Read More >>"> Truth Or Dare (#12) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Truth Or Dare
MENU
About Us  

Bel masuk belum terdengar, tetapi sebuah rumor besar terdengar bahkan rumor ini didukung dengan sebuah foto yang menjadi bukti. Rumor itu berhasil menggemparkan seluruh sekolah karena yang menjadi tokoh utamanya adalah siswa teladan dan gadis yang pernah menjadi Queen of New Year Party.

Rumor berkencannya Seokjin dan Yerin sudah disebarkan oleh Jungkook, sesuai dengan dare yang ia dapat.

Jungkook mengirimkan foto yang ia dapat dari Taecam—nama Taehyung ketika menjadi seorang paparazzi secara diam-diam—dan hasil rekaman cctv singkat di area parkir ke dalam sns dengan nama anonim. Salah satu siswa yang mengetahui itu langsung menyebarkannya ke dalam group yang beranggotakan siswa satu angkatan.

Tidak berhenti disitu, para hoobae pun sudah mengetahuinya setelah mendapat informasi dari beberapa sunbae mereka.

Yerin yang baru saja datang langsung mendapat tatapan yang beragam. Sepanjang perjalanan di koridor menuju kelasnya, tidak hentinya para siswa memandanginya. Ia benar-benar tidak tahu apa yang salah dengannya.

“Bora!” panggil Yerin ketika melihat sahabatnya datang dari arah berlawanan. Mereka pun meletakkan ransel di dalam kelas, lalu menuju ke taman di belakang sekolah.

“Mengapa kau tidak pernah mengatakannya padaku?”

Mwo? Apa yang kau maksud?”

Bora pun mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan kepada temannya itu. Sontak saja Yerin terkejut. “Omo! Ike mwoya?!” serunya.

“Jelaskan.”

“Dengarkan aku, kita pernah berjanji jika salah satu dari kita berkencan, maka kita harus saling memberi tahu, dan aku tidak pernah mengatakan apapun karena aku tidak pernah berkencan dengan Seokjin. Dan untuk alasan dia mengantarku pulang, aku jelaskan itu nanti. Apa kau bisa mempercayaiku?”

Mengingat persahabatan mereka yang sudah sangat dekat dan cukup lama, Bora pun percaya jika sahabatnya tidak pernah membohonginya. Ia pun mengangguk. “Lagipula jika kau berkencan dengan Seokjin, aku juga mendukungnya.”

Yerin mendengus. “Aku harus menemui seseorang, apa tidak masalah jika kau kembali ke kelas sendiri?”

Gwaenchanha, aku bukan anak kecil atau murid baru yang bisa tersesat.” Bora tertawa kecil. “Pergilah, temui Seokjin dan minta agar rumor ini benar-benar terjadi.”

“Bora-ya.” Yerin menarik bahu Bora dan mendekati telinga sahabatnya itu untuk mengatakan sesuatu. “Neo jugeullae?” (kau ingin mati?)

Setelah itu Yerin langsung bergegas meninggalkan area taman dan pergi ke atap gedung sekolah setelah mengirim pesan kepada seseorang.

Ku tarik rasa simpati-ku dan jangan berpikir aku akan mempermudah keinginanmu untuk berkencan dengan Yoongi. Kesalnya dalam hati.

= = =

Seokjin memilih untuk membaca materi pelajaran untuk hari ini sambil mendengarkan musik dengan earphone. Ia tidak mau ambil pusing dalam menanggapi rumor mengenai dirinya dan Yerin. Karena menurutnya, jika ia menanggapi rumor itu, maka rumor itu akan semakin tidak karuan.

Hoseok yang baru saja datang langsung melepas salah satu earphone Seokjin dan membisikkan sesuatu. Sontak saja Seokjin meletakkan buku dan melepas earphonenya, sedangkan Hoseok menuju tempat duduknya di belakang Seokjin.

“Aku bertemu Cheonsae dan dia mengatakan jika ingin mencari udara segar di atap, tetapi saat aku berjalan ke kelas, aku melihat Yerin berlari menuju tangga yang dilewati Cheonsae.”

Itulah yang diucapkan Hoseok. Ia takut Yerin melakukan hal diluar dugaan, mengingat jika Cheonsae pernah membuat Yerin murka dengan hal yang cukup sepele—terkena percikan air.

Seokjin berlari melewati puluhan anak tangga untuk menuju area atap sekolah. Tepat sebelum Yerin membuka pintu, Seokjin memegang pergelangan tangan gadis itu.

“Lepaskan.”

“Apa yang akan kau lakukan?”

“Meminta pertanggungjawaban dari rumor yang dia sebar.”

“Kau yakin Cheonsae yang menyebarkan?”

Yerin tidak menjawab dan sibuk berusaha melepas genggaman Seokjin. Akan tetapi, semakin ia berusaha melepasnya, semakin kuat pula genggaman Seokjin.

“Yerin, katakan padaku, darimana kau bisa mengambil kesimpulan jika Cheonsae yang menyebarkan?”

“Selain Cheonsae, tidak ada yang tahu jika hanya kau yang terkadang mengantarku pulang, jadi dia bisa saja diam-diam mengambil gambar dan menyebarkannya."

"Aku percaya adikku tidak seperti itu."

Tidak lama pintu terbuka. Cheonsae berdiri mematung kebingungan karena dua manusia dihadapannya itu seolah baru saja mengalami perang dingin, tidak, mereka lebih terlihat seperti saling membakar.

"Apa yang kalian lakukan? Eh eonni, bukankah kau ingin mengatakan sesuatu?"

"Kau yang menyebarkan rumor itu? Jelaskan apa tujuanmu--"

"Geumanhae Yerin!" Suara Seokjin sedikit meninggi dan melepaskan tangan Yerin. "Cheonsae, katakan padaku jika kau tidak menyebarkan rumor itu."

"Rumor? Rumor apa?" giliran Cheonsae yang bertanya dengan wajah polosnya. Ia benar-benar tidak tahu.

"Jangan tunjukkan wajah innocent-mu." ucap Yerin, sinis.

Seokjin menghela napas. Ia tahu kapan Cheonsae berkata jujur dan kapan adiknya berkata bohong.

"Berikan ponselmu." Yerin langsung mengambil ponsel Cheonsae tanpa mendapat persetujuan.

Dengan teliti Yerin memeriksa seluruh ponsel Cheonsae.

Ketika Yerin sedang sibuk memeriksa, tiba-tiba sebuah pesan masuk diponselnya, juga ponsel Seokjin.

From : +8285879xxxxxx
apa kalian tidak ingin bertemu denganku? ngomong ngomong pelakunya bukan cheonsae~

"Mwo?!" pekik Yerin dan Seokjin bersamaan.

"Pelakunya ingin menjatuhkan kita tetapi ingin membela Cheonsae." cibir Yerin.

"Aku sama sekali tidak mengerti. Yerin, mungkin ini perbuatan penggemarmu, atau seseorang yang pernah berhubungan denganmu. Seperti, Yoongi."

Yerin terkejut, ia tidak menyangka Seokjin akan menyebut nama Yoongi. "Kau menuduhnya?"

"Itu hanya dugaan, seperti yang kau lakukan pada Cheonsae tadi."

"Ah geumanhae! Aku yang akan bertanya langsung dengan Yoongi sunbae dan mengatakan pada kalian siapa pelaku sebenarnya." ucap Cheonsae yang kemudian meninggalkan tempat itu.

Ia memang cukup kesal saat Yerin menuduhnya, tetapi ia juga tidak suka jika Seokjin menuduh Yoongi sembarangan. Bagaimana bisa kakaknya sendiri menuduh seseorang yang ia suka?

"Sejak kapan Cheonsae mengenal Yoongi?"

"Kau menyakiti perasaannya." Yerin langsung meninggalkan Seokjin dan membiarkan laki-laki itu bergulat dengan pikirannya sendiri.

= = =

Sepulang sekolah Cheonsae menunggu Yerin selesai kelas tambahan sambil mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Mereka memutuskan untuk bersama-sama menemui Yoongi, tidak untuk menuduh, namun untuk bertanya karena ucapan Seokjin tidak salah.

"Yerin eonni!" panggil Cheonsae sambil berlari mendekati kelas Yerin setelah para siswa mulai keluar.

"Apakah mungkin Yoongi sunbae yang melakukannya?" ucap Cheonsae ragu.

"Aniya, mana mungkin."

Ketika tiba di depan kelas Yoongi bertepatan dengan laki-laki itu keluar dari kelas. "Oh kalian mencari siapa?"

"Kau." ucap Yerin datar.

"Ne? Wae?" Yoongi terkekeh.

"Ikut saja." Yerin pun mengajak mereka ke taman di belakang sekolah.

Sesampainya di taman sekolah Yerin langsung menyerang Yoongi dengan topik yang membuatnya badmood hari ini.

"Apa kau yang menyebarkan rumor itu? Aku tahu kau hacker yang bisa saja membobol rekaman cctv di sekolah dan menyebarkan video itu."

"Aku yang mengambil video itu--"

Ucapan Yoongi dipotong Jungkook yang tiba-tiba datang. "Dan aku yang menyebarkannya. Berhentilah menyalahkan Cheonsae." Jungkook tertawa kecil.

"Mwo?! Micheosseo?! Ya! Kau menjatuhkan reputasiku! Ah Jungkookie pabo!" rengek Yerin.

"Ini tidak akan berlangsung lama, sebentar lagi mereka juga akan melupakan rumor itu." Yoongi membantu Jungkook.

"Geunde, apa tujuan sunbae melakukan itu?" Giliran Cheonsae yang bertanya.

"Permainan." sahut Jungkook dengan santai.

"Aku ingin membawamu ke dalam perapian sekarang, Jeon Jungkook." Yerin mengepalkan kedua tangannya seolah ingin meremas kepala Jungkook dan membuangnya di tempat sampah.

"Lagipula seharusnya kau senang bisa dikabarkan berkencan dengan siswa teladan." celetuk Yoongi.

"Iya, jika dibandingkan dengan hacker yang 180° berbanding terbalik dengan siswa teladan." cibir Yerin.

"Cheonsae, kau pulang bersama siapa?" tanya Jungkook.

Yerin terbatuk, disengaja. "Gencatan senjata. Sepertinya ada yang terang-terangan ingin menikung."

Sontak saja Jungkook menjitak kepala Yerin. "Mulutnya tolong dijaga. Terimakasih."

"Sunbae, apakah rumor itu bisa dihapus?" tanya Cheonsae tiba-tiba.

"Aku sudah menghapus akun yang ku pakai untuk menyebarkan rumor itu, tetapi siswa lain sudah menyebarkannya di sns mereka. Aku tidak bisa berbuat apapun setelah itu." ucap Jungkook.

"Apa kau sepihak dengan Yerin?" tanya Yoongi.

"Ani, aku hanya tidak ingin Seokjin oppa tidak menjadi contoh yang baik sebagai siswa teladan." Cheonsae menyengir.

"Sepertinya tidak banyak yang kau panggil dengan sebutan oppa." gumam Jungkook.

Yerin mendengus. "Memangnya untuk apa memanggil kakaknya sendiri dengan sebutan sunbae?"

"Mwo?!" pekik Yoongi dan Jungkook bersamaan.

= = =

maaf kalo alurnya semakin gajelas :/
 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (1)
Similar Tags
Akai Ito (Complete)
126      98     0     
Romance
Apakah kalian percaya takdir? tanya Raka. Dua gadis kecil di sampingnya hanya terbengong mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Raka. Seorang gadis kecil dengan rambut sebahu dan pita kecil yang menghiasi sisi kanan rambutnya itupun menjawab. Aku percaya Raka. Aku percaya bahwa takdir itu ada sama dengan bagaimana aku percaya bahwa Allah itu ada. Suatu saat nanti jika kita bertiga nant...
A Ghost Diary
123      94     0     
Fantasy
Damar tidak mengerti, apakah ini kutukan atau kesialan yang sedang menimpa hidupnya. Bagaimana tidak, hari-harinya yang memang berantakan menjadi semakin berantakan hanya karena sebuah buku diary. Semua bermula pada suatu hari, Damar mendapat hukuman dari Pak Rizal untuk membersihkan gudang sekolah. Tanpa sengaja, Damar menemukan sebuah buku diary di tumpukkan buku-buku bekas dalam gudang. Haru...
Frasa Berasa
1691      580     0     
Romance
Apakah mencintai harus menjadi pesakit? Apakah mencintai harus menjadi gila? Jika iya, maka akan kulakukan semua demi Hartowardojo. Aku seorang gadis yang lahir dan dibesarkan di Batavia. Kekasih hatiku Hartowardojo pergi ke Borneo tahun 1942 karena idealismenya yang bahkan aku tidak mengerti. Apakah aku harus menyusulnya ke Borneo selepas berbulan-bulan kau di sana? Hartowardojo, kau bah...
Enigma
54      46     0     
Inspirational
Katanya, usaha tak pernah mengkhianati hasil. Katanya, setiap keberhasilan pasti melewati proses panjang. Katanya, pencapaian itu tak ada yang instant. Katanya, kesuksesan itu tak tampak dalam sekejap mata. Semua hanya karena katanya. Kata dia, kata mereka. Sebab karena katanya juga, Albina tak percaya bahwa sesulit apa pun langkah yang ia tapaki, sesukar apa jalan yang ia lewati, seterjal apa...
I'il Find You, LOVE
151      116     0     
Romance
Seharusnya tidak ada cinta dalam sebuah persahabatan. Dia hanya akan menjadi orang ketiga dan mengubah segalanya menjadi tidak sama.
You Are The Reason
66      52     0     
Fan Fiction
Bagiku, dia tak lebih dari seorang gadis dengan penampilan mencolok dan haus akan reputasi. Dia akan melakukan apapun demi membuat namanya melambung tinggi. Dan aku, aku adalah orang paling menderita yang ditugaskan untuk membuat dokumenter tentang dirinya. Dia selalu ingin terlihat cantik dan tampil sempurna dihadapan orang-orang. Dan aku harus membuat semua itu menjadi kenyataan. Belum lagi...
Daniel : A Ruineed Soul
15      15     0     
Romance
Ini kisah tentang Alsha Maura si gadis tomboy dan Daniel Azkara Vernanda si Raja ceroboh yang manja. Tapi ini bukan kisah biasa. Ini kisah Daniel dengan rasa frustrasinya terhadap hidup, tentang rasa bersalahnya pada sang sahabat juga 'dia' yang pernah hadir di hidupnya, tentang perasaannya yang terpendam, tentang ketakutannya untuk mencintai. Hingga Alsha si gadis tomboy yang selalu dibuat...
MANTRA KACA SENIN PAGI
125      75     0     
Romance
Waktu adalah waktu Lebih berharga dari permata Tak terlihat oleh mata Akan pergi dan tak pernah kembali Waktu adalah waktu Penyembuh luka bagi yang sakit Pengingat usia untuk berbuat baik Juga untuk mengisi kekosongan hati Waktu adalah waktu
My Reason
42      34     0     
Romance
pertemuan singkat, tapi memiliki efek yang panjang. Hanya secuil moment yang nggak akan pernah bisa dilupakan oleh sesosok pria tampan bernama Zean Nugraha atau kerap disapa eyan. "Maaf kak ara kira ini sepatu rega abisnya mirip."
Forbidden Love
257      162     0     
Romance
Ezra yang sudah menikah dengan Anita bertemu lagi dengan Okta, temannya semasa kuliah. Keadaan Okta saat mereka kembali bertemu membuat Ezra harus membawa Okta kerumahnya dan menyusun siasat agar Okta tinggal dirumahnya. Anita menerima Okta dengan senang hati, tak ada prangsaka buruk. Tapi Anita bisa apa? Cinta bukanlah hal yang bisa diprediksi atau dihalangi. Senyuman Okta yang lugu mampu men...