Read More >>"> Nyegik (Kambing Hitam Sang Nyai) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Nyegik
MENU
About Us  

Sesuai permintaan istri gaibnya paman Wanto bergegas pergi menuju kota dengan mobil mewah nya untuk membeli seekor kambing untuk dijadikan pelantara tumbal . Dengan tangan yang gemetar , paman Wanto menuntun kambing itu menuju rumah nya .

" udah dapet mas kambing nya ? " tanya tante Rita saat sang suami sampai di rumah nya 

" da da dapet sayang " senyum tipis mengembang di bibir paman Wanto dan dia berlalu meninggalkan istri nya di teras depan rumah nya 

Tante Rita tersentak ketika melihat di belakang punggung suaminya terdapat gelungan rambut dipenuhi hiasan kepala dari melati yang masih kuncup . 

" mas .. " tante Rita berusaha memberitahu suaminya tapi mulut nya seperti membeku beberapa saat , sekarang keanehan itu sudah mencapai istri nya  .

Keesokan hari nya paman Wanto dan paman Wisnu segera menyembelih kambing itu dan ketika darah mulai mengalir dari leher kambing itu dengan segera paman Wanto memberikan jampi jampi sesuai arahan sang Nyai . 
Setelah selesai menyembelih , paman Wanto segera memotong kambing itu menjadi beberapa bagian . Kejadian aneh kembali terjadi , ketika potongan potongan kambing itu dihitung oleh paman Wisnu secara gaib satu kaki bagian belakang kambing itu raib entah kemana .  

" mas .. Kok kaki kambing nya ilang satu ya ? " tanya paman Wisnu

" ilang satu ? Kamu salah liat kali Nu ! Mungkin aja kamu udah potong potong ! " kata paman Wanto 

" kalo udah aku potong pasti ada potongan nya ! " kata paman Wisnu meyakinkan kakak nya bahwa dia tidak memotong kaki kambing itu 

" udahlah , lanjutin aja ! " kata paman Wanto 

Beberapa saat kemudian gulai kambing yang nampak sedap itu pun sudah siap untuk di bagikan . Paman Wisnu dan paman Wanto berkeliling perumahan itu untuk membagikan gulai kambing yang sudah mereka siapkan . Tidak perlu waktu lama untuk potongan demi potongan gulai itu habis , ketika paman Wanto dan paman Wisnu berjalan gontay menuju rumah , dari arah jalan raya tempat perkampungan kumuh yang banyak di huni para pemulung itu datanglah seorang anak laki laki dengan pakaian lusuh dan juga karung besar yang selalu di panggulnya datang menghampiri kedua paman ku .

" pak , terima kasih untuk gulai kaki kambing nya ! Saya sampai kekenyangan " kata anak itu membuat kedua paman ku melongo

" gulai kaki kambing dek ? " tanya paman Wisnu 

" iya pak , gulai nya enak banget ! " timpa anak kecil itu 

" kamu pasti salah dek , karena kami hanya membagikan gulai itu di sekitran komplek saja ! Gak sampai ke daerah kamu ! " kata paman Wisnu 

" mana mungkin saya salah pak , tadi itu sekitar 30 menit yang lalu , ada seorang perempuan cantik memberikan bungkusan kaki kambing itu ke rumah saya pak ! Satu kaki utuh ! Dan juga perempuan itu bilang kalau gulai itu dari orang yang sekitar 30 menit kemudian akan membagikan gulai juga di sekitaran komplek ! Makanya dari tadi saya nunggu disini buat bilang terima kasih sama bapak ! " kata anak kecil itu 

" mas .. Mas ngerasa aneh gak sih sama gulai ini ? " kata paman Wisnu 

" aneh gimana ? " paman Wanto balik bertanya 

" anak ini bilang dia dapet gulai sekitar 30 menit yang lalu , dan itu waktu yang kurang lebih juga pas dengan waktu hilangnya kaki kambing itu , iya gak sih mas ? " tanya paman Wisnu 

" entahlah Nu , mas juga bingung " kata paman Wanto berlalu meninggalkan adiknya menuju rumah 

Sesampainya di rumah , paman Wanto kembali di kejutkan dengan keadaan rumah yang penuh dengan kursi kursi yang berserakan seperti habis diakan sebuah acara . 

" sayang ?! " seru paman Wanto pada istrinya 

" iya mas ! " kata tante Rita dari arah dapur lalu berjalan mendekati suaminya 

" kenapa mas ? " tanya tante Rita 

" ini kok berantakan ? " tanya paman Wanto 

" iyalah berantakan ! Tadi itu ada banyak banget orang yang bertamu ke rumah kita Mas ! " kata tante Rita

" dalam rangka apa mereka datang ? " tanya paman Wanto 

" katanya mereka mau dapet makanan gitu dirumah kita ! Mereka lucu ya mas ?! " kata tante Rita tersenyum 

" makanan ? Dirumah kita ? " tanya paman Wanto 

" iya Mas ! " singkat tante Rita

" kamu kenal sama mereka ? " tanya paman Wanto 

" enggak sih , mungkin mereka orang baru juga , tapi ada 1 orang perempuan yang bilang kalo Mas adalah teman lamanya dan Mas juga udah lama banget kenal sama dia " kata tante Rita

" teman lama aku ? Siapa ? " tanya paman Wanto 

" kalo gak salah namanya Wangsih mas ! " kata tante Rita 

" wangsih ? " paman Wanto sangat sangat tersentak ketika mendengar nama Nyi Wangsih dari mulut istrinya 

" iya mas , kamu pasti lupa , kata dia mas sama dia itu sudah lama banget gak ketemu " kata tante Rita 

" sayang dengerin aku ya , kamu jangan nerima tamu tanpa se izin aku , ngerti ?! " tatap paman Wanto pada istrinya dengan kedua tangan yang memegangi bahu istrinya 

" apa dia orang jahat ? Ada apa kamu sama Wangsih itu mas ? " tante Rita balik bertanya 

" pokoknya enggak ! " paman Wanto berlalu menuju kamar mandi 

Malam mulai menyapa , untuk kesekian kalinya di malam jumat paman Wanto lebih memilih menghabiskan waktu bersama istri nya tante Rita dibandingkan untuk menyendiri menatap setiap lujur dupa yang terus menyala tanpa pernah paman Wanto percikan api di ujung dupa itu . 
Kebahagiaan kembali menyapa ketika ibu ku saat itu mengabarkan bahwa beberapa hari kedepan ibu akan segera melahirkan . Pada ibuku paman Wanto pun memberikan uang dalam jumlah yang amat banyak , paman Wanto kembali berfokus pada istrinya yang setiap malam jumat terus menerus ingin di ngajikan perutnya yang mulai sangat membesar . 

" mas , kamu mau kan ngajiin perut aku lagi ? " tanya tante Rita 

" iya sayang ! " tangan paman Wanto merain al - qur'an kecil di sebuah meja kecil di samping tempat tidurnya . 

Perlahan bibir hitam Paman Wanto mulai membacakan huruf demi huruf yang ada di al-qur'an kecil itu , malam mulai semakin larut , tante Rita pun mulai tertidur dengan amat pulas nya . Di tengah tengah ayat yang sedang di bacakan paman Wanto , tiba tiba fikiran nya teralihkan pada sosok anak kecil pemulung yang ditemuinya siang tadi . 

" apa Nyi Wangsih akan menjadikan anak kecil itu tumbal ya ? " lirih paman Wanto pada hati nya 

Menyadari istrinya sudah tertidur , paman Wanto pun berjalan menuju kamar yang selalu terkunci rapat itu . 

Kreekkkk

Pintu kamar itu di buka paman Wanto , aroma dupa kembali menampar wajah paman ku ini , ketika dirinya sudah masuk dan melangkah beberapa langkah aroma melati pun menyeruak menggantikan bau dupa yang membuat pengap . Paman Wanto menangkap seorang perempuan dengan setelan pengantin itu tengah menguraikan rambutnya yang panjang di dekat jendela . Sinar bulan yang nampak terang membuat sosok wanita itu jelas terlihat .

" ku kira kau sudah lupakan aku Wanto ! " lirih seseorang di jendela itu 

" aku harus memastikan dulu istri ku tidur Nyi ! " 

" stop menyebut dia istrimu Wanto ! Aku lah istrimu , dia hanyalah pelampisan nafsu mu pada manusia saja ! Aku lah istri mu ! " ternyata sosok Nyi Wangsih mulai tidak menyukai istri paman ku 

" apa katamu saja Nyi ! Nyai dan istri saya bukanlah pilihan Nyi ! " kata paman Wanto 

" di kendi itu aku sudah menaruh ikan mas ! Potonglah ikan mas itu " seru Nyi Wangsih

Paman Wanto mulai berjalan mendekati kendi yang dimaksud Nyi Wangsih , tanganya mulai meraih ikan mas yang nampak sangat besar itu . Perlahan ikan mas itu paman Wanto taruh di sebuah tatakan terbuat dari kayu . Sementara di tempat lain anak pemulung itu sedang berjuang melawan sakit aneh nya itu , matanya terus menatapi langit langit dan dia merasakan panas dan juga perih yang teramat sangat . 

" cepat potong ikan itu Wanto ! " seru Nyi Wangsih 

" baik Nyi ! " paman Wanto mulai memotong ikan itu 

Ketika paman Wanto mulai mengiris kepala ikan itu , rasa sakit sang ikan ketika lehernya mulai di iris iris pisau oleh paman Wanto sama pula di rasakan oleh anak pemulung itu , tanpa paman Wanto sadari yang di potong itu bukan lah semata mata ikan mas yang besar , melainkan seorang anak tidak berdosa yang harus meregang nyawa untuk pesugihan nya . 

" sudah nyi ! " kata paman Wanto ketika kepala ikan itu sudah buntung 

" bagus Wanto " kata Nyi Wangsih 

Nyi Wangsih membalikan badanya , paman Wanto terkejut ketika paman Wanto melihat sosok asli Nyi Wangsih , ternyata Nyi Wangsih adalah jelmaan siluman Ular yang sangat menakutkan . Perlahan kaki Nyi Wangsih berubah menjadi ekor ular yang sangat hitam pekat . Paman Wanto hanya sanggup ternganga melihat sosok Nyi Wangsih yang berubah menjadi sangat menakutkan dengan mulut nya yang tengah menjilati darah yang entah dari mana berasal nya . 

Tags: SMKN 1 Garut

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Forestee
13      13     0     
Fantasy
Ini adalah pertemuan tentang kupu-kupu tersesat dan serigala yang mencari ketenangan. Keduanya menemukan kekuatan terpendam yang sama berbahaya bagi kaum mereka.
Teater
804      438     0     
Romance
"Disembunyikan atau tidak cinta itu akan tetap ada." Aku mengenalnya sebagai seseorang yang PERNAH aku cintai dan ada juga yang perlahan aku kenal sebagai seseorang yang mencintaiku. Mencintai dan dicintai. ~ L U T H F I T A ? Plagiat adalah sebuah kejahatan.
Forgetting You
95      62     0     
Romance
Karena kamu hidup bersama kenangan, aku menyerah. Karena kenangan akan selalu tinggal dan di kenang. Kepergian Dio membuat luka yang dalam untuk Arya dan Geran. Tidak ada hal lain yang di tinggalkan Dio selain gadis yang di taksirnya. Rasa bersalah Arya dan Geran terhadap Dio di lampiaskan dengan cara menjaga Audrey, gadis yang di sukai Dio.
Renafkar
232      145     0     
Romance
Kisah seorang gadis dan seorang lelaki, yakni Rena dan Afkar yang sama-sama saling menyukai dalam diam sejak mereka pertama kali duduk di bangku SMA. Rena, gadis ini seringkali salah tingkah dan gampang baper oleh Afkar yang selalu mempermainkan hatinya dengan kalimat-kalimat puitis dan perlakuan-perlakuan tak biasa. Ternyata bener ya? Cewek tuh nggak pernah mau jujur sama perasaannya sendiri....
Panggung Terakhir
11      11     0     
Short Story
Apa yang terlintas dipikiran kalian saat melihat pertunjukan opera? Penuh dengan drama? Bernilai seni yang tinggi? Memiliki ciri khas yang sangat unik? Dimana para pemain sangat berkarakter dan berkharisma? Sang Ratu Opera, Helena Windsor Saner, merupakan seorang gadis cantik dan berbakat. Jenius dalam musik, namun lebih memilih untuk menjadi pemain opera. Hidup dengan kepribadian ceria...
The two moons
14      13     0     
Short Story
Kukira aku sudah gila melihat dua bulan itu, apakah aku salah? #thwc18
UnMate
35      27     0     
Fantasy
Apapun yang terjadi, ia hanya berjalan lurus sesuai dengan kehendak dirinya karena ini adalah hidup nya. Ya, ini adalah hidup nya, ia tak akan peduli apapun meskipun...... ...... ia harus menentang Moon Goddes untuk mencapai hal itu
Too Sassy For You
65      52     0     
Fantasy
Sebuah kejadian di pub membuat Nabila ditarik ke masa depan dan terlibat skandal sengan artis yang sedang berada pada puncak kariernya. Sebenarnya apa alasan yang membuat Adilla ditarik ke masa depan? Apakah semua ini berhubungan dengan kematian ayahnya?
Melawan Tuhan
83      63     0     
Inspirational
Tenang tidak senang Senang tidak tenang Tenang senang Jadi tegang Tegang, jadi perang Namaku Raja, tapi nasibku tak seperti Raja dalam nyata. Hanya bisa bermimpi dalam keramaian kota. Hingga diriku mengerti arti cinta. Cinta yang mengajarkanku untuk tetap bisa bertahan dalam kerasnya hidup. Tanpa sedikit pun menolak cahaya yang mulai redup. Cinta datang tanpa apa apa Bukan datang...
Enigma
547      393     0     
Romance
enigma noun a person or thing that is mysterious, puzzling, or difficult to understand. Athena egois, kasar dan tidak pernah berpikir sebelum berbicara. Baginya Elang itu soulmate-nya saat di kelas karena Athena menganggap semua siswi di kelasnya aneh. Tapi Elang menganggap Athena lebih dari sekedar teman bahkan saat Elang tahu teman baiknya suka pada Athena saat pertama kali melihat Athena ...