Read More >>"> The Friends of Romeo and Juliet (10. Dilar) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - The Friends of Romeo and Juliet
MENU
About Us  

Oke, Hamka bersikap aneh. Karena dia mengijinkan aku ikut inspeksi diam-diam ini meski harusnya tidak ada pejabat OSIS selain Yuki yang ikut. Aku bersyukur, meski agak jengah dengan Kak Junna yang baru saja membeberkan pengamatan ala detektifnya untuk mengungkap rahasiaku, rahasia kami.

Yah, meski cuman sebentar, aku jadi punya alasan ketemu Rey waktu istirahat.

Setelahnya, dia menanyakan soal Fisika yang mungkin keluar untuk Quiz. Kelasnya dapat jadwal Fisika setelah kelasku dan nilai Fisikaku lebih bagus darinya. Aku menunjuk Bab yang kemarin dibahas. Dia meninju bahuku.

“Iya kalo itu monyet juga tahu, nyet!”

“Lha, kalau kamu nanya sementara kamu tahu, berarti siapa yang monyet?”

Hamka diam dan memberi pandangan hina ke wajahku sambil meninju bahuku berkali-kali. Beberapa teman di sekitar bangkuku terkekeh mendengarnya.

“Seriusan, kasih tau lah Lar!” Mahar, yang duduk di depan ikut nimbrung pembicaraan kami.

“Aku bukan dukun, gimana bisa tahu?” balasku.

“Yah, dikira-kira kek…”

Aku mendengus dan menggeleng. Kebiasaan murid Indonesia dimanapun mereka berada: Malas berpikir untuk diri sendiri!

Aku pun menunjuk beberapa soal latihan dasar di buku. Tapi mengingat Pak Ali yang mendewakan Albert Einstein dan hobi menyisipkan soal jebakan dimanapun dan kapanpun…Serius, dia selalu menunjuk satu orang maju ke depan dan menyuruhnya mengerjakan soal tersebut. Soal itu padahal soal untuk mahasiswa, mungkin jurusan Teknik atau Fisika MIPA, kontan yang mengerjakan bingung setengah mati di depan.

“Paling ada jebakan lagi, ati-ati aja kalo ada soal yang kelihatannya terlalu gampang atau terlalu susah.”

“Nah, nah, itu gimana?” tanya Umar yang duduk di sebelah Mahar bersemangat.

“Ya….nggak gimana-gimana. Mau dikerjain atau nggak juga terserah….toh biasanya cuma satu dua soal.”

Perkiraanku sedikit meleset. Kuisnya hanya 3 soal. Soal essay, dan harus memakai rumus turunan. Kami diperbolehkan melihat buku, tapi tetap saja, semakin lama mengerjakan, keringat anak sekelas semakin banyak menetes. Bahkan kulihat si Juara Kelas kami, Lukman, yang duduk di depanku, berpikir keras sampai seragamnya basah di bagian punggung.

Aku berniat menyelesaikannya secepat mungkin karena ingin menyimpan tenaga, berjaga-jaga untuk kemungkinan adanya hal-hal yang tidak diinginkan ketika inspeksi, tapi rasanya nggak mungkin.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Katanya Buku Baru, tapi kok???
4      4     0     
Short Story
Teilzeit
13      7     0     
Mystery
Keola Niscala dan Kalea Nirbita, dua manusia beda dimensi yang tak pernah bersinggungan di depan layar, tapi menjadi tim simbiosis mutualisme di balik layar bersama dengan Cinta. Siapa sangka, tim yang mereka sebut Teilzeit itu mendapatkan sebuah pesan aneh dari Zero yang menginginkan seseorang untuk dihilangkan dari dunia, dan orang yang diincar itu adalah Tyaga Bahagi Avarel--si Pangeran sek...
SOLITUDE
16      9     0     
Mystery
Lelaki tampan, atau gentleman? Cecilia tidak pernah menyangka keduanya menyimpan rahasia dibalik koma lima tahunnya. Siapa yang harus Cecilia percaya?
Wake Me Up With Amnesia
2      2     0     
Short Story
who would have thought that forgetting a past is a very difficult thing
UNFINISHED LULLABY
3      3     0     
Inspirational
Rihlah, Para Penakluk Khatulistiwa
110      24     0     
Inspirational
Petualangan delapan orang pemuda mengarungi Nusantara dalam 80 hari (sinopsis lengkap bisa dibaca di Prolog).
The Journey Of F
27      10     0     
Romance
beberapa journey, itu pasti ada yang menyenangkan dan ada yang menyedihkan, bagaimana kalau journey ini memiliki banyak kesan di dalamnya. pastilah journey seseorang berbeda beda. dia adalah orang yang begitu kecil lugu dan pecundang yang ingin menaklukan dunia dengan caranya. yaitu Berkarya
Mutiara -BOOK 1 OF MUTIARA TRILOGY [PUBLISHING]
200      91     0     
Science Fiction
Have you ever imagined living in the future where your countries have been sunk under water? In the year 2518, humanity has almost been wiped off the face of the Earth. Indonesia sent 10 ships when the first "apocalypse" hit in the year 2150. As for today, only 3 ships representing the New Kingdom of Indonesia remain sailing the ocean.
Kisah Alya
3      3     0     
Romance
Cinta itu ada. Cinta itu rasa. Di antara kita semua, pasti pernah jatuh cinta. Mencintai tak berarti romansa dalam pernikahan semata. Mencintai juga berarti kasih sayang pada orang tua, saudara, guru, bahkan sahabat. Adalah Alya, yang mencintai sahabatnya, Tya, karena Allah. Meski Tya tampak belum menerima akan perasaannya itu, juga konflik yang membuat mereka renggang. Sebab di dunia sekaran...
Today, I Come Back!
42      15     0     
Romance
Alice gadis lembut yang sebelumnya menutup hatinya karena disakiti oleh mantan kekasihnya Alex. Ia menganggap semua lelaki demikian sama tiada bedanya. Ia menganggap semua lelaki tak pernah peka dan merutuki kisah cintanya yang selalu tragis, ketika Alice berjuang sendiri untuk membalut lukanya, Robin datang dan membawa sejuta harapan baru kepada Alice. Namun, keduanya tidak berjalan mulus. Enam ...