Read More >>"> Secret Love Story (Complete) (Berdamai dengan Masa Lalu) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Secret Love Story (Complete)
MENU
About Us  

Aku tak ingin lari tapi aku tak kuat menahannya, aku tak mengerti
Jika aku tidak ditakdirkan untukmu, lalu kenapa hatiku mengatakan bahwa akulah takdirmu
Adakah cara agar aku bisa terus kau dekap?
Jika aku tak membutuhkanmu, kenapa aku menangis di tempat tidur?
Jika aku tak membutuhkanmu, kenapa namamu bergema di kepalaku?
Jika kau bukan untukku, kenapa jarak ini meruntuhkan hidupku?
Jika kau bukan untukku, kenapa aku memimpikanmu menjadi istriku?

~If You’re Not The One, Daniel Bedingfield~

         Aku masih bergulat dengan tubuhku sendiri di kamar tidur. Aku berguling ke sana ke mari seperti orang gila. Pikiranku kacau memikirkan apa maksud Ara mengatakan kata ma’af kepadaku. Aku tahu bahwa dia memiliki kebiasaan meminta ma’af dengan segera ketika dia melakukan kesalahan atau merasa bersalah. Tapi, merasa berlasah? Karena apa? Aku masih tak mengerti, sekalipun aku mencari-cari kesalahan yang ia lakukan padaku, aku tidak menemukannya. Yang ada hanyalah kesalahanku yang sangat banyak terhadapnya. Dan harusnya satu kata “ma’af” itu meluncur dari bibirku dan bukannya dirinya.

         Sebuah lagu dari Daniel Bedingfield berkumandang dengan merdu di lewat radio kecil yang aku putar di kamarku. Seolah tersihir dengan lagu itu aku mencermati satu-persatu arti dari lagu yang berjudul If You’re Not The One itu.

Aku tak ingin lari tapi aku tak kuat menahannya, aku tak mengerti
Jika aku tidak ditakdirkan untukmu, lalu kenapa hatiku mengatakan bahwa akulah takdirmu
Adakah cara agar aku bisa terus kau dekap?

 

Jika aku tak membutuhkanmu, kenapa aku menangis di tempat tidur?
Jika aku tak membutuhkanmu, kenapa namamu bergema di kepalaku?
Jika kau bukan untukku, kenapa jarak ini meruntuhkan hidupku?
Jika kau bukan untukku, kenapa aku memimpikanmu menjadi istriku?

Aku tak tahu kenapa kau begitu jauh
Namun kutahu semua ini benar
Kita 'kan melewati ini dan kuharap
Kaulah seseorang yang akan berbagi hidup denganku

Dan kuharap kau bisa jadi seseorang yang menemaniku hingga mati
Dan ku berdoa kaulah seseorang yang akan membangun rumah bersamaku
Kuharap aku mencintaimu selama hidupku

 

           Aku hampir saja meneteskan air mata mencermati arti dari lagu itu. Namun, hal itu tak terjadi ketika Ares tiba-tiba menerobos masuk ke kamarku dan dengan seenaknya merebahkan tubuhnya di ranjangku.

         “Ish…apa sih yang loe lakuin… Pintu itu ada buat di ketuk, bukannya main nyelonong aja, gak sopan tahu,” kataku geram.

         “Heleh…..,” cibir Ares tak mengacuhkan ucapan Kakaknya itu. “Aerylin Bellvania Az-Zahra, nama penulis buku yang sering kau baca itu…Kak Ara kan?” tanya Ares.

         Erlangga yang mendengar pertanyaan Ares pun langsung membalikkan badannya dan menatap lekat mata adiknya itu. Ia mengernyitkan keningnya sembari bertanya.

         “Bagaimana loe bisa tahu?” tanya Erlangga dengan kening berkerut.

         “Hahaha…biasa aja deh kak. Gak usah pasang ekspresi bingung kayak gitu..,” ucap Ares sembari menoyor lengan kakaknya. Namun, ia tahu bahwa kakaknya masih menuntut penjelasannya. “Iya, iya…gue tahu dari mama. Mama yang mengatakan bahwa nama lengkap Kak Ara adalah Aerylin Bellvania Az-Zahra. Dan seketika itu pula, gue jadi ingat dengan nama penulis buku puisi yang sering loe baca itu…,”jelas Ares.

         Erlangga hanya diam dan tak menanggapi penjelasan adiknya itu. Namun kemudian adiknya kembali mengatakan sesuatu yang membuatnya terpaksa harus menelan salivanya saking terkejutnya dan tak tahu harus menanggapi seperti apa.

         “Kak…loe mencintainya kan? Dia bukan hanya teman sekampus loe kan?” tanya Ares yang tentu saja pertanyaan itu bagaikan bom yang tiba-tiba mendarat di kepalanya.

         “Apa maksud loe?” tanya Erlangga seolah ia tak mengerti maksud pertanyaan adiknya itu.

         “Jangan berbohong lagi kak. Semuanya sudah jelas. Jangan loe pikir gue sama mama nggak tahu apa yang loe rasain sama Kak Ara..,” ucap Ares yang membuat Erlangga semakin mengernyitkan keningnya tak mengerti. “Kami tahu kak, sejak pertama kali loe ngeliat dia di rumah makan itu, mata loe tak pernah berhenti satu detik pun darinya,” jelas Ares.

         Erlangga menarik napas panjang. Ia tidak tahu apa yang harus di katakannya pada Ares sebagai tanggapan dari pernyataan Ares itu.

         “Gue nggak tahu Res…,” ucapnya kemudian.

         Ares mengerutkan keningnya pertanda tak mengerti dengan ucapan kakaknya. “Maksud loe?”

         “Gue bener-bener nggak tahu apa yang gue rasain ke dia. Gue dulu pernah menyakiti dia dan untuk itu gue merasa sangat bersalah. Namun kemudian, takdir mempertemukan kembali gue dengannya kala itu, dan ada sebuah perasaan yang tersimpan dalam diri gue yang entah apa namanya itu, hingga gue menganggap bahwa itu adalah rasa bersalah gue yang tumbuh kembali. Tapi, ternyata gue salah ngartiin perasaan itu, gue menganggap itu hanya perasaan bersalah gue pada Ara, tapi teman-teman gue bilang bahwa itu adalah cinta. Mereka bilang jika gue hanya merasa bersalah pada gadis itu, gue nggak mungkin berusaha dengan sangat keras untuk menemukan gadis itu dan membantu gadis itu mengembalikan ingatannya…,” jelas Erlangga.

         “Apa? Maksud loe…Kak Ara hilang ingatan?” tanya Ares dengan raut wajah tak percaya.

         “Iya, dia mengalami kecelakaan beberapa tahun yang lalu dan kehilangan sebagian ingatannya. Dan sebagian ingatannya yang hilang adalah tentang gue. Dan sejak itu gue berpikir apakah Ara sengaja tak ingin mengingat kenangannya bersama gue karena gue selalu nyakitin dia…,”

         “Mak..maksudnya? Gue makin nggak ngerti deh dengan cerita loe. Coba sekarang jelasin cerita loe dari awal,” pinta Ares.

*****

         Akhirnya Erlangga pun menceritakan semuanya kepada Ares, perihal Ara. Dimana gadis itu awalnya memang hanya teman satu instansi yang bekerja bersamanya semasa kuliah. Namun, seiring berjalannya waktu mereka menjadi dekat. Dekat dalam hal ini bukan berarti mereka pacaran atau yang lainnya, hanya saja mereka seperti sahabat. Ara selalu ada di saat Erlangga butuh, begitu pula sebaliknya. Tapi, semua berubah ketika Erlangga memutuskan untuk kembali pada Sabrina. Sikap Ara biasa saja akan hal itu, namun entah karena dorongan apa perlahan Erlangga sendiri yang bergerak menjauh dari Ara.

         Hingga kemudian persahabatan diantara keduanya pun menjadi renggang. Erlangga tahu sendiri bagaimana rapuhnya sahabatnya itu karena tidak memiliki orang lain selain dirinya sebagai tempat berbagi cerita. Namun, dirinya tetap menjauh dan berusaha untuk tak menghiraukan gadis itu. Sampai akhirnya hari perpisahan pun tiba dan mereka terpisah dalam jangka waktu yang lama.

         “Jad…jadi…jangan bilang….dia orangnya? Dia kah yang selalu kamu juluki gadis pencetak skripsi?” seru mamanya dari ambang pintu kamar Erlangga.

         “MAMA…!!!” ucap keduanya.

         “Sejak kapan mama berdiri disitu?” tanya Erlangga.

         “Sudah ku bilang mama sebaiknya tunggu sampai aku mendapatkan semua kebenarannya dari Kakak..,” ucap Ares gusar.

         “Oh, jadi kalian bersekongkol?” tanya Erlangga yang tentu saja membuat mamanya dan Ares tersenyum kikuk seperti ketahuan mencuri.

         “Sorry Gha, mama penasaran. Habisnya kamu tiba-tiba jadi kayak gini persis seperti beberapa bulan yang lalu. Nggak mau kerja, dan nggak mau ngapa-ngapain. Mama kan jadi khawatir…,” ucap Mamanya.

         Erlangga mendengus kesal, tapi tentu saja ia tak bisa marah dengan ulah Mama dan adiknya itu. Karena walau bagaimanapun alasan mamanya berbuat seperti itu adalah karena mengkhawatirkan dirinya.

         “Jadi…benarkah dia orangnya?” selidik mamanya.

         “Iya, dia orangnya Ma. Aerylin Bellvania Az-Zahra. Dia yang ku ceritakan pada mama dulu, gadis yang membantuku meraih gelar sarjanaku. Gadis yang ku juluki mesin pencetak skripsi...,” ujar Erlangga.

         “Lalu, apakah dia juga orangnya? Yang membuat kamu menjadi aneh beberapa bulan lalu? Dan membuat kamu memutuskan Sabrina?” tanya mamanya lagi.

         “Bukan, Bukan Ma. Erlangga menjadi seperti beberapa bulan yang lalu adalah karena ulah Erlangga sendiri. Erlangga nggak ngerti kalau sebenarnya Ara memiliki tempat tersendiri di hati Erlangga, hingga Erlangga harus dipisahkan lagi dengan gadis itu, barulah Erlangga sadar bahwa Ara teramat penting bagi Erlangga,” jelas Erlangga. “Kalau terkait Sabrina…itu keputusan Erlangga sendiri…..,”

         “Maksud kakak?”

         “Semenjak Kakak tidak bisa menemukan keberadaan Ara, di saat itulah Kakak sadar bahwa Kakak harus melepaskannya dan menjadi lebih baik lagi. Karena itulah kakak memutuskan Sabrina dalam rangka untuk memperbaiki diri itu. Kakak sadar bahwa kakak sudah sering melakukan dosa salah satunya adalah dengan berpacaran dengan Sabrina. Karena itulah kakak berusaha mendekatkan diri pada Tuhan dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi…,” jelas Erlangga.

         “Jadi, kamu bukan memutuskan Sabrina karena Ara?” tanya mamanya yang di jawab gelengan kepala oleh Erlangga.

         “Tidak Ma. Erlangga tidak memutuskan Sabrina karena Ara. Erlangga tahu betul jika Erlangga memutuskan Sabrina demi Ara, maka suatu hari nanti Erlangga juga akan memutuskan Ara demi wanita lainnya. Tidak..Erlangga tidak mau seperti itu karena itu hanya akan menyakiti hati Ara..,”

         “Jadi…..,”

         “Jadi…Erlangga meminta kepada Tuhan untuk selalu menetapkan hati Erlangga pada satu wanita saja,”

         “Dan wanita itu…..?” tanya Mama dan adik Erlangga.

         “Ara, masih tetap Ara, Ma. Entah berapapun tahun berlalu dan Erlangga terpisah dari gadis itu, hati Erlangga hanya tertuju pada satu nama itu “Aerylin Bellvania Az-Zahra..,”

         “Astaga..!!! karena itukah kamu menolak semua perjodohan yang mama ajukan?” tanya mamanya yang langsung di jawab anggukan oleh Erlangga. “Mama nggak nyangka kalau anak mama yang satu ini sudah bisa berpikiran dewasa,” ucap Mamanya sembari berhambur memeluk Erlangga.

         “Ma, Erlangga sudah besar bukan anak kecil lagi, mama jangan peluk-peluk malu ah…,” ucap Erlangga.

         “Halah malu..segala…alasan itu ma. Bilang aja kalau loe maunya Kak Ara yang meluk dan bukannya mama,” cetus Ares dengan terkekeh geli melihat mama dan kakaknya berpelukan.

         Erlangga yang sebal dengan kelakuan adiknya yang menertawakan dirinya akibat ulah mamanya yang tak henti memeluk dan mencium pipinya layaknya seorang anak kecil itupun segera melemparkan bantal tepat ke wajah Ares. Yang membuat Ares mendengus kesal kemudian hingga ia pergi meninggalkan kakak dan mamanya. Rahayu sudah puas memeluk dan menciumi pipi anaknya layaknya balita berusia lima tahun. Ia pun kemudian menatap wajah anaknya.

         “Kamu sudah bertemu kembali dengan Ara. Takdir seolah sengaja mempertemukan kalian kembali seperti dulu. Lalu tunggu apa lagi?”

         “Maksud mama?”

         “Nak, kamu sudah waktunya menikah. Jadi, datangi orang tua Ara dan lamar dia untuk menjadi istrimu, karena mama yakin gadis seperti Ara pasti tidak ingin jika kamu mengajaknya pacaran. Iya kan?”

         “Ya, mama benar. Ara memang tidak mau berpacaran, dan itu sudah prinsip yang ia pegang dari dulu. Tapi, meminta dia untuk menjadi istri Erlangga tidak gampang Ma?”

         “Apa maksudmu?”

         “Ara kehilangan ingatannya tentang Erlangga, Ma. Dan itu mungkin karena ia sangat tersakiti atas perlakuan Erlangga yang cukup kasar dulu terhadapnya. Karena itu dia…dia mungkin….,”

         “Jangan berpikir terlalu rumit Gha. Jika kamu memang bersalah kamu harus segera meminta ma’af padanya. Sekalipun Ara kehilangan ingatannya, kamu tetap harus minta ma’af terhadapnya atas masa lalu kalian. Terlepas setelahnya Ara mau mema’afkan dan menerimamu atau tidak, kamu harus terima resikonya. Jangan lepaskan kesempatan yang Tuhan berikan padamu Gha, ini kesempatanmu. Jadikanlah kesempatan ini untuk berdamai dengan masa lalu kalian…,”

         “Berdamai dengan masa lalu?” tanya Erlangga dengan kening berkerut ke mamanya.

         “Iya, sayang. Berdamailah dengan masa lalu, dengan begitu apapun yang akan terjadi nantinya kamu tidak akan menyesal di kemudian hari,”

         “Apakah itu sama dengan melepaskan dan mengikhlaskan?” tanya Erlangga lagi.

         “Tentu sayang. Berdamai dengan masa lalu adalah bagian dari mema’afkan, melepaskan atau mengikhlaskan itu sendiri. Ketika kamu mampu berdamai dengan masa lalu itu, maka hatimu akan dipenuhi dengan kedamaian. Dan dengan begitu, kamu akan lebih mudah untuk menjalani hidupmu ke depannya,” ucap Mamanya sembari tersenyum simpul pada Erlangga. Erlangga pun menganggukkan kepala mengiyakan saran dari mamanya itu.

*****

 

        




 

 

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (1)
  • diyaaaa

    Ceritanya bagus, menginspirasi.
    baca ceritaku juga ya,

    Comment on chapter Di Batas Rindu
Similar Tags
ONE SIDED LOVE
7      4     0     
Romance
Pernah gak sih ngalamin yang namanya cinta bertepuk sebelah tangan?? Gue, FADESA AIRA SALMA, pernah!. Sering malah! iih pediih!, pedih banget rasanya!. Di saat gue seneng banget ngeliat cowok yang gue suka, tapi di sisi lain dianya biasa aja!. Saat gue baperan sama perlakuannya ke gue, dianya malah begitu juga ke cewek lain. Ya mungkin emang guenya aja yang baper! Tapi, ya ampun!, ini mah b...
R.A
35      10     0     
Romance
Retta menyadari dirinya bisa melihat hantu setelah terbangun dari koma, namun hanya satu hantu: hantu tampan, bernama Angga. Angga selalu mengikuti dan mengganggu Retta. Sampai akhirnya Retta tahu, Angga adalah jiwa yang bimbang dan membutuhkan bantuan. Retta bersedia membantu Angga dengan segala kemungkinan resiko yang akan Retta hadapi, termasuk mencintai Angga. - - "Kalo nanti ka...
Petrichor
61      5     0     
Romance
Candramawa takdir membuat Rebecca terbangun dari komanya selama dua tahun dan kini ia terlibat skandal dengan seorang artis yang tengah berada pada pupularitasnya. Sebenarnya apa alasan candramawa takdir untuk mempertemukan mereka? Benarkah mereka pernah terlibat dimasa lalu? Dan sebenarnya apa yang terjadi di masa lalu?
My Daily Activities
5      5     0     
Short Story
Aku yakin bahwa setiap orang bisa mendapatkan apa yang ia inginkan asal ia berdo\'a dan berusaha.
Renata Keyla
52      27     0     
Romance
[ON GOING] "Lo gak percaya sama gue?" "Kenapa gue harus percaya sama lo kalo lo cuma bisa omong kosong kaya gini! Gue benci sama lo, Vin!" "Lo benci gue?" "Iya, kenapa? Marah?!" "Lo bakalan nyesel udah ngomong kaya gitu ke gue, Natt." "Haruskah gue nyesel? Setelah lihat kelakuan asli lo yang kaya gini? Yang bisanya cuma ng...
Segaris Cerita
3      3     0     
Short Story
Setiap Raga melihat seorang perempuan menangis dan menatap atau mengajaknya berbicara secara bersamaan, saat itu ia akan tau kehidupannya. Seorang gadis kecil yang dahulu sempat koma bertahun-tahun hidup kembali atas mukjizat yang luar biasa, namun ada yang beda dari dirinya bahwa pembunuhan yang terjadi dengannya meninggalkan bekas luka pada pergelangan tangan kiri yang baginya ajaib. Saat s...
BACALAH, yang TERSIRAT
133      19     0     
Romance
Mamat dan Vonni adalah teman dekat. Mereka berteman sejak kelas 1 sma. Sebagai seorang teman, mereka menjalani kehidupan di SMA xx layaknya muda mudi yang mempunyai teman, baik untuk mengerjakan tugas bersama, menghadapi ulangan - ulangan dan UAS maupun saling mengingatkan satu sama lain. Kekonyolan terjadi saat Vonni mulai menginginkan sosok seorang pacar. Dalam kata - kata sesumbarnya, bahwa di...
UNFINISHED LULLABY
3      3     0     
Inspirational
Love in the Past
308      253     4     
Short Story
Ketika perasaan itu muncul kembali, ketika aku bertemu dengannya lagi, ketika aku harus kembali menyesali kisah itu kesekian kali.
With you ~ lost in singapura
4      4     0     
Fan Fiction
Chaeyeon, seorang siswi SMA yang sangat berani untuk pergi menyusul Tae-joon di Paris. Chanyeol, seorang idol muda yang tengah terlibat dalam sebuah skandal. Bagaimana jika kedua manusia itu dipertemukan oleh sebuah takdir?