Read More >>"> Sahara (#5) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Sahara
MENU
About Us  

Sepulang sekolah Yoongi dan Taehyung diminta untuk mengikuti ekstrakurikuler basket untuk membimbing hoobae mereka yang akan mengikuti turnamen. Pelatih juga berada disana untuk memantau perkembangan tim basket.

"Jika tim ini menang, kalian akan mendapat pesta kecil di akhir pekan." Kata pelatih yang juga guru olahraga. Para anggota tim pun bersorak karena hadiah yang akan mereka dapat. "Yoongi dan Taehyung, kalian juga harus datang jika pesta kecil itu diadakan." tambahnya.

"Ah tentu, ssaem. Kami pasti datang." jawab Yoongi.

"Mereka menjadi lebih semangat setelah diberi tawaran hadiah seperti itu." sahut Taehyung.

Setelah itu, Yoongi dan Taehyung memutuskan untuk beristirahat di bangku berundak yang biasa dipakai untuk menyaksikan pertandingan.

"Sunbae.." panggil seseorang dari belakang mereka. Orang itu adalah Cheonsae.

Merasa dirinya akan mengganggu, Taehyung pun pamit untuk ke tengah lapangan.

"Apa kau akan mengikuti turnamen?" tanya Cheonsae sambil menyerahkan botol air mineral.

Yoongi pun menerima botol itu sambil berkata, "Gomawo. Aku hanya membantu untuk melatih mereka, lagipula siswa kelas 3 juga tidak diijinkan mengikuti kegiatan tambahan selain pelajaran saat pulang sekolah."

"Ah seperti itu. Kalau begitu kau harus kembali melatih mereka. Fighting sunbae!" ucap Cheonsae yang kemudian meninggalkan area lapangan outdoor itu dengan sedikit berlari.

Taehyung yang mengetahui kepergian Cheonsae pun menoleh ke arah Yoongi sambil menggerakkan jarinya yang seolah menjadi pistol.

Yoongi yang hendak menyusul Taehyung ke tengah lapangan pun ditahan oleh seseorang yang memegang tangannya. "Yerin-a? Apa yang-" ucapan Yoongi terhenti ketika Yerin memeluk Yoongi tanpa mengatakan apapun.

"Biarkan ini terjadi sebentar dan setelah itu anggap saja tidak pernah terjadi." bisik Yerin.

Karena merasa hal ini tidak wajar dan sangat aneh, Yoongi pun melepas pelukan Yerin dengan sedikit memaksa. "Apa yang sebenarnya kau lakukan? Apa sengaja melakukan ini dan membuat Seokjin menghabisiku karena aku berpelukan dengan gadis yang berkencan dengannya?" ucap Yoongi dengan suara yang pelan.

"Justru aku menyelamatkanmu. Dan perlu ku jelaskan, aku tidak berkencan dengan Seokjin." Yerin pun langsung meninggalkan Yoongi yang masih tidak mengerti.

"Ah dia yang berbuat aneh tetapi aku yang merasa gila disini." gerutu Yoongi sambil mengacak rambutnya, frustasi.

= = =

Yerin terus terdiam sepanjang perjalanan pulang. Sopir juga sempat bertanya karena Yerin adalah gadis yang cerewet, tetapi untuk tidak hari ini. Sesampainya di pekarangan rumah, ia langsung masuk tanpa mengucapkan apapun kepada sopirnya.

"Oh waseo, ingin eomma buatkan sesuatu?" Jung Hana menawarkan.

"Aniya, eopseo. Aku sedang tidak ingin makan apapun, jika ada yang mencariku tolong katakan aku sudah tidur." Pinta Yerin pada ibunya.

"Arasseo, geunde waeyo?"

"Geunyang, aku sangat lelah."

Ia mengunci pintu kamarnya sebelum merebahkan tubuhnya di kasur. "Mengapa dunia begitu kejam dan egois?" gumamnya.

Yerin pun memutuskan untuk membersihkan dirinya dan kembali tidak lama setelah itu. Ia mengambil laptop dan memilih untuk menghabiskan waktunya dengan menonton drama, setidaknya sebelum ia benar-benar sibuk belajar untuk tes.

Sebuah dialog dan adegan yang terjadi disana mengingatkan Yerin pada kejadian yang pernah ia alami. Ingatan itu kembali terputar di otaknya.

[ flashback on ]

"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Yerin yang kini berjalan mengikuti Seokjin menuju ruang osis.

"Apa orang tuamu sudah mengatakan sesuatu yang penting untuk masa depanmu?" giliran Seokjin yang bertanya sambil menutup pintu.

"Eopseo. Museun soriya? Aku tidak mengerti. Cepat katakan, aku ingin segera kembali ke rumah." celoteh Yerin.

"Orang tuamu menjodohkan kita."

Yerin membulatkan kedua matanya. "Mwo?! Ya! Jangan bergurau,aku tidak mau hubungan pertemanan kita kacau karena ini." Ia pun berusaha meredam emosinya dan bersandar pada meja.

"Itu semua tergantung pada orang tuamu yang membuat perjodohan ini, mereka memberi waktu hingga kita lulus."

"Aku tidak akan pernah bisa menyetujui ini, lebih baik kita minta mereka untuk mengakhirinya."

Seokjin mendekatkan dirinya dengan berdiri di depan Yerin. "Geurae, kita akhiri saja."

Tanpa diduga, Seokjin menempelkan bibirnya pada bibir mungil Yerin tanpa disetujui pemiliknya. Gadis itu tidak bisa berbuat apapun selain terus memukul dada Seokjin agar menghentikannya. Akan tetapi, bukannya berhenti, Seokjin malah memindah posisi Yerin menjadi bersandar pada sebuah dinding. Setelah merasa cukup keterlaluan, Seokjin pun menarik tubuhnya menjauh dari Yerin.

Sebuah tamparan mendarat di pipi Seokjin. "Aku membencimu, Kim Seokjin." Kata Yerin sebelum ia meninggalkan ruangan itu.

"Gomawo, dengan kepergianmu, aku harap perasaanku segera menghilang." Ucap Seokjin dengan pelan setelah Yerin tidak lagi terlihat.

[ flashback off ]

Yerin menenggelamkan wajahnya di tumpukan bantal yang ia letakkan di depan laptop. Ia mengira setelah kejadian itu semuanya akan berakhir, tetapi ternyata tidak. Orang tuanya dan orang tua Seokjin semakin serius untuk perjodohan mereka.

"Ah grim reaper, sallyeo juseyo.." (selamatkan aku)

= = =

Yoongi ingin agar ia bisa segera menyelesaikan tantangannya dan ia pun memutuskan untuk mengajak Cheonsae pergi di akhir pekan.

Kini ia duduk di motornya menunggu Cheonsae keluar dari gerbang tinggi yang menjaga kediaman kepala sekolah itu. Yoongi tidak memiliki keberanian untuk bertemu dengan kepala sekolah, karena ia bisa saja mendapat ceramah panjang dengan dua topik; yang pertama ia seharusnya memanfaatkan waktu untuk belajar, yang kedua ia akan mengajak pergi putri bungsu kepala sekolah.

Tidak lama, gerbang terbuka dan menampakkan Cheonsae yang memakai rok selutut dengan jaket yang sengaja ia ikatkan pada pinggangnya dan kemeja dengan lengan yang sudah dilipat hingga siku.

"Yeppeo." ucap Yoongi, singkat namun berhasil membuat wajah Cheonsae seperti kepiting rebus.

"Ah kajja, jika semakin malam, antrean untuk tiket masuk akan semakin panjang." ajak Cheonsae yang masih tersipu.

"Jam tanganku menunjukkan pukul 4 sore, apakah malam segera tiba?" canda Yoongi.

Yoongi melihat Cheonsae menggigit bibir bawahnya dari kaca spion, ia tahu jika tantangan dari permainannya bisa segera selesai.

Ia pun menjalankan motornya menuju festival musim panas yang lokasinya tidak jauh dari pasar malam. Segera setelah sampai disana, ia membeli tiket masuk ke pasar malam terlebih dahulu sebelum menuju ke festival musim panas.

Festival itu menampilkan berbagai tarian yang menghibur dan menunjukkan budaya khas Korea.

"Sepertinya festival ini sebentar lagi selesai, bagaimana jika kita masuk sekarang?" Yoongi menawarkan.

Cheonsae pun mengangguk. "Bisakah kita naik bianglala itu? Terakhir kali aku menaikinya mungkin 2 tahun yang lalu."

"Tentu, lagipula aku menaikinya terakhir kali saat sekolah dasar." Yoongi terkekeh.

Mereka pun menaiki bianglala dan setelah beberapa saat mereka pun sampai di titik tertinggi.

"Bagaimana kita bisa menyia-nyiakan kesempatan ini?" ucap Yoongi sambil mengeluarkan ponselnya dan mengajak Cheonsae untuk berfoto.

"Tolong kirimkan kepadaku nanti." Pinta Cheonsae dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Yoongi.

Mereka terdiam selama menunggu bianglala yang mereka naiki turun. Cheonsae pun secara diam-diam mengambil potret Yoongi. Entah bagaimana ia bisa berbuat seperti itu.

Akan tetapi sepertinya keberuntungan tidak berada di pihaknya. Ketika ia sedang berusaha mendapatkan foto Yoongi, bianglala yang ia naiki tergoncang karena harus berhenti untuk menurunkan penumpang, dan ponselnya terjatuh-dengan layar yang memperlihatkan kamera.

"Kau ingin memotret sesuatu? Perlu ku bantu?" tanya Yoongi dengan polos. Sebenarnya ia tahu jika hoobaenya itu berusaha mendapatkan fotonya.

"Ah aniya, sebentar lagi kita akan turun, mungkin lain kali." Cheonsae berusaha menutupi rasa malu atas perbuatannya yang tidak mendapatkan hasil.

Setelah mereka turun, Yoongi mengajak Cheonsae untuk membeli minuman dan makanan ringan. Mereka pun memutuskan untuk duduk di sebuah bangku.

"Sunbae, gomawo. Sudah cukup lama orang tuaku tidak mengajakku pergi di akhir pekan seperti ini."

"Kalau begitu, biarkan aku yang mengajakmu pergi di setiap akhir pekan." Ucapan itu membuat Cheonsae terbatuk dan langsung mengambil minumnya.

Yoongi berdeham. "Sebenarnya itu minumku." Melihat Cheonsae yang berhenti minum membuat Yoongi kembali berkata, "Gwaenchanha, untuk saat ini kita bertukar sedotan saja. Jika usiamu sudah cukup, tidak perlu memakai sedotan lagi."

= = =

How do you feel about this chapter?

0 0 1 0 0 0
Submit A Comment
Comments (13)
  • wizardfz

    @[plutowati wahh emang ku buat manis manis biar abis itu kalian aku kasih pait paitnya dari cerita ini :v

    Comment on chapter Prolog
  • plutowati

    suka sama akhirnya, manis aja gitu

    Comment on chapter Prolog
  • DekaLika

    Ya udah besok janjian di kelas ya :p

    Comment on chapter Prolog
  • wizardfz

    @Sherly_EF waw makasihh wkwkwk, Yura bilang katanya sini kalo berani maju :'D wkwkwk

    Comment on chapter 4. Hara Semakin Sibuk
  • DekaLika

    Yura jangan nantang deh, rayuanku lebih mujarap dari puisimu wkwkwk

    Comment on chapter 4. Hara Semakin Sibuk
  • DekaLika

    Ter ter aku cuka, aku cuka :* :*
    Cerita bagus hihi

    Comment on chapter 4. Hara Semakin Sibuk
  • wizardfz

    @Sherly_EF wkwk iyaa kayak nama jepang jepang gitu hehe, btw kalo mau jadi pacar Hara harus adu puisi sama Yura dulu kata Yura wkwk

    Comment on chapter 3. Latih Tanding
  • DekaLika

    Aah gitu. Iya sih Hara itu kayak nama2 jepang kan yaa hehe

    Comment on chapter 3. Latih Tanding
  • DekaLika

    Hara kamu sweet, jadi pacar aku ajaa haha aku ga sensian kayak Yura kok wkwkwk

    Comment on chapter 3. Latih Tanding
  • wizardfz

    @Sherly_EF Soalnya aku mau nama yang beda dari tokoh cowok lain kebanyakan, makanya pake nama dari Maehara alias dipanggil Hara hehehe

    Comment on chapter 2. Percakapan Aneh Kemal
Similar Tags
JEOSEUNGSAJA 'Malaikat Maut'
351      208     0     
Fan Fiction
Kematian adalah takdir dari manusia Seberapa takutkah dirimu akan kematian tersebut? Tidak ada pilihan lain selain kau harus melaluinya. Jika saatnya tiba, malaikat akan menjemputmu, memberikanmu teh penghilang ingatan dan mengirim mu kedimensi lain. Ada beberapa tipikel arwah manusia, mereka yang baik akan mudah untuk membimbingnya, mereka yang buruk akan sangat susah untuk membimbingny...
seutas benang merah
62      43     0     
Romance
Awalnya,hidupku seperti mobil yang lalu lalang dijalan.'Biasa' seperti yang dialami manusia dimuka bumi.Tetapi,setelah aku bertemu dengan sosoknya kehidupanku yang seperti mobil itu,mengalami perubahan.Kalau ditanya perubahan seperti apa?.Mungkin sekarang mobilnya bisa terbang atau kehabisan bensin tidak melulu berjalan saja.Pernah mendengar kalimat ini?'Jika kau mencarinya malah menjauh' nah ak...
Hug Me Once
214      144     0     
Inspirational
Jika kalian mencari cerita berteman kisah cinta ala negeri dongeng, maaf, aku tidak bisa memberikannya. Tapi, jika kalian mencari cerita bertema keluarga, kalian bisa membaca cerita ini. Ini adalah kisah dimana kakak beradik yang tadinya saling menyayangi dapat berubah menjadi saling membenci hanya karena kesalahpahaman
I'il Find You, LOVE
151      116     0     
Romance
Seharusnya tidak ada cinta dalam sebuah persahabatan. Dia hanya akan menjadi orang ketiga dan mengubah segalanya menjadi tidak sama.
My Noona
161      113     0     
Romance
Ini bukan cinta segitiga atau bahkan segi empat. Ini adalah garis linear. Kina memendam perasaan pada Gio, sahabat masa kecilnya. Sayangnya, Gio tergila-gila pada Freya, tetangga apartemennya yang 5 tahun lebih tua. Freya sendiri tak bisa melepaskan dirinya dari Brandon, pengacara mapan yang sudah 7 tahun dia pacariwalaupun Brandon sebenarnya tidak pernah menganggap Freya lebih dari kucing peliha...
Rasa yang tersapu harap
324      209     0     
Romance
Leanandra Kavinta atau yang biasa dipanggil Andra. Gadis receh yang mempunyai sahabat seperjuangan. Selalu bersama setiap ada waktu untuk melakukan kegiatan yang penting maupun tidak penting sama sekali. Darpa Gravila, cowok sederhana, tidak begitu tampan, tidak begitu kaya, dia cuma sekadar cowok baik yang menjaganya setiap sedang bersama. Cowok yang menjadi alasan Andra bertahan diketidakp...
Surat Kaleng Thalea
126      86     0     
Romance
Manusia tidak dapat menuai Cinta sampai Dia merasakan perpisahan yang menyedihkan, dan yang mampu membuka pikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan. -Kahlil Gibran-
Come Rain, Come Shine
82      63     0     
Inspirational
Meninggalkan sekolah adalah keputusan terbaik yang diambil Risa setelah sahabatnya pergi, tapi kemudian wali kelasnya datang dengan berbagai hadiah kekanakan yang membuat Risa berpikir ulang.
Help Me
169      112     0     
Inspirational
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jika manusia berfikir bahwa dunia adalah kehidupan yang mampu memberi kebahagiaan terbesar hingga mereka bangun pagi di fikirannya hanya memikirkan dunia yang bersifat fana. Padahal nyatanya kehidupan yang sesungguhnya yang menentukan kebahagiaan serta kepedihan yakni di akhirat. Semua di adili seadil adilnya oleh sang maha pencipta. Allah swt. Pe...
Sang Penulis
438      224     0     
Mystery
Tak ada yang menyangka bahwa sebuah tulisan dapat menggambarkan sebuah kejadian di masa depan. Tak ada yang menyangka bahwa sebuah tulisan dapat membuat kehidupan seseorang menjadi lebih baik. Dan tak ada juga yang menyangka bahwa sebuah tulisan dapat merusak kehidupan seseorang. Tapi, yang paling tak disangka-sangka adalah penulis tulisan itu sendiri dan alasan mengapa ia menuliskan tulisan i...