Read More >>"> Surat Untuk Senja (CHAPTER 3) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Surat Untuk Senja
MENU
About Us  

"Apa? Kok aku sendiri baru tau. Pantes akur sama Senja."

"Kami? Pernah kok ga akur. Gara gara, itu loh Senja marahin gue ga becus gara gara keranjang."

"Haha lucu amat."

Kami dan kami berpacaran karena kami tahu karna, kami duduk bersebelahan canda tawa bersama semua nya berubah.

Sebelumnya 2 hari setelah datang dari pindahan.

"Anjel anak baru itu pacaran? Sama siapa lo?"

"Sama Angi kayanya sih."

Semua itu terdengar dari dalam mereka. 

 

 

 

Pukul 14.30.

 

Angi pergi dan keluar bersama Senja. Dan akibatnya aku di ajak ikut dengan anak dua.

Pada saat itu aku kenal teman cewe, dia Ghina. 

Ghina teman baik sama Angi. Dia juga diajak Ghina. 

"Gue Ghina Danish Affarel. Oh ya lo, sebangku nya Angi kan?"

"Iya kok tau sih." Hampir malu aku menginjak kaki orang yang ada di belakang.

"Eh, brangkat nya bareng ya. Ah, jangan manggil aku kamu deh, Lo gue aja weka."

"Menyesap."

 

 

 

"Eh Nja. Apaan nih." Senja menarik dengan flash.

"Naik motor gue. Buruan."

"Jel? Sini." Panggilan sapaan Angi.

"Ngi?" 

Tiba- tiba saya dihadapkan dengan dua pilihan yang sulit. Sama sama penting.

"Eh Ngi, Gue ikut." Ghina yang datang dengan sapaan yang ramah.

"Oh, Oke. Ghin." Muram muka Angi.

 

"Nih helm. Buruan telat gue gebuk lu."

"Garang."

"Ga sih, Slow aja. Ya masa gue gebuk lu."

 

 

 

Gara-gara kami dengan santai lewat geng mantan Senja itu.

 

 

Ini hari terfavorit diriku. Angin dengan lansia membuat rambut panjang ku terseret begitu saja.

Dia bukan tipe cowok modus, tapi dia humoris.

Diriku saja belum dengan lebih dari dirinya. Belum tau apa sih.

"Ohya, Nja kalo lo menang. Aku dikasih hadiah apa ini?"

"Doain aja, emm, apa ya. Nanti aja deh. Masih belum ada pencerahan nih."

"Emm, oke."

 

 

 

 

Kami turun di tempat yang dituju dan disusul Angi bersama Ghina.

Angi yang murem berubah dengan muka merah merah malu. Aku mendekati Angi.

"Angi, mukanya merah abis di godain apa sama Ghina?" Bisik di kuping Angi.

"Apaan si lo. Lol aja."

 

Sejak hari itu Senja bener bener perhatian dia udah kaya nempel gitu kaya perangko ga bisa jauh ga bisa lepas.

 

Kami seperti kencan berempat.

Ghina menyemangati Angi dan diriku. Dua duanya.

 

Ada rasa iri sama Ghina.

 

Angi sangat perhatiaan sama Ghina. Sampe sampe aku sempet nangis saat itu.

Disaat mereka bertanding. Aku disamping lapangan menangis.

 

"Lho, lo kenapa Njel? Senja ngeliatin lo di lapangan itu." Ghina mengelus rambut ku.

"Gapapa, ga enak badan aja. Salam buat Senja gitu. Aku ga enak badan aja. Bay."

"Eh?!Iya."

 

Keesokan nya.

 

Aku sakit besok nya. Angi sendiri di samping.

"Njel, budak gelo kemana ini? Jadi rindu."

"Iya rindu." Senja menyambung.

 

 

 

Room Chat.

Senja: "Besok lo masuk makan bakso ato seblak itu kurang makan seblak."

Anjel_: Ga sakit beneran. Godain aja:(

Senja: kan diriku rindu.

Anjel_:Ah makin sayanggg?

Senja: jadi bayper.

Anjel: tahe.

 

15.30 

"Apakah dia utusan tuhan untuk jodoh ku?"

 

 

"Anjel gue mau ngomong serius. Ini seriusan ya."

"Ha?Yakin lu." Tawa diriku yang kaget dengan kata kata panjang nya.

"Fiks."

"Jih."

 

 

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Kesempatan
10      10     0     
Short Story
Pada dasarnya, manusia itu penakut. Seringkali menghindari situasi yang membuat dirinya merasa tidak nyaman. Pada dasarnya, manusia itu selalu menginginkan kebahagiaan atas dirinya sendiri. Dan seringkali melupakan kebahagiaan orang lain.
Imaji
10      10     0     
Short Story
“Mereka bahkan tidak bertanya. Mereka tidak pernah tahu siapa sebenarnya diriku.”
Kejar Mika!
122      78     0     
Romance
Sudah bukan rahasia lagi kalau Pinky jatuh cinta setengah mati dengan Mikail Angelo, pemuda tampan paling populer di sekolahnya yang biasa dipanggil Mika. Jungkir balik dan jatuh bangun mengejar cintanya sedari SMP, yang ia dapat adalah penolakan. Lagi, lagi dan lagi. Pantang menyerah, Pinky berjuang keras demi bisa masuk SMA yang sama dengan pemuda itu. Dan ketika ia berhasil berada di ...
Nina and The Rivanos
235      141     0     
Romance
"Apa yang lebih indah dari cinta? Jawabannya cuma satu: persaudaraan." Di tahun kedua SMA-nya, Nina harus mencari kerja untuk membayar biaya sekolah. Ia sempat kesulitan. Tapi kemudian Raka -cowok yang menyukainya sejak masuk SMA- menyarankannya bekerja di Starlit, start-up yang bergerak di bidang penulisan. Mengikuti saran Raka, Nina pun melamar posisi sebagai penulis part-time. ...
Salju yang Memeluk Awan [PUBLISHING IN PROCESS]
367      209     0     
Romance
Cinta pertamaku bertepuk sebelah tangan. Di saat aku hampir menyerah, laki-laki itu datang ke dalam kehidupanku. Laki-laki itu memberikan warna di hari-hariku yang monokromatik. Warna merah, kuning, hijau, dan bahkan hitam. Ya, hitam. Karena ternyata laki-laki itu menyimpan rahasia yang kelam. Sebegitu kelamnya hingga merubah nasib banyak orang.
The Secret Of Donuts
38      35     0     
Fantasy
Masa lalu tidak dapat dibuang begitu saja. Walau, beberapa di antara kita berkata waktu akan menghapusnya, tapi yakinkah semuanya benar-benar terhapus? Begitu juga dengan cinta Lan-lan akan kue donat kesukaannya. Ketika Peter membawakan satu kue donat, Lan-lan tidak mampu lagi menahan larangan gila untuk tidak pernah mencicipi donat selamanya. Dengan penuh kerinduan, Lan-lan melahap lembut kue t...
Bad night
11      11     0     
Short Story
Tidak ada malam yang buruk kecuali malam itu.
Bukan Untukku
14      14     0     
Short Story
Tak selamanya orang yang kita cintai adalah takdir.
love like you
12      12     0     
Short Story
Aku Mau
401      238     0     
Romance
Aku mau, Aku mau kamu jangan sedih, berhenti menangis, dan coba untuk tersenyum. Aku mau untuk memainkan gitar dan bernyanyi setiap hari untuk menghibur hatimu. Aku mau menemanimu selamanya jika itu dapat membuatmu kembali tersenyum. Aku mau berteriak hingga menggema di seluruh sudut rumah agar kamu tidak takut dengan sunyi lagi. Aku mau melakukannya, baik kamu minta ataupun tidak.