Read More >>"> Reuni SMA (Dialogue 7) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Reuni SMA
MENU
About Us  

“seneng?”

Tiba-tiba terdengar suara dari balik tirai yang memisahkan dua ranjang di ruang UKS. Tiraipun terbuka dan disitu ada Dewa. Gue tersenyum bahagia melihat Dewa.

“ya iyalah gue seneng, itu artinya lo masih perhatian sama gue. Buktinya lo gendong gue kesini, sendirian lagi. He!” gue berpose manis di depan Dewa.

Dewa turun dari ranjangnya dan menghampiri gue. Dia mendongakan tubuhnya ke arah gue. Dan mendekatkan wajahnya ke wajah gue, dan...

“berat!” seketika itu juga Dewa menunjuk dahi gue menggunakan telunjuknya dan langsung pergi meninggalkan gue yang menelan ludah dalam-dalam.

“makasiiiihhhhhh!!!” gue teriak sambil tersenyum lepas. Tandanya gue senang.

Guepun berusaha buat berdiri, tapi sepertinya efek benturan bola tadi masih terasa. Kepala gue masih terasa pusing. Gue duduk kembali di ranjang tempat gue tidur tadi. Gue mencari-cari handphone gue tapi sepertinya tidak ada disini. Sadar handphone gue benar-benar tidak ada. Guepun memutuskan untuk menanyakan pada Sela. Namun belum sempat gue keluar dari UKS, pintu UKS terbuka. Dan masuklah Raka.

            Sekarang gue dan Raka sudah duduk bersama di ranjang gue tadi. Dan kita berdua masih sama-sama diam. Gue ga tau apa yang mau di katakan. Guepun hanya bisa menunggu.

“sorry!” itulah kata pertama yang keluar dari mulut Raka.

“hah?” gue memandang wajah Raka. “maksud gue, kenapa?” gue meralat ucapan gue.

“tadi yang ngelempar bola itu gue,”

“oh, ngga apa-apa kok. Gue tau lo ngelakuin itu supaya gue ga ikutan main kan?”

“kenapa bisa itu alasannya,”

“terus apaan dong? Atau jangan-jangan lo cemburu?”

“apaan si, gue bukan tipe cowok kayak gitu. Gue membebaskan lo buat deket sama siapapun. Karena gue juga mau bebas deket sama siapapun. Entah itu cowok atau cewek.”

Gue manggut-manggut mendengar ucapan Raka. Mungkin karena itu juga dia membuat hubungan ‘kita’ backstreet. Tapi tiba-tiba Raka mencium bibir gue. Membuat gue kaget, tapi suka :-D

...................

Raka melepaskan ciumannya sementara gue masih terhipnotis dengan ciuman Raka. Pandangan gue masih kosong.

“nanti gue anterin lo pulang!” Raka langsung pergi meninggalkan gue.

Tapi beberapa saat kemudian Raka kembali masuk dan melemparkan handphone gue.

“gue udah ganti nama kontak gue di handphone lo, kentara banget!” 

“hah.....?”

Sebenarnya gue tidak mengerti dengan perkataan Raka yang terakhir, ‘kentara’ apa tuh? Baru denger gue. Tapi gue tidak menghiraukan hal itu dan langsung mencari nama kontak Raka. Di handphone gue bertuliskan,

“Big Bad Boy??”

(pulang sekolah)

“Al, gue duluan ya soalnya Kevin mau ke toko sepatu dulu. Katanya mau beli sepatu futsal baru.”

“oh, ya udah gue ngga apa-apa kok. Lo duluan aja.”

“bye,”

“ooooo,”

Setelah Sela pergi, guepun memutuskan untuk mulai berjalan pulang, dan saat itulah handphone gue berbunyi. Nama kontak ‘Big Bad Boy’ terpampang nyata di handphone gue.

“yoboseyo!”

“jangan ngomong pake bahasa korea deh, ini Indonesia. Lo dimana?”

“gue di deket tempat foto copy, kenapa?”

“kenapa lo nanya kenapa, gue kan tadi udah bilang. Gue bakal nganterin lo pulang.”

“oh iya yah, lupa. Maaf!”

‘tttuuuuuuuuut ttuuuuuuuuuut!”

Raka langsung menutup teleponnya. Suara dia terdengar sedikit marah. Tapi tidak apalah, karena memang gue yang lupa kalau dia mau nganterin gue pulang. Tak lama kemudian gue sudah berada tepat di belakang kemudi motor gedenya Raka. Dibonceng maksudnya.

            Sesampainya di depan rumah, Raka langsung memarkirkan motornya dan merapihkan rambutnya yang sedikit kusut setelah di pakaikan helm. Sementara gue hanya menatap Raka.

“lo ga mau masuk?” Raka menghentikan aktivitasnya.

“ya? Eh, lo mau mampir dulu gituh?”

“iya, ga boleh?”

“boleh kok, ya udah yu masuk!”

Setelah masuk ke dalam rumah, gue mempersilahkan Raka duduk. Sementara gue mau ke kamar untuk ganti baju. Tidak lama kemudian gue selesai mengganti baju dan menghampiri Raka. Tapi sesampainya gue di ruang tamu, gue mendapati Raka yang sedang mengobrol dengan Abang gue, si rese Areas.

“hyaaaaaaaaaa, lo ngapain?” gue teriak ke arah Areas.

“maksud lo, gue?” Areas nunjuk idungnya.

Guepun menghampiri Areas dan menyeret Areas masuk ke ruang tv. Gue menatap Areas dengan tajam dan marah.

“mwo? Wae?” Areas ngomong pake bahasa Korea beserta nadanya.

“lo ngapain coba barusan? Lo nanya apa aja? Lagian kapan sih lo balik lagi ke Amsterdam? Bosen tau liat muka lo.” Gue benar-benar sewot sama abang gue.

“apaan si, gue cuman ngobrol kok. Nugu? Namja chingu?”

“ah, sana-sana!” gue mengusir Are dan langsung pergi menghampiri Raka.

“abang lo beda ya sama lo!”

“maksud?”

“dia keliatan, eeemmmm lo tau cerdas gitu sih bawaannya.”

“dia itu justru lebih bego dari gue. Eh, maksudnya dia ngga secerdas itu kok. Eh iya, emang kenapa sama nama kontaknya? Terus kentara itu apa?” gue penasaran makannya gue nanya.

“kentara itu keliatan jelas. Lagian standar banget ngasih nama kontak pacar baby. Ga kreatif.”

Gue hanya bisa diam mendengar ceramah dari Raka.

“ya udah kalo gitu gue pulang,” sebenarnya gue juga kurang paham kenapa dia kesini. Tapi ya sudahlah masa pacar mau mampir ke rumah, gue tolak.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Return my time
11      10     0     
Fantasy
Riana seorang gadis SMA, di karuniai sebuah kekuatan untuk menolong takdir dari seseorang. Dengan batuan benda magis. Ia dapat menjelajah waktu sesuka hati nya.
Ojek
14      14     0     
Short Story
Hanya cerita klise antara dua orang yang telah lama kenal. Terikat benang merah tak kasat mata, Gilang dihadapkan lagi pada dua pilihan sulit, tetap seperti dulu (terus mengikuti si gadis) atau memulai langkah baru (berdiri pada pilihannya).
Love and your lies
166      106     0     
Romance
You are the best liar.. Xaveri adalah seorang kakak terbaik bagi merryna. Sedangkan merryna hanya seorang gadis polos. Dia tidak memahami dirinya sendiri dan mencoba mengencani ardion, pemain basket yang mempunyai sisi gelap. Sampai pada suatu hari sebuah rahasia terbesar terbongkar
Who You?
30      26     0     
Fan Fiction
Pasangan paling fenomenal di SMA Garuda mendadak dikabarkan putus. Padahal hubungan mereka sudah berjalan hampir 3 tahun dan minggu depan adalah anniversary mereka yang ke-3. Mereka adalah Migo si cassanova dan Alisa si preman sekolah. Ditambah lagi adanya anak kelas sebelah yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk mendekati Migo. Juya. Sampai akhirnya Migo sadar kalau memutuskan Al...
REGRET
14      14     0     
Short Story
Adil bukan berarti sama. Adil adalah saat kita membaginya sama rata sesuai kebutuhan yang diperlukan. Jika kamu merasakan ketidakadilan dalam dirimu, coba tanyakan pada dirimu sendiri, sudahkah kamu paham akan makna keadilan?
Puisi, Untuk...
12158      2360     10     
Romance
Ini untuk siapa saja yang merasakan hal serupa. Merasakan hal yang tidak bisa diucapkan hanya bisa ditulis.
Sacred Sins
792      535     8     
Fantasy
With fragmented dreams and a wounded faith, Aria Harper is enslaved. Living as a human mortal in the kingdom of Sevardoveth is no less than an indignation. All that is humane are tormented and exploited to their maximum capacities. This is especially the case for Aria, who is born one of the very few providers of a unique type of blood essential to sustain the immortality of the royal vampires of...
Menara 36 tingkat (Puisi)
13      13     0     
Short Story
Sebuah puisi tentang laki-laki
A KID WITH NO BODY
15      15     0     
Short Story
A kid trying to solve a mystery that killed his parents
Surat 2
12      12     0     
Short Story
Kepada suami terimakasih untuk semua cintamu Karena mu aku kuat karena mu aku tegar kerenamu aku bertahan satu saja harapku tetaplah begitu sayangiku hingga ujung waktu sungguh hal itu lah kekuatan hidupku cobaan apapun yg membuat aku terpontal pontal aku akan jadi tabah aku akan jadi sabar karena tau kau di situ selalu ada, kapan pun siap merengkuh rapuh ku ada untuk menikmati be...