Read More >>"> Itenerary (Pos Ketan Legenda, Saksi Hening Mereka) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Itenerary
MENU
About Us  

"Makan es krim kenyang, ya, ternyata," ucap Angga, mengusap perutnya.

Sherin tertawa. "Tapi masih belum afdol kalau belum makan nasi. Ya, kan?"

"Bener. Ciri khas orang Indonesia, termasuk kita."

Usai menjelajah dan menggoyang lidah dengan es krim yang mereka nikmati di Toko Oen, kini mereka berkelana lagi dengan sepeda motor sewaan kebanggaan mereka. 

"Jadi, mau makan apa kita?" tanya Angga, menoleh sedikit ke belakang, menatap gadis yang ia dambakan bertahun-tahun ini; namun terkendala oleh seorang lelaki--yang adalah kekasih--yang selalu di samping gadis itu. 

"Terserah lo aja, Ngga," jawab Sherin. 

"Kok gitu?"

"Karena gue tau, pilihan lo soal kuliner, nggak pernah salah," balas Sherin, sambil mencubit kilat perut Angga.

Deg.

Ada rasa yang aneh, saat tangan Sherin terjulur demi mencubit perut Angga. Meski hanya mencubit dalam hitungan detik--bukan memeluk--namun sensasinya tetap berhasil membuat Angga tercengang. Rasanya, indah. Perutnya penuh kupu-kupu meski hanya dalam sekedip mata. 

"Tuh, perut lo dikit buncit. Soalnya lo doyan makan," lanjut Sherin, tanpa sadar, bahwa pria di depannya sedang tercengang dimabuk asmara.

Kemudian Angga tersadar dari rasa nyaman yang tercipta secara kilat, dan memaksakan diri tuk tertawa. "Ah, kalau nggak doyan makan, nanti gue kurus, gimana?"

"Jangan, ih. Lo nggak boleh kurus. Bagusan gini, berisi!" kata Sherin menepuk bahu Angga. 

Dan lagi-lagi, Angga gagal fokus. Benar, ia terlalu mengharap dan mendambakan gadis ini. Hingga sekecil apapun hal yang dilakukan gadis ini--meski berupa cubitan atau tepukan, bukan usapan mesra--tetap saja memberi efek berbahaya bagi dirinya. 

**

 Cara terbaik untuk menjelajahi Malang, adalah dengan menikmati kuliner lokal. Jika pas di lidah, perut bisa kenyang, mood pun ikut senang. Ditambah, harganya murah. Ah, surga dunia.

Keduanya tiba di sebuah warung, yaitu Warung Sidik.  Warung Sidik ini terletak di jalan Agus Salim No.47 Kota Batu Malang.

"Ini warung apa? Kok kayaknya ramai banget, sampai cari parkiran motor aja susah," kata Sherin, sedikit mengeluh.

Angga dan Sherin baru saja turun dari motor, dan kini mereka berjalan berdampingan tuk masuk ke wilayah warung Sidik.

"Iya, warung ini memang legendaris.  Katanya, sih, Warung Sidik sudah turun temurun ke beberapa generasi." Angga menjelaskan singkat.

Sherin menggeleng dan bertepuk tangan. "Astaga.. Wikipedia berjalan sudah mulai bersabda!"

"Sialan! Gue masih kalah jauh dari Wikipedia, kali!"

"Ya... Nyaris sama! Daripada gue, minim pengetahuan," kata Sherin, merendah. Padahal, ya, sebenarnya gadis itu pintar dalam hal akademik; namun dalam hal seperti tempat kuliner dan wisata, Sherin minim pengetahuan.

Suasana Warung Sidik memang diciptakan seakan warung tempo dulu yang sederhana namun bersahaja. Beberapa sudut warung ada foto keluarga yang seakan memerhatikan bahwa Warung Sidik memang termasuk warung pioner di Kota Batu. Bahkan, foto foto perjuangan yang seakan ingin mempertontonkan pesona karisma warung ini. Terlihat dari depan jalan, Warung Sidik seakan menampilkan arsitekturnya sebagai warung tempo dulu yang memang tidak diubah menjadi warung modern.

Sajian warungnya ditampilkan seperti warung Tegal, dengan suguhan piring dan lauk di almari kaca. Namun, rasanya memang memberikan pesona kuliner Jawa Timur yang asin pedas.  

"Mau makan apa?" 

Sherin memutar otak sejenak, hingga ia tau apa yang perutnya inginkan. "Gue mau nasi rawon, deh. Lo apa?"

 

"Pecel, kayaknya."

Sajian makanan yang dihidangkannya punwal umum masakan Jawa Timur, namun memiliki cita rasa yang khas. Ada nasi rawon, pecel, gudeg, ayam, hingga krengsengan, namun senantiasa dipadu dengan kekhasan sambal kentang yang pedas.

Dan beberapa menit setelahnya, baik Sherin maupun Angga sudah menikmati nasi rawon dan pecel, serta es teh milik mereka masing-masing. Mereka menikmati dalam keheningan, serta kekaguman akan rasa masakan sederhana yang luar biasa nikmatnya ini. 

"Enak?" tanya Angga.

Sherin mengacungkan ibu jarinya. "Pilihan lo soal makanan, selalu tepat."

"Dan setelah ini, akan banyak kuliner lainnya yang menanti kita."

"Ah, jadi nggak sabar."

Mereka melanjutkan perbincangan mereka. Perbincangan ringan, namun bermakna, dan membuat Angga dan Sherin sama-sama menemukan kenyamanan. 

Makanan yang nikmat, dan murah; ditemani oleh suasana dinginnya kota Malang; dan  sajian orkes keroncong yang tampil di pelataran warung, membuat jarak antara kedua insan ini semakin terasa syahdu dan dekat. Sederhana, namun menyenangkan, itulah yang dua insan ini rasakan. 

*

Hari sudah makin sore. Namun mereka belum mau beranjak kembali ke penginapan. Keduanya memilih tuk menjelajah lagi, selagi hari belum terlalu malam. Dan destinasi yang mereka pilih malam ini adalah Alun-Alun Kota Batu. 

 Kota mana yang tidak iri dengan keindahan Alun-Alun Kota Batu. Wajahnya asri, banyak arena bermain, serta fasilitasnya lengkap. Inilah gambaran alun-alun yang diidamkan banyak kota di Indonesia, warga Batu berhak untuk bangga memiliki alun-alun sekeren ini. Para pengunjung pun bisa dipastikan betah bermain-main di sana, apalagi mengunjunginya tidak dipungut biaya.  

"Bagus nggak menurut lo?" tanya Angga.

Sherin menunjuk kamera polaroid yang ia bawa di tangannya. "Kalau gue udah ngeluarin kamera dan siap-siap untuk foto-foto, tandanya apa? Tandanya, tempat ini keren!" kata Sherin antusias. 

"Ayo foto-foto," ajak Angga. 

 Alun-Alun Kota Batu bukanlah alun-alun biasa yang berisi lapangan dan taman ala kadarnya. Di sini, para traveler akan dibuat takjub dengan aneka fasilitas pendukung yang luar biasa indahnya. Ada playground untuk anak-anak, air mancur, ruang informasi berbentuk strawberi, toilet berbentuk apel dan yang paling ikonik adalah bianglala.  

Keduanya menikmati pemandangan Alun-Alun Batu, dengan mengumpulkan foto sebanyak mungkin. Bahkan, mereka seringkali berfoto berdua, atau meminta orang lain tuk mengambil gambar mereka berdua. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih. 

"Foto ini bagus, nggak? Mau gue upload di instagram!" kata Sherin.

"Bagus. Hasil jepretan siapa dulu, dong?"

Sherin meringis. "Jepretan Angga!"

Angga tersenyum. Kalau boleh, sebenarnya ia ingin memposting fotonya bersama Sherin di media sosial. Tapi itu tak mungkin. Bisa-bisa, Sherin membencinya sampai mati, karena dianggap telah merusak hubungannya. Ya sudah, lah. 

Segudang tempat wisata keren bisa traveler jumpai jika memilih Kota Batu sebagai tujuan berlibur. Seperti kata pepatah Jawa “Rupo Nggowo Rego” yang kurang lebih memiliki arti jika mau mendapatkan sesuatu yang bagus tentu sebanding dengan harganya yang mahal. Tapi tidak usah khawatir, Kota Batu memiliki stok tempat wisata murah, namun tidak murahan.

"Mau naik bianglala?" Angga menawarkan. "Di atas, kita bisa lihat pemandangan kota Malang. Kita bisa ambil gambar dari atas."

Sherin berbinar. "Serius?"  

Dan tak butuh waktu lama, keduanya sudah naik di salah satu ruang bianglala. Keduanya berputar menikmati pemandangan. 

 "Alun-Alun Batu adalah  satu-satunya alun-alun di Indonesia yang memiliki wahana bianglala permanen."   Angga, selaku Wikipedia berjalan, mulai bercerita lagi. 

"Permanen?"

"Iya. Bianglala dengan 17 kabin ini siap digunakan untuk melihat wajah Kota Batu dari perspektif yang berbeda." Ckrek. Angga mencoba mengambil gambar dari atas. Dan ia menunjukkan hasil jepretannya pada Sherin. 

Sherin menggelengkan kepalanya, dan seketika berteriak girang. "Keren, Ngga! Thanks!"

Dan detik setelahnya, Sherin sudah memeluk Angga kegirangan. Angga terkejut. Angga diam, bukan berarti ia tidak mau; namun karena terkejut dan bahagia dalam waktu yang sangat cepat, tanpa persiapan. 

Begitu Sherin sadar, Sherin langsung melepas pelukannya. "Sorry, Ngga. Gue terlalu senang!"

"I..iya, santai aja," balas Angga gugup. 

Sherin meringis, kemudian mengambil kamera dari tangan Angga. "Ngga, ayo selfie. Mumpung di atas, nih!" 

Keduanya tersenyum, dan ckrek! Fotopun jadi. Foto tersebut sangat indah, dengan pemandangan luar biasa, dan dua sosok manusia di dalamnya, yang tersenyum seakan menunjukkan bahwa mereka adalah dua insan yang paling bahagia. 

**

Sepulang dari Alun-Alun Batu, mereka masih memiliki satu agenda lagi yang akan mereka lakukan. Yaitu mengunjungi Pos Ketan Legenda, yang sangat terkenal diantara para pecinta kuliner. 

Pos Ketan Legenda letaknya tak jauh dari alun-alun Batu, hanya sekitar satu kilometer saja. Dan begitu sampai disana, mereka disuguhi pemandangan yaitu banyaknya pengunjung yang datang di tempat ini. 

Sherin berdecak. "Gila.. Ramai juga, ya?"

"Gimana? Masih mau makan di sini?" tanya Angga.

"Iya, dong! Justru karena ramai banget, gue jadi penasaran. Ayo cari tempat."

Keduanya duduk di antara para kerumunan. Dan setelah memutar otak, akhirnya mereka menentukan pilihan. Angga memilih  ketan susu durian keju vla, sementara Sherin memilih  ketan pisang keju susu vla.

Mereka mulai mencicipi ketan legenda tersebut. Dan mereka sama-sama takjub, rasanya sangat nikmat!

"Sekarang gue tau, kenapa tempat ini ramai banget. Rasanya aja enak gini! Enak banget malah!" kata Sherin, sambil mengambil foto ketan yang mereka nikmati. 

Angga mengangguk, setuju. Ketan ini enak. Meski manis, namun tak meninggalkan kesan eneg. Yang ada, mereka justru ketagihan dibuatnya.

Disela-sela acara makan serta berbincang ringan dengan Angga, ponsel milik Sherin bergetar. Ada pesan masuk, dari Marcell.

 

Marcell:

Baby i  miss you. Kapan pulang? I want you back. I love you, and do not try to leave no matter what happen. Ok,  baby?

Dengan cepat, Sherin membalasnya.

Mungkin beberapa hari lagi, karena aku sendiri nggak bisa pastikan kapan pulang. 

Sherin meneguk ludahnya sendiri. Kenapa nih Marcell begini? Biasanya dia cuek dan nggak pernah peduli akan apa yang aku lakukan. Aneh, ya, batin Sherin.

“Mikir apa, Sher?”

“Eh? Enggak kok,” jawab Sherin cepat.

“Pacar lo?” tanya Angga, sembari meneguk es teh manisnya.

Sherin menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Dia lagi aneh. Tumben dia bilang kangen? Kayaknya udah lama banget gue nggak digituin sama dia. Hahaha.” Sherin tertawa getir.

“Karena terlalu sering disiksa?”

Eh. 

“Apaan sih, Ngga?”

 

"Gue tau gimana pacar lo.. Gue tau dan paham..  Memang gak banyak, tapi gue tau kalau hubungan kalian gak sehat. Dulu, lo lebam di leher dan pipi. Dan sekarang, gue bisa lihat lo lebam di lengan.” Angga menatap lengan Sherin yang memang membiru, bekas pukulan Marcell kala itu. “Dan patut dicurigai kalau pacar lo lagi menutupi sesuatu.”

Sherin sedikit jengah di kalimat terakhir yang Angga ucapkan. “Ngga, lo memang sahabat gue. Dan meskipun Marcell kasar, dia masih pacar gue.. Jadi, nggak pantas kalau lo jelek-jelekin dia.”

“Tapi Sher, gue—“

“Angga,” potong Sherin. “Gimanapun kondisinya, gue akan berusaha bertahan sama dia. Nggak segampang itu gue putus.. Karena gue dan dia serius. Masalah nggak harus selesai dengan kata putus, kan?"

"Sher.."

"Jadi lo nggak usah sok jadi pahlawan, deh, Ngga. Jangan terlalu berharap juga," tandas Sherin. 

Satu detik.

Lima detik.

Dan berdetik-detik setelahnya, Angga diam. Dan itu membuat Sherin sadar, jika ucapannya keterlaluan.

“Gue memang sayang sama lo, Sher. Tapi bukan berarti gue egois dan ngotot pengen memiliki lo. Gue sadar posisi gue. Gue nggak mau juga jadi perebut pacar orang," tandas Angga. 
"Tapi gue cuma mau bilang, kalau cinta jangan sampai bikin otak lo kayak orang tolol yang gak mampu berbuat apa-apa dan rela diperlakukan nggak sewajarnya!”

Deg.

Dan mulai detik itu, mereka dipenuhi keheningan. Bahkan hingga mereka pulang, mereka tetap hening. Dan hingga mereka hilang ditelan pintu kamar masing-masing, mereka tetap diam, tanpa kata perpisahan atau sekedar terima kasih atas kebahagiaan yang telah mereka beri satu sama lain di hari lain.

Dan Sherin tau, itu semua karena ucapannya.

 

*bersambung**

 

 

Tags: twm18

How do you feel about this chapter?

0 0 0 1 0 0
Submit A Comment
Comments (28)
  • Chaa

    Ini menarik sih.
    Sedikit saran, mungkin bisa ditambah deskripsinya. Jadi, biar pembaca lebih bisa membayangkan situasi yang terjadi di dalam cerita :D

    Comment on chapter Pos Ketan Legenda, Saksi Hening Mereka
  • Indriyani

    Seruu nih, aku suka. Apalagi tentang persahabatan dan petualangannya dapet. Keren 👍

    Comment on chapter Rencana Mereka
  • nowaryo_

    bagus sebetulnya. hanya saja terlalu banyak dialog. tp bagus, krn bisa membawa pembaca masuk dalam cerita

    Comment on chapter Persiapan Kilat
  • aiana

    @Ervinadypudah meyakinkan kok ceritanya. Eh tp di bab 19 kok ada pengulangan dr narasi bab 16. Pas momen makan ronde dan buat perjanjian kencan 1 hari.

    Comment on chapter Epilog: Narasi Enam Kepala Manusia
  • imagenie_

    selesai baca ini pas masih ngantor. huaaa bagus

    Comment on chapter Epilog: Narasi Enam Kepala Manusia
  • imagenie_

    wah pendakian. aku siap lanjut baca bab selanjutnya nih

    Comment on chapter Rencana Mereka
  • Ervinadyp

    @aiana makasihhh ya udahh bacaa💚💚 iyanihhh pgn banget naikgunung, doakan smoga kesampaian ya kakkk.. Aamiin yaAllah

    Comment on chapter Rencana Mereka
  • Ervinadyp

    @suckerpain_ makasiii banyakk sarannya ya kaak💚

    Comment on chapter Rencana Mereka
  • dear.vira

    Ceritanya bagus, sarannya coba agak kurangi bagian percakapannya ya, strusnya udah bgus banget semangat ya

    Comment on chapter Rencana Mereka
  • aiana

    seru nih, tentang perjalanan. saya baru baca beberapa bab. kalau sudah selesai saya review deh. Siap-siap nostalgia. Belum penah ke Semeru sih tapi pernah menggembel sampai ke G.Gede saya dulu dan beberapa Kerucut di Jateng. Penulis perlu coba naik gunung. seru dan bikin rindu loh.

    Comment on chapter Rencana Mereka
Similar Tags
EXPOST
132      37     0     
Humor
Excecutive people of science two, mungkin itu sebutan yang sering dilayangkan dengan cuma-cuma oleh orang-orang untuk kelas gue. Kelasnya excecutive people, orang-orang unik yang kerjaannya di depan laptop sambil ngapalin rumus kimia. So hard. Tapi, mereka semua ngga tau ada cerita tersembunyi di dalam kelas ini. Di sini ada banyak species-species langka yang hampir ngga pernah gue temuin di b...
Sanguine
70      20     0     
Romance
Karala Wijaya merupakan siswi populer di sekolahnya. Ia memiliki semua hal yang diinginkan oleh setiap gadis di dunia. Terlahir dari keluarga kaya, menjadi vokalis band sekolah, memiliki banyak teman, serta pacar tampan incaran para gadis-gadis di sekolah. Ada satu hal yang sangat disukainya, she love being a popular. Bagi Lala, tidak ada yang lebih penting daripada menjadi pusat perhatian. Namun...
(Cant) Treat You Better
3      3     0     
Romance
Raydan cuma mau hidupnya yang lama kembali; papinya, maminya, adik kembarnya, dan kenangan indah tentang keluarganya. Dan yang dia dapat malah Lava, pacar yang sebenarnya tidak dia butuhkan sama sekali selain demi 'keuntungan dirinya sendiri'. Tapi who knows kalau ternyata satu-satunya penolong agar dia bisa mewujudkan keinginan besarnya itu hanyalah Lava, cewek yang di hari depan nanti akan dia ...
SURAT.
2      2     0     
Romance
Surat. Banyak rasa akan datang bersamanya. Bacalah dengan bisikan pelan. Sebutir demi sebutir perasaan akan mengalir bersama kata yang terangkai. Perlahan, keping rasa itu akan lengkap dan jatuh tepat di sebuah gubuk penampungan rasa di lubuk hati. Setelah berhasil diterjemahkan, barangkali tubuh akan kegirangan. Atau bibir akan tersenyum, mungkin tertawa. Atau mata taklagi sanggup membendung der...
the Overture Story of Peterpan and Tinkerbell
3      3     0     
Romance
Kalian tahu cerita peterpan kan? Kisah tentang seorang anak lelaki tampan yang tidak ingin tumbuh dewasa, lalu seorang peri bernama Tinkerbell membawanya kesebuah pulau,milik para peri, dimana mereka tidak tumbuh dewasa dan hanya hidup dengan kebahagiaan, juga berpetualang melawan seorang bajak laut bernama Hook, seperti yang kalian tahu sang peri Tinkerbell mencintai Peterpan, ia membagi setiap...
Aku Mau
172      50     0     
Romance
Aku mau, Aku mau kamu jangan sedih, berhenti menangis, dan coba untuk tersenyum. Aku mau untuk memainkan gitar dan bernyanyi setiap hari untuk menghibur hatimu. Aku mau menemanimu selamanya jika itu dapat membuatmu kembali tersenyum. Aku mau berteriak hingga menggema di seluruh sudut rumah agar kamu tidak takut dengan sunyi lagi. Aku mau melakukannya, baik kamu minta ataupun tidak.
Peringatan!!!
25      15     0     
Horror
Jangan pernah abaikan setiap peringatan yang ada di dekatmu...
Belum Tuntas
67      29     0     
Romance
Tidak selamanya seorang Penyair nyaman dengan profesinya. Ada saatnya Ia beranikan diri untuk keluar dari sesuatu yang telah melekat dalam dirinya sendiri demi seorang wanita yang dicintai. Tidak selamanya seorang Penyair pintar bersembunyi di balik kata-kata bijaknya, manisnya bahkan kata-kata yang membuat oranglain terpesona. Ada saatnya kata-kata tersebut menjadi kata kosong yang hilang arti. ...
Flower With(out) Butterfly
3      3     0     
Romance
Kami adalah bunga, indah, memikat, namun tak dapat dimiliki, jika kau mencabut kami maka perlahan kami akan mati. Walau pada dasarnya suatu saat kami akan layu sendiri. Kisah kehidupan seorang gadis bernama Eun Ji, mengenal cinta, namun tak bisa memiliki. Kisah hidup seorang gisaeng yang harus memilih antara menjalani takdirnya atau memilih melawan takdir dan mengikuti kata hati
Ketos in Love
17      8     0     
Romance
Mila tidak pernah menyangka jika kisah cintanya akan serumit ini. Ia terjebak dalam cinta segitiga dengan 2 Ketua OSIS super keren yang menjadi idola setiap cewek di sekolah. Semua berawal saat Mila dan 39 pengurus OSIS sekolahnya menghadiri acara seminar di sebuah universitas. Mila bertemu Alfa yang menyelamatkan dirinya dari keterlambatan. Dan karena Alfa pula, untuk pertama kalinya ia berani m...