Read More >>"> Dark Web - Death Game
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Dark Web - Death Game
MENU
About Us  

Aku mengumpulan beberapa fakta dibalik kematian Pierre yang ku tulis di selembar kertas. Berikut daftarnya:

Pierre penulis fantasi horror yang bingung mau menulis apa (stress)

Pierre mendapat tekanan dari penerbit (dikejar-kejar deadline hingga terlambat dan dimarahi)

minuman keras karena stres

Pierre sibuk berkutat mencari ide di internet (browsing) tentang hal-hal horror tapi tidak ada jejak history situs tentang permainan kematian atau death game di komputernya

Setelah di cek, komputernya terkena virus yang memungkinkan riwayat/ history-nya sengaja dihapus oleh hacker dan komputernya dikendalikan oleh orang luar

Pierre tinggal sendirian tapi terkadang sebulan sekali, ibunya datang menjenguk

Pierre tergabung dalam komunitas penulis horror online

Pierre mempunyai beberapa musuh sesama penulis yang suka memfitnahnya plagiat dan tidak berbakat menulis di sebuah situs online

Ada tulisan di komputer Pierre yang entah apakah ini hanya sekedar karangan cerita atau curhatan kisah nyatanya: “Aku tidak bisa membedakan antara kenyataan dan imajinasi. Apakah aku mulai gila? Aku merasa, aku sudah mengetik cerita tapi saat aku melihat lagi ke layar komputerku, dokumennya kosong. Kadang aku merasa sudah mengeluarkan makanan dari kulkas tapi ternyata belum.”

Ada tulisan juga di komputernya yang berbeda file dengan tulisan sebelumnya tentang ide cerita dark website, situs game dan permainan kematian.

Pistol yang menjadi senjata di TKP adalah pistol milik Pierre yang biasanya disimpan di laci meja komputernya.

Ada tulisan berwarna merah : “Pesan kematian : Aku mati karena permainan kematian” yang muncul di layar komputer Pierre saat Pierre ditemukan meninggal.

Salah satu teman penulisnya di situs web mengatakan bahwa Pierre terlalu terobsesi menciptakan cerita horor terseram dan terhebat yang pernah ada. Pierre disebut sering mendapat ejekan dan tekanan dari penerbit dan penulis saingannya. Hingga disuruh bunuh diri.

Pierre pernah bilang ke ibunya kalau dirinya sering memposisikan diri menjadi korban atau tokoh utama dalam ceritanya sehingga bertindak seperti tokoh utamanya untuk lebih menjadikan ceritanya real.

Saat ini aku mencurigai dua hal bahwa;

Pierre mati bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri karena tidak bisa membedakan antara kenyataan dan imajinasinya atau karena tertekan dan stres hingga mengakhiri hidupnya

Pierre mati dibunuh musuhnya

Kalau memang komputernya di hack, semua informasi di komputer bisa saja di manipulasi dan itu artinya pesan kematian, ide cerita dan lain sebagainya belum tentu benar. Pierre belum tentu mengalami delusi yang membuatnya kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi.

==

Flashback

Pierre menggelengkan kepalanya, menepis pikiran buruknya. Namun keadaan di depan matanya, memaksanya mengingat kejadian sebelumnya yang dikiranya sebuah imajinasi semata. Memori sebelumnya muncul mengingatkannya. Akhir-akhir ini, Pierre memang mengalami stres. Sebagai seorang penulis cerita horor, tidak ada ide adalah sesuatu yang menakutkan. Ibarat buku yang di dalamnya tidak ada isinya. Ibarat pianis yang mendadak kehilangan tangannya. Tanpa ide cerita, dia tidak akan disebut lagi sebagai penulis. Belum lagi Pierre dikejar-kejar deadline hingga mendapat amukan dan terancam di putus kontrak penerbitannya.

Pierre juga mendapat cacian beberapa orang di situs kepenulisan online yang diikutinya. Rasanya, Pierre sudah tidak tahan lagi. Dia menghabiskan waktunya di depan layar komputer ditemani minuman keras yang diteguknya hingga berbotol-botol. Tangannya sibuk mencari ide melalui internet. Mencari info mitologi atau cerita horor yang melegenda. Pierre terobsesi menulis cerita terseram dan terhebat yang pernah ada. Setelah berkutat beberapa hari mencari ide, Pierre menemukan setitik harapan. Ia mendapat ide cerita tentang dark website setelah menyelam di dunia internet dan mencoba memasuki dark website. Tanpa diketahui oleh Pierre, salah satu dark website yang berhasil dimasuki oleh Pierre, meretas komputer Pierre. Sang peretas mengetahui bahwa Pierre sedang mencari ide cerita. Cerita yang diketik oleh Pierre sengaja dihapusnya hingga membuat Pierre bingung. Sang peretas malah memunculkan ide cerita baru yang diketiknya saat Pierre sedang tidak berada di depan komputer. Ide cerita tentang permainan kematian atau death game.

Pierre merasa dirinya sudah gila. Dia merasa sudah mengetik cerita tentang dark website tapi saat melihat komputernya, dokumen di komputernya kosong. Dia juga tidak pernah mengetik cerita tentang permainan kematian tapi di file dokumennya yang lain, muncul tulisan ide cerita itu. Pierre benar-benar bingung. Apa mungkin ia sedang berimajinasi atau pengaruh stres dan minuman keras yang diminumnya? Yang pasti, Pierre memanfaatkan kejadian itu sebagai ide baru ceritanya. Ide ceritanya tentang seorang penulis bernama A yang tidak bisa membedakan antara kenyataan dan imajinasinya sendiri. A memasuki dark website permainan kematian dan bermain disana. Idenya berhenti sampai disitu karena Pierre bingung dengan kelanjutannya.

Berhari-hari Pierre tetap tidak mendapatkan ide cerita hingga membuatnya semakin stres. Minuman keras kembali diteguknya demi menghilangkan stres. Pierre semakin merasa dirinya sudah mendekati gila. Ia merasa semua orang di situs kepenulisan online mengejek dan menertawainya padahal tidak semua bersikap seperti itu. Beberapa dari mereka menyuruh Pierre bunuh diri karena sudah tidak lagi berguna menjadi penulis. Pierre masih belum ingin mati. Dia masih harus menciptakan cerita terbaiknya. Setidaknya sebelum dia mati, dia ingin dirinya dikenang sebagai penulis beprestasi.

Disaat Pierre mulai putus asa, sebuah dark website permainan kematian benar-benar muncul di layar komputernya. Pierre memainkannya demi mendapatkan ide cerita sekaligus menghiburnya. Tanpa diketahui Pierre, dark website itu tersambung otomatis pada video call dengan banyak pemain lain. Pierre melihat video seseorang yang mati dibunuh oleh seseorang berjubah hitam setelah mengklik pilihan jawaban di permainan kematian. Ia terkejut namun mengira itu semua hanya akting. Pierre tak sadar bahwa semua itu bukanlah akting. Para pemain juga diretas. Mudah bagi sang peretas untuk meneror bahkan membunuh pemain permainan kematian karena sang peretas bisa mengetahui keberadaan para pemainnya.

Pierre selesai memainkan permainan kematian kemudian menuliskan ide ceritanya. Ia tersenyum gembira. Ia memamerkan kehebatannya mendapat ide itu pada teman-teman di situs kepenulisan online. Namun komentar-komentar menyakitkan malah diterima oleh Pierre. Bahkan ada yang menuduhnya mencuri ide orang lain. Pierre kesal. Ia bertekad akan menyelesaikan ceritanya sampai selesai dengan hasil yang luar biasa.

Saat iklan permianan kematian kembali muncul di layar komputernya, Pierre kembali memainkan permainan kematian demi mendapat ide lanjutan ceritanya. Kali ini ia memilih pilihan jawaban yang berbeda dengan sebelumnya karena Pierre memposisikan dirinya sebagai tokoh utama ceritanya. Pierre memilih mati bunuh diri saat muncul pertanyaan tentang cara mati yang diinginkannya. Hingga muncul tantangan terakhir yang menyuruhnya bunuh diri sungguhan, membuat Pierre terkejut. Tadi saat ia bermain, tidak ada tantangan itu. Mungkin karena memang Pierre memilih pilihan mati dibunuh.

Tulisan-tulisan provokasi yang menghinanya dan menyuruhnya bunuh diri, membuat Pierre kesal. Sebuah tulisan warna merah juga terpampang di website itu. ‘Ini semua hanya permainan. A harus mati bunuh diri dalam ceritamu karena permainan kematian.’ Tulisan itu cukup mempengaruhi Pierre. Benar. Ini semua hanya permainan. Seperti biasanya, Pierre berusaha mendalami perannya sebagai A, tokoh utama ceritanya. A harus mati supaya cerita menjadi seru. Maka diambilnya pistol dari dalam lacinya. Ia menembak dirinya sendiri dengan pistol itu. Pierre berdelusi. Ia mengira dirinya sedang berimajinasi memikirkan ceritanya. Namun rasa sakit yang teramat sangat membuat Pierre ragu. Lautan ketidaksadaran menerjangnya. Ia sudah mati.

Tidak-tidak. Pierre tidak mau mati. Ia harus hidup untuk menyelesaikan ceritanya. Maka saat Pierre terbangun, ia kembali bermain permainan kematian. Mengulangi apa yang sudah dilakukannya tadi. Hingga ibunya datang berteriak membuatnya sadar. Pierre sudah mati bunuh diri karena delusi. Ia tidak bisa membedakan antara kenyataan dan imajinasinya sendiri. Dan sang peretas terkejut ketakutan melihat komputer Pierre tetap aktif seakan ada seseorang yang memainkannya padahal dia tidak sedang mengendalikannya. Penasaran, salah satu peretas menyusup masuk ke tempat Pierre berada. Dengan jubah hitam, ia masuk ke dalam, berniat membunuh Pierre jika memang Pierre belum mati. Seperti pemain lainnya, peretas itu ingin membunuh pemain permainan kematian. Entah siapa yang lebih takut menghadapi kenyataan yang sebenarnya. Pierre atau sang peretas.

 

The end

How do you feel about this chapter?

0 1 1 0 0 0
Submit A Comment
Comments (1)
Similar Tags
Melting Point
169      95     0     
Romance
Archer Aldebaran, contoh pacar ideal di sekolahnya walaupun sebenarnya Archer tidak pernah memiliki hubungan spesial dengan siapapun. Sikapnya yang ramah membuat hampir seluruh siswi di sekolahnya pernah disapa atau mendapat godaan iseng Archer. Sementara Melody Queenie yang baru memasuki jenjang pendidikan SMA termasuk sebagian kecil yang tidak suka dengan Archer. Hal itu disebabkan oleh hal ...
Rihlah, Para Penakluk Khatulistiwa
317      195     0     
Inspirational
Petualangan delapan orang pemuda mengarungi Nusantara dalam 80 hari (sinopsis lengkap bisa dibaca di Prolog).
Secarik Puisi, Gadis Senja dan Arti Cinta
11      11     0     
Short Story
Sebuah kisah yang bermula dari suatu senja hingga menumbuhkan sebuah romansa. Seta dan Shabrina
Mawar Putih
1210      630     3     
Short Story
Dia seseorang yang ku kenal. Yang membuatku mengerti arti cinta. Dia yang membuat detak jantung ini terus berdebar ketika bersama dia. Dia adalah pangeran masa kecil ku.
Akhi Idaman
14      14     0     
Short Story
mencintai dengan mendoakan dan terus memantaskan diri adalah cara terbaik untuk menjadi akhi idaman.
Horror twms3
38      27     0     
Horror
Bayangkan... sebuah dunia di mana segalanya mungkin! Di negeri ajaib, di mana langit berwarna pelangi dan sungai-sungai terbuat dari permen, hidup seorang gadis pemberani bernama Lily. Suatu hari, saat sedang berjalan di hutan, ia menemukan sebuah pintu rahasia... pintu yang, ketika dibuka, membawanya ke petualangan tak terlupakan! 🌟 Di balik pintu tersebut, Lily bertemu dengan makhluk-makh...
Semoga Kebahagiaan Senantiasa Tercurah Padamu,Kasi
15      15     0     
Short Story
Kamu adalah sahabat terbaik yang perna kumiliki,Harris Kamu adalah orang paling sempurna yang pernah kitemui,Ales Semoga kebahagiaan senantiasa tercurah pada kalian,bagaimanapun jalan yang kalian pilih
The watchers other world
58      40     0     
Fantasy
6 orang pelajar SMA terseret sebuah lingkarang sihir pemanggil ke dunia lain, 5 dari 6 orang pelajar itu memiliki tittle Hero dalam status mereka, namun 1 orang pelajar yang tersisa mendapatkan gelar lain yaitu observer (pengamat). 1 pelajar yang tersisih itu bernama rendi orang yang suka menyendiri dan senang belajar banyak hal. dia memutuskan untuk meninggalkan 5 orang teman sekelasnya yang ber...
In the End
11      10     0     
Short Story
In the End, the water was always clear. The whole world reflects to me and it doesn’t care, it reflects what is already there and doesn’t nit-pick on any apparent imperfections. Everything is in a state of tranquility, just like all Ends should be. Peaceful, unbothered, impeccable.
Million Stars Belong to You
6      6     0     
Romance
Aku bukan bintang. Aku tidak bisa menyala diantara ribuan bintang yang lainnya. Aku hanyalah pengamatnya. Namun, ada satu bintang yang ingin kumiliki. Renata.