberiku kenangan yang susah untuk kulupakan. Aku hanyalah bayangan bagimu. Kita telah melewati beberapa rute tetapi masih saja perasaan itu tidak bisa kukendalikan, perasaanmu masih sama dengan orang yang sama. Kalau begitu, kenapa kau membiarkan aku terus menyukaimu? Kenapa kau membiarkan aku memperbesar perasaanku padamu? Kena...
The Cundangs dan Liburan Gratis Pantai Pink
14      7     0     
Inspirational
Kisah cinta para remaja yang dihiasi fakta-fakta tentang beberapa rasa yang benar ada dalam kehidupan. Sebuah slice of life yang mengisahkan seorang pria aneh bernama Ardi dan teman-temannya, Beni, Rudi dan Hanif yang mendapatkan kisah cinta mereka setelah mereka dan teman-teman sekelasnya diajak berlibur ke sebuah pulau berpantai pink oleh salah seorang gurunya. Ardi dalam perjalanan mereka itu ...
CATCH MY HEART
15      7     0     
Humor
Warning! Cerita ini bisa menyebabkan kalian mesem-mesem bahkan ngakak so hard. Genre romance komedi yang bakal bikin kalian susah move on. Nikmati kekonyolan dan over percaya dirinya Cemcem. Jadilah bagian dari anggota cemcemisme! :v Cemcemisme semakin berjaya di ranah nusantara. Efek samping nyengir-nyengir dan susah move on dari cemcem, tanggung sendiri :v ---------------------------------...
Senja Kedua
38      12     0     
Romance
Seperti senja, kau hanya mampu dinikmati dari jauh. Disimpan di dalam roll kamera dan diabadikan di dalam bingkai merah tua. Namun, saat aku memiliki kesempatan kedua untuk memiliki senja itu, apakah aku akan tetap hanya menimatinya dari jauh atau harus kurengkuh?
Sebuah Penantian
15      5     0     
Romance
Chaca ferdiansyah cewe yang tegar tapi jauh didalam lubuk hatinya tersimpan begitu banyak luka. Dia tidak pernah pacaran tapi dia memendam sebuah rasa,perasaanya hanya ia pendam tanpa seorangpun yang tau. Pikirnya buat apa orang lain tau sebuah kisah kepedihan.Dulu dia pernah mencintai seseorang sangat dalam tapi seseorang yang dicintainya itu menjadi milik orang lain. Muh.Alfandi seorang dokt...
SATU FRASA
151      47     0     
Romance
Ayesha Anugrah bosan dengan kehidupannya yang selalu bergelimang kemewahan. Segala kemudahan baik akademis hingga ia lulus kuliah sampai kerja tak membuatnya bangga diri. Terlebih selentingan kanan kiri yang mengecapnya nepotisme akibat perlakuan khusus di tempat kerja karena ia adalah anak dari Bos Besar Pemilik Yayasan Universitas Rajendra. Ayesha muak, memilih mangkir, keluar zona nyaman dan m...
Intuisi
47      14     0     
Romance
Yang dirindukan itu ternyata dekat, dekat seperti nadi, namun rasanya timbul tenggelam. Seakan mati suri. Hendak merasa, namun tak kuasa untuk digapai. Terlalu jauh. Hendak memiliki, namun sekejap sirna. Bak ditelan ombak besar yang menelan pantai yang tenang. Bingung, resah, gelisah, rindu, bercampur menjadi satu. Adakah yang mampu mendeskripsikan rasaku ini?
The Journey is Love
13      6     0     
Romance
Cinta tak selalu berakhir indah, kadang kala tak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Mencintai tak mesti memiliki, begitulah banyak orang mengungkapkan nya. Tapi, tidak bagiku rasa cinta ini terus mengejolak dalam dada. Perasaan ini tak mendukung keadaan ku saat ini, keadaan dimana ku harus melepaskan cincin emas ke dasar lautan biru di ujung laut sana.
Dark Fantasia
31      22     0     
Fantasy
Suatu hari Robert, seorang pria paruh baya yang berprofesi sebagai pengusaha besar di bidang jasa dan dagang tiba-tiba jatuh sakit, dan dalam waktu yang singkat segala apa yang telah ia kumpulkan lenyap seketika untuk biaya pengobatannya. Robert yang jatuh miskin ditinggalkan istrinya, anaknya, kolega, dan semua orang terdekatnya karena dianggap sudah tidak berguna lagi. Harta dan koneksi yang...
ALVINO
36      13     0     
Fan Fiction
"Karena gue itu hangat, lo itu dingin. Makanya gue nemenin lo, karena pasti lo butuh kehangatan'kan?" ucap Aretta sambil menaik turunkan alisnya. Cowo dingin yang menatap matanya masih memasang muka datar, hingga satu detik kemudian. Dia tersenyum.