Read More >>"> Teater (Eps. 20) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Teater
MENU
About Us  

“Ada apa?” Orang itu menyodorkan sebuah jas hujan pada Jean.

“Pakailah,” Jean ragu-ragu mengambil jas hujan itu. “Tidak apa-apa. Pakai saja.”

Jean mengambil jas hujan itu dari tangan orang itu. Orang itu tersenyum pada Jean sebelum ia kembali ke dalam mobilnya dan meninggalkan Jean. Jean melambai kepada mobil itu hingga bayangannya hilang ditelan tirai hujan yang masih lebat.

>>>>><<<<<

Sesampainya di kosan, Jean langsung mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Ponsel Jean berdering. Jean meletakkan handuknya. Ia mencari ponselnya di dalam tas miliknya.

‘Halo, Jean. Maaf tadi kita belum kenalan. Namaku Dion.’

Sebuah pesan dari orang itu. Jean tersenyum kecil. Ia ingat jika tadi ia tidak bertanya siapa nama orang itu.

‘Oh, iya. Aku juga lupa.’ Balas Jean sambil menatap jas hujan milik orang itu.

‘Aku hanya ingin bilang padamu untuk mengembalikan jas itu di gedung teater saja. Karena jika kau kembalikannya di kampus mungkin kau tahu bagaimana sikap teman-temanku nanti. (.’

‘Oke. Besok sore. Bye.’

‘See you, bye.’

Jean terlamun sejenak. Ia mengerutkan dahinya dan terus menatap pesan terakhir orang itu.

See you?. Batin Jean. Ngapain pake see you segala. Modus kali buat deketin gue. Pasti maksudnya Dias deh. Aduh, Jean jangan gampang geer.

>>>>><<<<<

Jean mempercepat jalannya setelah ia melihat Nisa yang menunggunya. Ia segera mendekati meja Nisa yang berada di ujung kantin. Jean terus mencoba menuju meja Nisa namun hari ini kantin sangat ramai dan mempersulit Jean untuk segera sampai.

Setelah beberapa kali tertahan, Jean sampai juga di meja Nisa. Ia meletakkan buku-buku miliknya di atas meja dan menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi.

“Banyak banget kerjaan lo” Ucap Nisa sambil melirik buku-buku Jean sekilas.

“Biasa,” Jawab Jean lemas. Nisa mengambil tasnya dan mengorek-ngorek isi tasnya.

“Nih, ada titipan,” Ucap Nisa yang masih mencari sesuatu.

“Dari siapa?”

“Ya, lo juga tahu,” Nisa mengeluarkan sebuah kertas yang sudah dilipat rapih dan memberikannya pada Jean.

Jean mengambil kertas itu dan langsung membuka lipatannya. Ia melamun sebentar setelah melihat isi kertas. Matanya mengikuti setiap baris kalimat yang ia baca pada surat itu. halisnya kadang beradu dan raut muka yang nampak kebingungan sambil terus membaca isi surat itu.

Di tengah-tengah Jean sedang menbaca, tiba-tiba Nisa menendang kakinya. Sontak Jean terkejut dan berhenti membaca.

“Ih, lo apaan sih?” Kesal Jean sambil mengusap-usap kakinya yang tadi mendapatkan tendangan dari Nisa.

“Tu ada yang manggil lo,” Jawab Nisa sambil membaca bukunya kembali.

Jean melihat ke sekitarnya. Kepalanya bolak-balik mencari orang yang memanggilnya. Tapi, ia tidak juga menemukan orang itu karena banyak orang yang berlalu-lalang di dalam kantin. Jean kembali menatap Nisa di hadapannya.

“Man-”

“Hai,” Sapa seseorang yang memotong ucapan Jean.

Jean melihat ke arah asal suara itu. Ia tahu siapa orang itu, apalagi orang yang datang bersamanya dan ragu-ragu untuk menarik kursi di samping Jean. Jean tak lepas menatap orang itu. “Udah duduk aja. Banyak mikir lo.”

Jean melipat kembali surat itu dan meletakkannya di dalam saku celana. Ia meraih sebuah buku diantara tumpukan buku yang dibawanya. Jean mencoba menyibukkan dirinya. 

Orang itu melirik Jean dan duduk di sampingnya. “Hai, Jean.”

Patah-patah Jean menatap orang itu. “Hei.”

~

Oleh Luthfita

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Surat Kaleng Thalea
126      86     0     
Romance
Manusia tidak dapat menuai Cinta sampai Dia merasakan perpisahan yang menyedihkan, dan yang mampu membuka pikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan. -Kahlil Gibran-
Help Me to Run Away
65      60     0     
Romance
Tisya lelah dengan kehidupan ini. Dia merasa sangat tertekan. Usianya masih muda, tapi dia sudah dihadapi dengan caci maki yang menggelitik psikologisnya. Bila saat ini ditanya, siapakah orang yang sangat dibencinya? Tisya pasti akan menjawab dengan lantang, Mama. Kalau ditanya lagi, profesi apa yang paling tidak ingin dilakukannya? Tisya akan berteriak dengan keras, Jadi artis. Dan bila diberi k...
Mencintaimu di Ujung Penantianku
138      102     0     
Romance
Perubahan berjalan perlahan tapi pasti... Seperti orang-orang yang satu persatu pergi meninggalkan jejak-jejak langkah mereka pada orang-orang yang ditinggal.. Jarum jam berputar detik demi detik...menit demi menit...jam demi jam... Tiada henti... Seperti silih bergantinya orang datang dan pergi... Tak ada yang menetap dalam keabadian... Dan aku...masih disini...
SHEINA
9      9     0     
Fantasy
Nothing is Impossimble
Shades Of Nuance
74      59     0     
Romance
"seandainya kita diciptakan untuk menjadi satu, pasti suatu saat kita akan bertemu – Putri Zein" "aku selalu teringat tentang pertama kali aku bertemu dengan mu, kau hanya menatapku datar bukan tatapan memuja. Seorang siswi pindahan yang selalu membuatku muak, dengan kelakuan nya yang selalu ikut campur urusan orang lain. – Choi Min Ho" "mata kami saling bertemu, m...
CINTA DALAM DOA
74      54     0     
Romance
Dan biarlah setiap doa doaku memenuhi dunia langit. Sebab ku percaya jika satu per satu dari doa itu akan turun menjadi nyata sesungguhnya
a Little Braver
14      14     0     
Romance
Ketika takdir yang datang di setiap kehidupan membawanya pada kejutan-kejutan tak terduga dari Sang Maha Penentu, Audi tidak pernah mengerti kenapa Dia memberikannya kehidupan penuh tanya seperti ini?
Sweet Sound of Love
0      0     0     
Romance
"Itu suaramu?" Budi terbelalak tak percaya. Wia membekap mulutnya tak kalah terkejut. "Kamu mendengarnya? Itu isi hatiku!" "Ya sudah, gak usah lebay." "Hei, siapa yang gak khawatir kalau ada orang yang bisa membaca isi hati?" Wia memanyunkan bibirnya. "Bilang saja kalau kamu juga senang." "Eh kok?" "Barusan aku mendengarnya, ap...
Frasa Berasa
1691      580     0     
Romance
Apakah mencintai harus menjadi pesakit? Apakah mencintai harus menjadi gila? Jika iya, maka akan kulakukan semua demi Hartowardojo. Aku seorang gadis yang lahir dan dibesarkan di Batavia. Kekasih hatiku Hartowardojo pergi ke Borneo tahun 1942 karena idealismenya yang bahkan aku tidak mengerti. Apakah aku harus menyusulnya ke Borneo selepas berbulan-bulan kau di sana? Hartowardojo, kau bah...
Starlight and Integra
214      128     0     
Fantasy
Siapakah sebenarnya diriku? Apa saja yang sebenarnya disembunyikan oleh orang-orang di sekitarku? Dimana kekeasihku Revan? Mungkinkah dia benar-benar telah tewas saat peristiwa pelantikan prajurit itu? Atau mungkinkah dia ditangkap oleh Kerajaan Integra, musuh kerajaanku? (Roselia Hope, warga Kerajaan Starlight)