Read More >>"> Reuni SMA (Dialogue 11) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Reuni SMA
MENU
About Us  

Keesokan paginya,

            Saat ini gue sudah berada di depan rumah Raka. Gue masih memakai seragam lengkap. Pulang sekolah gue memutuskan untuk memberi keputusan. Sedetik sebelum gue mengetuk pintu rumah Raka. Pintu rumah sudah ada yang membuka dari dalam. Seseorang yang tidak gue kenal keluar dari sana. Cewek, cantik, tinggi, dan putih. Itulah definisi tepatnya. Dia kaget melihat gue yang cengo di depan pintu. Memang gue cengo melihat dia, karena gue juga kaget. Seingat gue Raka tidak mempunyai kakak cewek. Setelah cengo, gue beralih ekspresi menjadi ramah. Artinya gue tersenyum sekarang tapi cenderung ke ekspresi bertanya sih. Siapa sebenarnya yang ada di depan gue ini, gue harap dia memperkenalkan dirinya dengan melihat ekspresi gue.

“oh, lo temen Raka ya?”

“hah?! Oh, iya.”

“gue Lisa pacar Raka.” Dia yang bernama Lisa itu mengangkat tangannya pertanda dia memperkenalkan diri. “Raka ada di dalem kok, masuk aja.”

“oh makasih,” gue menundukan kepala gue.

“hei jangan gitu, emang sih gue dua tahun di atas kalian tapi lo ga usah sopan gitu juga sama gue. Gue duluan,” Lisa melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan gue yang tidak bisa berkata apapun.

Gue melihat kepergian Lisa dan memperhatikan dandanannya dari atas sampai bawah.

“whoaaaaaa dia mewah! Kalo mobil mungkin dia sekelas ferari.”

Gue masih menatap punggung Lisa yang perlahan menghilang di balik jalan. Dan saat itulah gue tidak menyadari bahwa sudah ada seseorang di samping gue.

“gue di kasih 100ribu buat beli makanan dan nyuruh gue buat beli kripik kentang di supermarket, apa menurut lo itu ga berlebihan?” tiba-tiba Rafa mengoceh di samping gue. “tapi baguslah, seenggaknya gue bisa beli es krim sepuasnya.”

“sejak kapan lo disitu? Oh iya, berapa lama lo pergi?”

“kasih gue lebih dari 100ribu kalo lo mau tau sesuatu.”

“ah bener-bener perhitungan,”

“kalian ngapain disini?” tiba-tiba Raka keluar tanpa sehelai bajupun yang menempel di badan bagian atasnya.

Otot sixpacknya terlihat nyata di hadapan gue. Gue hanya bisa melotot kaget.

“masuk!” Raka langsung ngeloyor masuk ke rumahnya diikuti sang adik.

Gue duduk di kursi yang ada di halaman belakang rumah Raka bersama Rafa. Sementara Raka sedang memakai baju. Rafa sedang memakan makanan yang dia beli dari super market.

Rafa: adik kandung Raka. Dia kelas 1 SMP. Dia ganteng, samalah sama kakaknya.

“jadi semua itu lo beli dari uang cewek tadi?” gue menunjuk ke sekantong makanan yang di bawa oleh Rafa.

“Lisa maksud lo?”

“iya, sejak kapan dia kesini?”

“gue lupa, pokoknya kalo gue ada di rumah dan dia kesini, dia pasti ngasih gue duit dan nyuruh gue keluar rumah buat main atau beli makanan. Gimana menurut lo?”

“menurut gue apanya?”

“bukannya lo ceweknya kakak gue? Apa jangan-jangan?”

Dan saat itulah Raka keluar dari kamarnya. Dia langsung duduk di samping gue dan mengambil makanan punya Rafa.

“jadi ngapain kesini?”

“kenapa nanya gitu?”

“kalian lagi marahan ya, terus kakak selingkuh gituh?” Rafa terlihat sedikit sewot.

“apaan sih lo anak kecil, jangan berisik!” Raka melempar bantal ke arah Rafa.

“gue bakal terima semuanya,” Raka menatap gue meminta penjelasan lebih. “iya, jadi gue ga marah. Gue udah dewasa sekarang.” Gue senyum semanis-manisnya ke arah Raka.

“berdiri!”

“kenapa?”

Dan saat gue berdirilah Raka tiba-tiba memeluk gue. Dia mengelus rambut gue dan mencium kening gue. Kejadian ini membuat Rafa menutup matanya sehingga gue dan Raka hanya bisa tertawa.

            Gue memutuskan untuk menerima keadaan gue sebagai cewek Raka yang entah keberapa. Karena nasehat abang gue yang menurut gue ada benarnya. Gue akan menjalani semua ini mengalir apa adanya. Kisah cinta masa SMA yang masih bisa disebut cinta monyet, jangan diseriusin ^_^.

Dua bulan kemudian....

            Gue dan Raka masih menjalani hubungan backstreet kita. Lumayan menarik karena kita sering gagal buat jalan, karena takut ketahuan. Tapi hari ini gue sangat berharap acara jalan-jalan gue sama doi tidak gagal kembali. Rencananya hari ini Raka akan ngajak gue ke danau ABG, danau tempat anak-anak muda nongkrong. Gue sudah berdandan semaksimal mungkin. Memakai dress pendek berwarna blue baby. Sepatu kets berwarna putih, tas bertali panjang berwarna shocking pink cocok dengan topi yang gue pakai sekarang. Dan gue masih menunggu Raka menjemput gue di persimpangan jalan deket rumah gue. Hampir setengah jam gue menunggu dia, tapi tidak ada satupun jari tangan Raka yang gue lihat.

“apa jangan-jangan dia lupa kalo hari ini ada janji sama gue? Apa ini efek dari dia kebanyakan pacar? Aaaaaaaahhhhhhh!!!!!” gue berbicara sendiri seperti orang gila di pinggir jalan. Hal yang paling di benci semua orang adalah menunggu, dan gue menjalani proses ini untuk yang kesekian kalinya. Terasa sangat menjengkelkan dan menyebalkan.

Setelah hampir satu jam gue menunggu, akhirnya Raka datang dengan membawa motor CBRnya. Dia membuka helmnya dan melihat ke arah gue. Dia memperhatikan gue dari atas sampai bawah. Sementara gue menatap matanya dengan tatapan tajam. Setelah selesai memperhatikan gue, dia senyum ke arah gue dan memberi isyarat pada gue untuk naik ke mtornya.

“lo ga ada niat buat minta maaf sama gue?”

“kenapa harus?”

“aaaahhhh, bener-bener! Gue disini nungguin lo hampir satu jam. Dan lo ga merasa bersalah sama sekali?”

Raka tidak memberikan komentar apapun dan langsung turun dari motornya. Gue masih menatap tajam matanya.

“lo ga liat? Gue disini meleleh kepanasan,”

“ok, tadi gue ada urusan. Vina sakit perut jadi gue nganterin dia ke dokter, terus jagain dia sampe dia tidur.” Penjelasan yang singkat tentang Vina pacar barunya.

“oh ya?”

“iya,”

Sebenarnya gue sangat marah, tapi karena gue tidak ingin menggagalkan kencan gue kali ini sama dia yang sudah gue tunggu-tunggu sejak dua minggu yang lalu. Gue pun membiarkan alasan Raka dan tidak memperpanjang masalah. Pada intinya gue yang selalu mengalah. Ingat satu pepatah mengatakan : “orang yang mencintai lebih, akan terluka lebih”. Yah, gue pikir itu memang benar. Gue yang terlalu mencintai Raka.

“ok. Lupain! Jadi kita pergi ke danau sekarang?” gue tersenyum ceria ke arah Raka.

“ngga,” Raka mengenakan kembali helmnya dan menaiki motornya.

“apa?”

“ayo naik!”

“kita mau kemana?”

“ke rumah gue,”

“ngapain? Ya ampun Raka, gue udah dandan cantik banget gini masa kita ke rumah. Ga mecing banget gituh.”

“ya udah gue tinggal,” Raka menghidupkan mesin motornya.

“eh, eh iyaaaaaa. Gue ikut!”

Tak ada rotan akarpun jadi. Itulah yang terjadi sekarang. Daripada gue batal pergi jalan-jalan sama Raka lebih baik gue ikuti semua kemauan Raka.

.........................................

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
THE WAY FOR MY LOVE
15      15     0     
Romance
Untold
50      39     0     
Science Fiction
Tujuh tahun lalu. Tanpa belas kasih, pun tanpa rasa kemanusiaan yang terlampir, sukses membuat seorang dokter melakukan percobaan gila. Obsesinya pada syaraf manusia, menjadikannya seseorang yang berani melakukan transplantasi kepala pada bocah berumur sembilan tahun. Transplantasi dinyatakan berhasil. Namun insiden kecil menghantamnya, membuatnya kemudian menyesali keputusan yang ia lakukan. Imp...
Love Dribble
241      140     0     
Romance
"Ketika cinta bersemi di kala ketidakmungkinan". by. @Mella3710 "Jangan tinggalin gue lagi... gue capek ditinggalin terus. Ah, tapi, sama aja ya? Lo juga ninggalin gue ternyata..." -Clairetta. "Maaf, gue gak bisa jaga janji gue. Tapi, lo jangan tinggalin gue ya? Gue butuh lo..." -Gio. Ini kisah tentang cinta yang bertumbuh di tengah kemustahilan untuk mewuj...
Horror twms3
38      27     0     
Horror
Bayangkan... sebuah dunia di mana segalanya mungkin! Di negeri ajaib, di mana langit berwarna pelangi dan sungai-sungai terbuat dari permen, hidup seorang gadis pemberani bernama Lily. Suatu hari, saat sedang berjalan di hutan, ia menemukan sebuah pintu rahasia... pintu yang, ketika dibuka, membawanya ke petualangan tak terlupakan! 🌟 Di balik pintu tersebut, Lily bertemu dengan makhluk-makh...
NYUNGSEP
156      94     0     
Romance
Sejatinya cinta adalah ketulusan. Jika ketika hati telah 'nyungsep', terjatuh pada seseorang, apa yang boleh buat? Hanya bisa dengan tulus menjalaninya, ikhlas. Membiarkan perasaan itu di hati walaupun amat menyakitkan. Tak perlu jauh mengelak, tak perlu ditikam dengan keras, percuma, karena cinta sejati tidak akan pernah padam, tak akan pernah hilang.
13 LIKES
11      10     0     
Mystery
"Like and review, itu kesalahanmu."
Tersembunyi
11      11     0     
Horror
Menceritakan pertualangan seorang anak dengan temannya menelusuri gedung sekolah yang banyak menyimpan misteri yang belum terpecahkan dan terjebak dalam dimensi lain.
Hati dan Perasaan
1040      709     8     
Short Story
Apakah hati itu?, tempat segenap perasaan mengendap didalamnya? Lantas mengapa kita begitu peduli, walau setiap hari kita mengaku menyakiti hati dan perasaan yang lain?
Mawar Milik Siska
12      12     0     
Short Story
Bulan masih Januari saat ada pesan masuk di sosial media Siska. Happy valentine's day, Siska! Siska pikir mungkin orang aneh, atau temannya yang iseng, sebelum serangkaian teror datang menghantui Siska. Sebuah teror yang berasal dari masa lalu.
Abnormal Metamorfosa
82      57     0     
Romance
Rosaline tidak pernah menyangka, setelah sembilan tahun lamanya berpisah, dia bertemu kembali dengan Grey sahabat masa kecilnya. Tapi Rosaline akhirnya menyadari kalau Grey yang sekarang ternyata bukan lagi Grey yang dulu, Grey sudah berubah...Selang sembilan tahun ternyata banyak cerita kelam yang dilalui Grey sehingga pemuda itu jatuh ke jurang Bipolar Disorder.... Rosaline jatuh simpati...