Read More >>"> Just Me [Completed] (34 - Candid) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Just Me [Completed]
MENU
About Us  

Selama beberapa menit Viola menunggu Raffa akhirya Raffa kembali dengan membawa kamera di lengannya. Raffa melihat Viola dengan tatapan aneh, pasalnya wajah Viola tadi biasa saja tapi kenapa sekarang terlihat cemberut

“kenapa?”

“curang”

“kenapa?” jawab Raffa yang bingung dengan perkataan Viola

“hp lo di sandi”

“kepo ya” Raffa tertawa

“ih lu mah” Viola mendengus kesal

“pengen liat hp gue?” Viola hanya diam

“ketik aja nama lo sama tanggal kita jadian”

“what?” Viola tersenyum

“udah gausah blushing”

“siapa lagi yang blushing”

“pipi lo udh merah gitu”

    Ketika Viola sedang mengetikkan sandi “ Viola14” di ponsel Raffa dan akhirnya terbuka dan menampilkan lockscreen ponsel Raffa yang bergambar fotonya

“foto gue?” gumam Viola

“Raffa gak secuek yang gue dan orang orang kira” gumamnya lagi

Kini Viola nampak asyik dengan ponsel Raffa entah apa yang Viola lihat. Sedangkan Raffa yang tengah asyik dengan kameranya dia tengah mengambil foto pemandangan sekitar termasuk foto Viola yang kini sedang candid

“la?” Raffa berada di bangku dan duduk di sebelah Viola

“apa?” Viola menengok dan memberhentikkan aktivitasnya

“lu berdiri coba”

“ngapain?”

“udah ayo berdiri” Raffa sekarang sudah berdiri sambil menarik pelan lengan Viola agar Viola juga berdiri

“ngapain si?”

“udah lu berdiri disini” Raffa berjalan mundur menjauhi Viola

“lu diem ya. Gue mau foto lu” katanya lagi

“ih gue gabisa gaya”

“lu gausah gaya juga udh cantik”

“gausah blushing” Viola tertawa dan langsung membuang muka sambil berkacak pinggang

Jepret,

“ii sumpah gue blm gaya udh lu foto” Viola mengerucutkan bibirnya

“bagus”

“mana ada sii candid yang bagus” Viola menghampiri Raffa yang sekarang tengah duduk

“coba liat”

“Engga ah”

“ih lo mah. Liat”

“bagus kan?” Raffa menunujukkan kameranya

“percaya deh fotografer handal mah”

“gue gaada bakat fotografer ya”

“masa?” kata Viola dengan nada mengejek

“iya”

“bodo” Viola menjulurkan lidahnya

“sumpah ya” setelah itu tidak ada perbincangan lagi keduanya sibuk masing-masing. Raffa sibuk dengan hasil potretannya dan Viola yang kembali sibuk dengan ponsel Raffa. Setelah beberapa hening akhirnya Viola membuka pembicaraan

Sekarang motor hijau Raffa sudah terparkir di halaman rumahnya setelah tadi mengantarkan Viola pulang kerumahnya dengan selamat

Raffa langsung merebahkan tubuhnya di kasur king size miliknya dan langsung merogoh sakunya yang terdapat ponsel yang sejak tadi Viola mainkan

“ga tau kenapa setiap jalan sama Ola tuh bahagia” gumam Raffa

“kan aneh ya” gumamnya lagi sambil tersenyum

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Angel in Hell
3      3     0     
Short Story
Dia memutar-mutar pena di genggaman tangan kanannya. Hampir enam puluh detik berlalu dan kolom satu itu masih saja kosong. Kegiatan apa yang paling Anda senang lakukan? Keningnya berkerut, menandakan otaknya sedang berpikir keras. Sesaat kemudian, ia tersenyum lebar seperti sudah mendapatkan jawaban. Dengan cepat, ia menggoreskan tinta ke atas kertas; tepat di kolom kosong itu. Mengha...
BlueBerry Froze
0      0     0     
Romance
Hari-hari kulalui hanya dengan menemaninya agar ia bisa bersatu dengan cintanya. Satu-satunya manusia yang paling baik dan peka, dan paling senang membolak-balikkan hatiku. Tapi merupakan manusia paling bodoh karena dia gatau siapa kecengan aku? Aku harus apa? . . . . Tapi semua berubah seketika, saat Madam Eleval memberiku sebotol minuman.
RINAI
3      3     0     
Short Story
Tentang Sam dan gadis dengan kilatan mata coklat di halte bus.
Langit Jingga
32      14     0     
Romance
"Aku benci senja. Ia menyadarkanku akan kebohongan yang mengakar dalam yakin, rusak semua. Kini bagiku, cinta hanyalah bualan semata." - Nurlyra Annisa -
ALL MY LOVE
334      250     7     
Short Story
can a person just love, too much?
The Yesterday You
4      4     0     
Romance
Hidup ini, lucunya, merupakan rangkaian kisah dan jalinan sebab-akibat. Namun, apalah daya manusia, jika segala skenario kehidupan ada di tangan-Nya. Tak ada seorang pun yang pernah mengira, bahkan Via sang protagonis pun, bahwa keputusannya untuk meminjam barang pada sebuah nama akan mengantarnya pada perjalanan panjang yang melibatkan hati. Tak ada yang perlu pun ingin Via sesali. Hanya saja, j...
Monoton
4      4     0     
Short Story
Percayakah kalian bila kukatakan ada seseorang yang menjalani kehidupannya serara monoton? Ya, Setiap hari yang ia lakukan adalah hal yang sama, dan tak pernah berubah. Mungkin kalian tak paham, tapi sungguh, itulah yang dilakukan gadis itu, Alisha Nazaha Mahveen.
Cinderella Celdam
18      6     0     
Romance
Gimana jadinya kalau celana dalam kamu tercecer di lantai kantor dan ditemukan seorang cowok? - Cinderella Celdam, a romance comedy
Invisible
14      7     0     
Romance
Dia abu-abu. Hidup dengan penuh bayangan tanpa kenyataan membuat dia merasa terasingkan.Kematian saudara kembarnya membuat sang orang tua menekan keras kehendak mereka.Demi menutupi hal yang tidak diinginkan mereka memintanya untuk menjadi sosok saudara kembar yang telah tiada. Ia tertekan? They already know the answer. She said."I'm visible or invisible in my life!"
Ketika Cinta Bertahta
3      3     0     
Short Story
Ketika cinta telah tumbuh dalam jiwa, mau kita bawa kemana ?