Read More >>"> Cinta Tau Kemana Ia Harus Pulang (TIGA) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Cinta Tau Kemana Ia Harus Pulang
MENU
About Us  

              Hari yang begitu cerah dan seperti biasa diawali dengan aktifitas tiara yaitu pergi ke sekolah dan seperti biasa tiara menghabiskan kurang lebih 8 jam setiap harinya ia habiskan dengan berada disekolah. Memang waktu yang sangat melelahkan belum lagi jika mendapatkan tabahan tugas yang banyak. tetapi itulah kewajiban yang harus ia lakukan sebagai seorang pelajar. Tetapi semua rasa lelah dan kesulitan itu dapat tiara lalui dengan baik berkat dukungan sang bunda dan sahabatnya nita. Impian yang menggunung selalu bisa membangkitkan hasrat dalam diri tiara untuk berjuang menggapai semua impian-impian itu. Dan radit ia tetap menjadi bagian dari hari-hari tiara tetapi tidak dalam hidupnya maupun hatinya lagi.

“ tiara lo udah liat pengumuman belum di mading?.” Tanya nita mengagetkan tiara yang baru saja sampai di sekolah.

“ eh nita ngagetin aja sih.” Jawab tiara kaget. “belum, emang ada pengumuman apa ?.” tiara melanjutkan kalimatnya.

“ udah ayo kita liat nanti lo bakal tau kog.”  nita menarik tangan tiara untuk melihat pengumuman.

“ camping di puncak? .” ucap tiara memastikan pengumuman di mading.

“ iya ra, pasti  seru kalo kita ikut, kakak kelaskan juga ikut pasti seru.” Jawab tiara dengan mata membujuk.

            Jelas saja tanpa pikir panjang pasti tiara akan menolak ajakan sahabatnya itu. Bukan karena ia tidak mau, justru dia sangat ingin mengikutinya. Tiara memang dari dulu sangatlah suka dengan kegiatan alam seperti ini. Baginya alam selalu memberikannya inspirasi dari setiap karya-karya yang ia buat semuanya berasal dari alam Indonesia yang indah ini. Tak jarang tiara mau menghabiskan waktu berjam-jam berada atap rumahnya saat malam melawan dingin hanya untuk menyaksikan bintang-bintang yang berkerlap-kerlip diangkasa sang sangat ia sukai. Tiara sangat suka melakukan hal itu walaupun ibunya terkadang melarangnya karena khawatir dengan kesehatan tiara yang gampang sekali sakit entah itu demam atau sebagainya.

                    “ Bintang itu seperti impianku, yang telah lama mengantung diatas sana menunggu untuk aku jemput. Dan tidak akan lama lagi akan terjadi.”

            Entah dari siapa dia sangat pandai memainkan kata demi kata menjadi kalimat yang indah. Bukan dari ayahnya bukan pula dari ibundanya tetapi ia mendapatkan semua itu ketika ia mulai jatuh cinta dengan dunia sastra. Iya, dia belajar dari jilidan kertas-kertas yang penuh dengan tulisan beratus-ratus lembar yang sangat membosankan itu. Tetapi buku-buku yang membosankan itulah ia bisa menemukan impiannya dan melepaskan dirinya dari belenggu masa lalu.

 “ ra kog loe bengong sich, loe juga ikut ya?” ucap nita membuyarkan lamunan tiara.

“ngak ah aku dirumah aja.” Jawab tiara singkat.

“ yah ra kog gitu sih, kalo lo ngak ikut pasti ngak seru.” Timpal nita merayu sahabatnya itu.

            Nita sudah menduga bahwa tiara pasti akan menolak ajakannya. Iya nita tahu alasan kenapa tiara menolaknya apalagi kalau bukan radit. Bagaimana bisa radit menjadi penyebab penolakan tiara. Apa yang radit lakukan. Tetaapi itu adalah faktanya  alasan itu yang selalu menguasai dirinya. Acara yang akan dibuat itu adalah bagian dari rangkaian acara perpisahan anak kelas 12  yang sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir sekolah atau UN dan setelah itu mereka akan lulus dari sekolah menengah atas ini. Acara itu juga diharapkan menjadi ajang keakraban antar setiap siswa dan siswi disekolah tersebut. Dan moment itulah yang sebenarnya ingin dimanfaatkan oleh nita untuk menyatukan kembali dua sahabat yang telah terpisah begitu lama yaitu radit dan tiara. Tetapi sayangnya sepertinya akan sulit untuk diwujudkan mengingat tiara sudah menolak ajakannya dengan mentah-mentah.

“ngak ah males, paling-paling kalo aku ikut acaranya pasti juga ngak seru.” sahut tiara

“ emangnya kenapa ra ??.” tanya nita dengan penasaran

“ masak ngak tau sih kalo ada kakak kelas  pasti radit juga ikut, males banget kan kalo kayak gitu bukanya seneng-seneng tapi malah bete.” muka tiara menjadi kesal.

            Meski sahabat baiknya itu sudah menolak ajakannya nita tak pernah kehabisan akal ia tahu siapa yang bisa membujuk tiara ketika dia tidak bisa membujuknya. Bukan bundanya. Bahkan bundanya tidak akan berdaya membujuk tiara ketika sudah menyangkut masalah radit karena dirinya tau bagaimana perasaan putrinya itu yang saat ini sangat membenci pemuda itu. Ada orang lain yang akan membantu nita dan pasti akan berhasil.

“ yaudah deh aku ikut.” Tiara memulai pembicaraan.

 “ yes, loe emang sahabat gue yang paling baik.” nita senang sekali mendengar jawaban tiara dan ia langsung memeluk tiara dengan erat.

Mendengar kalimat singkat keluar dari mulut sahabatnya itu sontak saja langsung membuat nita melonjak kegirangan. Akhirnya tiara mau menerima ajakannya untuk ikut camping di puncak bersama dengannya.

            Setelah tiara sudah menyetujuinya mereka pergi ke tempat pendaftaran di ruang sekretariat osis untuk mendaftarkan  diri, namun tak disangka saat hendak melangkahkan kaki memasuki ruang pendaftaran mendadak tiara tidak mau melanjutkan langkahnya dan malah memutar badan. Tetapi sebelum resmi keluar dari ruangan seorang guru melihat kehadiran tiara dan nita dan lantas memanggil mereka untuk masuk kedalam ruangan.

“ tiara, nita kalian mau daftar ya? Ayo langsung masuk saja.” Panggil ibu guru yang duduk dibangku pendaftaran.

“ i iya bu.” Jawab tiara ragu-ragu.

“ yuk masuk.” nita mengajak tiara masuk dan menggandeng tiara masuk kedalam ruangan.

“ kamu aja dech yang daftarin aku.” Ucap tiara yang tiak mau masuk kedalam ruangan karena melihat ada juga radit yang tengah berdiri disana tetapi nampaknya radit tidakk menyadari kehadiran mereka diruangan tersebut. Sampai pada akhirnya tanpa sengaja saat radit membalikkan badan setelah selesai mengisi formulir menabrak tiara yang mengantri dibelakangnya.

“ Eh sorry sorry.” Ucap radit. Tanpa sadar bahwa tiara lah yang dia tabrak. “ Elo...” ucapannya tiba-tiba terhenti dia tidak melanjutkan kalimatnya yang sudah dipastikan akan membuat tiara kesal. Tetapi radit menyadari bahwa ini bukan tempat yang tepat untuk mengomeli tiara karena sedang ada ibu guru dibelakangnya. Sekesal apapun radit dia tetap mengerti situasi dan kondisi kapan untuk saling melempar ejekan dengan tiara dan ini bukan waktu yang tepat. Sehingga radit lebih memilih untuk pergi, tapi bukan radit namanya jika pergi begitu saja. Dengan disengaja dia malah menginjak ujung sepatu tiara dan pergi begitu saja. Tentu saja itu sangat membuat tiara kesal dan ingin sekali menjambak rambut pemuda resek itu. Tetapi nita menahannya dan tidak membiarkan tiara melakukannya. Dan malah meminta tiara untuk segera menyelesaikan pendaftaran dan segera keluar dari ruangan karena jam istirahat sudah selesai itu artinya mereka harus segera kembali masuk kelas.

 

“Terkadang kita perlu mengubah tatapan itu menjadi kebencian hanya untuk membuat seseorang mengerti bahwa tatapan itu tidak pernah berubah.”

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
I'M
83      23     0     
Romance
"Namanya aja anak semata wayang, pasti gampanglah dapat sesuatu." "Enak banget ya jadi anak satu-satunya, nggak perlu mikirin apa-apa. Tinggal terima beres." "Emang lo bisa? Kan lo biasa manja." "Siapa bilang jadi anak semata wayang selamanya manja?! Nggak, bakal gue buktiin kalau anak semata wayang itu nggak manja!" Adhisti berkeyakinan kuat untuk m...
Got Back Together
5      5     0     
Romance
Hampir saja Nindyta berhasil membuka hati, mengenyahkan nama Bio yang sudah lama menghuni hatinya. Laki-laki itu sudah lama menghilang tanpa kabar apapun, membuat Nindyta menjomblo dan ragu untuk mempersilahkan seseorang masuk karna ketidapastian akan hubungannya. Bio hanya pergi, tidak pernah ada kata putus dalam hubungan mereka. Namun apa artinya jika laki-laki hilang itu bertahun-tahun lamanya...
IMAGINE
3      3     0     
Short Story
Aku benci mama. Aku benci tante nyebelin. Bawa aku bersamamu. Kamu yang terakhir kulihat sedang memelukku. Aku ingin ikut.
Please stay in my tomorrows.
4      4     0     
Short Story
Apabila saya membeberkan semua tentang saya sebagai cerita pengantar tidur, apakah kamu masih ada di sini keesokan paginya?
ARABICCA
32      17     0     
Romance
Arabicca, seorang gadis penderita schizoid personality disorder. Selalu menghindari aktivitas sosial, menjauhi interaksi dengan orang lain, tertutup dan mengucilkan diri, terpaksa harus dimasukkan ke sekolah formal oleh sang Ayah agar dia terbiasa dengan aktivitas sosial dan berinteraksi dengan orang lain. Hal tersebut semata-mata agar Arabicca sembuh dari gangguan yang di deritanya. Semenj...
between us
3      3     0     
Romance
gimana rasanya kalau di antara kita ada beribu masalah... apakah aku sanggup
Perfect Love INTROVERT
106      25     0     
Fan Fiction
Closed Heart
19      6     0     
Romance
Salah satu cerita dari The Broken Series. Ini tentang Salsa yang jatuh cinta pada Bara. Ini tentang Dilla yang tidak menyukai Bara. Bara yang selalu mengejar Salsa. Bara yang selalu ingin memiliki Salsa. Namun, Salsa takut, ia takut memilih jalan yang salah. Cintanya atau kakaknya?
Hunch
241      65     0     
Romance
🍑Sedang Revisi Total....🍑 Sierra Li Xing Fu Gadis muda berusia 18 tahun yang sedang melanjutkan studinya di Peking University. Ia sudah lama bercita-cita menjadi penulis, dan mimpinya itu barulah terwujud pada masa ini. Kesuksesannya dalam penulisan novel Colorful Day itu mengantarkannya pada banyak hal-hal baru. Dylan Zhang Xiao Seorang aktor muda berusia 20 tahun yang sudah hampi...
JEOSEUNGSAJA 'Malaikat Maut'
134      26     0     
Fan Fiction
Kematian adalah takdir dari manusia Seberapa takutkah dirimu akan kematian tersebut? Tidak ada pilihan lain selain kau harus melaluinya. Jika saatnya tiba, malaikat akan menjemputmu, memberikanmu teh penghilang ingatan dan mengirim mu kedimensi lain. Ada beberapa tipikel arwah manusia, mereka yang baik akan mudah untuk membimbingnya, mereka yang buruk akan sangat susah untuk membimbingny...