Read More >>"> My sweetheart senior (Duabelas) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - My sweetheart senior
MENU
About Us  

Tania dengan malas mengaktifkan data pada gawainya semua notifpun bermunculan kebanyakan adalah pesan broadcast yang sering mampir di akun line ataupun whatsapp nya, sedangkan instagram Gadis jarang membuka akun miliknya itu mukin hanya sesekali

Iapun membuka akun line  yang biasa ia gunakan untuk mendapatkan informasi dari akun akun official bts boyband korea yang sangat di gemarinya. 

Btsarmy
Cek timenline yuk kak :) 

Jkstore 
Po album yuk yang mau beli cek cek 

Petanyadora 
Tania 

Dimitrian Bd 
Add back tan 

Tania pun mebuka pesan dari Peter terlebih dahulu karena laki - laki itu menspamchat pada akun line nya. 

Petanyadora 
Tania 

Woi 

Bales deh 

Lo beneran pacaran sama si trian?

read 

Read aja terus 

Tanpa berniat untuk membalas Tania mengabaikan chat dari Peter dan beralih kepada chat dari Dimitrian 

Dimitrian Bd 

Add back Tan 

Titania melva

?????Males amat

Tak lama Tania membalas pesan tersebut trian pun langsung membalasnya 

Add back Tan, tinggal add apa susahnya gue sumpahin tuh jari gak akan bisa ngetik kalau lagi tidur

Titania melva

Hahaha lucu sekali, bawel lo udah gue add back 

Dengan malas tania menambahkan trian sebagai teman pada kontaknya dengan menamainya sesuka hantinya 

Dedemit gila

Thanks Tan, lo lagi apa? 
Read

Kalau lo butuh buku gue beliin deh Tan, gak usah chat gue lo baca doang 

Titania melva

Apaan sih? 

Dedemit gila

Gue nanya lo lagi apa? 

Titania melva

Lagi nafas lah

Dedemit gila

Yah padahal gue berharap lo lagi mikirin gue, tapi its oke lo masih nafas aja udah bikin gue seneng 

Titania melva

Gombalan lo gak mempan 

Dedemit gila

Gue gak lagi gombal deh tan 

Titania melva

Masa bodo, bye gue mau tidur

Dedemit gila

Ya udah good nite have nice dream yah, gue harap di mimpi lo yang indah itu ada gue 

Tania melemparkan gawainya kesembarangan arah setelah itu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan akhirnya tertidur

                            ***

Pagi hari di kediaman Dirgantara

Tuk... Tuk "assalamualaikum "salam seorang laki - laki 

"Waalaikumsalam "jawab ibu trian sambil membukakan pintu  "eh Juna, ayo masuk sarapan bareng yuk "ajak marwah kepada  Juna 

Juna pun mengikut dilihatnya Trian yang sedang menikmati sarapan nya dan di di sofa seorang pria berumur 40an sedang membaca koran 

"Pagi om "sapa Juna pada pria yang sedang membaca koran tersebut. 

"Eh kamu jun, tumben "ucap Dirga ayah Dimitrian

"Hehe lagi pengen aja bareng sama bang Trian"jawabnya

"Ya udah sarapan dulu sana bareng Trian "

"Oke tante "

Juna pun melangkahkan kakinya menghampiri Trian yang masih menikmati masakan sang ibu 

"Pagi bang "sapa Juna

"Heh, kesambet lo tumben banget nyamper gue "

"Heheh lagi pengen aja "

"Halah ada udang di balik batu nih pasti "

"Pikiran lo ya, sebenernya gue mau ngomong sesuatu bang sama lo "

"Ngomong aja kali "

"Gak bisa di sini nanti aja sembari jalan "

"Ya udah ayo "ajak Trian yang telah menghambiskan sarapannya setelah itu memasukan sebuah kotak makan kedalam tasnya 

"Lo bawa makan?  Tumben pink gitu lagi tuh tempat makan "

"Hahaha bukan buat gue Jumadih, tapi buat Tania "

"Duh jadi pengen di posisi kak Tania, belom jadi pacar aja udah di bawain makan "ledek Juna 

"Jijik bego "ucap Trian sambil menyikut lengan Juna

Setelah keduanya berpamitan, Juna dan Trian pergi untuk berangkat sekolah hari ini Dimitrian membawa mobil. Mobil berwarna hitam yang di kendarai oleh Tria pun telah melaju menjauh dari kediaman Dirgantara. 

"Lo mau ngomong apa sih jum?"tanya Trian "jangan bilang lo suka sama gue? "

"Gue masih normal sat "

"Ahahah ya udah lo mau ngomong apa? "

"Gini, lo inget waktu gue maen basket bareng sama kak Tania? "

Sambil fokus menyetir Trian memgangukan kepalanya"iya terus? "

"Sebelum gue ngajak dia temenin gue maen basket tuh gue gak sengaja nguping dia lagi nelpon sama... "Ucap Juna terhenti

"Sama siapa? "Trian dibuat penasaran 

"Yang gue denger Tania manggil om "

"Terus kenapa, dia lagi telponan sama om nya kali"jawab santai Trian

"Bego lo yang ini tuh kedengaranya bukan om nya kak Tania dari nada bicaranya"

Trian meminggirkan mobilnya, tatapanya kini serius

"Maksud lo? "

"Gue pikir kak Tania itu... Simpenan om om bang "

Trian terkejut, muka nya merah "sekali lagi lo ngomong kaya giti gue hajar lo Jum bodo amat lo temen gue "

"Nah kan ini yang gue takut ko langsung marah, kan itu cuman pemikiran gue kalau lo mau lebih jelas dan pasti saran gue cari tau bang "

"Wait kenapa lo dukung gue sama Tania? "

"Heheh gue tau lo suka sam kak Tania kok bang "

"Darimana? "Selidik Trian yang amarahnya kini mulai mereda. 

"Dari siapa lagi kalau bukam kedua adipati lo "

"Oh "

Trian kembali menyalakan mesin mobilnya dan mlajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi

"Gila lo bang, pelan-pelan ngapa "

"Supaya cepet sampe "

"Njir bang nyawa gue cuman satu gak kayak kucing nyantai aja ngapa bawa mobilnya "

"Diem lo bawel amat gue turunin baru tau rasa "

"Eh iya iya "

Beberapa menit kemudian mobil milik Trian telah terpakir di parkiran sekolahnya. 

"Tas gue bawain ke kelas ya Jum "ucap Trian  yang melemparkan tasnya seelah mengambil kotak bekal yang di sediakan marwah khusus untuk Tania

"Mau kemana lo? "Tanya juna yang di abaikan Oleh Trian

Waktu masih menunjukan pukul 6:40, biasnya Tania belum datang, dengan sebuah sticky note yang menempel di kotak bekal yang trian bawa laki laki itu menyimpan nya begitu saja di tempat duduk yang biasa Tania duduki kemudian pergi 

Tania yang baru saja tiba, matanya langsung menatap sebuah kotak makan yang di tempel sticky note bertuliskan 'dimakan nyokap gue udah buatin buat lo'

"Pagi Tan "sapa Reina yang baru saja datang bersama Mili

"Wah tumben bawa makan? "Tanya Mili

"Bukan punya gue "jawab datar Tania

"Terus? "

"Dari nyokapnya Trian "

Mili dan Reina saling melemparkan tatapan kemudian melanjutkan aksinya

"Cieeeeeeeee "ledek Reina dan Mili bersamaan 

"Apaan sih? "

"Cie ah dapet sarapan penuh kasih dari calon mertua "ucap Mili

"Hahah ngaco lo siapa juga calon mertua gue "

"Ya mamah nya kak Trian lah "jawab Reina 

"Apalagi itu duh bener - bener udah pad ngaco otak lo berdua yah "

"Bukan otak kita tapi, hati lo yang gak peka - peka jadinya konsletkan ke otak lo "

"Dih apaan lagi sih, udah ah tuh makan kalau lo berdua mau "titah Tania

"Sorry Tan kita abis sarapan di kantin, jangan di buang sayang lo harus nya bersyukur karena masih banyak di luar sana yang butuh makanan "

"Hem iya deh iya ustazah Mili "

"Amin deh amin yah "

Sebuah notif  pesan masuk, membuat gawai Tania bergetar

Dedemit  gila  
P

P

Tania! 

 

??Di makan tan nyokap gue bikin khusus buat lo

Titania melva

Iya, bilangin makasih buat tante marwah. 

Dedemit gila

Mama Tania, jangan panggil nyokap gue tante 

Titania melva

Terserah lah ya chatan sama lo ini bukan sama nyokap lo 

Dedemit gila

Abisin oke!  

Titania melva

Iya kalau perlu sama tempatnya gue makan :v

Dedemit gila

Bagus deh suapaya Tania gue gak kelaperan lagi!  

Titania melva

Stop bilang TANIA GUE!  

Dedemit gila

maaf deh maaf 
 

Read 


Perpustakaan adalah ruangan yang paling pas untuk menenangan pikiran karena jauh  dari kebisingan apalagi kedua temannya sekarang sedang meledeknya terus - menerus membuat Tania merasa sedikit risih 

Setelah sampai ia memilih buku - buku yang tersusun rapih pada setiap rak buku 

Si ibu gak punya hati ya, udah tau gue pendek, naro buku tinggi banget gitu. Keluh batin Tania

Hingga beberapa saat tania masih erus menatap buku yang menurutnya seru untuk di baca tapi sayang karena bukunya yang tersimpan di paling atas rak buku Tania tidak dapat mnegambilnya iapun mengurungkan niatnya untuk membaca buku tersebut. 

"Mau gue ambilin gak? "Tanya seseorang yang berada di belakang Tania

Tania mendelik "gak usah "jawabnya ketus 

"Ya udah gue aja yang baca "laki - laki itu langsung mengambil buku yang tadi ingin di baca oleh Tania. 

"Dedemit gila "gumam Tania lirih tapi masih sanggup terdengar oleh laki- laki itu 

"Apa Dimitrian sayang? "Ulang Trian

"DEDEMIT GILA BUDEK YA LO "ucap Tania dengan nada tinggi yang membuat nya mendapat semprotan kemarahan dari siswa - siswa penghuni perpustakaan yang sedang fokus membaca buku. 

"Berisik woi "itulah kata yang terlontar dari mulut penghuni perpustakaan yang merasa terganggu

"I.. Iya maaf "

"Mangkanya kalau ngomong tuh pelan Tan gak baik lagi cewek ngomong keras keras "

"Bodo amat Trian bodo " 

"Tan? "Panggil Trian dengan tatapan datar 

Tania hanya melirik 

"Nyokap gue pengen lo ke rumah katanya masih banyak yang mau di obrolin "

"Gue gak mau "tolak Tania 

"Lo harus mau dong Tan, nyokap gue kan taunya lo pacar gue "

"Udah gue bilang gak mau, lagian tinggal ngomong ke nyokap lo gue itu musuh lo bukan pacar kalau soal kejadian itu tinggal bilangin gue gak sengaja masuk "

"Perasaan nyokap gue penting Tan, gue gak peduli kalau dia marah sama gue tapi gue gak tega liat dia terluka karena gue bohongin dia "

Tania terdiam sambil menundukan kepala 

"Gue harap hari minggu lo dateng ke rumah gue, tapi kalau lo nganggep perasaan nyokap gue gak penting its oke Tan gak papa "ucap Trian kemudian pergi sambil memberikan buku kepada Trian 

Tania sadar dan tahu gimana terlukanya orang tua jika anak nya berbohong apalagi ibu Trian begitu baik padanya ia tidak tega jika harus melukai hatinya

"Trian "panggil Tania 

Dimitrian menghentikan langkahnya 

"Minggu... Jemput gue "sebuah kalimat yang di tunggu - tunggu oleh Trian  pada akhirnya meluncur begitu saja dari mulut Tania

Dimitrian membalikan tubuhnya untuk menatap tania "lo seriusan? Apa cuman mau ngehibur gue? "

"Lo nih ya di kasih hati minta jantung "

"Hehheh maaf deh, tapi lo seriusan kan Tan? "

Tania menggukan kepalanya sontak membuat Trian senang bukan main lagi. 

Tags: twm18

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Persapa : Antara Cinta dan Janji
67      19     0     
Fantasy
Janji adalah hal yang harus ditepati, lebih baik hidup penuh hinaan daripada tidak menepati janji. Itu adalah sumpah seorang persapa. "Aku akan membalaskan dendam keluargaku". Adalah janji yang Aris ucapkan saat mengetahui seluruh keluarganya dibantai oleh keluarga Bangsawan. Tiga tahun berlalu semenjak Aris mengetaui keluarganya dibantai dan saat ini dia berada di akademi persa...
Sahara
287      66     0     
Romance
Bagi Yura, mimpi adalah angan yang cuman buang-buang waktu. Untuk apa punya mimpi kalau yang menang cuman orang-orang yang berbakat? Bagi Hara, mimpi adalah sesuatu yang membuatnya semangat tiap hari. Nggak peduli sebanyak apapun dia kalah, yang penting dia harus terus berlatih dan semangat. Dia percaya, bahwa usaha gak pernah menghianati hasil. Buktinya, meski tubuh dia pendek, dia dapat menja...
TERSESAT (DILEMA)
83      24     0     
Mystery
Cerita TERSESAT ( DILEMA ) ini ada juga di situs Storial.co, lho. Sedang diikutkan dalam kompetisistorialmei19, nulissukasuka, ceritainaja. Isi Sinopsis dan beberapa Episode di dalamnya sudah direvisi ulang agar lebih berbeda dengan isi sebelumnya. Bagi yang penasaran, yuk ikuti di link ini: https://www.storial.co/book/tersesat-dilema/ Ditunggu ulasan, saran, masukan, dan kritik kalian di s...
simbiosis Mutualisme seri 2
64      18     0     
Humor
Hari-hari Deni kembali ceria setelah mengetahui bahwa Dokter Meyda belum menikah, tetapi berita pernikahan yang sempat membuat Deni patah hati itu adalah pernikahan adik Dokter Meyda. Hingga Deni berkenalan dengan Kak Fifi, teman Dokter Meyda yang membuat kegiatan Bagi-bagi ilmu gratis di setiap libur panjang bersama ketiga temannya yang masih kuliah. Akhirnya Deni menawarkan diri membantu dalam ...
Surat Kaleng Thalea
60      24     0     
Romance
Manusia tidak dapat menuai Cinta sampai Dia merasakan perpisahan yang menyedihkan, dan yang mampu membuka pikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan. -Kahlil Gibran-
She Is Falling in Love
4      4     0     
Romance
Irene membenci lelaki yang mengelus kepalanya, memanggil nama depannya, ataupun menatapnya tapat di mata. Namun Irene lebih membenci lelaki yang mencium kelopak matanya ketika ia menangis. Namun, ketika Senan yang melakukannya, Irene tak tahu harus melarang Senan atau menyuruhnya melakukan hal itu lagi. Karena sialnya, Irene justru senang Senan melakukan hal itu padanya.
Do You Want To Kill Me?
59      19     0     
Romance
Semesta tidak henti-hentinya berubah, berkembang, dan tumbuh. Dia terus melebarkan tubuh. Tidak peduli dengan cercaan dan terus bersikukuh. Hingga akhirnya dia akan menjadi rapuh. Apakah semesta itu Abadi? Sebuah pertanyaan kecil yang sering terlintas di benak mahluk berumur pendek seperti kita. Pertanyaan yang bagaikan teka-teki tak terpecahkan terus menghantui setiap generasi. Kita...
Ignis Fatuus
20      12     0     
Fantasy
Keenan and Lucille are different, at least from every other people within a million hectare. The kind of difference that, even though the opposite of each other, makes them inseparable... Or that's what Keenan thought, until middle school is over and all of the sudden, came Greyson--Lucille's umpteenth prince charming (from the same bloodline, to boot!). All of the sudden, Lucille is no longer t...
Slap Me!
18      10     0     
Fantasy
Kejadian dua belas tahun yang lalu benar-benar merenggut semuanya dari Clara. Ia kehilangan keluarga, kasih sayang, bahkan ia kehilangan ke-normalan hidupnya. Ya, semenjak kejadian itu ia jadi bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Ia bisa melihat hantu. Orang-orang mengganggapnya cewek gila. Padahal Clara hanya berbeda! Satu-satunya cara agar hantu-hantu itu menghila...
Benang Merah, Cangkir Kopi, dan Setangan Leher
4      4     0     
Romance
Pernahkah kamu membaca sebuah kisah di mana seorang dosen merangkap menjadi dokter? Atau kisah dua orang sahabat yang saling cinta namun ternyata mereka berdua ialah adik kakak? Bosankah kalian dengan kisah seperti itu? Mungkin di awal, kalian akan merasa bahwa kisah ini sama seprti yang telah disebutkan di atas. Tapi maaf, banyak perbedaan yang terdapat di dalamnya. Hanin dan Salwa, dua ma...