Read More >>"> Reach Our Time (Chapter III : Sifat Seseorang) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Reach Our Time
MENU
About Us  

Semakin dewasa, sosok individu akan menunjukkan sifat aslinya. Asal tau saja, sifat itu terbentuk dari lingkungan sekitar dan pengaruh gejolak diri. Namun, sifat ini sebenarnya bisa disembunyikan. Karena sifat bisa dikendalikan tanpa kita sadari. Lagi-lagi terbentur pada pilihan...

 

Ruangan kelas jurusan anak IT itu riuh gaduh. Bising dengan segala aktivitas di dalamnya. Mau bagaimana lagi, ada empat kelas perkuliahan kala itu digabung dalam satu ruangan. Mungkin kurang lebih dua ratus mahasiswa menempati seluruh bangku yang tersedia. Jadi, bisa dibayangkan kalau masing-masing dari mereka saling mengobrol.

Apalagi, dosen belum menampakkan dirinya. Padahal, sedari tadi masing-masing perwakilan kelas bolak-balik ruangan dosen. Namun, masih belum ada kepastian. "Tunggu aja dulu!" ujar staff administrasi yang mengurusi absensi dosen.

Raisha Kamalina atau sering dipanggil Icha ini, lebih memilih diam mendengarkan alunan musik melalui earphonenya. Setidaknya ia bisa mengurangi kebisingan itu, pikirnya. Lagipula tak ada teman yang terlalu akrab dengan dirinya. Sering dibilang jutek, oleh kebanyakan orang yang mengenalnya. Setidaknya berbicara yang penting-penting saja, itu prinsip Raisha.

Dia sendiri agak kesal dengan orang yang penasaran dengan kehidupannya. Apalagi, orang yang sok akrab dan tiba-tiba saja langsung curhat.

Menurutnya, masing-masing orang urus saja kehidupannya masing-masing. Tak usah mengumbar masalah kepada orang lain. Bukankah, itu semakin menambah beban bagi yang mendengarnya. Atau bisa saja mereka tak peduli. Kalaupun mereka peduli, setidaknya mereka akan mengetahui sendiri dan berusaha melakukan sesuatu. Bukan hanya memberi saran. Yah, begitulah pandangan Raisha yang terkenal introvert.

Sebenarnya ini tahun pertama semester dua bagi Raisha di jurusan Ilmu Komputer. Awalnya, ia sering didekati mahasiswa lain terutama senior laki-laki karena parasnya yang dianggap manis. Namun, satu per satu dari mereka tak kuat dengan sikap jutek dan dinginnya. Apalagi, pembicaraannya hanya berkutat pada materi kuliah atau gaming. Selain itu, dia tidak akan menjawab.

Orang yang saat ini dianggap dekat dengan Raisha yaitu Armandio Prayoga, dipanggil Dio. Lelaki berkacamata kotak ini, tergolong sebagai mahasiswa berkelas atas. Lantaran dirinya sudah bisa menghasilkan uang sendiri dari hasil gaming-nya.

Pertemanan Dio dan Raisha hanya sebatas "kunci jawaban kelas". Mereka akan bagi tugas. Tiap mata kuliah yang mampu dikuasai maka dia yang mengerjakan, yang lainnya membagikan kepada orang-orang yang sudah membayar. Maka dari itu mereka sering dianggap, pasangan "bad genius".

Kedekatan mereka berdua sendiri terjadi, saat Dio mulai iri pada kecepatan analisa Raisha pada penyelesaian debugging (permasalahan error program) dan analisis database. Dio sendiri menguasai PHP dan Desain Web.

Berawal dari tawaran perusahaan ayahnya untuk memperbaharui website server-nya, Dio pun mengajak Raisha sebagai rekan kerjanya. Alasan yang membuat Dio memilih Raisha, lantaran mereka lulusan SMK dan memiliki selera pembicaraan yang sama terkait gaming. Dan akhirnya, mereka masuk pada hubungan seperti ini.

Bruk! Suara meja kuliah Raisha menjadi sorotan orang-orang di kelasnya.

"He!" teriak Vinka yang membuat Raisha pun langsung membuka earphone-nya.

"Kenapa lo gak cantumin nama gue?" tanya Vinka, teman sekelompok Raisha.

"Karena, lo gak kerja." jawab Raisha tegas.

"Ck... lo ngelunjak sama gue. Gue kating disini! Harusnya lo gak usah cari gara-gara!" omelan Vinka tak digubris Raisha.

"Kalau lo tetep gak mau bantuin gue, gue bakal keluarin lo dari Hima (Himpunan Mahasiswa Jurusan)!" gertak Vinka.

Raisha bergeming, jika dia dikeluarkan dari Hima-nya maka surat peringatan Bidikmisi akan keluar. Karena selain Hima, Raisha tidak mengikuti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) manapun.

"Gue tunggu sampai tugas itu dikumpul!" suruh Vinka memberi peringatan. Raisha pun langsung berdiri dengan kesal sambil mengambil makalah yg ada di tasnya. 

"Nih, lo ganti sendiri!" ujar Raisha sambil membanting keras makalah ke mejanya dengan tangan kanan.

Tensi darah Vinka makin meningkat, tangannya mengepal keras hingga kuku-kuku yang telah dipoles hampir mengelupas. Raisha menarik tasnya, dan keluar meninggalkan kelas.

"Ca, lo mau kemana?" tanya Dio yang sedang duduk di sebelahnya.

"Cabut!" ketus Raisha.

"Gua ikut!" ujarnya. Raisha tak menggubrisnya dan melenggang bebas keluar gedung.

"Eh, yo. Bilangin sama pacar lo, cari gara-gara berarti cari mati!" teriak Vinka. Dio hanya diam tak menanggapi, kemudian langsung mengambil tas dan berlari mengejar Raisha.

"Lo juga sih Ca, biasanya lo bakal nurut sama nenek sihir. Tapi gue salut juga sih sama lo! Harusnya tuh emang digituin nenek sihir." tutur Dio. Raisha memberhentikan jalannya, kemudian menoleh ke arah Dio.

"Gak usah ikutin gue!" tegas Raisha.

"Ah elah Ca. Gua males masuk pelajaran bu Yuni. Gua sama lo aja yah!" Raisha pun menatap tajam ke arah Dio.

"Iya, iya gue gak ikutin lagi. Tapi lo masih mau bantuin proyek web bokap gua kan?" ujar Dio.

Raisha tak menanggapi dan berjalan pergi meninggalkannya. Dio sengaja berdiam diri, dan tidak mengikutinya lagi.

"Ca, hati-hati yah!" teriak Dio ketika jarak antara mereka semakin jauh.

Langkah kaki Raisha berhenti di sebuah pondokan yang memang sengaja disediakan pihak kampus sebagai salah satu fasilitas yang bisa dinikmati mahasiswa. Pondokan ini memang tak pernah sepi dari mahasiswa, kecuali ketika waktu jam kampus habis.

Raisha pun sengaja menghabiskan waktunya untuk mencoba kembali menelusuri deep web. Ia berusaha memperkuat berbagai enkripsi (pengamanan berlapis-lapis) yang telah didapatkan secara gratis di dunia maya.

Untuk masuk ke ranah deep web sendiri, tidak asal sembarang orang yang bisa berselancar. Diperlukan sebuah perencanaan matang untuk masuk kedalamnya, dari mulai tujuan hingga persiapan matang. Jika tak mengerti, maka akan menjadi sasaran empuk para hacker untuk memanipulasi data-data privasi. Biasanya, ditandai dengan adanya berbagai macam virus yang menyerang.

Sebenarnya, saat ini ia tengah tertarik dengan situs para gamers yang menyediakan game pro secara gratis. Raisha sendiri tertarik dengan game, sejak ia ditinggal pergi ibunya. Bapaknya sendiri sering menitipkan Raisha ke tetangganya yang menjadi penjaga tempat PS (????Play Station), ketika ia hendak berdagang ke pasar.

Tiba-tiba suara tanda chat masuk di smartphone Raisha berbunyi.

"Cha, quiz mendadak bu Yuni. Cepetan lo buka lamannya!"

Raisha langsung membuka laman website jurusannya, dan langsung membuka tab ujian. Kedua tangannya bekerja dengan cepat. Karena waktu pengerjaan tiap soalnya hanya satu menit, kecuali soal berbasis perintah coding (script pemrograman) lima menit.

Selama kuis berlangsung, Raisha juga sempat memberikan jawabannya pada Dio. Setelah itu biasanya Dio akan membagikan jawaban Raisha kepada beberapa orang.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (1)
Similar Tags
Kenzo Arashi
26      10     0     
Inspirational
Sesuai kesepakatannya dengan kedua orang tua, Tania Bowie diizinkan melakukan apa saja untuk menguji keseriusan dan ketulusan lelaki yang hendak dijodohkan dengannya. Mengikuti saran salah satu temannya, Tania memilih bersandiwara dengan berpura-pura lumpuh. Namun alih-alih dapat membatalkan perjodohannya dan menyingkirkan Kenzo Arashi yang dianggapnya sebagai penghalang hubungannya dengan Ma...
Rindu Yang Tak Berujung
314      237     7     
Short Story
Ketika rindu ini tak bisa dibendung lagi, aku hanya mampu memandang wajah teduh milikmu melalui selembar foto yang diabadikan sesaat sebelum engkau pergi. Selamanya, rindu ini hanya untukmu, Suamiku.
Bismillah.. Ta\'aruf
4      4     0     
Short Story
Hidup tanpa pacaran.. sepenggal kalimat yang menggetarkan nurani dan menyadarkan rasa yang terbelenggu dalam satu alasan cinta yang tidak pasti.. Ta\'aruf solusi yang dia tawarkan untuk menyatukan dua hati yang dimabuk sayang demi mewujudkan ikatan halal demi meraih surga-Nya.
Arion
17      9     0     
Romance
"Sesuai nama gue, gue ini memang memikat hati semua orang, terutama para wanita. Ketampanan dan kecerdasan gue ini murni diberi dari Tuhan. Jadi, istilah nya gue ini perfect" - Arion Delvin Gunadhya. "Gue tau dia itu gila! Tapi, pleasee!! Tolong jangan segila ini!! Jadinya gue nanti juga ikut gila" - Relva Farrel Ananda &&& Arion selalu menganggap dirinya ...
Returned Flawed
5      5     0     
Romance
Discover a world in the perspective of a brokenhearted girl, whose world turned gray and took a turn for the worst, as she battles her heart and her will to end things. Will life prevails, or death wins the match.
Dear Groom
289      231     5     
Short Story
\"Kadang aku berpikir ingin seperti dulu. Saat kecil, melambaikan tangan adalah hal yang aku sukai. Sambil tertawa aku melambaikan tangan pada pesawat yang lewat. Tapi sekarang, bukan seperti ini yang aku sukai. Melambaikan tangan dengan senyuman terpaksa padanya bersama orang lain.\"
Mapel di Musim Gugur
7      7     0     
Short Story
Tidak ada yang berbeda dari musim gugur tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, kecuali senyuman terindah. Sebuah senyuman yang tidak mampu lagi kuraih.
Republik Kerusuhan
25      4     0     
Romance
Putih abu-abu kini menjadi masa yang tidak terlupakan. Masa yang mengenalkan pada cinta dan persahabatan. Hati masih terombang-ambing kadang menjadi sesuatu yang mengecewakan, menyedihkan, kesenangan dan rasanya nano-nano. Meski pada akhirnya menjadi dewasa pada suatu masa dan membuat paham atas segala sesuatu. Serunya masa, mimpi yang setinggi angkasa, pertengkaran, di sini pula akan ada pemaham...
Say Your Love
282      227     2     
Short Story
Dien tak pernah suka lelaki kutu buku sebelumnya. Mereka aneh, introvert, dan menyebalkan. Akan tetapi ada satu pengecualian untuk Arial, si kutu buku ketua klub membaca yang tampan.
Popo Radio
102      31     0     
Romance
POPO RADIO jadi salah satu program siaran BHINEKA FM yang wajib didengar. Setidaknya oleh warga SMA Bhineka yang berbeda-beda tetap satu jua. Penyiarnya Poni. Bukan kuda poni atau poni kuda, tapi Poni siswi SMA Bhineka yang pertama kali ngusulin ide eskul siaran radio di sekolahnya.