Read More >>"> Coldest Husband (Prolog) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Coldest Husband
MENU
About Us  

Ada satu nama mahasiswa baru yang ada di Universitas itu dijuluki dengan sebutan 'rapunsel', dia adalah Binar Yumnaa Ananta seorang cewek yang memiliki rambut panjang sampai ke punggung.

Namun nahas, sebutan rapunsel itu booming ketika rambut panjang Binar yang hendak dikibaskan ke wajah ketua himpunan mahasiswa menyangkut pada sela-sela pintu.

Ceritanya bermula ketika masa ospek mahasiswa baru, ketika semua kakak tingkat berubah menjadi monster yang menyeramkan. Semuanya berlaga acting untuk menjadi pribadi yang galak.

Suatu hari saat ospek hari pertama, Binar bangun terlambat karena semalam habis chattingan bersama teman-teman SMAnya sampai larut malam, mereka membicarakan segala hal, mulai dari menggibah, malasnya besok ke kampus, bahkan kecengan mereka masing-masing.

Hari itu Binar melanggar beberapa hal dalam peraturan ospek yakni:
1. Tidak boleh membawa kendaraan pribadi
2. Tidak boleh memakai make up
3. Tidak boleh membawa ponsel
4. Tidak boleh datang terlambat

Binar yang memakai kaos berwarna hijau stabilo, dengan kaos kaki dan kursi goyang yang berwarna senada, tiba di gerbang gedung fakultasnya pada pukul 7 tepat.

Waktu mereka berkumpul didepan fakultas itu pukul 6 pagi, sedangkan Binar terlambat satu jam. Terlambat yang benar-benar terlambat.

Binar dihadang oleh dua orang yang memakai pakaian serba hitam, tenang, mereka bukan setan kok. Mereka biasa disebut 'tatib' kalau disini, ada juga yang menyebutnya 'komdis' jika di Universitas lain. Mereka bertugas untuk membentuk sikap disiplin pada mahasiswa baru dengan cara bertanda kutip, alias suka marah-marah tidak jelas. Kita yang tidak salah pun suka dicari-cari kesalahannya. Ya mungkin itu untuk membentuk mental kita saat di dunia perkuliahan. Tetapi lain halnya dengan Binar, ia jelas sangat memiliki banyak kesalahan pada hari pertama ospek.

"Kalian malaikat pencabut nyawa?" tanya Binar dengan wajah polos.

Binar Yumnaa Ananta adalah gadis berusia 17 tahun yang memiliki tinggi badan hanya 150 cm. Tetapi jangan melihat tinggi badannya, walaupun kecil, Binar sangat pemberani.

"Ada aturan, kenapa dilanggar?" tanya seorang perempuan yang memakai pakaian serba hitam mulai dari kerudung hingga sepatu.

"Aduh plis deh, jangan acting kayak gitu lah, gue juga tau kalian cuma galak saat hari ospek doang. Mundur ah." Binar mencoba menabrak kedua orang itu dengan motor beat berwarna merahnya, "Mundur gak? Kalau enggak, gue tabrak nih!"

Tatib laki-laki yang ada didepan Binar tidak menjauh, matanya menatap tajam pada bibir Binar yang dipoles oleh lipstik berwarna hitam.

"Kenapa bibir gue? Cantik ya? Jangan-jangan lo mau cium gue?"

Laki-laki itu mendecih, "Ck, amit-amit. Lo melanggar semua aturan yang ada didalam ospek kita kali ini. Ya bawa kendaraan, datang terlambat, bibir hitam kayak hantu m--"

"Hah?! Bibir gue hitam?!" Binar panik, ia menarik kaca spionnya kemudian menatap wajahnya dari pantulan kaca tersebut.

Sungguh mengagetkan! Bibir Binar benar-benar berwarna hitam. Ah, ini sih binar salah pakai lipstik gara-gara buru-buru.

Binar turun dari motornya, menyetandarkan kendaraannya itu didepan dua tatib yang berjaga didepan. Binar berlari masuk kedalam gedung fakultas, mencari wc karena ia membutuhkan air untuk mengelap lipstik hitam yang memoles bibir mungilnya.

Sesampainya di wc, binar menggosok bibirnya dengan air yang mengalir.

"Duh, gue kok bego banget sih, lipstik jaman jadi anak teater malah dipake." Binar merutuk sambil membersihkan bibirnya, "Untung gak ada cogan, kalau ada, aduh popularitas gue terancam,"

Siapa sih yang tidak kenal dengan seorang Binar Yumnaa Ananta dan keempat temannya yang sering dijuluki oleh sebutan Cabe Squad?

Sejak SMA, Cabe Squad adalah geng paling popular. Tetapi sekarang mereka sudah tidak bersama lagi karena kuliah di tempat yang berbeda-beda. Meskipun berbeda tempat kuliah, mereka masih sering kumpul setiap seminggu dua kali.

Setelah selesai menghapus lipstik hitam, Binar keluar dari kamar mandi. Dan setelah membuka pintu, ada tiga orang laki-laki yang menatapnya dengan tatapan elang.

"Aaaaaaa!" jerit Binar, "KALIAN MAU NGINTIP GUE YA?!"

Seorang cowok yang mengenakan kemeja bertulisan "Himpunan Mahasiswa Farmasi" menarik tas Binar sehingga membuat gadis itu hampir terjatuh.

Binar memberontak, "Gila lo ya?! Gue bukan sapi!" bentak Binar pada cowok yang kini masih menarik tasnya, "Mau gak mau gue harus kasih jurus gedebuk cukit,"

Binar mengibaskan rambut panjangnya pada wajah cowok yang menarik tasnya, "Rasakan ini, sraaaaaak!"

Namun cowok itu berhasil menghindari kibasan rambut Binar, dan rambut binar masuk kedalam sela-sela pintu wc.

"Heh, tolong gue! Lepasin rambut gue woy!" Binar berteriak-teriak pada laki-laki yang kini sudah melepas tasnya. "Tanggung jawab lo serodotan! Heh!"

Binar memanggil lelaki itu dengan sebutan serodotan karena melihat hidungnya yang sangat mancung bagai serodotan.

Laki-laki yang dimintai pertolongan oleh Binar mengedikkan bahunya kemudian pergi meninggalkan binar dan kedua laki-laki berpakaian serba hitam.

"GUE SUMPAHIN TUH HIDUNG PATAH!"

 

***

Jangan lupa beri review yaa

How do you feel about this chapter?

1 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Belum Tuntas
57      23     0     
Romance
Tidak selamanya seorang Penyair nyaman dengan profesinya. Ada saatnya Ia beranikan diri untuk keluar dari sesuatu yang telah melekat dalam dirinya sendiri demi seorang wanita yang dicintai. Tidak selamanya seorang Penyair pintar bersembunyi di balik kata-kata bijaknya, manisnya bahkan kata-kata yang membuat oranglain terpesona. Ada saatnya kata-kata tersebut menjadi kata kosong yang hilang arti. ...
Story of Love
6      5     0     
Romance
Setiap orang memiliki kisah cintanya masing-masing. Ada perjalanan cinta yang sepahit kopi tanpa gula, pun ada perjalanan cinta yang semanis gula aren. Intinya sama, mereka punya kisah cintanya sendiri. Kalian pun akan mendapatkan kisah cinta kalian sendiri. Seperti Diran yang sudah beberapa kali jatuh tempo untuk memiliki kisah cintanya
pendiam dan periang
4      4     0     
Romance
Dimana hari penyendiriku menghilang, saat dia ingin sekali mengajakku menjadi sahabatnya
STORY ABOUT THREE BOYS AND A MAN
146      31     0     
Romance
Kehidupan Perkasa Bagus Hartawan, atau biasa disapa Bagus, kadang tidak sesuai dengan namanya. Cintanya dikhianati oleh gadis yang dikejar sampai ke Osaka, Jepang. Belum lagi, dia punya orang tua yang super konyol. Papinya. Dia adalah manusia paling happy sedunia, sekaligus paling tidak masuk akal. Bagus adalah anak pertama, tentu saja dia menjadi panutan bagi kedua adiknya- Anggun dan Faiz. Pan...
Koma
175      31     0     
Romance
Sello berpikir bisa menaklukkan Vanda. Nyatanya, hal itu sama halnya menaklukkan gunung tinggi dengan medan yang berbahaya. Tidak hanya sulit,Vanda terang-terangan menolaknya. Di sisi lain, Lara, gadis objek perundungan Sello, diam-diam memendam perasaan padanya. Namun mengungkapkan perasaan pada Sello sama saja dengan bunuh diri. Lantas ia pun memanfaatkan rencana Sello yang tak masuk akal untuk...
Triangle of feeling
264      209     0     
Short Story
Triangle of feeling sebuah cerpen yang berisi tentangperjuangan Rheac untuk mrwujudkan mimpinya.
Angkara
21      9     0     
Inspirational
Semua orang memanggilnya Angka. Kalkulator berjalan yang benci matematika. Angka. Dibanding berkutat dengan kembaran namanya, dia lebih menyukai frasa. Kahlil Gibran adalah idolanya.
Diskon Tilang
4      4     0     
Short Story
Siapa pernah kena tilang dan dendanya dapat diskon?
IMPIAN KELIMA
261      225     3     
Short Story
Fiksi, cerpen
Simbiosis Mutualisme seri 1
132      33     0     
Humor
Setelah lulus kuliah Deni masih menganggur. Deni lebih sering membantu sang Ibu di rumah, walaupun Deni itu cowok tulen. Sang Ibu sangat sayang sama Deni, bahkan lebih sayang dari Vita, adik perempuan Deni. Karena bagi Bu Sri, Deni memang berbeda, sejak lahir Deni sudah menderita kelainan Jantung. Saat masih bayi, Deni mengalami jantung bocor. Setelah dua wawancara gagal dan mendengar keingin...