Aku mungkin satu dari sekian banyak wanita yang menanti jodoh. Menikah dengan seorang hafiz Qur'an pernah menjadi harapku. Namun pernah sirna ketika aku melakukan kesalahan dimasa lalu.
Hati ini sudah lama tidak menginginkan kehadiran sosok laki-laki. Bagaimana mungkin laki-laki itu membawa kebahagiaan, sedangkan laki-laki yang pernah datang hanya pergi meninggalkan.
Tiga laki-laki berhasil membuat ku mengunci rapat hati. Aku bahkan tidak pernah berharap ada cinta lagi untuk laki-laki. Pertama kalinya dan menjadi garis merah dalam cerita ini, laki-laki yang bukan lain adalah adik ku sendiri. Perusak hubunganku dengan Umi. Kedua kalinya laki-laki yang ku sebut Abi juga meninggalkanku. Dan yang ketiga kalinya atau mungkin terakhir seorang laki-laki yang dengan mudah masuk dan pergi dalam hidupku. Permainan apa ini? Adil? Apa aku perlu laki-laki lagi?
Tersangka utama dalam cerita ini mungkin bukan karena hadirnya seorang laki-laki, namun karena hati yang tidak siap untuk menerima. Ya Rabb kenapa kau takdirkan ku hidup, jika ikhlas tidak bisa terpatri dihati. Aku hanya menyakitimu dengan perasangka burukku.
A Little Hero
8
8
0
Short Story
This family had a great life before a woman came and stole things from them.The family was scared and angry but luckily, their pets had a plan to stop the woman from stealing again! Did the pet's plan worked? Read the story to find out.
Sebungkus Kado untuk Arila
417
320
3
Short Story
\"Mimpi adalah juga seperti mewakili sebuah takdir\"
I Loved You Between The Two Worlds
109
73
0
Horror
Di suatu malam Demian diputuskan oleh kekasihnya yang sangat ia cintai. Kesibukannya untuk menggapai mimpi membutakannya dari kenyataan dunia, sehingga Aria harus melepaskan Demian.
Dalam kekacauan pikiran, Demian bertemu dengan gadis berparas cantik yang ia temui di tepi jalan. Bernama Juli, wanita itu terlihat bingung dan tersesat. Juli meminta Demian untuk mengantarnya pulang, karena hanya...
Ibu
17
17
0
Short Story
Hai ibu
Kata mu itu adalah rmhku
Kamar itu punyaku
Ruang tamu itu tempatku
Tapi ibu kenapa tak lagi boleh setiap hari kuhabiskan
Waktuku denganmu
Bagiku rumah adalah tempat dimana ada suaramu
Wahai ibu
Katanya ini adalah rumahku
Kamar kami adalah kamarku
Dapurnya adalah tanggung jawabku
Lalu kenapa bukan rencanaku yang harus ku jalani
Ibu kata mereka dia juga ibuku
Tapi ...
Setelah Patah Hati
33
25
0
Romance
Cahaya patah hati. Guntur, cowok yang selama ini ia kira menyukainya juga karena dia baik, peduli, dan perhatian padanya ternyata hanya menganggapnya teman. Lebih? Sahabat.
Guntur sekarang mempunyai pacar. Cahaya harus melupakan cowok itu. Tapi, itu sama sekali tidak mudah. Rasa sukanya pada Guntur ternyata begitu besar. Ditambah Guntur masih saja peduli dan perhatian padanya, membuat Cahaya s...
Tak lekang oleh waktu
13
12
0
Short Story
Thanea menyukai seorang pria yang selalu datang lewat mimpi nya dan pada suatu ketika dia bertemu secara tidak langsung, hanya lewat layar kaca.Namun apalah daya jika dia hanya seorang upik abu dan sang ibu yang sangat galak selalu mengomelinya.
Namun dia tak putus asa, malah semakin sering berimajinasi untuk mendapatkannya
Heartache
168
111
0
Fan Fiction
Semua berawal dari kebohongan yang mereka ciptakan. Masing-masing memiliki tujuan tersendiri untuk bisa dicapai.
Namun tanpa mereka sadari, kebohongan itu menghasilkan sebuah kepercayaan yang berakhir dengan rasa sakit akibat pengkhianatan.
DISCLAIMER : saya hanya menciptakan ide cerita dan Out of Characternya saja, karakter sisanya milik sang pengarang yang tinggal di Jepang
Happ...
Orang Ladang
631
423
5
Short Story
Aku khawatir bukan main, Mak Nah tak kunjung terlihat juga. Segera kudatangi pintu belakang rumahnya. Semua nampak normal, hingga akhirnya kutemukan Mak Nah dengan sesuatu yang mengerikan.
Rinai dan Sudut Lampu Kota
18
17
0
Short Story
Teruntuk mereka, kaki-kaki kecil yang berjalan di persimpangan lampu merah, juga petikan gitar usang pencari nafkah. Terimakasih pada kalian yang tidak terlahir manja, pada kalian yang rela tersita masa kecilnya. Pada kalian yang sanggup bertahan hidup meski dilema, apakah hari ini bisa makan? apakah esok bisa makan?
Belajar pada mereka, bocah-bocah lampu merah, yang bahkan diuji apapun dan tid...
Rahmahaam








