Read More >>"> THE DAY'S RAPSODY (Bagian Keenam) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - THE DAY'S RAPSODY
MENU
About Us  

Unit Kriminal Khusus, 09:28

“Selamat pagi semuanya,” sapa Rey dengan ceria.

“Pagi, kapten.” Semuanya kompak menjawab.

“Hmm, berdasarkan hasil rapat pagi ini. Khusus untuk menangani kasus ini kedua tim akan bergabung. Jadi, persiapkan data-data kalian kita akan membahas kasus ini khusus di ruang Unit Kriminal Khusus yang berada di koridor barat,” papar Rey yang berdiri di tengah ruangan.

Tera dan Boy saling bertukar pandang. Mereka saling membatin satu sama lain. Tim A1 dan B2 adalah gabungan tim yang sangat buruk. Sejak dibentuk kedua tim ini memang selalu bersaing.

Hal ini membuat anggota kedua tim menjadi tidak akur dan saling bertentangan satu lain. Namun, mereka tidak berani membantah.

“Maa Kapten, bukankah lebih baik kalau kita bergerak sendiri. Setahu kita kan selama ini, tim kita dan tim mereka tidak terlalu akur,” kata Mirae menyampaikan segala kesangsiannya.

Rey nampak berpikir sejenak sebelum melanjutkan, “ya, kau benar. Jujur aku juga agak ragu akan keputusan ini. Aku juga tidak bisa menjamin sepenuhnya bahwa nanti kita tidak akan bertengkar. Hanya saja, aku juga tidak dapat berbuat apa-apa. Pak Raymond sendiri juga sudah menyetujuinya.”

Rey berhenti bicara, ia menyilangkan kedua tangannya, “Jujur. Aku sebenarnya tidak ada masalah dengan Deva. Hanya saja, aku tidak terlalu menyukai sebagian anggotanya saja.”

Semuanya nampak setuju. Masalahnya adalah ketidakcocokan mereka terhadap anggota B2 itulah yang merepotkan.

“Tapi, ya sudahlah. Ayo kita kumpulkan berkas dokumennya. 10 menit lagi kita berkumpul di sana,” ucap Rey sembari menengok jam dinding.

 

 

Ruang B2, 09:32

“Ini bukan lelucon, kan kapten?” tanya John. Seorang pria bertubuh mungil namun terlihat begitu sombong dan suka meremehkan.

“Bukan, ini serius.” Timpal Deva yang mulai lelah menghadapi pertanyaan beruang dari anggota timnya.

“Kita akan setim dengan tim A1. Wow, ini akan jadi berita besar,” timpal Key menambah panas suasana. Key adalah seorang pria berbadan besar dengan emosi yang suka meledak tiba-tiba.

“Huft, terserah kalian. Ini adalah keputusan bulat dan tidak bisa diganggu gugat lagi.”

Semua anggota tim B2 saling pandang.

Ini benar-benar ide yang buruk. Mereka tak pernah akur.

Melihat semua anggotanya terdiam. Deva memutuskan mengatakan sesuatu, “ada yang ingin kalian tanyakan lagi? Roby?”

Pria yang dipanggil Roby itu menoleh dengan kikuk. Pria mungil yang lebih banyak diam dan menurut itu hanya menggelengkan kepalanya.

“Oke, kalau begitu kita akan menempati ruang khusus Unit Kriminal di koridor barat. Selama di bentuk kedua tim gabungan, kita akan berada di ruangan itu,” tambahDeva yang disusul protes kecil para anggotanya. Ia memaklumi hal ini. Anggotanya agak sedikit susah untuk diatur.

“Maaf, kapten.” Seorang pria muda berkacamata mengangkat tangannya. Deva menoleh, “iya, Fresla. Ada apa?”

“Kapten, maaf sebelumnya. Apakah keputusan ini dapat dipertimbangkan lagi. Bukannya aku tidak mau bergabung bersama mereka. Hanya saja aku merasa ada yang perasaan aneh yang muncul setiap kali aku bertemu kapten mereka, Serena.” Ia menjelaskan hal ini setangah takut.

“Memangnya kenapa dengan Rey? Dia seorang pemimpin yang baik. Aku juga mengenalnya dengan baik. Kita dulu pernah satu tim di tim D3. Dan aku sama sekali tak ada masalah dengannya.”

“Entahlah, kapten. Aku juga tidak bisa menjelaskannya. Pokonya setiap kali aku bersamanya aku merasa tidak nyaman.”

Deva agak goyah kali ini. Feeling Fresla selalu benar. Tapi, ia juga bingung. Selama ini Rey baik-baik saja, tidak ada masalah dengannya. Ia mencoba menepis keraguannya agar seluruh anggotanya tidak merasa ragu.

“Mungkin itu hanya perasaan kamu saja. Seperti yang kita tahu. Semenjak Rein tidak bersama kita lagi, performa tim kita turun drastis. Kita butuh bantuan dari tim lain.”

Semuanya mengangguk perlahan. Meskipun dengan terpaksa.

“Ayo. Kita siapkan dokumen kita.”

Semuanya bergegas mempersiapkan dokumen.

***

 

 

How do you feel about this chapter?

1 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (2)
Similar Tags
Cecilia
13      13     0     
Short Story
Di balik wajah kaku lelaki yang jarang tersenyum itu ada nama gadis cantik bersarang dalam hatinya. Judith tidak pernah menyukai gadis separah ini, Cecilia yang pertama. Sayangnya, Cecilia nampak terlalu sulit digapai. Suatu hari, Cecilia bak menghilang. Meninggalkan Judith dengan kegundahan dan kebingungannya. Judith tak tahu bahwa Cecilia ternyata punya seribu satu rahasia.
Ternyata...
16      15     0     
Short Story
Kehidupan itu memang penuh misteri. Takdir yang mengantar kita kemanapun kita menuju. Kau harus percaya itu dan aku akan percaya itu. - Rey
Night Wanderers
360      207     0     
Mystery
Julie Stone merasa bahwa insomnia yang dideritanya tidak akan pernah bisa sembuh, dan mungkin ia akan segera menyusul kepergian kakaknya, Owen. Terkenal akan sikapnya yang masa bodoh dan memberontak, tidak ada satupun yang mau berteman dengannya, kecuali Billy, satu roh cowok yang hangat dan bersahabat, dan kakaknya yang masih berduka akan kepergiannya, Ben. Ketika Billy meminta bantuan Julie...
A KID WITH NO BODY
15      15     0     
Short Story
A kid trying to solve a mystery that killed his parents
Jikan no Masuku: Hogosha
174      119     0     
Mystery
Jikan no Masuku: Hogosha (The Mask of Time: The Guardian) Pada awalnya Yuua hanya berniat kalau dirinya datang ke sebuah sekolah asrama untuk menyembuhkan diri atas penawaran sepupunya, Shin. Dia tidak tahu alasan lain si sepupu walau dirinya sedikit curiga di awal. Meski begitu ia ingin menunjukkan pada Shin, bahwa dirinya bisa lebih berani untuk bersosialisasi dan bertemu banyak orang kede...
Rêver
143      120     0     
Fan Fiction
You're invited to: Maison de rve Maison de rve Rumah mimpi. Semua orang punya impian, tetapi tidak semua orang berusaha untuk menggapainya. Di sini, adalah tempat yang berisi orang-orang yang punya banyak mimpi. Yang tidak hanya berangan tanpa bergerak. Di sini, kamu boleh menangis, kamu boleh terjatuh, tapi kamu tidak boleh diam. Karena diam berarti kalah. Kalah karena sudah melepas mi...
Without Guileless
68      52     0     
Mystery
Malam itu ada sebuah kasus yang menghebohkan warga setempat, polisi cepat-cepat mengevakuasi namun, pelaku tidak ditemukan. Note : Kita tidak akan tahu, jati diri seseorang hingga kita menjalin hubungan dengan orang itu. Baik sebuah hubungan yang tidak penting hingga hubungan yang serius
Our Son
10      10     0     
Short Story
Oliver atau sekarang sedang berusaha menjadi Olivia, harus dipertemukan dengan temanmasa kecilnya, Samantha. "Tolong aku, Oliver. Tolong aku temukan Vernon." "Kenapa?" "Karena dia anak kita." Anak dari donor spermanya kala itu. Pic Source: https://unsplash.com/@kj2018 Edited with Photoshop CS2
Blocked Street
416      249     0     
Horror
Ada apa dengan jalan buntu tersebut? Apa ada riwayat terakhir seperti pembunuhan atau penyiksaan? Aryan dan Harris si anak paranormal yang mencoba menemukan kejanggalan di jalan buntu itu. Banyak sekali yang dialami oleh Aryan dan Harris Apa kelanjutan ceritanya?
Temu Yang Di Tunggu (up)
529      326     0     
Romance
Yang satu Meragu dan yang lainnya Membutuhkan Waktu. Seolah belum ada kata Temu dalam kamus kedua insan yang semesta satukan itu. Membangun keluarga sejak dini bukan pilihan mereka, melainkan kewajiban karena rasa takut kepada sang pencipta. Mereka mulai membangun sebuah hubungan, berusaha agar dapat di anggap rumah oleh satu sama lain. Walaupun mereka tahu, jika rumah yang mereka bangun i...