Read More >>"> The Bet (The Bet | 27) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - The Bet
MENU
About Us  

“Kalian inget cowok yang balapan sama Aram waktu itu?” tanya Rachel heboh.

“Yang ngeganti taruhannya jadi Aretha? Gue inget,” ujar Sharla antusias.

Tris melotot. “Jangan bilang ke gue kalo dia yang jadi tunangannya Aletha.”

“Klise kan?” tanya Rachel menggebu-gebu.

“Gila!” ujar Sharla ikutan heboh.

“Santai kali!” sahut Aretha datar.

“Kenapa hidup lo jadi ala-ala novel gini dah?” tanya Tris sambil melayangkan tatapan herannya pada Aretha.

Aretha, Rachel, Sharla dan Tris sedang berada di kantin karena guru yang seharusnya mengajar kelas mereka tidak masuk dan tidak ada guru yang menggantikan. Sebenarnya Aretha, Rachel dan Tris lebih memilih untuk berdiam diri di kelas kalau bukan karena Sharla yang mengeluh lapar sehingga ketiganya mau tidak mau menemani Sharla ke kantin.

“Kenapa gak ngomongin yang lain aja sih? Bosen gue ngomongin Aram,” sahut Rachel setelah melihat muka masam Aretha.

“Contohnya?” tanya Sharla.

Rachel menampilkan cengirannya. “Gak tau.”

Tris menyenggol lengan Aretha, membuat perempuan itu mengangkat kepalanya yang tadinya berada di atas meja. “Theo, Rion, Raka lagi jalan ke arah sini, tapi gak ada Aram,” ujar Tris membuat Rachel dan Sharla menoleh ke belakang.

“Gais!” sapa Rion.

Aretha menatap Rion dengan tatapan datarnya, begitu juga dengan Raka dan Theo sebelum meletakkan kepalanya di atas meja lagi.

“Jangan gitu lah,” ujar Rion sambil duduk di sebelah Rachel, sementara Theo di sebelah Tris dan Raka di sebelah Sharla. “Masa gara-gara Aram gak mau ketemu lo lagi, kita juga gak boleh?” lanjutnya.

Aretha berdecak malas, kembali dengan posisi salah satu pipinya menempel di meja. “Gue gak tau ternyata Aram berniat nyebarin hasil taruhan kita. Bahkan belom ada dua puluh empat jam kalian semua udah tau, jangankan dua puluh empat jam, belom ada dua jam aja lo semua udah tau kan.”

“Kita bertiga gak akan tau apa-apa kalo bukan karena Rion yang kebetulan lagi iseng ngebukain chat Aram,” bela Raka.

Aretha mengangkat kepalanya lalu menampilkan senyum sinis.

“Lo pikir gara-gara apa rambut lo belom ditegur? Gak ada satu pun guru yang berani negur?” tanya Theo.

Ah, rambut Aretha yang bagian ujungnya dicat berwarna pirang beberapa hari lalu memang belum mendapat teguran dari guru. Sebenarnya Aretha juga bingung dan curiga dengan hal itu, tapi ia tidak ambil pusing.

t h e  b e t

Aretha sedang menonton ‘Gossip Girl’ di macbooknya untuk menghilangkan rasa bosannya saat ini. perempuan itu sedang bersantai di kamarnya, bukan di apartemen tapi di rumah. Well, setelah hubungan Aretha dan kedua orangtuanya membaik, dia memang memutuskan untuk tinggal di rumah lagi meskipun hubungannya dengan kembarannya masih belum membaik.

Kegiatannya itu harus terganggu saat handphone-nya berbunyi. Tanpa melihat nama yang tertuis di layar, Aretha menekan tombol hijau.

Halo?” Suara di seberang membuat Aretha melihat layar handphone-nya dengan dahi mengernyit.

In case lo keliru huruf R sama L, yang lagi lo call itu Aretha bukan Aletha. Atau mungkin lo gak tau nama tunangan lo sendiri, nama tunangan lo itu Aletha, pake L bukan pake R,” jelas Aretha panjang lebar.

Baru saja Aretha ingin memutus panggilan tersebut. Suara di seberang kembali terdengar membuat Aretha mengurungkan niatnya. “Gue tau nama tunangan gue dan gue tau siapa yang lagi gue call.”

“Oh, terus?”

Gue di depan rumah lo? Jalan sama gue?

“Lo gila,” ucap Aretha.

Baru saja Aretha ingin memutus panggilan tersebut lagi, suara Sean kembali terdengar. “Kalo lo gak mau, gue turun dari mobil buat ijin sama nyokap lo. Bukan buat ngajak Aletha, tapi Aretha.”

t h e  b e t

Aretha sedang berada di salah satu mall bersama dengan tunangan kembarannya. Tadi saat ia ijin pada ibunya, ibunya sempat melarang karena katanya Alvaro, Aletha dan sepupunya yang lain juga akan pergi nanti. Sayangnya, Sean tidak mau tau dan memaksa sampai akhirnya Aretha berhasil mendapatkan ijin dari ibunya. Lalu ibunya juga berkata bahwa ia dan ayahnya akan pergi ke Singapur untuk menjemput neneknya di sana dan akan kembali lusa, yaitu hari minggu.

“Lo berubah banyak, atau jangan-jangan lo operasi plastik?” tanya Aretha dengan tawa gelinya.

Sean mendengus malas. “Gue emang udah cakep dari dulu,” ucapnya.

Hal mengejutkan yang baru saja Aretha ketahui adalah dia sudah mengenal Sean sekitar sepuluh tahun yang lalu. Saat Aretha baru pindah ke London, dia bertemu dengan Sean. Sean yang ia kenal dulu adalah Sean si bocah gendut dengan kacamata tebal dan rambut bermodel mangkuknya. Sean yang juga mengerti bahasa indonesia langsung menjadi teman dekat Aretha, tapi hanya setahun, karena setelah itu Sean pindah kembali ke Indonesia dan mereka kehilangan kontak satu sama lain.

“Gue langsung ngenalin lo pas lo lagi sama Aram, gue sakit hati loh pas tau lo gak ngenalin gue,” ujar Sean. “Pas di acara keluarga dulu gue ketemu Aletha juga, gue kira itu lo, gue gak tau lo punya kembaran.”

Keduanya sedang berada di food court yang ada di mall tersebut untuk beristirahat setelah berkeliling.

“Lo terlalu banyak berubah.” Aretha terkekeh geli. “Gimana caranya Sean yang kutu buku selalu dibully jadi Sean yang ngebully dan tukang balapan?” tanyanya heran.

“Terus gimana caranya Aretha yang rambutnya selalu pendek, gak peduli penampilan, bisa jadi kayak gini? Ngecat rambut? Pake soflen?” Sean balik bertanya.

“Kok lo tau gue pake soflen?” tanya Aretha dengan tatapan menyelidik.

“Warna mata lo bukan item kayak yang lo pake pas sama Aram atau coklat kayak yang lo pake sekarang.”

Aretha menampilkan cengirannya. “Warna mata gue terlalu mencolok di sini. Beda sama Aletha, mata dia warna coklat tua.”

Sean mengangguk. “Lo inget waktu lo ngehajar murid yang ngebully dulu? Gue gak nyangka orang yang dulu tukang ngehajar orang bisa jadi cewek kayak gini sekarang.”

“Gak usah diungkit…”

“Sean?”

Aretha dan Sean serempak menoleh ke asal suara. Mereka menemukan Alvaro, Aletha dan beberapa sepupu Aretha berjalan ke arah mereka berdua. Aretha merutuki nasibnya, diantara sekian banyak mall yang ada, kenapa harus mereka ke mall yang sama? Klise.

“Kalian berdua ngapain?” tanya Alvaro lagi. “Kenapa lo sama Aretha?”

“Kita temen baik dulu di London,” ucap Sean.

“Gue kira lo gak bisa bedain Aretha sama Aletha.” Alvaro terkekeh.

“Bukan cuman itu sih. Tapi rencananya gue mau ke tempat yang cocok kalo gue ajak Aretha, bukan Aletha.” Sean tersenyum simpul sambil melirik Aletha yang berdiri di sebelah Alvaro. “Kita pergi dulu,” ucap Sean sambil menarik tangan Aretha dan berjalan menjauh dari sana sebelum Alvaro sempat menjawab perkataannya.

***

Kemana hayo???

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Teater
158      44     0     
Romance
"Disembunyikan atau tidak cinta itu akan tetap ada." Aku mengenalnya sebagai seseorang yang PERNAH aku cintai dan ada juga yang perlahan aku kenal sebagai seseorang yang mencintaiku. Mencintai dan dicintai. ~ L U T H F I T A ? Plagiat adalah sebuah kejahatan.
U&O
0      0     0     
Romance
U Untuk Ulin Dan O untuk Ovan, Berteman dari kecil tidak membuat Rullinda dapat memahami Tovano dengan sepenuhnya, dia justru ingin melepaskan diri dari pertemanan aneh itu. Namun siapa yang menyangkah jika usahanya melepaskan diri justru membuatnya menyadari sesuatu yang tersembunyi di hati masing-masing.
Sweet Notes
112      23     0     
Romance
Ketika kau membaca ini, jangan berpikiran bahwa semua yang terjadi disini adalah murni dari kisah cintaku. Ini adalah sekumpulan cerita-cerita unik dari teman-teman yang mau berbagi dengan saya. Semua hal yang terjadi adalah langsung dari pengalaman para narasumber. Nama sengaja disamarkan namun setting tempat adalah real. Mohon maaf sesuai perjanjian jalan cerita tidak dijelaskan seperti kisah ...
Konspirasi Asa
26      10     0     
Romance
"Ketika aku ingin mengubah dunia." Abaya Elaksi Lakhsya. Seorang gadis yang memiliki sorot mata tajam ini memiliki tujuan untuk mengubah dunia, yang diawali dengan mengubah orang terdekat. Ia selalu melakukan analisa terhadap orang-orang yang di ada sekitarnya. Mencoba untuk membuat peradaban baru dan menegakkan keadilan dengan sahabatnya, Minara Rajita. Tetapi, dalam mencapai amb...
Sepotong Hati Untuk Eldara
15      7     0     
Romance
Masalah keluarga membuat Dara seperti memiliki kepribadian yang berbeda antara di rumah dan di sekolah, belum lagi aib besar dan rasa traumanya yang membuatnya takut dengan kata 'jatuh cinta' karena dari kata awalnya saja 'jatuh' menurutnya tidak ada yang indah dari dua kata 'jatuh cinta itu' Eldara Klarisa, mungkin semua orang percaya kalo Eldara Klarisa adalah anak yang paling bahagia dan ...
To The Girl I Love Next
4      4     0     
Romance
Cinta pertamamu mungkin luar biasa dan tidak akan terlupakan, tetapi orang selanjutnya yang membuatmu jatuh cinta jauh lebih hebat dan perlu kamu beri tepuk tangan. Karena ia bisa membuatmu percaya lagi pada yang namanya cinta, dan menghapus semua luka yang kamu pikir tidak akan pulih selamanya.
Mentari dan Purnama
6      6     0     
Short Story
Mentari adalah gadis yang dikenal ceria di kalangan teman-temannya. Tanpa semua orang ketahui, ia menyimpan rahasia yang teramat besar. Mentari berteman dengan seorang hantu Belanda yang berkeliaran di sekolah! Rahasia Mentari terancam ketika seorang murid baru blasteran Belanda bernama Purnama datang ke sekolah. Apakah kedatangan Purnama ada hubungannya dengen rahasia Mentari?
Contract Lover
102      39     0     
Romance
Antoni Tetsuya, pemuda mahasiswa kedokteran tanpa pengalaman romansa berusia 20 tahun yang sekaligus merangkap menjadi seorang penulis megabestseller fantasy komedi. Kehidupannya berubah seketika ketika ia diminta oleh editor serta fansnya untuk menambahkan kisah percintaan di dalam novelnya tersebut sehingga ia harus setengah memaksa Saika Amanda, seorang model terkenal yang namanya sudah tak as...
Come Rain, Come Shine
20      9     0     
Inspirational
Meninggalkan sekolah adalah keputusan terbaik yang diambil Risa setelah sahabatnya pergi, tapi kemudian wali kelasnya datang dengan berbagai hadiah kekanakan yang membuat Risa berpikir ulang.
Black Roses
456      129     0     
Fan Fiction
Jika kau berani untuk mencintai seseorang, maka kau juga harus siap untuk membencinya. Cinta yang terlalu berlebihan, akan berujung pada kebencian. Karena bagaimanapun, cinta dan benci memang hanya dipisahkan oleh selembar tabir tipis.