Read More >>"> My sweetheart senior (Sembilan) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - My sweetheart senior
MENU
About Us  

Lo yang kelem kaya gini malah bikin gue jatuh makin dalem bahkan sampe ke alam mimpi. 

Malam hari di kediama Dirgantara sama saja di kediaman tania sama - sama sepi. 

Dimitrian merasa cukup senang hari ini, entah sebuah ketidak sengajaan Tania datang ke rumahnya atau memang di takdirkan untuknya , Trian yang sejak tadi siang telah kepo bukan main tentang satu hal berusaha untuk mencari tahunya ia pun melayangkan sebuah pesan kepada Dito sahabatnya sejak masih di dalam zigot. 

Yon, gue mau nanya penting!! 

Tak selang beberapa lama pesan yang di kirim Trian pun mendapatkan balasan 

Diondoran : penting buat siapa nih? 

Buat gue sih hahaha 

Diodoran : nanya apa sih gak pantes lo bege so soan basa basi. 

Gue mau nanya, bukan nanya sih tapi lebih tepatnya nyuruh 

Diondoran: iya to the point aja ngapa sih 

Selo dong ngegas aja, jadi gini lo tolong cari tau dong ke si kembar sodara lo si Peter tuh siapa nya Tania mereka kan sahabatnya si Tania otomatis tau lah 

Diondoran : oh soal Tania toh, bentar Peter mana nih?  

Peter Mana yah mikir dulu gue 

Diondoran : si anjir seriusan, terus kenapa nyasar - nyasar ke si Peter sih?  

yang jelas bukan Peternya tingkerbell sih yon, ya ada hubunganya lah mangkanya nyasar ke si Peter 

Diondoran : sialan lo gak akan gue bantu baru tau rasa lo, mati sono!!!

Hahah iya -iya, asal lo jangan nyuruh gue mati bareng  Sabel aja! 

Diondoran : apaan lagi bawa bawa si Sabel 

Tau ahmat pokoknya bantuin gue, bye gue mau bobo gans dulu

Dimitrianpun mematikan ponselnya dan terlelap. 

Tania menguap lebar, membuka matanya dan meregangkan tubuhnya jam di dinding kamarnya telah menunjukan pukul setengah 6 iapun bergegas ke kamar mandi 30 menit ia selesai mempersiapkan diri untuk berngkat sekolah. Kebiasaan buruk Tania adalah tidak pernah sarapan membuat ia memiliki riwayat penyakit maag. 

Tania membuka pintu rumahnya dan segera mengunakan sepatunya setelah itu pergi seperti pagi hari biasnya tapi kali ini matanya tertuju pada laki-laki yang sedang duduk sambil cengengesan di depan rumahnya. 

"Ngapain lo? "

"Nyari tukang bubur gue "

Bego dipiara ni orang , jauh - jauh dari rumahnya buat nyari tukang bubur di kira bocah apa gue. 

" terus kenapa mejeng di depan rumah gue lo pikir emang rumah gue warung. 

yang di tanya malah cengengesan gak jelas "heheh sengaja sih jemput lo, berhubung gue udah tau rumah lo "

"Ha!  Siapa juga yang mau bareng sama lo? "

"Bareng sama gue gratis kok"

Tania hanya mendelik 

"Ayo naik "titah Trian "gue tau uang lo kan ada di si Peter belum di gantiin "

"Lo.. Lo kok tau "

"Apa sih yang gak gue tau "ucap nya santai"Udah ayo naik, mau kesiangan apa?"

"Iya"Tania menurut ia telah duduk manis di belakang Trian tanpa gadis  itu sadari laki - laki itu tersenyum. 

Dimitrian memberhentikan motornya. 

"Kok berenti? "

"Pegangan Tan "

"Gak, males banget yang ada tangan gue gatel -gatel"

"Please deh gue bukan ulet bulu yang kalau lo pegang ada reaksi nya "

"Bodo amat "

"Ya  udah gue turun "benar saja Tania langsung turun. 

"Kok turun? "Tanya Trian 

"Lo gak mau jalan -jalan mending gue naek angkot "

"Emang lo punya duit "tanya Trian

Jlebb, kata Trian membuat Tania mendengus sebal 

Peta gila nyebelin, coba tuh anak langsung bayar gue kan gak perlu ketemu mahluk macam dedemit pagi - pagi begini. 

"Udah naek buruan, gue cuman nyuruh lo pegangan sama gue bukan nyuruh lo dorong motor "

"Sama aja, minta uang "ucap Tania dengan polos sambil tangan nya mengadah ke arah Trian sementara laki -laki itu hanya mengernyitkan dahinya tak paham . 

"Lo malak gue? "Tanya dimitrian bercanda. 
"Gak malak woi gue minta lima ribu aja buat naek angkot enek gue lama -lama sama lo "

Dimitrian tertawa dengan penuturan Tania sanggup membuat nya terbahak di pagi hari 

"Gak usah ketawa "ucap ketus Tania

"Lagian lo ya, ngapain lo minta uang ke gue toh motor gue gak mogok masih bisa jalan "

"Udah gue bilang gue enek lama -lama sama lo "

"Ya udah jangan minta uang ke gue kalau lo enek sama gue "jawab santai Trian

"Ih dedemit rese "grutunya "ya udah jalan gue belum ngerjain pr ih "titahnya yang telah kembali duduk. 

"Pegangan Tania "ucap trian nya pelan 
Tak ada jawaban 

"Pegangan sayang "kata Trian yang langsung mendapat pukulan dari Tania

"Kdrt mulu lo Tan "

Tania tidak menjawab untuk menanggapi ucapan dari Dimitrian, tidak juga menuruti perintah Trian ia mengabaikanya semuanya
Terbesit pikiran jail di benak Trian iapun menginjak rem secara mendadak dan hasilnya Tania pun melingkarkan tanganya di perut Trian. 

"Kenapa? "Tanya Tania yang masih terkejut

"Itu kucing lewat "ucap nya berbohong 

"Oh "jawabnya singkat

Dimitrian merasa geli sendiri melihat tingkahnya yang super jail kepada Tania, ia mengaku kalau ia kini telah jatuh cinta kepada Tania karena gadis itu memang menarik di mata Trian. 

Pagi ini senyum Trian benar - benar trus terpancar apalagi saat di perjalanan menuju kesekolah bersama Tania bagaimana tidak melihat tingkah Tania sanggup membuatnya merasa senang. 

30 menit kemudian  akhirnya mereka sampai di sekolah jika saja Dimitrian tidak menjaili Tania mungkin 20 menit saja mereka akan sampai. 

Suasana sekolah sudah ramai begitupun di area parkiran sudah banyak motor ataupun mobil yang telah terpakir rapi di area SMA Nusantara. 

Tania turun "makasih "ucapnya kemudian pergi tapi langkahnya ditahan oleh Trian "apa lagi?  Minta ongkos?  Kan gue gak nyuruh lo buat jem-"

"Suudzon mulu sama gue, helm Tan "potongnya. 

"Eh a... Anu maaf "ucapnya sambil berusaha membuka helm milik Trian  yang di kenakanya "susahh ih "

"Ampun deh manja nya Tania "jawabnya sambil membukakan helm yang di kenakan Tania tatapan merekapun bertemu. 

"Udah selesai tuan putri"kata Trian meledek. 

dari kejauhan seorang gadis menatap tajam kearah Tania kemudian melangkah menghampiri Trian dan Tania. 

"Pagiiii Trian "sapa Sabel 

"Pagi bel "balas Trian

"Heh lo setan, ngapain  bareng Trian pasti lo mohon mohonkan minta di tebengin, iya kan? "Ucap sabelia blak -blakan di depan Trian 

"Idih tanya aja ke si dedemit nya "

"Gue yakin pasti lo ke ganjenan kan "

"Gue keganjenan?  sama dia? "Tanya nya sambil menujuk kearah Trian yang masih santai bersandar di motornya "hahahaha sorry aja gue mikir - mikir dulu kali mau ganjen ke dia mah "lanjutnya setelah itu pergi 

"Woi gue belum selesai Tania "triak sabel "lo juga ngapain sih mau - mau nya aja nebengin dia "kini Sabelia menatap ke arah Trian. 

"Hak gue dong bel, udah ah gue mau ke klas bye "Trian pergi meninggalkan Sabelia yang masih diam di tempat Trian memarkir motor miliknya. 

"Triannn nyebelinnn, kenapa lo gak peka sih gue cemburu "gerutunya 

"Lo harus nya sadar juga bel "ucap Dion yang tiba-tiba sudah ada di belakang Sabel

"Apa sih maksud lo? "

"Lo harus nya sadar Trian gak suka sama lo, dan lo juga harusnya tau itu "jelas Dion 

"Gue udah tau "jawab singkat Sabel

"Terus kenapa lo malah keganjenan deketin dia padahal lo tuh cantik bel masih banyak cowok di luar sana yang nunggu "

Dengan pedenya Sabelia menjawab "gue tau gue emang cantik, terus banyak yang nunggu gue kok "

Mulai deh kepedeanya "terus kenapa lo masih ngejar - ngejar Trian "

"Karena dia itu beda dari cowok lain, Trian gak ngejar-ngejar gue kayak kebanyak cowok disini kan gue jadi penasaran sama dia dan akhirnya jatuh cinta, udah ah dadah Dion "

Ya jelas dia gak ngejar lo orang gak suka, Dasar cewek di kasih hati minta ginjal. Ucap  batin Dion. 

Tak terasa waktu memang begitu terasa begitu cepat sekali berlalu. 

"Ta ikut gak? "Tanya Reina yang sudah bangkit. 

"Gak deh entar gue jadi obat nyamuk kan gak enak hahaha "

"Ah lo kaya apa aja, ya udah kalau gitu gue mau ke lapang dulu yah sama Mili abis itu mau ngantin dadah "

"Oke "

Saat di perjalanan Mili dan Reina bertemu dengan Trian yang sedang berjalan berlawanan arah dengan nya. 

"Rei? "Panggil Trian 

"Eh kak Trian ada apa? "

"Tania dimana? "Tanya nya. 

"Tania mah ada di kelas kak tadi di ajak gak mau "seperti petir Mili langsung menyambar tanpa perlu di minta

"Owh ya udah sono kalau mau mojok sama si Jemie gue nyamperin Tania dulu deh "dengan snatai nya Dimitrian bicara seolah - olah tak ada siapapun "oh iya Mil jangan lupa bahagia"lanjutnya 

Dengan gaya nya, Trian berjalan melemparkan senyum kepada siapapun yang berpapasan padanya ternyata gerakan 3 s yaitu senyum, sapa, salam masih di pakai oleh sang ketua osis 

Saat tiba di kelas Tania, Trian melongok ke dalam kelas untuk memastikan gadis yang ia cari ada. Tania sedang tertidur kepalanya di topang oleh kedua tanganya sedangkan kedua kuping nya terpasang earphone. 

"Cari siapa ya kak? "Tanya seorang laki - laki berkacamata yang membuat mata Trian teralihkan. 

"Gue.. Gue nyar Tania "

"Oh, gue bangunin dulu deh yah kak "

"Eh gak usah biar, gue aja yang nyampern dia"

"Oke, kalau gitu gue duluan yah ka"laki- laki tersebut keluar dari kelas sehingga hanya menyisakan Tania yang tertidur dan beberapa siswa yang sedang membaca. 

Trian duduk di samping Tania dengan hati - hati, tak ingin membangunkan atau mengusik ketenangan gadis itu, Trian hanya menatap Tania kemudiaa  iapun menulis nulis tak jelas bisa di bilang mencoret - coret buku milik Tania di sela -sela kegiatan nya itu ia masih terus menatap Tania. 

Lo yang kalem kayak gini, malah bikin gue jatuh makin dalem bahkan nyampe ke alam mimpi. Ucap batin Trian

Setelah kegiatan gak jelas nya itu selesai, ia bangkit dan pergi begitu saja melupakan niat awalnya ke kelas Tania yaitu untuk mengajak nya ke kantin ralat bukan mengajak tapi memaksa karena Tania pasti akan menolak mentah -mentah ajakan Trian. 

Tags: twm18

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Aku Lupa
4      4     0     
Short Story
Suatu malam yang tak ingin aku ulangi lagi.
Dia Dia Dia
85      24     0     
Romance
Gadis tomboy yang berbakat melukis dan baru pindah sekolah ke Jakarta harus menahan egonya supaya tidak dikeluarkan dari sekolah barunya, saat beberapa teman barunya tidak menyukai gadis itu, yang bernama Zifan Alfanisa. Dinginnya sikap Zifan dirasa siswa/siswi sekolah akan menjadi pengganti geng anak sekolah itu yang dimotori oleh Riska, Elis, Lani, Tara dan Vera. Hingga masalah demi masalah...
Roger
23      12     0     
Romance
Tentang Primadona Sial yang selalu berurusan sama Prince Charming Menyebalkan. Gue udah cantik dari lahir. Hal paling sial yang pernah gue alami adalah bertemu seorang Navin. Namun siapa sangka bertemu Navin ternyata sebuah keberuntungan. "Kita sedang dalam perjalanan" Akan ada rumor-rumor aneh yang beredar di seluruh penjuru sekolah. Kesetiaan mereka diuji. . . . 'Gu...
IZIN
43      13     0     
Romance
Takdir, adalah sesuatu yang tidak dapat ditentukan atau disalahkan oleh manusia. Saat semua telah saling menemukan dan mencoba bertahan justru runtuh oleh kenyataan. Apakah sebuah perizinan dapat menguatkan mereka? atau justru hanya sebagai alasan untuk dapat saling merelakan?
Intuisi Revolusi Bumi
13      8     0     
Science Fiction
Kisah petualangan tiga peneliti muda
Help Me to Run Away
10      7     0     
Romance
Tisya lelah dengan kehidupan ini. Dia merasa sangat tertekan. Usianya masih muda, tapi dia sudah dihadapi dengan caci maki yang menggelitik psikologisnya. Bila saat ini ditanya, siapakah orang yang sangat dibencinya? Tisya pasti akan menjawab dengan lantang, Mama. Kalau ditanya lagi, profesi apa yang paling tidak ingin dilakukannya? Tisya akan berteriak dengan keras, Jadi artis. Dan bila diberi k...
Berawal dari Hujan (the story of Arumi)
5      3     0     
Inspirational
Kisah seorang gadis bernama Arumi Paradista, menurutnya hujan itu musibah bukan anugerah. Why? Karena berawal dari hujan dia kehilangan orang yang dia sayang. Namun siapa sangka, jika berawal dari hujan dia akan menemukan pendamping hidup serta kebahagiaan dalam proses memperbaiki diri. Semua ini adalah skenario Allah yang sudah tertulis. Semua sudah diatur, kita hanya perlu mengikuti alur. ...
Popo Radio
102      31     0     
Romance
POPO RADIO jadi salah satu program siaran BHINEKA FM yang wajib didengar. Setidaknya oleh warga SMA Bhineka yang berbeda-beda tetap satu jua. Penyiarnya Poni. Bukan kuda poni atau poni kuda, tapi Poni siswi SMA Bhineka yang pertama kali ngusulin ide eskul siaran radio di sekolahnya.
Time Travel : Majapahit Empire
429      120     0     
Fantasy
Sarah adalah siswa SMA di surabaya. Dia sangat membenci pelajaran sejarah. Setiap ada pelajaran sejarah, dia selalu pergi ke kantin. Suatu hari saat sekolahnya mengadakan studi wisata di Trowulan, sarah kembali ke zaman kerajaan Majapahit 700 tahun yang lalu. Sarah bertemu dengan dyah nertaja, adik dari raja muda Hayam wuruk
Kare To Kanojo
72      15     0     
Romance
Moza tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menginjak Negara Matahari ini. Bertemu dengan banyak orang, membuatnya mulai mau berpikir lebih dewasa dan menerima keadaan. Perbedaan budaya dan bahasa menjadi tantangan tersendiri bagi Moza. Apalagi dia harus dihadapkan dengan perselisihan antara teman sebangsa, dan juga cinta yang tiba-tiba bersemayam di hatinya. DI tengah-tengah perjua...