Read More >>"> Neighbours. (Chapter 5.) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Neighbours.
MENU
About Us  

Hal ini jauh dari ekspetasi seorang Leslie. Awalnya hanyalah sebuah orang tak dikenal, kini Ezra telah menjadi teman terbaiknya. Leslie tidak memiliki banyak teman atau mungkin ada beberapa namun ia tidak begitu dekat. Setiap kemana - mana, Ezra akan ikut atau setidaknya berusaha ikut. Pada awalnya, Leslie merasa hal ini biasa saja. Banyak cewek yang berteman dengan cowok dan pastinya cowok itu akan menjadi sedikit defensive. Namun terkadang Leslie merasa bingung. Dengan dirinya dan juga dengan Ezra. Mereka berdua tampak senang saat bersama dan mereka juga kompak. Dalam sedih dan susah, mereka selalu mendukung satu sama lain. Dan yang paling aneh, mereka berdua selalu ingin dekat. Apakah Leslie suka pada Ezra? Atau justru kebalikannya?

Leslie terduduk di sebuah kafe yang terletak di sekitar kampusnya, sendirian. Kelasnya sudah selesai, ia tidak merasa ingin pulang jadi ia datang saja ke kafe itu. Tidak, tidak ada tugas atau tujuan apapun, hanya saja ia ingin mengunjungi kafe itu.

Ezra tidak masuk hari ini, Leslie merasa sedikit khawatir jadi ia berusaha untuk menghubunginya namun hasilnya 0. Tak ada jawaban, ditelfon pun tak diangkat. Ia berusaha berpikir positif, mungkin saja HPnya mati atau Ezra sedang sibuk melakukan apa yang ia lakukan. Earphone berwarna putih terpasang di kedua telinga Leslie, matanya terlihat kosong sambil memandang keluar jendela. Tanpa sadar sekitar 30 detik ia terbengong. Ia terus memikirkan Ezra dan hal itu mulai menganggunya. Ia tidak ingin jatuh cinta dengan sahabatnya sendiri atau bahkan jadian dengan sahabatnya sendiri. Ia ingin pertemanannya kali ini tidak hancur seperti yang dulu. Hal itu membuat Leslie menjadi sedikit lebih hati - hati dengan bertemu orang baru.

Matanya kembali terfokus pada buku sketsa di depannya. Segala macam gambar ada di sana. Namun akhir - akhir ini, Leslie lebih sering menggambar sebuah ruangan yang cantik atau terkadang manusia. Leslie memang mahir dalam bidang menggambar sejak kecil dan seiring berjalannya waktu, ia makin pandai dalam melakukannya. Yang awalnya bermula dari sebuah gunung dan sawah kini telah berevolusi menjadi hal lain. Pada awalnya, Leslie paling tidak bisa menggambar manusia. Dirinya selalu beranggapan bahwa proporsi tubuh itu sulit untuk digambar. Dan sekarang, Leslie sudah bisa menggambar hal lebih dari itu, bahkan hewan!

Tangannya kembali mengambil pensil yang sedari tadi tergeletak di atas kertas lalu mulai membuat goresan - goresan tipis. Ia tidak merasa ingin menggambar suatu interior jadi dia hanya akan menggambar manusia. Tangannya terlihat lincah bergerak. Matanya fokus pada kertas, sesekali ia membuang muka dan melihat ke luar jendela, mencari inspirasi. Lantunan lagu dengan nada manis seketika membuat bibir Leslie mengembang. 

"Are you happy now?"

Salah satu lirik lagu karya Zedd dan Elley Duhé membuat Leslie mempertanyakan dirinya sendiri. Entah mengapa, ia selalu saja sedih. Mungkin ia sempat senang ataupun senang sekali tapi senyuman dan tawaan itu hanyalah sementara. Setiap keluar rumah, ia harus selalu memakai topeng, menyembunyikan siapa dirinya yang sebenarnya. Itupun karena ia tidak ingin orang - orang di sekitarnya melihat dan menganggapnya aneh. Tersenyum dan tertawa hanya untuk dilihat orang - orang itu rasanya tidak enak. People will never accept you for whatever you are, Leslie sangat benci akan kata - kata itu. Akhir - akhir ini yang ia lakukan hanyalah bersembunyi di ujung ruangan. Leslie menghela nafasnya lalu mengusap kepalanya dengan kasar. 

Perasaan sedih itu kembali. Matanya mulai berkaca - kaca namun ia berusaha menahan agar air mata itu tidak menetes. Leslie tidak tahu mengapa ia jadi suka menangis, ada hal yang menganggunya tapi ia tidak tahu apa itu. 

Sore mendadak menjadi malam, Leslie yang sedari tadi terdiam langsung mengemas barangnya. Ia membawa sebuah cangkir plastik berisi kopi kesukaannya, americano sambil berjalan pulang. Dengan mata yang terlihat agak sembap, ia bergegas meninggalkan kafe kecil itu. Sambil menjinjing tasnya, ia menghirup kopinya. 

-

Sesampainya di apartemen, ia melihat Noah yang sedang nangkring di teras di depan kamarnya, merokok. Leslie menatap jijik Noah dari jauh. Ia tidak mengerti mengapa Noah bisa merokok dan minum - minum. Ya benar, itu memang pilihan hidup orang namun apakah ia tidak khawatir pada kesehatannya sendiri. Nampaknya Noah sangat menikmati kegiatannya itu, udara sedang sejuk sehabis dilanda hujan yang cukup lebat. Untung saja, Leslie pulang saat hujan sudah reda. 

Asap keluar dari hidung dan juga mulut Noah, ia merapikan rambutnya, lalu berbalik badan untuk masuk ke dalam kamar sampai akhirnya ia melihat Leslie baru pulang. "Malam amat." ujarnya. Leslie tidak mempedulikan dia, ia hanya menatap Noah di matanya lalu masuk ke kamar. Saat hendak menutup pintu, Noah mendadak menahan pintunya. Leslie terlihat sangat kaget. "Apaan sih lo?!" teriaknya dari dalam ruangan. 

"Gue boleh masuk gak?" tanyanya.

-

Beberapa menit kemudian, ia berada di dalam kamar Leslie. Tak ada maksud apa - apa, ia hanya ingin melihat seperti apa isi kamar Leslie. Noah selalu berpikir bahwa kamar Leslie akan sangat rapi namun ia tidak menyangka bahwa seisi kamarnya bahkan sampai ujung ruangan itu sangat bersih! Ia merasa kagum dan seringkali mengacungkan jempol. Jika dibandingkan dengan kamar Noah, kamar Noah tampak seperti kapal pecah, tak hanya berantakan tapi juga bau. Ugh! Dengan memikirkannya saja, Noah ingin muntah.

"Gue gak ngerti kenapa lo masuk? Kamar lo di sebelah. Pulang gih, gue mau istirahat." ujar Leslie sambil merapikan area dapurnya. 

"Gue males. Cewek gue mau dateng, gue gak demen sama dia." Noah menjawab. Lagi dan lagi, wanita mana yang akan dia permainkan lagi kali ini?

"Terus? Ngapain jadian?" Leslie bertanya sambil melihat ke Noah, lelaki itu kemudian mengedikkan bahunya.

"Sebenarnya banyak alasan, tapi kan gak mung-"

"Noah, i want you to learn that girls are not toys that you can play. Mereka punya perasaan. Lo mungkin gak tahu betapa sayangnya cewek lo ama lo, karena cowok kayak lo hanya bisa mempermainkan cewek, menganggap mereka bodoh karena lebih mudah ditipu, lebay dan lemah karena mudah disakiti dan merasa tersakiti." Leslie menghela nafas, segala macam kenangan pahit bersama Lucas terpancar di kepalanya. "Sejujurnya, gue bingung? Cewek mana lagi sih, yang mau jadi mangsa lo? Luc, gue rasa lo gak pernah tahu, rasanya mencintai namun tidak dicintai. Bagaimana rasanya tersenyum senang walau aslinya ingin sekali menangis." Ia menghela nafas. Segala isi hatinya telah keluar begitu saja, ia merasa sangat lega.

"Gue gak tahu lo kenapa, tapi lo sensitif banget." Noah tertawa lepas.

"Keluar. Gue gak mau, cowok najis kayak lo nginjak kaki di kamar gue untuk lebih lama." Leslie menegaskan. Sudah lama ia tidak setegas ini. Merasa setengah kaget, Noah perlahan membuka pintu, "Jika suatu saat lo galau tentang Ezra, awas lo cari gue. Mungkin Ezra tampak lebih baik dari gue, tapi percayalah. Ia gak beda busuknya sama sampah!" jelas Ezra. 

BLAM!

Suara pintu tertutup dengan keras membuat Leslie bergejolak. Ia memukul kepalanya sendiri, tadi ia terbawa emosi dan ia tidak bisa menahan amarahnya. Namun jika dipikir - pikir, Noah memang berhak dimarahi. Jika ia menjadi cewek itu, mungkin ia sudah mundur di setengah jalan. Ia tidak akan kuat menjalani hubungan tidak jelas macam begitu. 

Leslie sedikit memikirkan Ezra. Kepalanya terputar dan kata - kata Noah terngiang - ngiang di kepalanya. Ia tak mengerti, apa sih yang dimaksudnya itu? Leslie menggaruk kepalanya dalam frustasi. Benar saja, saat Leslie memikirkan Ezra, lelaki itu menelfon Leslie. Leslie yang sedari tadi tiduran di sofa langsung berdiri, mengangkat telfon dengan senyum lebar terbentuk di bibirnya. Mungkin kali ini Leslie telah benar - benar jatuh.

 

 

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Frekuensi Cinta
5      5     0     
Romance
Sejak awal mengenalnya, cinta adalah perjuangan yang pelik untuk mencapai keselarasan. Bukan hanya satu hati, tapi dua hati. Yang harus memiliki frekuensi getaran sama besar dan tentu membutuhkan waktu yang lama. Frekuensi cinta itu hadir, bergelombang naik-turun begitu lama, se-lama kisahku yang tak pernah ku andai-andai sebelumnya, sejak pertama jumpa dengannya.
Double F
9      6     0     
Romance
Dean dan Dee bersahabat sejak lama. Dean tahu apa pun tentang Dee, tapi gadis itu tak tahu banyak tentangnya. Seperti cangkang kapsul yang memang diciptakan untuk menyamarkan bahkan menutupi rasa pahit serta bau obat, Dean pun sama. Dia mengemas masalah juga kesedihannya dengan baik, menutup pahit hidupnya dengan sempurna. Dean mencintai Dee. Namun hati seorang Dee tertinggal di masa lalu. Ter...
Tentang Kita
25      7     0     
Romance
Semula aku tak akan perna menduga bermimpi pun tidak jika aku akan bertunangan dengan Ari dika peratama sang artis terkenal yang kini wara-wiri di layar kaca.
CATATAN DR JAMES BONUCINNI
30      18     0     
Mystery
"aku ingin menawarkan kerja sama denganmu." Saat itu Aku tidak mengerti sama sekali kemana arah pembicaraannya. "apa maksudmu?" "kau adalah pakar racun. Hampir semua racun di dunia ini kau ketahui." "lalu?" "apa kau mempunyai racun yang bisa membunuh dalam kurun waktu kurang dari 3 jam?" kemudian nada suaranya menjadi pelan tapi san...
The Dumb Love
52      24     0     
Romance
Aku bukan cewek pendiam, namun jika bicara soal cinta, aku mendadak menjadi bisu. Aku; keturunan kampung yang mengharapkan seorang kota. Apa aku bisa mendapatkanmu?
BLACK HEARTED PRINCE AND HIS CYBORGS
105      25     0     
Romance
Ingin bersama siapa kau hidup hingga di hari tuamu? Sepasang suami istri yang saling mencintai namun dalam artian yang lain, saat akan reuni SMA pertama kali memutuskan saling mendukung untuk mendapatkan orang yang masing-masing mereka cintai. Cerita cinta menyakitkan di SMA yang belum selesai ingin dilanjutkan walaupun tak ada satupun yang tau akan berakhir seperti apa. Akankah kembali menya...
A - Z
30      12     0     
Fan Fiction
Asila seorang gadis bermata coklat berjalan menyusuri lorong sekolah dengan membawa tas ransel hijau tosca dan buku di tangan nya. Tiba tiba di belokkan lorong ada yang menabraknya. "Awws. Jalan tuh pake mata dong!" ucap Asila dengan nada kesalnya masih mengambil buku buku yang dibawa nya tergeletak di lantai "Dimana mana jalan tuh jalan pakai kaki" jawab si penabrak da...
Kesempatan
142      42     0     
Romance
Bagi Emilia, Alvaro adalah segalanya. Kekasih yang sangat memahaminya, yang ingin ia buat bahagia. Bagi Alvaro, Emilia adalah pasangan terbaiknya. Cewek itu hangat dan tak pernah menghakiminya. Lantas, bagaimana jika kehadiran orang baru dan berbagai peristiwa merenggangkan hubungan mereka? Masih adakah kesempatan bagi keduanya untuk tetap bersama?
10 Reasons Why
37      15     0     
Romance
Bagi Keira, Andre adalah sahabat sekaligus pahlawannya. Di titik terendahnya, hanya Andrelah yang setia menemani di sampingnya. Wajar jika benih-benih cinta itu mulai muncul. Sayang, ada orang lain yang sudah mengisi hati Andre. Cowok itu pun tak pernah menganggap Keira lebih dari sekadar sahabat. Hingga suatu hari datanglah Gavin, cowok usil bin aneh yang penuh dengan kejutan. Gavin selalu pu...
The Past or The Future
3      3     0     
Romance
Semuanya karena takdir. Begitu juga dengan Tia. Takdirnya untuk bertemu seorang laki-laki yang akan merubah semua kehidupannya. Dan siapa tahu kalau ternyata takdir benang merahnya bukan hanya sampai di situ. Ia harus dipertemukan oleh seseorang yang membuatnya bimbang. Yang manakah takdir yang telah Tuhan tuliskan untuknya?