Read More >>"> When the Winter Comes (EMPAT) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - When the Winter Comes
MENU
About Us  

Malam hari, Arabicca berjalan menuruni tangga. Berjalan menuju meja makan untuk makan malam. Arabicca mengambil tempat duduk di samping Vano. Dia menyendok nasi untuk Vano dan dirinya kemudian mengambil beberapa lauk lalu mulai memakannya.

Keduanya makan dalam keheningan. Seperti inilah hubungan Vano dan Arabicca sekarang.

Semenjak kepergian sang Bunda, Arabicca tumbuh menjadi sosok yang berbeda. Putrinya itu sekarang menjadi dingin. Dia sangat tertutup, pendiam dan juga cenderung menghindari interaksi. Dia lebih suka menyendiri. Hal tersebut membuat Vano sangat khawatir. Ia kemudian mengkonsultasikan hal tersebut kepada sahabatnya Jason, yang kebetulan seorang psikeater. Jason mengatakan bahwa Arabicca menderita schizoid personality disorder.

Vano tersenyum sedih. Arabicca menjadi seperti itu juga karena dia, salahnya karena sejak dulu dia kurang memperhatikan Arabicca. Dia tidak pernah memperhatikan tumbuh kembang putri kesayangannya itu. Dia selalu sibuk dengan pekerjaannya. Vano merasa gagal menjadi Ayah sekaligus Ibu yang baik bagi Arabicca.

“Sayang, Ayah minta maaf karena maksa Bicca untuk masuk ke sekolah formal. Ini itu demi kebaikan kamu sayang” Vano memecahkan keheningan.

”Mulai sekarang Bicca harus terbiasa dengan sosialisasi dan interaksi dengan orang lain”

“hmm…”, ucapnya lemah kemudian berlalu meninggalkan Vano sendiri.

Arabicca masuk ke dalam kamar. Dia berjalan menuju tempat tidur, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti pada sebuah figura yang terpajang di meja belajarnya. Foto seorang wanita bersama seorang gadis. Keduanya sama-sama terlihat cantik dengan dress bermotif bunga. Ya, itu adalah foto Arabicca bersama bundanya. Foto bertahun-tahun yang lalu saat wanita itu masih ada disini. Dia memandangi foto itu dalam diam. Di sana Arabicca terlihat tersenyum bahagia.

Sangat berbeda dengan Arabicca yang sekarang. Gadis itu tidak pernah tersenyum sama sekali, mungkin dia sudah lupa bagaimana cara tersenyum. Yang ada sekarang hanya tatapan dingin tanpa ekspresi.

Arabicca membalik figura itu. Dia tidak ingin berlama-lama memandangi foto itu. Dia tidak ingin luka yang sudah tertutup itu kembali menganga. Sudah cukup.

Gadis itu naik ke atas tempat tidur. Dengan posisi terlentang Arabicca memandangi langit-langit kamarnya. Ingatan tentang cowok yang memberikan jaket itu berputar di kepalanya. Besok dia harus mengembalikan jaket itu.

***

Mobil Vano terhenti di depan gerbang SMA Angkasa. Arabicca yang duduk disebelah Vano bergegas keluar dari mobil.

“Semangat sayang” ucap Vano menyemangati.

Arabicca tidak menjawab.

Arabicca berjalan masuk ke dalam sekolah. Saat ini sekolah sudah ramai karena jam sudah menunjukkan pukul 06.45, sebentar lagi bel masuk pelajaran pertama akan berbunyi.

Banyak  siswa-siswi berlalu lalang di koridor membuatnya merasa tidak nyaman. Dia berjalan menuju kelas. Karena berjalan dengan terburu-buru Arabicca tidak melihat ternyata ada orang yang berjalan di depannya. Tanpa sengaja Arabicca menabrak punggung orang itu hingga ia terjatuh.

“Auwhh” Ringis Arabicca tanpa suara.

Orang yang di tabrak itu tiba-tiba langsung berhenti melangkah. Dia menoleh, tepat dibelakangnya ia melihat seorang gadis terjatuh sambil meringis kesakitan.

Orang itu mencoba membantu Arabicca berdiri. Dia mengulurkan tangannya.

Arabicca yang tiba-tiba melihat uluran tangan di depannya sontak mendongakkan kepala. Dengan wajah datar, Arabicca mengabaikan uluran tangan itu. Dia berdiri kemudian kembali berjalan menuju kelas. Tanpa menghiraukan Arka, cowok yang di tabraknya.

Arka yang melihat hal tersebut hanya tersenyum kecil melihat tingkah Arabicca. Dia semakin penasaran dan tertarik dengan gadis itu.

Arka berjalan di belakang, memperhatikan punggung mungil gadis itu. Ada berbagai pertanyaan di kepalanya mengenai Arabicca.

Kenapa dia selalu menghindari orang lain?”

“Kenapa dia selalu berwajah datar?”

“Kenapa dia selalu sendiri”?

Dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya yang butuh akan jawaban.

Dengan tetap pada posisi yang tadi dimana Arabicca berjalan di depan Arka, keduanya sampai di kelas. Arabicca langsung berjalan menuju tempat duduknya begitupun dengan Arka.

Sembari menunggu guru yang belum masuk ke dalam kelas, Arabicca mengeluarkan novel dari dalam tas lalu mulai membaca.

Kegiatan membaca Arabicca terhenti tatkala ada seorang gadis yang mendatangi bangkunya kemudian duduk disamping Arabicca. Gadis berambut panjang itu tersenyum manis melihat Arabicca.

“Hai…”

 “Kamu Arabicca kan? Salam kenal ya” ujarnya sambil mengambil tangan Arabicca kemudian bersalaman.

Arabicca tidak merespon. Dia memandangi genggaman tangannya dengan gadis itu. Kemudian tanpa aba-aba Arabicca langsung menyentak kasar tangan gadis itu hingga menimbulkan bunyi yang sedikit besar karena tangan gadis itu mengenai ujung meja Arabicca.

Gadis itu sedikit meringis tapi dia tetap tersenyum.

Tiba-tiba salah satu gadis lainnya yang melihat kejadian itu menyeletuk.

“Lo jahat banget sih jadi orang. Kaia kan cuma ngajak lo kenalan doang. Jangan sok jadi manusia”

Arabicca tetap diam. Wajahnya tidak menampilkan ekspresi apapun.

“Berasa bisa hidup sendiri lo?”

“Berasa gak perlu punya temen?”

“Gak minta maaf lagi”

“Apatis lo”

“Cih, dasar ansos”

“Murid pindahan aja belagu”

Gadis-gadis lainnya ikut memojokkan Arabicca.

Begitulah manusia, mereka adalah makhluk paling repot yang suka sekali ikut campur urusan orang lain. Mereka berbicara tanpa menyaring mana kata yang pantas dikeluarkan mana yang tidak. Mencap dan melebeli orang sesukanya.

 “Udah temen-temen aku gapapa” ujar Kaia kemudian kembali ke mejanya dengan tetap melempar senyum kepada Arabicca.

Arabicca, gadis itu tetap diam seakan menulikan telinga. Bahkan wajahnya tetap datar tidak menunjukkan emosi apapun.

Dari bangkunya Arka melihat kejadian itu. Rasa penasarannya tentang Arabicca sudah berada dilevel tertinggi.

***

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (60)
  • suckerpain_

    Aku suka aku sukaaa

    Comment on chapter 1. Meeting
  • rara_el_hasan

    berasa ikut merasakan saljunya

    Comment on chapter 1. Meeting
  • ReonA

    @Citranicha wahhh makasih kak hehe

    Comment on chapter Prolog
  • Citranicha

    Work nya udah masuk ke list bacaku ternyata hahaha

    Comment on chapter Prolog
  • ReonA

    @SusanSwansh makasihh kak susan :D

    Comment on chapter Prolog
  • ReonA

    @Kang_Isa WAhh makasih kak komentarnya

    Comment on chapter 1. Meeting
  • Kang_Isa

    Eh, komennya doble, sih. Hehehe

    Comment on chapter 1. Meeting
  • Kang_Isa

    Waw, kisahnya cukup menarik. Mengingatkan kisah The Winter kalau enggak salah yang pernah tenar di tahun 90-an. (Kalau enggak salah, ya)
    Narasinya apik, sedikit kekurangan tanda baca aja, tapi oke.
    Jadi nostalgia ke masa lalu. Hehehe
    Semangat, ya.

    Comment on chapter 1. Meeting
  • Kang_Isa

    Waw, kisahnya cukup menarik. Mengingatkan kisah The Winter kalau enggak salah yang pernah tenar di tahun 90-an. (Kalau enggak salah, ya)
    Narasinya apik, sedikit kekurangan tanda baca aja, tapi oke.
    Jadi nostalgia ke masa lalu. Hehehe
    Semangat, ya.

    Comment on chapter 1. Meeting
  • SusanSwansh

    Kereennn...

    Comment on chapter Prolog
Similar Tags
Kristalia
175      125     0     
Fantasy
Seorang dwarf bernama Melnar Blacksteel di kejar-kejar oleh beberapa pasukan kerajaan setelah ketahuan mencuri sebuah kristal dari bangsawan yang sedang mereka kawal. Melnar kemudian berlari ke dalam hutan Arcana, tempat dimana Rasiel Abraham sedang menikmati waktu luangnya. Di dalam hutan, mereka berdua saling bertemu. Melnar yang sedang dalam pelarian pun meminta bantuan Rasiel untuk menyembuny...
Teater
798      437     0     
Romance
"Disembunyikan atau tidak cinta itu akan tetap ada." Aku mengenalnya sebagai seseorang yang PERNAH aku cintai dan ada juga yang perlahan aku kenal sebagai seseorang yang mencintaiku. Mencintai dan dicintai. ~ L U T H F I T A ? Plagiat adalah sebuah kejahatan.
Lavioster
138      94     0     
Fantasy
Semua kata dalam cerita dongeng pengiring tidurmu menjadi sebuah masa depan
Youth
449      250     0     
Inspirational
Salah satu meja di kafe itu masih berisikan tiga orang laki-laki yang baru setahun lulus sarjana, mereka mengenang masa-masa di SMA. Dika, Daffa, dan Tama sudah banyak melewati momen-momen kehidupan yang beragam. Semuanya tak bisa mereka pilih. Mereka diizinkan berkumpul lagi setelah sempat berjanji untuk bertemu di tanggal yang mereka tentukan. Apa pun yang terjadi, mereka harus berkumpul pa...
My world is full wounds
11      11     0     
Short Story
Cerita yang mengisahkan seorang gadis cantik yang harus ikhlas menerima kenyataan bahwa kakinya didiagnosa lumpuh total yang membuatnya harus duduk di kursi roda selamanya. Ia juga ditinggalkan oleh Ayahnya untuk selamanya. Hidup serba berkecukupan namun tidak membuatnya bahagia sama sekali karena justru satu satunya orang yang ia miliki sibuk dengan dunia bisnisnya. Seorang gadis cantik yang hid...
Pensil Kayu
15      15     0     
Romance
Kata orang cinta adalah perjuangan, sama seperti Fito yang diharuskan untuk menjadi penulis buku best seller. Fito tidak memiliki bakat atau pun kemampuan dalam menulis cerita, ia harus berhadapan dengan rival rivalnya yang telah mempublikasikan puluhan buku best seller mereka, belum lagi dengan editornya. Ia hanya bisa berpegang teguh dengan teori pensil kayu nya, terkadang Fito harus me...
Senja Menggila
14      14     0     
Romance
Senja selalu kembali namun tak ada satu orang pun yang mampu melewatkan keindahannya. Dan itu.... seperti Rey yang tidak bisa melewatkan semua tentang Jingga. Dan Mentari yang selalu di benci kehadirannya ternyata bisa menghangatkan di waktu yang tepat.
Parloha
268      174     0     
Humor
Darmawan Purba harus menghapus jejak mayat yang kepalanya pecah berantakan di kedai, dalam waktu kurang dari tujuh jam.
HIWAY Ketika Persahabatan Mengalahkan Segala
34      25     0     
Inspirational
Persahabatan bukan tentang siapa yang salah. Persahabatan adalah tentang meminta maaf. Hany, seorang gadis SMA bermata indah telah mengecewakan teman-temannya saat memutuskan untuk keluar dari ekskul cheerleader dan beralih ke ekskul futsal. Apa alasan Hany? Dan mampukah dia mengobati kekecewaan teman-temannya?
NWA
70      53     0     
Humor
Kisah empat cewek penggemar boybend korea NCT yang menghabiskan tiap harinya untuk menggilai boybend ini