Read More >>"> Menghapus Kesepian
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Menghapus Kesepian
MENU
About Us  

Malam itu hujan. Tidak begitu deras, tapi udaranya cukup membuatku kedinginan. Aku hanya memakai kaos lengan pendek dan celana boxer yang kurasa cukup santai untuk kupakai. Setiap jam sepuluh malam, biasanya rumah akan lengang, hening begitu saja. Ayah dan ibu akan tertidur meninggalkan ruangan yang menggelap dan aku akan terjaga sendirian. Hingga kemarin, aku dan sahabatku yang akan terjaga.

Kami biasanya membaca novel atau menonton film bersama. Hampir 7 kali 24 jam dalam seminggu, kami selalu bersama. Tapi hari ini, dia tak ada, meninggalkanku yang hanya bisa menikmati film ini sendirian. 

Seorang remaja laki-laki tampak sedang dimandikan, lalu layar menggelap dan ia telah usai dikafankan. Seorang laki-laki lain yang tampak seusianya terlihat menangis menatapnya dari kejauhan di luar ruangan tempat ia dibaringkan. Lalu layar kembali menggelap. 

Pria yang menangis tadi tengah duduk di meja belajarnya. Ia menatap lurus tanpa gairah. Kamarnya gelap, hanya cahaya bulan yang menyelinap masuk melalui jendela yang terbuka. Setetes air menitik dari langit-langit kamar ke pundak kanannya. Layar pun diarahkan dari wajah pria itu, lalu perlahan mengitarinya dari kiri. Aku yakin ada sesuatu di sampingnya. Dan benar saja, ada pria yang tadi dikafankan sedang menatapi wajahnya. Ia terlihat geram, dan tiba-tiba seseorang berpakaian serba hitam datang dari belakang pria yang termenung. Ia ditikam dengan benda tajam yang tak terlihat. 

Tak ada darah, namun pria itu tertidur mengeluarkan nanah dari mulutnya. Matanya tertutup, kelopaknya menggelap dengan cepat. Hitam seperti mata pria di sebelahnya. Aku menunggu-nunggu film itu berlanjut memutar gambar lain, tapi, pria itu justru membuka matanya tajam dan menatapku. Layar memperbesarnya, mendekatkan tatapannya kepadaku. Dan ia semakin tajam.

Tap!!

Aku tak tahan dan menutup laptopku. Aku mulai merasa bahwa adegan itu mirip dengan posisiku saat ini. Aku tak mau berpikir lama, dengan cepat aku menoleh ke samping kananku. Cahaya bulan yang masuk melalui jendela yang terbuka menerangi kami, dan tak kutemukan satu orang pun di sana.

Lalu aku teringat pria berpakaian serba hitam dan langsung menoleh ke samping kananku lagi. Aku mengawasi tempat tidurku dan pintu kamarku. Tak ada sesuatu apapun. Aku pun melemas lega. Bodohnya, aku terbawa oleh cerita film. Lalu aku kembali terduduk. Teringat cahaya bulan yang masuk lewat jendela dan berniat untuk menutupnya. Dan,

Tap! 

Seorang pria dengan ikatan kafan di atas kepalanya sedang menatapku sambil tersenyum memamerkan giginya. Matanya yang putih dengan titik hitam kecil di tengahnya membuatku takut dan ngeri. Aku tak sadar melangkah mundur. Kulihat wajahnya berubah muram. 

“Kamu seharusnya tak di sini!” ucapku ragu. Kulihat wajahnya semakin geram menatapku.

Dan lagi, aku menabrak sesuatu. Belum sempat aku menoleh, leherku seperti ditikam sesuatu yang menyakitkan. Aku lantas terjatuh dari kakiku yang berdiri. Dan ketika kulihat lantai, kuharap ini semua tak ada yang nyata. Dan teet!!

“Di, bangun! Sudah pagi!” sahabatku membangunkanku. Aku tak sadar bahwa aku telah tertidur di kamarnya. Kamar sahabatku yang telah pergi meninggalkanku, membuatku hancur dan kesepian. Tapi, kenapa dia ada di sini?

Ia berputar dan memberi senyum padaku, lalu muram sedikit sedih.

“Apa kau masih tak mau menemaniku?”

Ia berubah geram dan semua kembali menggelap.  

Tags: Thwc18

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (2)
  • AlifAliss

    Maka aku adalah pria yang menjalani fakta paling menyedihkan itu setiap harinya.
    Terima kasih sudah berkunjung. :')
    @SusanSwansh

  • SusanSwansh

    Kesepian adalah fakta paling menyedihkan dalam hidup.

Similar Tags
Dekapan Mata Jahat
12      12     0     
Short Story
Suatu malam dia menidurkanku dengan pulas namun seringnya dia mengajakku bermain hingga larut malam
Doa
16      16     0     
Short Story
Berhati-hatilah dengan segala pemikiran gelap di dalam kepalamu. Jika memang sebabnya adalah doa mereka ....
One Way Or Another
13      13     0     
Short Story
Jangan baca sendirian di malam hari, mungkin 'dia' sedang dalam perjalanan menemuimu, dan menemanimu sepanjang malam.
Partial
21      21     0     
Short Story
Tentang balas dendam yang biasa saja. Tentang niat membunuh seekor babi dengan kebenciannya.
Bad Dream
13      13     0     
Short Story
Disgusting Creature
12      12     0     
Short Story
Makhluk itu terus menerorku. Aku tidak sanggup lagi, apa yang harus aku lakukan?
Ting Ting Ting
12      12     0     
Short Story
Saya, cuma pengen main~
Death Game (Permainan Kematian)
10      10     0     
Short Story
Sebuah iklan permainan kematian muncul. Pierre yang penasaran dan menyukai tantangan, mengikuti permainan itu. Permainan yang mendebarkan. Apa kamu cukup berani? Kalau kamu pengecut, lebih baik urungkan niatmu untuk bermain.
The two moons
14      13     0     
Short Story
Kukira aku sudah gila melihat dua bulan itu, apakah aku salah? #thwc18
Flashdisk
15      14     0     
Short Story
Ada yang aneh dengan flashdiskku. Semuanya terjadi begitu saja. Aneh. Lalat itu tiba-tiba muncul dan bergerak liar pada layar laptopku, semuanya terasa cepat. Hingga kuku pada semua jariku lepas dengan sendirinya, seperti terpotong namun dengan bentuk yang tak beraturan. Ah, wajahku! Astaga apalagi ini?